
Delapan bulan berlalu kehamilan Nisa kini Nisa hamil besar. Permintaan nya semakin aneh aneh saja seperti saat ini dia ingin membuat es krim cabai.
Tentu bukan Nisa yang akan memakan es krim buatan nya. Nisa membuat untuk Dion suaminya. Dion tidak tau kalau Nisa membuat kan nya es krim cabai
Es krim cabai yang tahu hanya Erick, Dyah dan juga pelayan yang ada di mansion. Dyah menatap Erick ngeri begitu pun dengan Erick yang menatap Dyah ngeri.
"Dad apa putra kita akan baik baik saja memakan es krim buatan Nisa???"
"Mana daddy tau mom, sepertinya kedua cucu kita lagi kesal dengan Daddy nya mom"
"Yah mungkin saja Dad"
Dyah mendekat ke arah Nisa yang melihat es krim yang sudah setengah jadi. Dyah melihat tampilan es krim nya tidak seperti cabai.
"Sayang apa itu nak???"
"Ini es krim cabe dengan stroberi mom"
"Gemmm, baik lah apa putra mommy akan baik baik saja setelah makan ini nak???"
"Nisa tidak tau mom, mungkin akan sedikit sakit perut"
"Siapa yang sakit perut sayang???"
Kedua wanita cantik itu menoleh ke arah sumber suara. Dion menatap mereka berdua heran, tidak biasanya mommy nya menatap nya seperti itu.
"Mas kamu sudah pulang"
"Sudah, kamu membuat apa sayang???"
"Es krim yang belum jadi mas"
"Emmm tumben sekali kamu bikin es krim sendiri???"
"Ini untuk kamu mas, kamu coba yah???"
"Buat aku??? Tumben sayang"
Dion mendekat kearah Nisa yang sedang melihat es krim bersama Dyah. Dion melihat es krim itu terlihat aneh.
"Sayang ini es krim apa???"
"Stroberi dan-"
Dion menyela ucapan Nisa yang ingin mengatakan es krim stroberi dan cabai tapi Dion ingin langsung mencicipi nya.
Dion mengambil satu sendok lalu memasukan kedalam mulut nya. Dan
Uhuk.. Uhuk
"Kamu kenapa mas???"
Uhuk .. Uhukk
Dyah memberikan gelas yang sudah dia isi dengan air putih, Dion menerima air itu lalu meneguk habis air nya.
"Kenapa mas???"
"Sayang bahan es krim nya apa saja???"
"Stroberi, cabai merah, cabai kecil, tomat merah, apel merah, susu, gula dan telur mas"
Uhukk... Uhuk
"Sayang apa kamu mau membunuh aku???"
__ADS_1
"Tidak mas"
Dion tidak perna bisa marah dengan Nisa, Apalagi sedang hamil bisanya dia yang kalang kabut sampai Nisa marah.
"Sayang es krim itu kamu, Gemm. Buang saja yah???"
"Apa tidak enak mas???"
"Biar aku cicipi"
"Jangan" teriak Jonie, Dyah dan Dion bersamaan
"Kenapa???"
"Sayang lebih baik kamu ke kamar dengan Suami kamu nak"
"Mas Dion baru pulang yah???"
"Iyah sayang, aku gera ingin mandi. Kamu temenin yah sayang"
"Yah sudah ayo mas kita naik"
Dion, Erick, dan Dyah merasa lega saat Nisa lupa dengan es krim tadi. Kalau tidak dipastikan Nisa akan merengek meminta mencicip nya.
"Syukur lah Dad, Nisa mau ikut Dion ke kamar"
"Iyah sayang, kamu buang itu es krim laknat"
"Baik lah dad, kamu pergi aja dulu"
Erick melangka meninggalkan dapur, menyisakan Dyah yang ingin membuang es krim buatan menantu nya.
Dyah tidak mau kalau menantu nya melihat es krim itu dan mencicipi nya, Dyah membuang es krim itu ketong sampah belakang mansion.
"Astaga sayang"
"Mommy kenapa ada disini???"
"Mommy membuang es krim laknat buatan kakak kamu sayang"
"Es krim apa yang kak Nisa buat mom???"
Dyah menjelaskan bahan apa saja yang digunakan Nisa untuk membuat Es krim. Kiya yang mendengar bergidik ngeri.
