CEO DINGIN MILIKKU

CEO DINGIN MILIKKU
AURA DAN AULA


__ADS_3

David sampai di rumah sakit dia menggendong Aura masuk ke dalam rumah sakit. "Dokter"


"Dokter, tolong"


Dokter yang tau David datang membawa Nona kecil dari keluarga Alexander berlari mendekat ke arah David dengan membawa brangkar emergensi rumah sakit. David menidurkan Aura di atas brangkar, suster membawa Aura masuk ke dalam ruang operasi untuk mengambil peluru yang ada di lengan Aura, sedangkan David mengikuti Aura sampai depan ruang operasi.


"Maaf tuan David, anda tidak boleh masuk ke dalam tunggu di sini saja"


"Tapi dok"


"Maaf tuan David"


Dokter menutup pintu ruang operasi, David yang ada di luar terlihat sangat frustasi melihat cinta nya masuk ke dalam ruang operasi. "Aura harus nya aku yang di dalam bukan kamu sayang" lirih David dengan menjambak rambut nya frustasi.


David tidak tenang di luar operasi, sesekali David melihat ke dalam ruang operasi. Menurut David sudah terlalu lama dokter masuk bersama dengan Aura tapi tidak kunjung keluar.


"Vit"


David menoleh ke arah sumber suara yang memanggil nya, David melihat Nona dan tuan muda nya mendekat ke arah nya, terlihat Nona kecil mengikuti dari belakang Nisa dan Dion. "Tuan, Nona muda Maafkan saya"


David berlutut di kaki Dion dan Nisa, Dion dan Nisa terkejut dengan apa yang dilakukan David. "Bangunlah Vid, ini bukan kesalahan kamu" Nisa ingin membantu David, tapi Dion melarangnya. disaat keadaan menegangkan Dion masih saja bisa cemburu. "Biar aku saja Mom"


Nisa menghela napas lelah menghadapi suami nya, di saat serius begini Dion masih saja mengesalkan. "Bangun Vid" Dion membantu David berdiri.


"Ini bukan kesalahan kamu Vid, ini terjadi karena keinginan Aura sendiri yang tidak mau melihat kamu terluka"


"Saya tidak bisa menjaga Nona kecil tuan"


"Tidak, kamu sangat berjasa selama ini terhadap putri ku, tenang lah Aura pasti baik baik saja"


"Iyah tuan muda"


"Kamu harus yakin, jika dia berani terluka untuk kamu, saya yakin dia akan baik baik saja juga untuk kamu"


"Saya yakin Nona kecil akan baik tuan!! Saya berjanji akan selalu melindungi Nona kecil lebih lagi"


Dion menepuk pundak David tiga kali untuk menyalurkan ketenangan, kepercayaan kepada David untu hari ini dan seterusnya. David duduk di kursi tunggu yang ada di depan ruang operasi bersama dengan Dion, Nisa dan juga Aula.


Sudah sangat lama dokter belum juga keluar dari dalam ruang operasi. "Kenapa lama sekali Dad, ini sudah hampir empat jam"


"Daddy juga tidak tau Mom"

__ADS_1


Tidak lama setelah Nisa bertanya kepada Dion, doker keluar dari dalam ruang operasi bersama dengan Aura. "Dok, bagaimana keadaan anak saya???"


"Peluru sudah kami keluarkan Nona muda"


"Lalu ini mau di bawa kemana dok???"


"Diruang rawat khusus Nona"


"Kenapa harus keruangan khusus dok, karena Nona kecil sempat kritis saat pengambilan peluru yang ada di lengan nya"


Deg...


Jantung David seakan berhenti mendengar apa yang di katakan oleh dokter tentang keadaan Aura, karena nya, karena menyelamatkan nya cinta nya harus berjuang melawan sakit karena peluru yang ada di lengan nya.


Dokter membawa Aura pergi untuk di rawat ruangan khusus sampai Aura sadar, Nisa menangis di pelukan Dion. Dia tidak menyangka putri kesayangannya cintanya harus mengalami hal ini. "Aku akan membalas rasa sakit putriku Dad"


"Iyah nanti yah Mom, setelah Aura bangun!! Mommy puas puaskan menyiksa tawanan Mommy


Sedangkan David menangis dalam diam, air matanya seakan tidak mau berhenti menetes, melihat wajah cantiknya yang pucat, apalagi keadaan nya tidak baik baik saja. David seakan dunia nya runtuh mendengar kalau Aura sempat kritis. Aula mendengarkan kakak nya yang sempet kritis langsung jatuh pingsan.


