
Serly tiba di kantor Dion, Serly melangkah memasuki gedung tinggi itu tanpa bertanya di lobby, Serly langsung menuju lift khusu petinggi. karena memang semua pegawai tau siapa Serly
Yang bisa keluar masuk kantor Dion. Setelah sampai atas serly pun tidak bertanya apakah Dion masuk kerja atau tidak.
Serly langsung nyelonong masuk ruang kerja Dion, Evi yang tau itu pun hanya diam dimeja kerja nya. Tanpa menghalangi jalan masuk Serly
"Dion" panggil Serly.
Erick yang sedang fokus dengan benda pipi membelakangi Serly pun hanya bisa diam tak menjawab. Menunggu apa yang akan Serly lakukan
"Dion" kamu kok diem aja
"Serly memanggil nya sekali lagi. "Dion apa kamu mau nemenin aku jalan malam ini ke mall buat cari hiburan pikiran ku penuh nih" Tanya serly
Erick pun memutar kursi yang dia duduki menghadap Serly
"Lho om kenapa om yang ada disini???" Tanya Serly
"Dion tidak masuk kerja hari ini, lebih baik kamu pulang sekarang, karena kamu buang buang waktu kamu dan saya disini" Pungkas Erick
"Maaf om kalau om ada disini Dion nya kemana om" Tanya Serly
"Di mansion" jawab Erick datar karena memang dasar nya Erick tipe laki laki dingin saat diluar berbeda saat di mansion bersama anak dan istrinya
"Baik lha om kalau gitu serly pergi dulu"
"Hemmm" saut Erick
"Aku datang saja ke mansion bertemu Dion di sana, aku harus bisa merebut hati tante Dyah lagi agar menyetujui aku Dekat dengan dion" Batin Serly
Serly melangkah menuju keluar gedung menuju parkiran dimana mobil nya berada
"Nisa, kamu harus banyak istirahat biar cepat sembuh" Dion
"Yah mas terima kasih kamu sudah mau perhatian sampai saat ini, padahal aku selalu membaut kamu kesal" Nisa mengatakan dengan menunduk
Dion tersenyum. "Tidur lah, aku ada diruang kerja samping kamar kamu kalau butuh apa apa datang aja keruangan aku" Sambung Dion
"Apa kamu sangat sibuk mas sehingga kamu di mansion masih saja bekerja???" Tanya nisa tidak enak
"Aku di mansion bukan karena ingin cuti Nisa tapi harus berkerja, aku tidak datang kekantor karena ingin dekat dengan kamu. Meskipun daddy ada di kantor pasti daddy hanya akan bersantai di kursi kebesaran nya dulu yang sekarang berpindah ke aku, aku keluar dulu" Dion
Setelah itu dion mencium kening nisa lalu berjalan keluar dari kamar Nisa . Setalah Dion keluar dari kamar Nisa. Dion masuk ke ruangan sebelah kamar Nisa
Dilantai tiga tempat kamar ketiga anak dyah dan ruang kerja Dion, sekarang bertambah ada nya kamar Nisa.
Dion sangat serius dengan laptop dimeja nya dengan berkas yang ada disebelah kiri nya. Sangat serius sampai tidak sadar akan kehadiran Serly di ruang kerja.
__ADS_1
"Dion" panggil Serly
"Iya sayang, kenapa apa kamu butuh sesuatu" saut Dion tanpa melihat siapa yang datang
Karena Dion yakin yang datang Nisa, karena tadi dia sudah berpesan kalau butuh sesuatu tinggal datang keruang kerja yang ada disamping kamar nya. saking fokusnya Dion tidak mengenali suara Serly .
"Dia panggil aku sayang!! Ha apa aku mimpi dia manggil aku sayang, yah ampun begitu cepat kamu melupakan perempuan miskin itu Dion" batin Serly
"Apa aku mengganggu kamu" Tanya Serly
Dion masih tidak tetap fokus dengan laptop nya. "Tidak, kenapa apa kamu bosan di mansion???nanti kita jalan jalan sore yah!!!" saut Dion
Betapa senang hati Serly saat ini diperlakukan manis oleh Dion
"Baik lah aku akan menunggu kamu di sofa" Saut Serly
"Kemari lah peri kecil" Dion meminta
Tanpa banyak tanya serly mendekat ke arah Dion. Serly mengalungkan tangan nya ke leher Dion
"Kamu sudah berani yah kayak gini" Dion menggoda Serly yang Dion kira Nisa
Dion memiringkan wajah nya lalu dengan kasar Dion berdiri sehingga membuat Serly terhanyut ke belakang.dengan gerakan tiba tiba Dion membuat tubuh Serly tidak seimbang .
"Kenapa kamu ada disini???sejak kapan kamu disini??? Murka Dion
" Dion kenapa kamu berubah?? tadi kamu yang nyuruh aku kesini saat aku mau menunggu kamu di sofa" Serly
"Kamu lupa kalau kamu mengajak aku jalan jalan sore Dion???" yah aku..
