CEO DINGIN MILIKKU

CEO DINGIN MILIKKU
MANSION TWINS


__ADS_3

Dion dan keluarga kecilnya pulang ke mansion nya setelah bermain di mansion Erick. Dion membawa keluarga nya pulang karena memang sudah sore.


Waktu nya twins mandi sore, twins yang akan dimandikan oleh Nisa sendiri, Nisa banyak belajar merawat bayi kembar.


Dengan Dion yang selalu mendukung Nisa, Dion juga membatu Nisa merawat twins. Apalagi Aula yang sangat lengket dengan Dion.


Seperti sekarang ini Nisa yang memandikan twins Dion yang menggantikan pakaian twins, setelah Aura mandi giliran Aula yang mandi.


Setelah Nisa memandikan buah hati nya, Nisa berganti yang membersihkan dirinya. twins bersama dengan Dion di dalam kamar.


Nisa tidak membuatkan kamar terlebih dahulu untuk twins, Nisa memilih menidurkan twins di box bayi yang ditaruh di dalam kamar nya.


Baby sister twins menjaga saat Nisa sendang tidur siang atau berpergian bersama Dion. Tentu saja Aula akan rewel dengan baby sister berbeda dengan Aura yang anteng.


"Mas, kamu mandilah dulu biar twins aku yang jaga"


"Hemm"


Dion mendekat lalu mencium kening Nisa yang sedang mengeringkan rambut nya dengan handuk.


Nisa mendekat ke arah box bayi melihat ke dua putrinya yang anteng di dalam box. Mereka berdua tidak tidur mereka sedang bermain dengan mengangkat kedua kaki nya ke atas.


Sungguh sangat menggemaskan, pipi yang gembul, membuat twins semakin menggemaskan.


Siapa saja yang melihat akan merasa gemas dengan twins apalagi Aura pipi nya yang lebih cabi dari Aula adik nya.


Lahir dengan berat yang berbeda, membuat Aura terlihat lebih gembul dari Aula. "Anak mommy kenapa tidak tidur???"


Nisa mengajak twins berbicara, Nisa juga sering menceritakan dongeng kepada twins, meskipun belum mengerti jika diajarkan sejak dini lama kelamaan anak akan mengingat nya.


Dion keluar dari dalam kamar mandi melihat Nisa yang mengajak twins berbicara, membuat hati Dion menghangat.


Sikap Nisa yang sangat ke ibuan membuat Dion semakin mencintai Nisa, Cinta yang semakin mendalam untuk Nisa.


Setelah Dion berganti baju Dion mendekat ke arah Nisa yang mengajak twins berbicara, Dion mengusap lembut kepala Nisa. Setelah itu Dion mencium kening Nisa.


"Kamu sisir dulu rambut kamu sayang"


"Baik lah mas"


Nisa beranjak dari duduk nya mendekat ke arah meja rias yang ada didalam kamar. Nisa menyisir rambut hitam dan lebat nya, setelah selesai Nisa memakai make up tipis.


Dion memperhatikan Nisa yang baru selesai memoles wajah nya dengan make up tipis membuat ibu mudah itu terlihat sangat cantik.


"Sayang"


"Iyah"


"Kenapa, kamu setiap hari semakin cantik???"


"Jangan menggombal deh mas"

__ADS_1


"Aku tidak menggombal mas"


"Lalu???"


"Mengatakan yang sebenar nya"


Obrolan ringan mereka berlanjut dengan memberikan twins susu. Setelah kedua nya tertidur pasangan orang tua muda itu melanjutkan obral mereka.


"Mas"


"Apa mas tidak bosan sedari tadi menatap ku???"


"Tidak aku malah sangat senang sayang"


"Jangan menggombal lagi mas"


"Sudah lah lebih baik kita turun makan mas, bair twins dijaga baby sister nya"


"Baik tuan putri"


Dion mendorong box bayi twins keluar dari dalam kamar nya, Sedangkan Nisa berjalan dibelakang Dion. Nisa tersenyum mengingat apa yang Dion katakan tadi.


