
Satu minggu setelah Nisa bertemu dengan Serly di mall, kini kehidupan nya kembali di teror oleh Serly. tapi kali ini Nisa tidak tinggal diam dengan Serly yang terus meneror nya.
Nisa menceritakan kepada ibu mertua nya dan juga suami nya. Dyah mendengar semua cerita Nisa merasa sangat geram dengan Serly yang sudah berani mengganggu keluarga nya.
Begitu pun dengan Dion yang juga merasa sangat gerem, setelah satu tahun tidak bertemu, Serly semakin menjadi. Kegilaan nya untuk mendapatkan Dion semakin besar.
Serly bukan lagi mencintai Dion melainkan menjadikan Dion obsesinya, Serly sudah menyusun rencana untuk menjebak Dion dan membuat Dion menjadi milik nya.
Serly setiap hari mengirim Nisa pesan ancaman yang menyangkut pautkan dengan Aura dan Aula, Anak yang tidak tau menahu tentang masalah ayah dan ibu nya.
Nisa menyuruh Dion memperketat penjagaan di mansion, dan tidak sembarang menerima pegawai baru untuk di mansion.
"Sayang jangan khawatir semua akan baik baik saja"
"Tapi mas, aku tidak bisa tenang"
Nisa terlihat jelas sangat khawatir tentang keselamatan putri nya. Dua putri nya yang belum tau apa apa harus Serly sangkut pautkan.
Dion yang melihat istrinya yang terus saja memikirkan keselamatan putri mereka membuat nya tidak tega. padahal diri nya sendiri juga merasakan khawatir untuk ke dua putrinya.
"Mas, lakukan sesuatu buat Serly berhenti menganggu kita"
"Sayang tenang dulu"
"Bagaimana bisa tenang mas, sudah satu tahun dia kembali mengganggu kita"
Nisa menangis terduduk di lantai kamar setelah membentak Dion, Dion yang melihat istrinya rapu sungguh sangat tidak tega melihat nya.
Nisa kini berada di kamar mansion nya setelah menceritakan semua nya dengan Dyah, Nisa pulang ke mansion nya.
Nisa takut meninggalkan twins di rumah dengan baby sister nya, Nisa juga takut mengajak twins ke mansion Dyah.
Nisa sangat takut mengajak twins keluar rumah, Nisa datang dengan Dion ke mansion orang tua nya menceritakan semu tentang apa yang terjadi sampai pesan yang dia terima setiap hari nya.
Setelah menceritakan semua nya Nisa mengajak pulang ke mansion nya untuk melihat twins di mansion apa baik baik saja.
__ADS_1
Nisa benar benar ke takutan sampai setiap malam akan mengigau dan menangis. Sampai baby sister pun jarang boleh untuk ikut merawat twins.
Meninggalkan Nisa yang sedang menangis, kini beralih ke tempat lain, suasana lain. Di mana sekarang Serly sudah tertawa melihat isi pesan yang dia kirim kan kepada Nisa.
"***Hay perempuan kampung, miskin. kamu tidak pantas mendapatkan Dion yang seperti pangeran. Dia hanya pantas dengan ku yang seorang putri.
Tinggalkan Dion kalau kamu dan anak kamu yang kembar itu aman. Aku tidak akan segan segan untuk melenyapkan anak kamu dan kamu.
Ah aku lebih suka bermain main dengan Anak kembar kamu itu pasti mengasikan, mendengar tangis saat kesakitan. dan paling seru saat kamu melihat bagaimana ku menyiksa nya
Hahahahahah***"
Serly tertawa keras dengan ditemani minuman beralkohol ditangan kanakan nya. Serly bukan hanya ditemani minuman saja melainkan dengan seorang pria yang tengah berbaring di atas ranjang dengan telanjang
Sedangkan Serly sama dengan laki laki yang menemani nya, Serly menyewa seorang gigolo untuk menemani nya bersenang senang.
