
Kini Dyah dan Erick sudah sampai di hotel dimana tempat putra dan menantu nya mengadakan resepsi. Dyah melihat sekeliling tidak ingin ada yang kurang apa pun di pesta pernikahan putra nya. Dyah melangka lebih dalam masuk kedalam hotel dengan menggandeng tangan kekar sang suami , Erick yang senantiasa mengikuti kemana pun istrinya.
"Dad, apa keamanan sudah dicek ulang, mommy tidak mau ada kesalahan saat perta berlangsung" ucap Dyah
"Sudah mom, mommy tenang saja semua sudah dicek ulang mom" Erick menyahut
Dyah sangat tau sikap Dion yang, Dyah sebagai ibu curiga saat Dion tidak mau akad nikah nya disebar luaskan, pasti ada yang disembunyikan Dion dari nya maupun Daddy nya.
Karena itu Dyah ingin memastikan langsung keamanan di hotel demi menjaga keluarga nya. Semua orang tau kalau Dion akan melangsungkan akad nikah hari ini sekaligus pesta pernikahannya.
Di kamar hotel Nisa sedang dirias oleh MUA ternama yang selalu dipilih para artis saat mengadakan pernikahan atau acara lain.
Untuk yang kedua kalinya Nisa merasa gugup, jika kemarin Nisa gugup karena akan menikah dengan Dion pangeran tampan nya. Sekarang Nisa gugup karena pesta nya, Yang pasti akan banyak orang yang datang Dan itu membuat Nisa sangat gugup, tangan nya sampai berkeringat dingin , jantung yang berdisko didalam sana.
"Ya ampun kanapa dengan jantung ku ini serasa ingin lepas dari tempat nya" Lirih Nisa
MUA yang mendengar itu terkekeh kecil melihat tingkah Nisa. "Kamu tenang saja mbak rileks, jangan tegang, nanti berkeringat" Ucap vivi MUA yang merias Nisa.
"Apa mbak tau ini lebih grogi lagi dari pada kemarin mbak" Ucap Nisa
"Soalnya kan dilihat banyak orang apa lagi orang orang penting , saya kan jadi minder" Sambung Nisa
Vivi tersenyum, Vivi merasa bernostalgia dimana dia akan menikah dulu, merasa gugup, takut dan harus bolak balik kamar mandi saking gugup nya
Vivi bercerita dimana pengalaman nya menikah dulu dengan senang hati Nisa mendengarkan cerita vivi yang sedang bermain di rambut Nisa. Vivi membuat rambut panjang Nisa kepang dengan cepol sederhana, di tambah dengan aksesoris. Dengan gaun panjang yang mekar, tanpa lengan yang sangat cocok dengan risan rambut Nisa, yang membuat Nisa semakin cantik apa lagi memperlihatkan leher jenjang nisa yang putih.
"Mbak Nisa memang sudah cantik, ditambah sentuhan sedikit malah menjadi semakin cantik, apalagi gaun nya yang pas dan cocok" Puji Vivi
"Terima kasih atas pujian nya mbak ini berkat kelihaian tangan mbak" Saut Nisa merenda
Saat Nisa dan vivi mengobrol pintu kamar hotel itu terbuka memperlihatkan Dyah yang sedang berjalan mendekati Nisa. Dyah sangat senang melihat menantu nya, terlihat semakin cantik dengan gaun yang dibuat khusus untuk nya
"Kamu terlihat sangat cantik sayang. Kamu cocok dengan gaun ini" Dyah memuji Nisa
__ADS_1
Setelah memuji menantu nya Dyah memberikan Nisa kotak beludru kecil, membuka nya. Lalu memakai kan ditangan Nisa.
"lni untuk apa mom???" Tanya Nisa yang tidak mengerti apa maksud Dyah memakaikan cincin
"Ini hadia dari mommy buat kamu sayang" Ucap Dyah dengan sayang
Setelah memakaikan cincin Dyah mengajak Nisa keluar dari kamar hotel, niat awal Dyah memang untuk menjemput Nisa. Karena pesta nya akan dimulai
Terlihat Dion menunggu kedatangan Nisa. Nisa terlihat sangat memukau, cantik, elegan, berjalan bersandingan dengan Dyah wanita cantik berkelas itu mengandeng tangan menantunya. Dyah tersenyum menatap putranya yang menunggu Nisa tidak sabar.
Kini Dyah sudah sampai didepan putra nya, Dyah akan menyerahkan Nisa ke putra nya dengan bersamaan teriakan orang yang mereka tidak kenali. Seorang laki laki, berteriak mengentikan pergerakan Dyah.
"Tunggu, jangan serahkan Nisa kepada nya karena aku kekasih Nisa sekaligus tunangannya, kami bertunangan satu tahun yang lalu setelah tunangan Nisa memilih kembali ke Jakarta beralasan untuk mencari pekerjaan. Tapi hingga saya melihat undangan yang ditunjukan teman saya"
Semua orang yang ada di sana heboh dengan apa yang laki laki itu ucapakan banyak kasak kusuk yang didengar, ada yang mencemooh, ada yang kasihan , ada juga yang perhatian. Tapi tidak dengan Dion tetap santai ditempat nya dengan menggenggam tangan istrinya. Dion seakan tidak terpengaruh oleh kata kata laki laki yang mengaku tunangan istrinya .
"Kamu tunangan Nisa??" Tanya Dion dengan wajah datar dan dingin
"Kamu hanya tunangan atau hanya mengaku ngaku disini . Sedangkan saya suami sah Annisa putri" Tegas Dion yang menatap tajam Roy
Roy yang ditatap Dion dengan mata tajam nya membuat nyalinya menciut karena takut, tapi Roy tepis dengan cepat karena dia tidak mau ketahuan kalau berbohong.