Dion masuk kedalam lift diikuti Nisa masuk kedalam lift. Dion dan Nisa menatap kedua anak mereka yang tertidur sangat lelap.


Mereka keluar dari dalam lift dengan Dion yang mendorong box bayi twins. Mereka berdua masuk ke dalam ruang makan. Setelah memberikan twins kepada baby sister mereka.


Nisa mengambilkan makan untuk Dion, setelah mengambil makan untuk Dion, Nisa mengambil makan untuk dirinya sendiri.


Mereka makan malam berdua, mungkin nanti jika anak anak sudah besar mereka akan makan dengan anak anak.


"Kalau aku cukup twins sayang"


"Kenapa???"


"Kamu tidak tau sayang bagaimana perasaan ku saat kamu berjuang demi twins"


"Kalau di kasih lagi gimana mas???"


"Iyah diterima dong sayang nama nya juga rejeki"


"Aku dengar Kiya program bayi kembar mas"


"Iyah sayang dia ingin memiliki bayi kembar"


Mereka menyelesaikan makan malam mereka setelah selesai Nisa mencuci bekas piring kotor yang Nisa dan Dion gunakan.


Tok.. Tok .. Tok..


Kiya masuk bersama dengan Fani yang membawa satu koper yang Fani tarik. Mereka berdua masuk kedalam mansion twins.


"Kak yuhu Adik cantik datang"

__ADS_1


"Aura Aula Aunty datang"


Teriakan Kiya terdengar sampai ruang makan, Nisa dan Dion yang mendengar suara Kiya pun tersenyum dan geleng geleng kepala.


"Masih sama mas"


"Kamu benar sayang"


Mereka berdua keluar dari ruang makan mendekat ke arah ruang keluarga dimana ada Kiya Fani dan twins.


"Apa yang kamu bawa adik cantik???"


"Ini untuk Aura dan Aula"


"Kamu tidak salah memberikan oleh oleh satu koper untuk Aura dan Aula???"


"Tidak ini khusus untuk keponakan ku tersayang"


"Apa uang suami mu aman Kiya???"


"Apa aman bang uang kamu???"


"Ah tidak baik baik saja" Saut Fani dengan wajah memelas


"Oh baik lah, ternyata baik baik saja kak"


Semua orang yang ada di sana terkekeh mendengar ucapan Kiya yang berbanding balik dengan apa yang dikatakan Fani.


Mereka juga tidak akan percaya kalau Fani uang nya tidak baik baik saja. Dengan perusahaan yang Erick berikan, lalu usaha yang dia bangun sedari noll, dan uang bulanan dari Dion karena bekerja untuk Dion.


"Kiya apa yang ada didalam koper???"


"Ini adalah baju, mainan, buku dongeng, dan aksesoris, dan juga berlian"


"Apa???"


"Buat apa???"


"Buat twins"


Mereka melanjutkan mengobrol di ruang keluarga. Kiya menceritakan semua yang dia lakukan saat keliling dunia bersama dengan Fani suami tercinta nya.


Kiya juga meminta dukungan dan doa sang kakak agar program nya lancar dan Kiya mendapat kan apa yang Kia ingin kan.


Obrolan mereka menghabiskan banyak waktu mereka, sampai tidak sabar kalau sudah sangat malam.


Kiya mengajak suami nya untuk kembali ke mansion orang tua nya. Kiya dan Fani pamit pulang kepada Nisa dan juga Dion.


Setelah kepergian Kiya dan Fani kedua orang tua muda itu membawa twins naik ke lantai atas. Dion dan Nisa masuk kedalam lift.


Nisa menatap kedua anak nya yang sudah tertidur di box bayi. "Sangat menggemaskan"

__ADS_1


Dion dan Nisa keluar dari lift melangkah memasuki kamar mereka dengan twins yang ikut tidur dengan mereka berdua.


Nisa yang tidak tega membiarkan putrinya tidur dengan baby sister nya, dan kasihan dengan pengasuh anak anak nya jika sulit tertidur di malam hari.


__ADS_2