CEO DINGIN MILIKKU

CEO DINGIN MILIKKU
JALAN - JALAN SORE


__ADS_3

"Kamu lihat dalam dalam Nisa apa ada raut berbohong dimata ku atau main main dengan perasaan ku ke kamu, kamu nafas aku, kamu hidup aku, aku selalu menunggu kamu bertahun tahun apa dengan muda nya aku melepas kan kamu atau mempermainkan kamu tidak Nisa . Kamu satu satu yang ada di hati aku sedari kita kecil" Dion menjelas kan dengan menatap mata nisa yang selalu mampu membuat dion nyaman, dan tenang


"Setelah kamu sembuh aku akan minta mommy dan daddy menikah kan kita" Dion mengatakan dengan serius


"Mas kamu"


"Sut" Dion menempel kan jari telunjuknya dibibir pink Nisa


"Kamu jangan kata kan apa apa lagi sekarang istirahat lah nanti sore kita jalan jalan didekat sini" Dion menuntun nisa untuk keranjang dan mulai membantu nisa untuk berbaring tidur.


Setelah mengatakan itu dion mencium kening Nisa. Setelah memastikan Nisa benar benar tidur Dion keluar kamar Nisa.


Tujuan Dion mencari dimana mommy nya berada. Dion mendatangi kamar mommy nya mengetuk beberapa kali, tidak ada sahutan dari dalam, saat ingin melaka menjauh maid yang bersih bersih dikamar dyah keluar.


Ceklek ....


"Mom" panggil Dion


Dion menoleh. "Lho bik dimana mommy???"


"Eh tuan muda, nyonya tidak ada dikamar beliau sedang ada diruang keluarga"


"Makasih yah bik" Setelah berterima kasih Dion melangka menuju lift


Ting ...


Dion masuk kedalam lift, Untuk menemui mommy nya yang sedang ada diruang tamu


Ting ...


Suara pintu lift terbuka Dion keluar berjalan mendekat ke sofa dimana Dyah sedang sibuk dengan acara tv nya dan buah ditangan nya.


"Mom" Panggil Dion


Dyah yang merasa dipanggil pun menoleh. "Sayang, kenapa???" Dyah menyahut


Dion duduk disebelah Dyah. "Mom setelah Nisa sehat Dion ingin menikahi Nisa mom, karena Dion enggak mau Nisa pergi lagi" Dion memberi tahu keinginan nya


"Apa kamu yakin sayang dengan Nisa??? mommy lihat tadi Serly habis menemui kamu"Dyah memastikan siapa pemilik hati putra nya


Dion menatap mommy nya. "Mom apa mommy meragukan perasaan Dion sama Nisa" Tanya Dion


"Mommy kan tau selama ini dion tidak perna dekat sama perempuan mana pun termasuk Serly, mommy juga paham kalau selama ini mommy yang mendekat kan Dion sama Serly dan pertemuan selalu mommy yang mengatur" Sambung Dion yang sedikit Kesal dengan Dyah .


"Hehehe"

__ADS_1


Dyah terkekeh mendengar apa yang diucapkan Dion. "Baik lah nanti malam bicara lah sama daddy saat setelah makan malam sayang Mommy sudah pasti mendukung kamu dengan Nisa, Karena mommy sudah cocok dengan dia, perempuan sopan, rama, baik, tidak banyak tingkah.


"Pilihan Dion tidak akan mengecewakan mommy" Setelah mengatakan itu Dion mencium pipi Dyah


Saat ingin beranjak dari duduk nya Dion mendengar suara Erick yang merasa kesal dengan Dion selalu mencium istinya.


"Ion kamu selalu mencuri curi mencium istri daddy" Erick bersuara dengan melangkah mendekat ke istrinya


Dion menatap daddy nya dengan senyum miring. "Mom boleh kah Dion mencium mommy lagi yang kiri belum mom??" Dion semakin ingin membuat Erick kesal


"Boleh dong sayang" Saut Dyah


Erick melotot saat mendengar jawaban Dyah. Dion dengan senyum mengejek perlahan mendekat ke arah Dyah dan mencium pipi kiri Dyah setelah itu kening Dyah


Setelah itu Dion menatap Erick yang seakan telinga nya mengeluarkan asap. Dion segera berlari ke arah lift


