CEO DINGIN MILIKKU

CEO DINGIN MILIKKU
MAKAN MALAM


__ADS_3

Nisa berkemas memasukan benda pipi kedalam tas nya, lalu merapikan berkas berkas yang ada dimeja kerja nya. Setelah rapi nisa beranjak dari duduk nya mengambil tas jinjing nya.


Dion melihat pergerakan nisa, Dion mendekat kearah nisa. "Peri kecil ayo kita pulang" Dion


"Tidak aku datang ke mansion kamu naik taksi saja"


"Tidak kita pulang bareng"


"Kamu kok maksa sih" kesel Nisa


"Diam dan nurut atau kamu aku cium disini"


Kata kata dion sukses membungkam mulut nisa yang ingin memaki Dion. Kata kata nya kembali nisa telan yang tadinya sudah diujung lidah


Dion tersenyum kemenangan karena sudah bisa bungkam celotehan Nisa. Dion menarik pelang tangan nisa keluar ruangan nya menuju lift khusus petinggi. Didalam lift nisa terus memaki maki Dion.


Nisa sangat kesal dengan sikap egois dion. Menurut nisa dion manusia nyebelin, egois. "Kamu jangan mengumpat aku"


"Aku bisa denger sayang" Dion mengagetkan Nisa. Nisa yang terkejut pun mulai bertanya tanya kenapa dia bisa tau.


"Apa dia punya telepati atau seorang cenayang Sudah lah ngapain mikirin orang egois kayak dia"


"Setelah sampai lobby lagi dan lagi mereka jadi tontonan pegawai lain. Tapi dion seakan tidak peduli dia yang selalu dengan wajah datar nya, Nisa yang terlihat sangat kesal.


Setelah sampai parkiran dion membuka kan pintu untuk Annisa


"Masuk" kata Dion


Tanpa banyak bicara nisa masuk kedalam mobil dion berlari kecil ke samping mobil. Dion menghidupi mesin mobil dan melajukan keluar kantor.


"Mom, Dad apa kak Nisa juga akan ikut??" tanya Kiya


"Yah dong calon mantu mommy harus ikut semua sayang biar kenalan juga. Mommy bisa bangga dong bisa langsung punya dua calon mantu" sambung dyah


Erick hanya tersenyum melihat kebahagian istri tercinta nya, kiya dan fani saling tatap dan tersenyum berbeda dengan vino yang cemberut.


Erick pun menyadari putra menekuk wajah nya. "Kamu kenapa boy???" tanya Erick. Lihat lah Dad hanya aku yang masih jomblo" vino menyahut


Dyah, erick, kiya dan vino hanya tertawa kecil melihat tingkah vino. "Kamu cari dong pacar biar ada temen kyk adik dan kakak kamu" dyah


"Mommy"


"Iyah sayang" Dyah menyahut yang sukses membuat vino semakin kesal


"Sudah lah lebih baik aku diam" Vino kesal


Tak berselang lama dion dan nisa sampai di mansion, penampilan Nisa yang sangat memukau, yang tadi nya memakai pakaian kantor sekarang sudah berganti dengan dress di atas lutut tanpa lengan, rambut yang digerai ada pita kecil disisi rambut sebelah kanan. Nisa memang meminta dion untuk mengantar kan pulang lebih dulu sebelum ke mansion karena tidak mungkin Annisa berpakaian kerja. Untuk undangan makan malam. Dion pun sudah bersih karena tadi sempat menumpang bersih bersih di rumah Nisa dan ada drama sebelum nisa mengijinkan dion menumpang mandi di rumah nya.


"Malam semua" sapa nisa

__ADS_1


"Malam sayang, malam saut semua yang ada diruang keluarga


"Ayo kita berangkat sekarang" Dion mengajak keluarga nya untuk berangkat


"Apa kamu tidak mandi dulu boy???" tanya Erick


"Aku sudah mandi dad tadi di rumah Nisa" Dion


"Yah sudah ayo kita berangkat" Vino kamu berangkat sama kakak kamu yah!! Erick berbicara


"Okay dad" saut vino dengan malas nya


Halima sudah menyiapkan makan malam yang sangat banyak, Serly turun dan melihat halima yang sedang menata makanan dimeja.


"Mam apa ada yang perlu serly bantu??"


"Tidak sayang kamu tungguin aja dion dengan keluarga nya datang, Mama juga sudah hampir selesai" Halima


"Baik lah mam serly keruang keluarga dulu" serly berjalan ke ruang keluarga yang tidak jauh dari meja makan


Saat serly hendak duduk sura bell mansion terdengar


"pasti dion sudah datang" serly duduk diruang keluarga membuka majalah


Maid membuka kan pintu utama yang memang benar dugaan serly kalau mereka sudah datang . Serly senang melihat dion yang mau datang ke mansion, Serly belum sadar akan kehadiran Nisa yang memang dibelakang tubuh tinggi Dion.


serly tersadar dari lamunan nya yang menatap Dion. Halima berjalan mendekat kearah Dyah, Halima memeluk dan cipika cipiki. Seperti emak emak pada umum nya, Halima menggandeng tangan Dyah.