"Cukup keluar kamu dari ruangan aku" Sebelum Serly meneruskan kata kata nya Dion memotong ucapan Serly dan menyuruh Serly keluar
"Kamu kenapa sih Dion, heran Serly , saat Dion ingin menyuruh Serly keluar. Suara pintu terbuka
Ceklek ...
"Mas kenapa kamu ribut ribut??apa ada yang ...."
Nisa bungkam seribu bahasa saat melihat Dion memegang tangan Serly dan Serly malah memanfaat kan situasi yang ada dengan sengaja Serly memeluk lengan Dion
"Mas maaf aku mengganggu kalian, aku pikir kamu ada yang mengganggu sampai suara kamu terdengar dari luar" Nisa mengatakan dengan mata yang berkaca kaca
"Sayang dia memang mengganggu ku dia kesini mengacaukan mood ku" Dion
"Kamu lanjut kan mas aku mau ke kamar, aku ingin istirahat"
Setelah mengatakan itu Nisa menutup pintu ruangan Dion, Dion ingin mengejar Nisa. Baru menyadari jika Serly sudah berpegangan di lengan kekar nya.
__ADS_1
Dion dengan kasar menyingkir kan tangan Serly lalu dion pergi ke arah pintu. Dion membuka pintu kasar lalu membanting pintu ruang kerja nya. Dion mengetuk pintu Nisa tapi tak ada sautan dari dalam membuat Dion cemas dan khawatir .
Tok ... tok ... Tok ..
"Sayang Nisa kamu jangan salah faham sama aku"
Dion mencoba membuka pintu ternyata tidak terkunci Dion masuk dan mencari Nisa. Nisa tidak ada didalam kamar nya , Setelah Dion mencari di sudut ruangan tidak menemukan Nisa , Dion berjalan mendekat ke arah balkon kamar melihat Nisa berdiri membelakangi nya.
"Nisa, kamu jangan salah faham aku kira kamu yang datang tadi, aku saking fokusnya dengan laporan yang dikirim Fani tadi aku tidak menyadari kalau itu kamu sayang" Dion menjelas kan
Nisa membalik badan menatap Dion dengan senyum yang dia paksakan setelah dia menghapus air matanya
"Kamu tidak ada hak untuk menjelaskan sama aku mas, karena kita tidak memiliki hubungan. Aku hanya teman masa kecil kamu. aku disini juga karena permintaan mommy" Nisa
"Kamu itu calon istri aku Nisa, jangan kamu sebut kita tidak ada hubungan karena aku sebentar lagi akan menikahi kamu" Sambung Dion mulai mendekat ke arah Nisa
Dion memegang pundak nisa dengan lembut. "Tatap mata ku Nis , kamu cari kebohongan dimata aku" Dion menarik lembut dagu Nisa untuk menatap nya.
"Sialan perempuan itu ternyata masih hidup" Serly kini sudah ada didalam mobil nya. Serly memukuli setang mobil nya.
"Rencana yang aku susun dengan baik ternyata gagal, karena perempuan miskin itu masih hidup"
"Sialan " Serly marah dan mengumpat didalam mobil nya
Kekesalan Serly menambah saat tadi Serly bertemu Dyah di mansion. Saat Serly turun dari ruangan Dion . Serly berjalan tanpa melihat sekitar , Serly tidak sadar akan kehadiran Dyah diruang keluarga yang sedang menonton serial kesukaan nya. diruang keluarga
"Ser" panggil Dyah yang heran dengan anak sahabat suami nya
Serly menoleh dan melihat Dyah duduk diruang keluarga.Serly mendekat. "Tante sejak kapan tante ada disini????" Tanya Serly
"Sejak kamu keluar dari lift tante sudah ada lebih dulu ada disini" Dyah menjelas kan
"Kamu dari mana kenapa wajah kamu kusut banget" sambung Dyah
"Serly habis dari ruang kerja Dion tan" Saut Serly
Dyah hanya ber oh ria ...
"Tan kenapa Nisa ada disini??" Tanya serly
"Oh itu yah tante yang mengajak Nisa tinggal disini setelah pulang dari rumah sakit tadi" Dyah jujur
Serly heran dengan Dyah. "Kenapa tante mengajak Nisa pulang kesini???" Serly
"Karena tante kasihan dengan Nisa yang sendirian di rumah nya, belum lagi Nisa baru sembuh dari sakit nya. Lagi pula Nisa sebentar lagi akan menjadi istri Dion jadi tidak salah tante mengajak nya tinggal disini" Sambung Dyah
"Emmm gitu yah tan, apa tante tidak takut Nisa hanya menginginkan harta Dion tan???" Serly mengompori Dyah
__ADS_1
Dyah hanya tersenyum lalu menjawab. "Tidak, tante sudah cocok dengan Nisa"
Dengan perasaan dongkol sakit Serly pamit pulang. "Kalau begitu Serly pulang dulu yah tan" Pamit Serly