" Nona kecil"


Pekikan David mengalikan Dion dan Nisa, Dion dan Nisa berbalik menatap putri yang tidak sadarkan diri di yang kini sudah di gendong David ke atas kursi tunggu yang ada di sana. "Aula"


"Mommy"


"Dav, bawa Aula ke Igd"


"Baik tuan muda"


David membawa Nona kecil nya yang sudah dia anggap adik sejak kecil kini dia gendong dengan keadaan pingsan, sungguh membuat David sangat hancur. Di satu sisi cinta nya belum sadar, dan sisi lain ada Aula yang pingsan di gendongan nya. David masuk ke ruang igd dengan menggendong Aula, David menidurkan Aula di brangkar igd. Dokter dan suster langsung menangani Aula.


"Maaf tuan anda silahkan keluar"


David keluar dengan diam, David duduk di kursi tunggu yang ada di depan igd. Tidak lama menunggu Dyah dan Erick datang ke hadapan David, terlihat begitu sangat cemas di raut wajah cantik Dyah. "Vit di mana cucu Mommy???"


"Aura ada di ruangan khusus sedangkan Aula ada di igd"


Deg...


"Apa?? Apa yang terjadi Vit??"

__ADS_1


"Nona kecil Aula pingsan setelah mendengar Nona kecil Aura sempat kritis"


"Apa!! Lalu bagaimana keadaan Aura Vit???"


"Masih belum sadar"


"Vit kamu antar Mommy ke ruang Aura biar Daddy yang ada di sini"


"Iyah Dad"


David mengantar Dyah ke ruangan Aura yang ada di lantai 3, David berjalan di samping Dyah. Dyah yang merasa David tidak seperti biasanya pun menoleh ke samping. "Kenapa Vid??"


"Tidak Mom"


"Katakan saja"


"Nona kecil tertembak karena ingin menyelamatkan saya"


Dyah menghela napas mendengar apa yang di katakan David, Mereka saling mencintai tapi tidak menyadari, satu terluka yang lain pun ikut merasakan nya.


David dengan Dyah sudah ada di lantai tiga dimana ruang khusus Aura berada, Dyah melihat menantu nya terlihat kacau di pelukan putranya, Dyah mendekat ke arah Nisa dan Dion. "Nisa nak"


Nisa mendongak menatap Dyah yang berdiri di samping nya, Nisa melepas pelukan nya dari Dion lalu beranjak dari duduk nya memeluk Dyah, menumpahkan segala sesak yang dia rasakan.


"Mom"


"Sabar nak dia akan baik baik saja"


"Hiks hiks hiks"


Dyah mengusap punggung Nisa dengan sayang dan lembut, memberikan ketenangan untuk menantu nya. "Tenang nak"


Nisa melepas pulukan nya dari Dyah, lalu menatap David yang ada di samping Dyah. "Vid bagaimana keadaan Aula?"


"Masih di tangani dokter Nona muda"


"Selalu saja Aura dan Aula Mom"


Nisa kembali mengingat saat Aula juga mendapat luka di bahu nya, Aura tidak sadarkan diri berhari hari, sampai Aula sadar baru Aura juga sadar. peluru yang bercampur racun membuat Aula tidak sadarkan diri berhari hari.


Kini terjadi lagi kepada putri nya yang satu lagi, Nisa seakan ingin menghabisi semua musuh yang di ketahui maupun tidak. Dia tidak terima kedua anak nya sudah perna mendapat luka tembak, Nisa merasa tidak terima berlian di rumah nya harus merasakan sakit.

__ADS_1


David melihat wajah Nisa yang sedih, cemas, marah bercampur menjadi satu, membuat nya semakin merasa bersalah kepada Nisa dan keluarga nya. "Aura, Aula Maafin kakak" Batin David, kini David kembali menitihkan air matanya yang selama hidup baru Aura yang bisa membuat sesak dada nya.


__ADS_2