"Mana mbak calon mantu kamu?? Kenalin dulu dong sama aku" tanya Halima


Dyah tersenyum dan menarik pelan tangan Nisa yang ada disebelah nya tadi. "Ini calon mantu perempuan ku" Nisa nama nya


"Kalau yang tampan ini fani kamu sudah kenal dia dong dia juga calon mantu ku" Dyah menyahut dan mengenal kan Nisa


"Wah cantik yah mbak nisa, Kamu pinter vin cari pacar" Halima menambah


Vino pun menoleh saat dirinya disebut. Dyah menyahut, "Bukan pacar vino Hal tapi pacar Dion"


Halima pun terkejut dengan apa yang dikatakan dyah. Halima memastikan kembali kalau pendengaran nya memenang benar


"Nisa pacar siapa mbak???" Tanya halima ulang


Dyah tersenyum lalu berkata. "Dia calon istri dion Hal" halima terkejut dengan apa yang Dyah sampaikan.


Halima bertanya tanya dalam hati nya bukan kah selam ini serly bilang dion belum memiliki pacar. Tapi sekarang mbak Dyah bilang kalau Nisa calon istri Dion. "Hall" halima tersadar dari lamunan nya


Saat Dyah mengguncang pundak Halima pelan. "Ah iya mbak ayo masuk kita kemeja makan" Halima


Berbeda dengan serly yang sekarang ingin menelan Nisa hidup hidup terlihat dari cara serly menatap nisa.

__ADS_1


"Perempuan kampungan ini sudah berani masuk dalam mansion ku dan berani ngambil hati tante Dyah Kurang ajar memang, Tunggu aku akan menghabisi mu perempuan laknat" Serly membatin.


Vino sadar akan tatapan Serly kepada colon kakak nya, Mak lampir satu ini pasti cemburu dengan kak Nisa.


"Lihat tatapan penuh benci itu Hem mana ada laki laki yang mau dengan nya, Perempuan seribu wajah" batin Vino. Vino mengikuti langka keluarga nya menuju meja makan tanpa memperdulikan Serly yang masih berdiam diruang keluarga.


"Ser" panggil halima


"Yah mam" Serly berjalan menuju meja makan yang ternyata di sana sudah ada papa nya yang sudah menunggu.


"Selamat malam semua maaf aku menunggu disini" eko meminta maaf karena tidak menemui diruang keluarga


"Siapa ini rick" Eko menunjuk nisa


"Ini nisa pacar dion"


Eko pun terkejut dengan apa yang sahabat nya katakan. "Bukan kan selama ini serly dekat dengan Dion rick???" Eko kembali bertanya .!!


"Yah sudah dibahas nanti saja, ayo kita makan sebelum makanan nya dingin" Eko menahan apa yang akan dia tanyakan


Setelah makan malam eko akan menanyakan kejelasan. keluarga erick pun mulai duduk dion menarik kursi yang akan diduduki Nisa begitu pun dengan fani melakukan hal yang sama. hanya dentingan sendok dan garpu yang terdengar.


Setelah makan malam kedua anggota keluarga itu bersantai di ruang keluarga. Setelah berkumpul eko pun mulai menanyakan perihal Dion dan Serly .


"Rick apa maksud nya Dion mempunyai pacar??" tanya eko


Erick yang merasa dipanggil dan ditanya pun menoleh ke Eko


"Yah nisa ini calon mantu pertama ku ,dan fani ini calon mantu bungsu ku dan untuk anak kedua ku dia masih beta jomblo"


"Vino yang merasa tersindir menatap daddy nya tidak percaya. "Dad, mana ada aku beta jomblo yang benar belum bertemu yang cocok" sahut Vino


"Sama saja boy" sahut erick dan mengundang galak tawa semua orang


"Bukan kah selama ini Dion dan Serly dekat Rick kenapa sekarang kamu sudah ada calon mantu lain???" tanya eko yang masih penasaran


"Nisa ini cinta lama Dion yang dulu sempat pergi dari Dion, karena suatu hal dan sekarang dia kembali dan bertemu Dion Dan mereka sama sama saling mencintai dan aku sebagai orang tua hanya bisa mendukung anak anak ku saja. Masalah kedekatan Serly dan Dion kamu juga tau bagai mana Dion bersikap dingin sama Serly" Sambung Erick.


"Yah kamu benar sebagai orang tua harus mendukung anak anak nya tapi gimana dengan Serly yang selalu mengajar dion??" tanya Eko lagi


"Aku malah sudah berencana untuk mereka bertunangan Rick, ternyata hanya angan ku saja . Eko


"Kalau masalah ini aku tidak bisa menjawab ko, karena keputusan ada dianak anak" sambung erick yang memang membebaskan anak anak masalah pendamping hidup


Tidak memandang dari kalangan kaya atau tidak yang terpenting anak anak nya bahagia.


Hari semakin malam, keluarga erick pamit pulang setelah pembahasan Serly dan Dion yang memang tidak berjodoh.


Erick, Dyah, Fani dan Kiya pulang ke mansion sedangan kan Dion, Vino dan Nisa, lebih dulu mengantar Nisa pulang.

__ADS_1


__ADS_2