
Dua minggu dimana Aura sudah menyelesaikan ujian sekolahnya, bukan hanya Aura melainkan juga Aula adik kembar Aura yang sudah menyelesaikan ujian mereka. Kini dua gadis cantik itu tengah ada di dalam ruang latihan yang ada di Markas.
"Ayo semangat masih pagi" teriak Aula menggelegar di ruangan latihan.
"Siap" semua anggota yang sedang latihan menjawab dengan serempak.
Aula menatap tajam semua anggotanya yang tengah latihan, Aula semakin tegas, semakin dingin, semakin keras setelah dia sakit. Entah apa yang terjadi tapi Aura lebih dingin dan tegas kepada anggotanya.
Saat Aula tengah duduk di tepi tempat latihan dia mendengar suara berat seseorang yang sudah satu minggu pergi keluar negeri untuk perjalanan bisnis, karena perjalanannya pernikahan mereka harus ditunda setelah David pulang dari perjalanan bisnis.
"Kenapa kamu hanya diam sayang???"
"Aku benci kakak"
"Iyah, sayang kamu sangat mencintaiku"
"Tau, pergi sana"
David mendekat kearah Aura yang sudah berdiri dengan memalingkan wajah nya menghadap para anggotanya. "Apa mereka lebih tampan sayang"
"Iyah"
"Mana diantara mereka yang paling tampan???" dengan menahan kesal
"Tampan semua"
David dengan kesal menyuruh semua anggota yang latihan pergi dari ruang latihan, tapi Aura tidak memperbolehkan mereka pergi.
"Bubar"
"Lanjutkan"
"Bubar"
"Lanjutkan"
"Bubar"
"Lan-"
Cup cup cup..
David mencium bibir Aura, seketika Aura diam tidak melanjutkan kata kata nya, sedangkan Aula sudah memalingkan wajahnya melihat kakak dan Guru Musiknya tengah berciuman. Ralat lebih tepatnya David yang mencium kakaknya terlebih dahulu.
Semua anggota yang tengah berlatih tercengang lalu memalingkan wajahnya, karena mereka tidak mau melihat ke uwuwan Ketua mereka. Aura sendiri sudah memegang bibirnya yang di cium oleh David.
"Kalian semua lihat apa, Bubar"
Mereka semua membubarkan diri dari ruangan latihan, sedangkan Rosy menatap David, Rosy mendekat kearah David. "Selamat tuan muda kamu sudah menemukan keluarga kamu" Rosy mengucapakan dengan senyum, dia tidak menyangka kalau Sahabatnya selama ada di Markas adalah anak orang terpengaruh.
"Hey kau memanggil ku apa??"
"Ah Maaf tuan muda"
"Sialan kamu, jangan panggil aku seperti itu"
__ADS_1
"Maaf saya harus memanggil anda apa??" Rosy sangat bingung
"Jangan terlalu formal aku ini sahabat kamu, panggil David seperti biasanya"
"Tapi"
"Tidak ada tapi"
"Haha kamu mau berteman dengan ku???"
"Kenapa tidak???"
"Apa kamu tidak malu??"
"Tidak"
David memeluk Rosy, Rosy membalas pelukan David, mereka tertawa bersama seperti dulu saat masih bersama di Markas. "Apa kalian belok??" Suara dingin mengejutkan mereka berdua yang masih berpelukan.
"Ah adik ipar kau semakin chubby saja"
"Sialan kau kak, aku sudah diet dan turun dua kilo kamu bilang chubby"
"Kak Au"
"Hemm, suru perusuh ini pergi, mengganggu latihan kita saja"
"Siapa yang latihan??"
"Kami"
"Kakak enggak lihat"
"Lihat kamu sedang bermain main game di ponsel kamu sedangkan Kak kamu yang cantik ini hanya duduk ditepian"
"Kami yang melati mereka"
Aula malah berdebat dengan David, Aura menghela napas melihat kekasih hatinya malah berdebat dengan adik nya. Bukan nya membujuknya untuk tidak marah malah berdebat yang tidak penting.
Aura melangka meninggalkan ruang latihan berjalan lift, Aura keluar dari dalam lift di berjalan kearah pintu yang biasanya dia masuki bersama dengan David, tapi kini Aura masuk sendiri kedalam ruangan itu.
