CEO DINGIN MILIKKU

CEO DINGIN MILIKKU
DAVID


__ADS_3

Sesuai dengan apa yang dikatakan oleh David kemarin, Indah dan Doddy datang ke rumah sakit di mana Aura di rawat, di ruangan Aura bukan hanya ada Aura, David dan kedua orang tua David melainkan juga ada kedua orang tua Aura dan juga ada Aula.


Di dalam ruangan belum ada yang memulai pembicaraan hening, Aula dan kedua orang tua Nisa bingung dengan kedatangan dua orang yang mereka kenal yaitu teman bisnis Dion.


"Kak, sebenarnya ada apa???" Aula yang bingung akhirnya berbicara dengan menatap David dengan Aura.


Aura hanya menghela napas mendengar pertanyaan adik nya yang dirinya juga tidak tau apa yang harus dia katakan kepada keluarganya, pasalnya Aura sendiri masih belum terlalu mengerti dengan situasi sekarang ini.


David menarik napas dalam setelah itu membuang secara pelan dengan menggenggam tangan kekasih hati nya. "Sebenarnya saya David Putra Mahendra anak satu satu nya Indah Mahendra dengan Doddy Mahendra"


Nisa dan Dion sangat terkejut dengan pernyataan yang dikatakan oleh David orang kepercayaan Dion selama belasan tahun untuk menjaga Aula dan Aura putri mereka. "Apa maksud kamu Vid???"


"Saya memang anak dari Indah dan Doddy, Nona muda"


"Kenapa bisa???"


"Waktu itu Mama dan Papa saya menjodohkan saya dengan perempuan yang tidak saya cintai, dan saya juga baru menggantikan Papa saya di kantor, belum lagi saya baru lulus kuliah. Saya terus di paksa untuk menerima perjodohan yang mereka lakukan, saya yang tidak mau di jodohkan meninggalkan Mansion orang tua saya tanpa membawa apapun hanya uang seratus ribu yang kebetulan ada di dompet saya, saya juga meninggalkan identitas saya"


"Lalu kamu kenapa bisa ada di taman waktu itu Vid??"


"Saya bingung mau kemana, tidak membawa apa apa, baju saja saya tidak membawa!! Saya di taman mencari untuk berteduh karena lelah mencari pekerjaaan dan tidak ada yang mau menerima saya"


"Lalu kamu menolong Aura kecil yang ingin di culik dengan beberapa orang???"


"Iyah, yang kebetulan saya melihat nya"


Nisa dan Dion menghela napas mendengar pengakuan David, mereka tidak menyangka kalau David anak orang terpandang di kota ini. Dan dia malah menjadi pengawal Aura dan Aula.


"Kenapa kamu mau menjadi pengawal Aura dan Aula Vid???"


"Karena saya bisa mempunyai penghasilan dari menjadi pengawal Nona kecil Aura dan Nona kecil Aula"


"Jangan memanggil mereka Nona kecil lagi Vid"


"Tapi saya masih pengawal mereka Nona muda"


"Tidak lagi Vid, kamu sudah bertemu dengan kedua orang tua kamu. Mereka juga rindu dengan kamu"


Doddy yang merasa bingung pun menatap Nisa dan Dion secara bergantian setelah itu Aula yang terakhir Aura yang tengah berbaring di ranjang rumah sakir. "Ini maksud nya gimana taun Alexander???" Doddy bertanya di tengah kebingungannya.


"Begini tuan Mahendra, David selama ini berkerja dengan saya menjadi pengawal dua putri saya Maura dan Maula"


"Pengawal???"


"Iyah, dan sekarang bukan hanya pengawal melainkan kekasih putri saya yang bernama Maura. Yang tengah berbaring di ranjang"

__ADS_1


"Jadi David mempunyai hubungan dengan Putri anda yang masih belian"


Doddy tidak menyangka kalau putranya jatuh cinta dengan anak yang usianya terpaut jauh dengannya. "Apa tidak salah tuan Alexander??"


Indah menghela napas mendengar kembali kalau putra nya mencintai anak yang masih kecil, sedangkan putra nya yang sudah tidak remaja lagi. "Apa anda tidak masalah tuan???"


"Saya tidak masalah putri saya memiliki hubungan dengan siapa saja yang terpenting putri saya bahagia" Dion menjawab pertanyaan indah dengan menatap Aura yang tengah mendengarkan pembicaraan para orang tua.


"Vid kamu yakin nak dengan putri tuan dan Nona Alexander???"


