
"Kamu egois tau tidak , egois" Maki nisa
"Aku egois karena kamu"
"Aku kanapa???"
"Kamu yang membuat aku kalang kabut saat aku tidak ada!!" Dion frustasi
"Ha aku memang nya apa yang aku lakukan???" tanya nisa dengan wajah polos nya
"Apa kamu tidak sadar kamu disini itu membuat aku sangat frustasi tidak bisa tenang, kamu tau bagai mana khawatir nya aku saat aku tau kamu ada disini!!!" Dion
Nisa memiringkan kepala nya, Menatap Dion dengan wajah polos yang sukses membuat Dion seakan tidak bisa melanjut kan kata kata yang ada diujung lidah.
Kata kata kesal, sedih khawatir jadi satu kembali Dion telan.
"Hufff"
"Baik lah peri kecil kamu yang bisa menpora poranda kan hati dan pikir ku secara bersamaan"
Sebelum nisa bertanya apa maksud Dion Suara ketukan pintu terdengar .
Tok ... Tok ... Tok ...
Ceklek ..
Suara pintu terbuka dari luar memperlihat kan Dyah yang datang dengan suami dan kedua anak nya . Dyah dan suami nya mendekat kearah ranjang Vino dan kiya duduk di sofa.
"Gimana keadaan kamu sayang apa ada yang sakit???" Tanya dyah
"Tidak mom sudah lebih baik"
Erick melirik putra nya yang tak mau bergeser pun tersenyum miring. Jiwa jail Erick pun meronta ingin menjahili putra nya.
"Boy minggir kamu, daddy mau duduk"
Dion menatap daddy nya dengan pandangan sulit diartikan. "Kenapa daddy mau duduk disini??? Di sofa yang ada di sana kan bisa" Dion menyahut
"Tapi daddy ingin melihat nisa dari dekat dan ingin mengobrol dengan nya, Lagi pula kamu sudah ada didekat nya setiap hari boy"Sambung Erick
__ADS_1
"Mom , mommy tidak cemburu liat daddy ingin dekat dengan nisa mom???" Dion mengadukan Erick
Dyah hanya geleng geleng kepala dan tersenyum melihat tingkah anak nya yang sungguh mengemas kan sifat nya menuruni daddy nya. Posesif
"Sudah lah sayang kamu mengalah saja dengan dengan daddy mu dari pada harus berdebat pusing mommy lihat kalian berdua berdebat setiap ketemu" sambung Dyah yang melerai
Erick senyum kemenangan melirik Dion. "Ngapain juga sih daddy ikutan datang kesini bikin kesel saja" Gerutu Dion beranjak dari duduk nya
Dion berjalan menuju sofa kedua adik nya tertawa melihat kakak nya yang sedang kesal
"kamu juga dad kenapa suka sekali gangguin putra mu" Dyah menatap erick malas yang ditatap hanya nyengir dan menggaruk belakang kepala nya yang tidak gatal.
"Sayang maklumi tingkah anak dan daddy nya yah!!! Apa kamu sudah makan siang. mommy lihat belum ada bekas makanan disini???" Tanya dyah dengan membelai rambut nisa.
"Belum mom mungkin sebentar lagi diantar makan nya" Nisa menyahut
"Nisa " panggil Dyah
Nisa yang merasa dipanggil menatap dyah. "Kenapa mom???" Nisa bertanya
"Setelah kamu pulang dari sini mommy mau kamu pulang dengan kami. Dyah menatap manik nisa dalam, Kamu memang tidak hak untuk menuruti keinginan mommy tapi mommy sangat khawatir sayang dengan kamu tinggal sendiri di sana. mommy tau di sana banyak kenangan kamu dengan ayah dan bunda kamu, Tapi mommy takut kamu terluka lagi seperti ini"
Nisa menata dion yang sibuk dengan benda pipi dan laptop dipangkuan nya. Yah Dion membawa ke rumah sakit pekerjaan nya karena alasan dion tidak mau meninggal kan nisa sendiri di rumah sakit.
Dengan kaca mata yang bertengger di hidung mancung dion, raut wajah yang fokus, serius, membuat ketampanan seorang dion alexander meningkat
"Kamu lihat kan sayang dia tidak datang kekantor malah membawa nya kesini pekerjaan nya agar bisa menjaga kamu di sini. Mommy harap kamu mau memikir kan apa yang mommy kata kan, mommy bukan hanya kasihan dengan putra mommy tapi juga kasihan dengan kamu nak. kalau ada orang yang tidak suka ingin mencelakai kamu saat putra mommy tidak ada disamping kamu" Dyah terus membujuk dan memberi pengertian kepada Nisa.