"Bagaimana nasib kak Dion mom???"
"Mommy tidak tau sayang, kemungkinan bisa sakit perut"
"Kasihan sekali yah mom"
"Sudah kamu mau ngapain di sini??? Mommy mau kembali ke dalam"
"Aku tidak mau ngapa ngapain mom tadi aku lihat mommy celingukan di sini jadi aku kesini"
"Kalau begitu ayo kita ke dalam, sebelum kakak kamu turun"
Dyah dan Kiya melangka masuk ke dalam mansion, karena mereka tidak ingin Nisa turun dan mengingat es krim buatan nya.
Saat Dyah baru masuk ke arah dapur, Dyah dan Kiya melihat Nisa dan Dion berjalan ke arah dapur. "Apa kakak ingat mom sama es krim nya???"
"Entah lah mommy juga tidak tau sayang"
"Mommy Kiya, kenapa kalian ada disini???"
"Kita ingin mengambil minum, kamu mau ngapain sayang???"
__ADS_1
"Emmm, Aku mau mengambil cookies buatan mommy kemarin"
Dyah dan Kiya bernapas lega karena apa Nisa ingin mengambil cookies buatan Dyah kemarin. Karena menantu nya kemari ingin dibuatkan Dyah.
"Kamu ambil saja sesuka kamu nak, mommy mau menemani daddy diruang keluarga". Dyah melangka dan diikuti Kiya dari belakang.
" Mas kenapa dengan mommy aneh sekali"
Nisa mengambil cookies yang ada di lemari makanan yang ada di dapur. Setelah itu Dion dan Nisa berjalan ke arah ruang keluarga.
Nisa duduk di sofa yang ada diruang keluarga bersama Dion. Dyah menatap perut buncit Nisa yang sangat besar karena memang hamil kembar.
"Nisa"
Nisa yang fokus dengan cemilan yang ada dipangkuan nya teralihkan dengan Dyah yang memanggil nya.
"Kenapa mom???"
"Sebentar lagi kamu melahirkan, tinggal nunggu hari saja"
"Iya mom, Nisa ingin melahirkan normal saja"
"Kenapa tidak SC saja nak???"
"Tidak mom, aku ingin merasakan lahiran normal"
Dyah tidak bertanya kembali, karena semua keinginan perempuan hamil pasti ingin melahirkan secara normal.
Keluarga berkumpul diruang keluarga, hanya Vino yang tidak ikut berkumpul diruang tamu, karena Vino sudah pergi sejak sore tadi.
Mereka mengakhiri obrolan ringan karena jam makan malam, mereka berpindah ke ruang makan.
Setelah makan malam mereka masuk kedalam kamar masing masing. Tidak dengan Nisa dan Dion, kini pasangan suami istri itu berjalan ke taman belakang.
Nisa ingin menikmati malam dengan melihat bintang dan bulan, malam ini begitu sangat cerah.
"Mas lihat bintang yang ada disebelah sana, begitu sangat cantik"
"Kamu benar, dia yang paling besar dari yang lain"
"Bulan dan Bintang bersinar indah malam ini mas, aku sangat suka melihat bintang"
Dion dan Nisa menikmati malam dengan melihat bintang dan bulan, berbeda dengan Kiya yang ada di dalam kamar. Kiya melakukan panggilan video call dengan Fani.
"Sayang kamu tidak datang ke sini???"
"Princess, pekerjaan ku sangat banyak akhir akhir ini karena kakak kamu banyak melimpahkan tugas nya kepada ku"
"Karena kak Nisa hamil tua, sebentar lagi pasti keluar keponakan kita bang"
"Itu kamu tau sayang"
Kiya tersenyum mendengar apa yang Fani katakan, Kiya yang jarang bertemu dengan Fani karena kesibukan Fani.
"Kira kira apa yang bang keponakan kita???"
"Kalau aku lihat dari cara Nisa berperilaku kayak nya cowok deh sayang"
"Kalau menurut aku juga cowok bang"
"Kita doa kan saja persalinan nya lancar sayang, cewek atau cowok tetep keponakan kita"
"Kamu benar sayang"
Mereka berdua saling bercerita, membayangkan kalau Kiya hamil nanti setelah mereka menikah.
__ADS_1