"Saya yakin Ma, Aura yang saya cintai"


"Tapi usia kalian terpaut jauh nak"


"Usia tidak menjadi masalah tan!!" Aura menjawab pertanyaan yang di tanyakan untuk David


Indah menatap Aura yang baru saja menjawab pertanyaan Indah dengan senyum yang mengembang di bibirnya, dia sekarang yakin jika Aura dan David saling mencintai. "Yah sudah, Mama tidak akan menghalangi hubungan kalain kalau kalian memang saling cinta"


David semakin mengeratkan genggamannya ke tangan Aura, Aura yang merasakan itu di tau kalau kekasih nya tengah merasa senang dengan keputusan Mama nya. Aura menatap David, begitupun dengan David yang menatap nya dengan sayang, Aura juga menatap David dengan sayang.


"Semua nya sekarang sudah jelas kalau David anak dari nyonya dan taun Hendarso" Nisa memperjelas


"Iyah dan sekarang kamu bukan lagi pengawal dan juga bukan orang kepercayaan saya lagi Vid"


"Tapi tuan muda???"


Indah dan Doddy sangat bersyukur karena David meninggalkan Mansion bertemu orang baik seperti keluarga Alexander, walau keluarga mereka terkenal tanpa ampun.


"Maaf tuan Alexander, putri anda sakit apa??? Indah sangat penasaran kenapa kekasih putra nya sampai di rawat.


"Dia terkenal luka tembak nyonya"


"Luka tembak???"


"Karana menyelamatkan David Ma" sebelum Dion menjawab David sudah menjawab terlebih dahulu


"Apa?? Siapa nak yang ingin menembak kamu???"


"Sudah Ma lupakan"


"Tapi nak apa??"


"Mama jelas tau kalau keluarga Alexander bukan orang sembarangan"


Indah menghela napas dia lupa kalau keluarga Alexander keluarga terpandang dan juga memilik perkumpulan Mafia yang bermana Alexander.

__ADS_1


"Terima kasih nak kamu mau mengorbankan diri kamu buat David"


"Tidak perlu berterima kasih tan, saya tidak apa apa"


Setelah semua nya jelas Doddy dan Indah pamit pulang, selain mereka ada pekerjaan lain, waktu juga semakin siang Doddy harus berangkat ke kantor karena ada meeting setelah makan siang.


"Pulang lah nak, Mama rindu dengan kamu"


"Iyah Ma, David pasti pulang"


Setelah kepergian Doddy dan juga Indah, di kamar rawat Aura tinggal David, Aula dan kedua orang tua Aura. "Wah kakak orang kaya ternyata"


Aula memecahkan keheningan yang melanda setelah indah dan Doddy pergi, David tersenyum mendengar perkataan Aula dengan wajah polosnya.


"Hahaha miliki ke dua orang tau kakak"


"Yang akan jatuh ke kakak, seperti aku sudah menjadi CEO di toko berlian Mommy"


"Wah, ternyata kamu sangat kaya??"


"Iyah aku sangat kaya hahaha" dengan tawa yang di buat buat oleh Aula.


"Mom, kemarin Aunty dan Uncle datang kemarin memberikan Aura ini" Aura bersuara setelah mereka tertawa melihat kelakuan Aula


"Aunty Rora dan Uncle Vino" Nisa mengambil chip yang entah apa isinya, Aurora dan Vino tidak bisa memberikan nya langsung karena mereka buru buru ke Eropa untuk perjalanan bisnis.


Kiya dengan Fani belum tau kalau Aura ada di rumah sakit karena mereka masih ada di luar kota mengurus pembukaan cabang yang ada di luar kota.


David, Nisa dan Dion saling tatap setelah itu David menganggukan kepala nya, David beranjak dari duduk nya mendekat kearah Aura. "Aku pergi dulu, nanti aku kembali"


"Dengan selamat"


"Tentu sayang" David mencium kenging Aura dengan sayang.


"Woy woy ada adik kalian yang jomblo di sini"


"Segeralah cari adik kecil"


"Carikan"


"Besok"


"Benarkah kak???"


"Kalau tidak lupa"

__ADS_1


Aula yang kesal mendengar jawaban David dia beranjak dari duduk nya mendekat kearah David lalu memukul David dengan kesal.


David, Nisa dan Dion pergi entah kemana sedangakan Aula hanya bersama dengan Aura dan dua penjaga yang ada di luar pintu ruangan Aura.


__ADS_2