"Dddiiiooonnn" Teriak Erick


Dyah menggeleng melihat suami nya. "Mas kamu sama anak juga cemburu" Dyah


"Kamu selalu membela anak anak!!!" Erick menyahut dengan lesu


Dyah mengusap lengan suami nya dengan sayang. Itu anak anak kamu sayang, kamu juga sering menjahili mereka


"Princess" Fani membangunkan Kiya yang tertidur di sofa ruang kerja nya


"Eh Mm" Kiya menggeliat


"Sayang ayo bangun, ini sudah sore ayo bangun cuci muka kamu dan kita langsung pulang" Fani membangunkan kiya dengan lembut


Kiya mulai membuka mata nya mengedipkan mata nya agar kesadaran nya penuh. "Em sudah sore yah bang" tanya Kiya


Fani tersenyum menyingkirkan rambut yang menutupi wajah Kiya. "Sudah sayang" sahut Fani


"Padahal rasa nya aku baru sebentar memejamkan mata kenapa sudah sore aja yah bang" Kiya dengan bangun dari sofa


..."Kamu mungkin kelelahan saat tadi di kampus, sehingga tidur lama masih terasa sebentar, Kamu cuci muka dulu, aku tunggu disini yah" Fani...


Tanpa banyak bicara kiya berjalan menuju kamar mandi yang ada di sana. Kiya mulai membasuh wajah nya agar terlihat lebih segar, Kiya keluar kamar mandi dengan wajah segar nya berjalan mendekat ke arah Fani yang sibuk dengan benda pipi ditangan nya.


"Bang" panggil Kiya


Fani mendongak menatap kekasih nya dengan senyum. "Kamu sudah selesai, ayo kita pulang" Fani beranjak dari duduk nya Kiya mendekat dan memeluk tangan kekar Fani.


Fani, Kiya keluar ruangan menuju lift petinggi, saat turun dari lift banyak pasang mata yang memperhatikan wajah tampan Fani, wajah datar khas Fani, orang yang sebelas dua belas dengan Dion atasan Fani sekaligus saudara nya

__ADS_1


Kiya yang kesal Fani di tatap lapar oleh para perempuan yang ada di lobby bawa.


"Bang, Kamu kalau masuk dan pulang kerja mulai besok pakai masker" Kiya berbicara dengan bibir manyun


Fani yang merasa gemas mencubit pipi Kiya . "Kenapa harus pakai masker sayang???" tanya fani yang tidak paham dengan Kiya


"Lihat tatapan lapar kaum hawa itu seakan ingin menelanjangi kamu bang" Saut Kiya dengan kesal


Fani tersenyum melihat kiya sedang mode cemburu. "Kamu cemburu princess???" tanya Fani


"No, Im not jealous" Saut Kiya dengan kesal


"Are you really not jealous princess???" Fani semakin gemas ingin menggoda Kiya


"Sure " Dengan bibir seng semakin manyun, Fani terkekeh


"Bang"


"Apa sayang" Saut Fani


"Jangan ketawa disini banyak perempuan yang mimisan tau enggak" Sewot Kiya


Pasangan baru itu keluar gedung menuju parkiran dengan Kiya yang masih cemberut.


"Kenapa Princess nya abang masih cemberut, Ini kan tidak ada lagi yang liatin abang"


"Tau.a gelap" Saut Kiya


"Baik lah princess besok abang pakai masker sesuai princess katakan" Dengan membukakan pintu mobil untuk Kiya


Lalu Fani berlari kesamping mobil, duduk di kursi pengemudi.


Pasangan yang belum memiliki kejelasan selain sahabat kecil kini mereka berjalan jalan sore di taman yang tidak jauh dari mansion. Terlihat banyak orang yang menikmati waktu sore mereka di taman, mulai orang tua, dewasa, anak anak.


Nisa menghidup udara sore yang terasa sejuk karena banyak nya pepohonan rindang di sana. "Mas aku mau beli telur gulung yang ada di sana"


Dion pun menoleh kearah yang nisa tunjukan, memang di sana banyak orang yang jualan makanan.


Dion menggandeng tangan Nisa menuju ketempat orang jualan telur gulung. "Pak telur gulung nya mau lima puluh ribu" Dion


"Baik mas"


Tidak hanya membeli terlur gulung Nisa dan Dion juga membeli, bakso bakar ,es cream ,tahu bulat.


Saat sudah mendapatkan semua jajanan yang Nisa ingin kan, mereka duduk dibangku taman yang masih kosong tidak jauh dari tempat mereka membeli makanan.

__ADS_1


__ADS_2