"Baik lah mom kalau nisa tidak merepotkan mommy dan keluarga Nisa mau pulang dengan mommy"
"Kamu tidak merepotkan kami sayang malah kami senang jika kamu mau ikut kami pulang ke mansion, Ingat nisa kamu sebentar lagi akan menjadi nona muda alexander apa pun untuk kamu sayang" Dyah menjelas kan
"Mom, kenapa mommy ingin menjadikan Nisa menantu mommy??? " tanya Nisa
"Kenapa kamu bertanya seperti itu nak???" Dyah balik bertanya
"Nisa ngerasa tidak pantas untuk putra mommy, apa lagi Nisa hanya dari kalangan biasa"
Dyah tersenyum mendengar apa yang nisa katakan . "Sayang dulu mommy juga sama seperti kamu tidak memiliki apa pun, kamu masih bisa kuliah dan lulus, sedang kan mommy hanya sekolah sampai SMA. Dulu hidup mommy lebih dari kamu nak, mommy melanjut kan menempuh pendidikan setelah menikah dengan daddy. mommy memiliki butik juga karena daddy. Mommy juga bukan dari kalangan orang kaya nak" Dyah menjelaskan hidup nya dulu penuh dengan kekurangan
__ADS_1
"Mommy dulu hanya seorang office girl di kantor daddy sebelum menjadi nyonya alexander"
Nisa menatap dyah mencari kebohongan di sana tapi sayang nisa tidak menemukan kebohongan. Memang yang dikatakan dyah benar ada nya, Hidup nya yang tanpa didampingi keluarga, hidup mandiri sedari kecil, diperlakukan tidak adil, dulu Dyah sudah perna merasakan nya.
Tapi setelah mengenal erick kehidupan dyah sekan berubah 360 derajat. Yang dulu nya tidur di atas lantai dingin di kos kosan kecil, sekarang tidur di kasur empuk
"Kamu tau dulu mommy juga sama dengan kamu nak tidak percaya diri buat dekan dengan seorang pangeran, tapi orang tua daddy dulu selalu menanyakan mommy kalau hidup itu sama, memiliki pendamping tidak harus dari kalangan yang sama. kedua mertua mommy dulu sangat menyayangi mommy sama seperti menyayangi anak nya sendiri. Jadi sekarang tugas mommy untuk menyakinkan kamu agar tidak merasa rendah"
Nisa menatap dyah dengan raut wajah senang sedih terharu. "Terima kasih mom" Nisa
"Boleh kah nisa memeluk mommy" tanya Nisa
Dengan senang dyah memeluk nisa menyalurkan rasa sayang nya yang tulus untuk Nisa. Erick yang ada di sana menyaksikan istrinya menceritakan masa kelam nya kepada nisa membuat hati Erick merasa terisis mengingat bagai mana keadaan istrinya yang dibilang tidak baik.
"Ada apa mom kenapa nisa menangis??" tanya dion saat melihat Nisa menangis di pelukan dyah
"Apa mommy melukai nya???" tanya Dion lagi
Erick melotot menatap putra nya tidak terima istrinya disalah kan . "Boy "
Dion menatap erick dengan senyum mengejek Dion tau kalau mana mungkin dyah yang membuat Nisa menangis.
Meskipun Dion tidak melihat Dion mendengar semua apa yang mommy nya katakan.
"Kenapa dad, Dion menyahut seakan Dion tidak melakukan apa pun"
"Hh huf..
" Untung anak, kalau bukan udah daddy buang kamu kelaut" Erick dengan wajah kesal nya
Dyah hanya tersenyum, Berbeda dengan vino dan kiya yang sedari tadi diam kini sudah tertawa terbahak
"Memang daddy berani buang kak Dion???" tanya Kiya
Erick menatap putri nya dengan malas. "Sudah lah kalian bertiga anak anak daddy yang durhaka" Saut Erick
"Untung kalian tidak daddy kutuk jadi baskom. Biar tau rasa kalian jadi baskom"
"Mana ada dad kami durhaka, Yang ada daddy yang banyak drama" Vino menyahut Yang di angguk i oleh kiya
__ADS_1
"Pusing kepala daddy kalau berdebat dengan kalian" erick menyerah