CEO DINGIN MILIKKU

CEO DINGIN MILIKKU
NGIDAM


__ADS_3

Mansion Erick seperti bergetar saat mendengar teriakan Nisa dari lantai bawah, Nisa berteriak sangat kencang. Sehingga terdengar sampai lantai tiga.


Erick, Dyah yang baru turun dari lantai dua terkejut mendengar teriakan menantu mereka. Memang sejak hamil Nisa sangat berubah menjadi gadis bar bar.


Dion yang baru selesai mandi mendengar teriakan istrinya terkejut, Dion langsung berlari keluar kamar takut terjadi sesuatu dengan Nisa.


Nisa yang sedang asik menonton serial drama itu pun sekarang sudah menangis sesenggukan dengan buah ada ditangan nya.


Nisa menangis dengan memakan buah yang ada ditangan nya, yah selain suara Nisa yang semakin hari semakin cempreng, juga porsi makan nya tidak main main. Nisa bisa makan porsi 4 orang sekali makan.


"Ada apa nak??? Kenapa kamu berteriak???"


"Mommy, Lihat pria kurang ajar itu. Dia selingkuh mom" Nisa yang masih menangis menceritakan kalau yang membuat nya menangis film yang dia lihat


Dyah dan Erick saling pandang, lalu mengelus dada mereka. Menghadapi Nisa yang sedang hamil membuat penghuni mansion pusing sendiri.


Selain keluarga, pelayan, penjaga mansion juga ikut kena imbas tingkah Nisa yang bar bar setelah Hamil.


"Sayang"


Nisa menoleh kebelakang saat mendengar Dion memanggil nya. "Kamu kenapa???"


"Lihat itu mas, dia selingkuh" Nisa menunjuk film yang dia tonton


"Gemmm"


Dion berdahem, Dion menatap Dyah dan Erick secara bergantian. Seakan meminta penjelasan kepada mereka berdua.


"Ayo nak kita ke gazebo disamping mansion"


Dion mengikuti langka Erick dan Juga Dyah. Dion menoleh kebelakang sebelum benar benar meninggal kan Nisa.


Dion duduk di samping Dyah, Dyah ada ditengah tengah Erick dan Dion. Dyah menatap kedua pria yang ada disamping nya bergantian.


"Nak, hormon ibu hamil itu tidak tentu. Kadang marah, seneng, sedih, terkadang permintaan nya tidak masuk akal"


"Apa dulu Mommy seperti Nisa Mom??"


"Tidak mommy mu dulu tidak seperti itu"


"Lalu???"


"Mommy mu dulu sangat kejam saat mengandung kamu, mengandung Vino sangat muda tersinggung, mengandung Kiya lebih manja"


"Lalu menurut Daddy Nisa bagai mana???"


"Semua yang ada dalam mommy kalian dia bawa semua"


"Mas"


Dyah, Erick dan Dion menoleh ke sumber suara, mereka melihat Nisa yang berjalan mendekat ke arah mereka. Entah apa lagi yang akan di perbuat ibu hamil muda ini.


"Mom, Dad,Mas. Aku ingin Serigala putih"


"Buat apa sayang???"


"Aku ingin bermain dengan nya mas"


"Berbahaya sayang"


"Jika kamu tidak mau membelikan aku seekor anak serigala aku pergi aja dari mansion"

__ADS_1


Nisa beranjak pergi dari sana dengan mata yang sudah berkaca kaca, Nisa tidak memperdulikan panggilan Dion. Nisa berjalan ke arah pintu utama mansion.


Dion merai tangan Nisa yang sudah ingin keluar gerbang Mansion. Dion menatap Nisa yang sudah menangis, pipi nya basa dengan buliran bening yang jatuh dari mata nya.


"Aku akan carikan anak serigala buat kamu sayang"


"Kamu tidak bohong kan sayang???"


"Tidak, ayo masuk. Kamu mau dibuat kan kandang di mana???"


"Aku ingin dibuat kan kandang dibelakang mansion. Oh yah mas aku kayak nya mau juga anak Singa"


Dion hanya menarik nafas dalam lalu membuang nya kasar, seakan Dion melihat Dyah didalam diri Nisa.