Serly menyewa pria bukan untuk menemani nya bersenang senang melainkan juga untuk menjadi pesuruh Serly untuk menghancurkan kebahagiaan Nisa.
Serly sudah menyusun rencana dengan pria asing yang Serly temui di klub setelah dia pulang ke indonesia.
Frans suami Indah sekaligus teman bisnis Dion, melarang Indah punya hubungan dengan Serly. Karena Frans tidak mau kalau Indah terjerumus terlalu jauh jika terus berteman dengan Serly.
Sedangkan Heny, dia juta sudah menikah dengan Pria asing yang dia temui di Paris. Mereka menikah di Paris dan Heni tidak kembali ke indonesia.
Itu lah kenapa Serly menjalankan aksinya sendiri, dia juga menyewa seorang gigolo untuk di ajak kerja sama dengan nya.
Meninggalkan Serly dengan kegilaan nya. Kembali ke Dion yang sekarang sedang menenangkan Nisa yang sempat mengamuk karena Aura menangis.
Nisa bukan marah dengan Aura melainkan dengan Baby sister yang menjaga Aura, Aura menangis karena meminta susu. Sedangkan baby sister Aura sedang membuat nya.
Nisa mengira kalau anak nya disakiti, Nisa benar benar tertekan dengan ancaman Serly yang setiap hari selalu mengancam nya dan selalu mengirim gambar yang mengerikan.
Dion memeluk erat Nisa yang menangis di pelukan nya, dada Dion terasa sangat sesak melihat Nisa hilang kendali.
Saat Dion yang sedang menenangkan Nisa, orang ke percayaan Dyah datang ke mansion Erick. Untuk melaporkan kalo nona muda nya sedang mengamuk.
__ADS_1
Dyah yang mendapat laporan Nisa mengamuk langsung berlari ke mansion putra nya melihat ke adaan menantu kesayangan nya.
Dyah berhenti melihat mansion yang sangat kacau dan salah satu baby sister yang duduk di lantai menyembunyikan wajah nya di kaki nya yang ditekuk
Dyah mendekat ke arah baby sister yang menangis dalam diam. "Apa yang terjadi???"
Baby sister yang menjaga Aura pun mendongak menatap Wanita setengah baya yang ada didepan nya. Air mata yang tadi sudah berhenti kini kembali menetes.
"Nona muda, mengira saya menyakiti nona kecil"
"Kenapa???"
"Karena nona kecil menangis???"
"Nona kecil lapar, saya sedang membuat kan susu. Saat saya masih membuat susu nona kecil semakin mengencangkan suara nya seperti biasa, tapi nona muda mengira saya menyakiti nona kecil"
"Dimana nona kecil???"
"Di taman belakang mansion, dia di sana dengan umi"
"Tenangkan hati mu, maafkan nona muda. Kamu selama berkerja dengan nya apa dia perna menyakiti kamu???"
"Saya tidak marah dengan nona muda nyonya besar. Saya hanya takut dipecat"
"Tidak akan percayalah pada ku"
Susi menganggukkan kepalanya, dia memang tidak marah dengan Nisa karena selama dia berkerja dengan Nisa. Dia selalu menganggap aku sebagi keluarga nya.
Dyah meninggalkan ruang keluarga melangka ke arah belakang mansion, ingin melihat ke adaan cucu nya.
"Wanita sialan itu harus segera aku atasi, agar tidak menggangu mental menantu nya. Yang terus diteror di setiap hari nya" Batin Dyah dengan melangka ke arah belakang.
Saat hampir sampai di belakang mansion, ternyata di sana bukan hanya ada umi. Melainkan ada Nisa dan Dion yang memeluk Nisa dengan erat.
Dada Dyah sesak melihat menantu nya seperti ini, biasa nya dia akan selalu ceria dengan segala hal. Tapi sekarang harus di pelukan Suami nya dengan ke adaan kacau.
__ADS_1