"Apa maksud kamu bilang dia istri kamu sedangan kalian belum menikah dan akan menikah dengan nya sekarang???" Tanya Roy seakan dirinya dibodohi
Dion tidak menjelaskan apa pun kepada Roy, Dion hanya menatap Roy seakan ingin membuat laki laki itu bersujud di kaki istrinya. Dion menatap Vino penuh makna, Vino yang ditatap sang kakak pun mengerti apa yang diinginkan kakak nya. Tiba tiba lampu gedung padam, lalu ada cahaya menyorot yang menampilkan video dari layar proyektor. Yang menampilkan pertemuan Roy dengan Serly di cafe, tidak hanya itu percakapan mereka dari awal hingga akhir. Semua orang yang awal nya prihatin kepada Roy sekarang mereka menggunjing Roy.
"Dasar laki laki tidak tau diri datang ke acara orang dan mengacaukan nya" Suara ibu ibu yang geram melihat Roy sedari awal
"Laki laki bayaran yang tidak tau siapa yang ingin dia usik ketenangan nya" Ucap orang lain. Dan masih banyak lagi yang melontarkan kata kata yang tidak enak didengar.
Disisi lain Serly ditatap oleh kedua orang tua nya, Eko dan Halima sangat kecewa melihat kelakuan putri mereka . Putri yang mereka besarkan dengan cinta dan sayang tumbu menjadi perempuan yang egois.
"Ser papa kecewa dengan kamu nak!!!" Ucap Eko
__ADS_1
"Mama juga sangat sangat kecewa dengan kamu, putri mama membuat mama sangat terluka, malu, kecewa" Halima menambahi
"Tidak paa itu semua editan, kalau papa dan mama tidak percaya tanyakan saja sama dia laki laki itu paa" Tanyakan paa
"Mana mungkin Serly melakukan hal seperti itu"
Semua orang menatap keluarga terpandang itu dengan pandangan mencemooh, keluarga yang selalu dihormati selama ini selain keluarga Alexander sekarang malah putri membuat keributan di pesta pernikahan sahabatnya.
Dyah dan Erick juga tidak kalah terkejut dengan apa yang mereka lihat, awalnya Erick percaya dengan laki laki itu karena sangat memohon agar Nisa tidak Dion nikahi, tapi apa yang Erick lihat ini, semua ini ulah putri sahabatnya sejak dulu. Dyah menatap layang laki laki itu lalu berjalan mendekat, tanpa ada abah abah Dyah menampar bolak balik pipi laki laki yang sudah berani mengusik putra nya.
" Fani ," Dyah memanggil fani dengan nada yang sangat tegas khas Dyah maharani , perempuan tegas , dan tidak memiliki ampun kepada musuh .
Fani yang merasa dipanggil pun datang mendekat kearah Dyah , mommy angkat yang memberinya sayang dan cinta seperti anak kandung nya sendiri .
" Iyah mom , apa mommy ingin bermain dengan dia . " tanya Fani . Iya mommy ingin bersenang senang dengan nya , beri tahu anak buah kamu untuk datang dan bawah dia ke markas . Ucap dyah yang masih tetap melayangkan tatapan tajam .
Roy yang tidak mengerti apa maksud perempuan setengah baya ini hanya bisa , menatap nya dengan memegangi kedua sisi pipinya . Roy yang sempat terkejut dari tamparan Dyah sekarang Roy malah dibuat panik saat ada dua pria bertubuh tegap dan kekar memegang kedua tangan disisi kanan dan kirinya .
" Lepas kan aku , aku tidak salah , aku hanya di suru dan dibayar , jangan tangkap aku , tidak jangan , dia , dia yang salah , dia yang menyuruh ku " . Roy memberontak dengan menunjuk Serly , Serly yang merasa dirinya terpojok dan ketahuan memeilih membela diri .
Tidak , aku tidak mengenalnya , dia penipu , mama dan papa percaya sama Serly kan mam paa jangan diam aja ma Serly difitna disini ." ucap Serly .
Tanpa menghiraukan teriakan pembelaan Serly , Dyah melangka mendekat kearah nya . Dyah menyengkram kedua pipi Serly , orang tau serly langsung berdiri melihat anak nya diperlakukak kasar oleh Dyah .
" Mbak tolong lepaskan Serly , dia masih belum dewasa pemikirannya tolong mbak jangan sakiti dia , maafkan anak ku mbak demi persahabatan kita sejak dulu , atau memang benar kalau Serly tidak salah dia mungkin hanya difitnah . Ucap Halima dengan menangis
Kamu bilang dia belum dewasa Hal , dengan dia menyuruh orang datang kemari sudah menandakan bawa anak kamu ini sudah sangat dewasa , dan apa kamu bilang fitna hahaha fitna lucu sekali kamu hal , Kamu bilang jika putra ku memfitnah nya iya begitu , karena video yang ditampilkan itu dari putra ku . Dion dan Vino . ucap Dyah dengan sangat santai .
Dyah melepaskan cengkraman nya lalu pergi dari sana , lalu melangka menuju podium untuk meminta maaf setelah itu Dyah membubarkan para tamu undangan ,
" Selamat Sore , maaf atas kejadian yang tidak terduga yang kami pun juga menyayangkan apa yang terjadi dihari pernikahan anak kami . Setelah kejadian ini saya selaku pemilik acara dan sekaligus orang tua pengantin , dengan sangat menyesal dan minta maaf yang sebesar besarnya . Dan dimohon tamu undangan untuk pulang . Karena pesta saya akhiri .
Setelah mengucapakan itu Dyah turun lalu berjalan keluar hotel dengan menggandeng Erick , diikuti anak anak nya lalu semua tamu undangan .
__ADS_1