Dyah juga dulu meminta kucing besar, jika bedanya Dyah minta dibuatkan kan kandang di markas. Nisa minta dibuatkan dibelakang mansion


"Sesuai keinginan kamu sayang"


Dyah dengan Erick yang melihat Nisa masuk ke dalam rumah hanya bisa menghela nafas kasar. Karena permintaan sang menantu nya sama dengan Dyah saat hamil.


"Sayang"


"Hemmm"


"Aku ingin Daddy beli telur gulung di taman"


Erick yang mendengar pun melotot dengan apa yang diminta Nisa, Dyah hanya terkekeh melihat raut Erick.


"Nak, kamu tidak sungguh sungguh menyuruh daddy kan???"


"Daddy tidak mau???"


"Tidak mau yah sudah Dad biar beli sendiri"


"Gemmm. Baik lah Daddy belikan nak"


"Bawah dengan yang jualan juga yah dad"


Dyah, Erick dan Dion menatap heran Nisa yang menginginkan dengan penjualnya juga. "Buat apa nak???"


"Karena Nisa mau daddy membeli kan semua dagangannya dad. Apa daddy akan bangkrut jika membeli semua telur gulung nya???"


"Sayang siapa yang akan memakan nya???"


"Kamu mas, dengan penghuni mansion"


"Uang daddy tidak akan habis hanya kamu meminta telur gulung nak"


"Benar kah Dad???"


"Kalau begitu belikan Sate seafood juga yah dad???"


ketiga orang sekali lagi menatap Nisa dengan mulut ternganga. Suara Nisa menyadarkan ketiga orang yang di sana.


"Dad, kira kira uang daddy bisa habis untuk beli apa???"


"Sayang kamu minta apa saja uang Daddy tidak akan habis"


"Benar kah mom???"


"Kalau begitu Nisa mau itu mom"

__ADS_1


Nisa menunjuk acara tv yang menyiarkan acara gosip,Yang menyiarkan seorang pengusaha menjual toko berlian nya.


Mereka bertiga melihat dan menyimak apa yang Nisa maksud, Semua orang menelan silva mereka susah paya. Paham akan keinginan Nisa.


"Gemmm boy ..."


"Daddy saja yang belikan"


"Atau mau mommy saja"


Nisa menatap Erick, Dyah dan Dion bergantian, bingung dengan tingkah mereka. "Kenapa??? Nisa dengan wajah polosnya.


" Oh Nisa tau, uang Daddy tidak cukup yah. Kalau tidak cukup pakai uang mas Dion saja Dad"


"Ah yah benar, pakai uang suami kamu saja"


"Mas, ayo telpon nomer yang ada dilayar tv itu mas"


Nisa yang tidak tahan melihat Dion yang tidak menghubungi nomer yang ada dilayar tv. Nisa mengambil handphone nya lalu mengetik nomor yang ada di layar tv. Setelah itu menghubungi nya.


"Hello"


...........


"Saya Annisa Putri Alexander, Ingin membeli toko berlian yang ada jual"


.............


"Baik, hubungi suami saya saja Tuan. Dion Alexander"


............


"Terima kasih tuan"


Mereka menatap Nisa dengan wajah terbengong mulut yang terbuka lebar, Kiya dan Vino yang baru pulang bingung melihat kedua orang tua nya dan kakak nya.


"Kenapa mereka kak???"


"Ayo kita lihat"


Sebelum Kiya bertanya apa yang terjadi telpon genggam Dion berdering, menyadarkan Dion, Erick dan Dyah.


Dion mengangkat telpon itu. "Yah saya sendiri"


"Berapa???"


"Apa?????"


"Baik saya akan transfer sekarang, siapkan semua surat surat nya"


Dion mengotak atik benda pipi yang ada ditangan nya, setelah beberapa menit Dion berjalan mendekat ke arah sofa dengan sangat lesu.


"berapa nak 40 Triliun mom"


"Apa kak???"


"Berlian dan juga toko berlian nya"


"Mas"


"Apa kamu bangkrut???"

__ADS_1


"Kalau kamu bangkrut jual lagi saja"


Seketika mereka semua terduduk lemas di sofa, Kiya dan Vino pun ikut lemas saat mendengar ucapan kakak ipar mereka.


__ADS_2