Ceklek...
Aura bingung kenapa sangat gelap, tidak biasanya ruangan musik yang dia gunakan selama ini akan gelap. Aura meraba tombol lampu untuk menghidupkan Lampunya.
Thek..
Lampu menyalah memperlihatkan bunga di atas piano besar yang ada di ruangan itu, tidak hanya bunga tapi ruangan itu sudah di hias dengan banyak balon hati dipojokan ruangan dan di dinding tengah ada balon huruf yang bertulisan. "Maura Alexander will you marry me"
Aura tidak menyangka dia menutup mulut nya, David membuatkan kejutan untuk nya di Markas di tempat dirinya dengan dia selalu bersama bermain musik.
Aura berbalik ingin mencari kekasih hatinya yang beda usia dari nya itu, tapi siapa sangka David sudah ada di belakangnya dengan membawa kota bludru berbentuk love, yang ada Cincin berlian didalamnya.
"Will you marry me"
Aura menganggukkan kepalanya, setelah itu David memeluk Aura dengan sayang. Aura membalas pelukan David. "Terima kasih sayang"
__ADS_1
David melepaskan pelukan nya dari Aura, David menarik pelan tangan Aura setelah itu memasang cincin yang dia pesan khusus untuk Aura, Cincin dimana ada nama nya dengan Aura.
David mengajak Aura mendekat kearah piano lalu memberikan buket bunga yang ada di atas piano, bukan hanya itu di atas piano terdapat tulisan yang sama seperti di dinding, bedanya di atas piano menggunakan kelopak mawar putih.
Aura menerima bunga yang diberikan David, dia mencium bunga yang ada di tangannya. David memegang tangan Aura satu lagi, menariknya pelan kearah bibirnya, David mencium tangan Aura.
"Kapan kamu menyiapkan ini semua kak??"
"Kemarin malam sayang setelah aku sampai"
"Dan kakak sengaja tidak menghubungi ku???"
"Iyah karena ingin menyiapkan semua ini"
"Terima kasih kak, I Love You"
"I Love You too sayang"
Setelah itu David mencium bibir Aura, bukan hanya menciumnya melainkan mereka saling beradu lidah, David menarik pelan tengkuk Aura agar memperdalam ciuman mereka, Mereka melakukan ciuman panas di ruang musik.
Merasa pasokan udara mereka menipis David melepaskan tautan bibir mereka, Aura dan David saling menempelkan kening mereka dengan napas yang memburu, mereka berdua tersenyum dengan pandangan sayang.
"Maafkan aku mengundur pernikahan kita"
"Aku sangat membenci kakak"
"Aku sangat mencintai kamu"
David memeluk Aura dengan sayang, sedangkan Aura dua membalas pelukan David, Aura menyembunyikan wajahnya di dada bidang David, David mencium pucuk kepala Aura, bersyukur Aura yang masih 17 tahun mau menerimanya yang berusia 36.
David mengajak Aura untuk pulang karena Aula sudah pulang setelah berdebat dengan David diruang latihan, Karena perdebatan mereka direncanakan oleh David untuk membuat Aura kesal dan Akhirnya pergi keruang musik.
"Aku sudah menyiapkan segalanya sayang, mulai dari hotel, dekor, dan gaun kamu tinggal mencobanya"
"Kakak menyiapkan itu semua sendiri???"
"Tidak tapi dengan kedua orang tua kamu sayang"
"Mommy dan Daddy???"
"Iyah, hih menyebalkan kalian semua"
Aura mengerucutkan bibirnya, David yang gemas pun mencium bibir Aura berulang kali di halaman Markas, tentu saja adegan romantis mereka di lihat para penjaga yang ada di depan.
Plak..
"Kak di sini kan banyak orang"
"Mana tidak ada, kalau pun ada mereka tidak akn berani melihatnya sayang"
"Sudah lah ayo pulang aku mau berduaan dengan kamu"
"Baiklah tuan putri"
David membuka pintu mobil mewah nya untuk Aura, setelah memastikan Aura memakai seat belt David menutup pintu Mobilnya. Setelah itu David berlari kecil ke sisi mobil, David masuk kedalam mobil. David melajukan mobilnya meninggalkan halaman luas Markas.
__ADS_1