
Rintik rintik air turun dari atas awan, cuaca yang dingin, kabut pagi yang lumayan tebal tak membuat David mengurungkan niat nya untuk datang ke Mansion Dion, David keluar dari Markas menuju halaman Markas di mana mobil nya terparkir rapi berjejer dengan mobil mobil lain nya.
David masuk ke dalam mobil, dia melajukan mobil nya keluar dari dalam Markas. Dalam perjalanan dia memikirkan cara bagaimana caranya dia kembali dekat dengan Aura sang pujaan hati.
Sudah setengah jalan tapi belum juga dia mendapatkan cara nya, lalu apa yang dia katakan saat sampai di sana. "Pusing banget aku"
Belum juga mendapat cara dan harus bilang apa sama Tuan dan Nona muda nya David sudah masuk ke dalam gerbang Mansion Dion. David menatap bangun mewah yang ada di depan nya dengan perasaan bercampur aduk.
Dengan tekat yang kuat dia keluar dari dalam mobil, David berjalan ke arah pintu Mansion. David menarik napas dalam setelah itu di hembuskan perlahan dia lakukan berulang kali.
ting tong ting tong
Tidak lama David memencet bel Mansion Dion, pelayan datang membuka pintu. "Tuan David, silahkan Masuk"
"Iyah terima kasih, Di mana Tuan dan Nona muda"
"Belum turun Tuan, kalau anda mau menemui nya silahkan naik seperti biasa nya tuan"
"Ah iya!!"
Saat David berjalan lebih masuk lagi ke dalam Mansion, Dion dan Nisa keluar dari dalam Lift. "Tumben sekali Vid kamu datang sepagi ini??? Apa ada hal yang mendesak???"
"Ghemm!!! Itu tuan, Anu saya, saya Anu"
"Ana Anu!! Anu kamu kenapa???"
"Bu-bukan Anu anu itu tuan, tapi saya" David menggaruk kepala nya dengan gatal dengan nyengir menatap Nisa dan Dino
"Naik lah Vid, dia belum turun"
"Ghemm!! Iyah terima kasih Nona muda"
"Hemm, bangunkan dia!! Oh yah apa masih sakit punggung kamu???"
"Sudah lebih baik Nona muda"
__ADS_1
"Hemm, Naik lah"
Dion dan Nisa berjalan ke arah ruang makan mereka akan menunggu anak anak nya di ruang makan bersama yang lain, sedangkan David sudah masuk ke dalam lift untuk naik ke lantai tiga di mana kamar sang pujaan hati.
David keluar dari dalam lift dia berjalan ke arah pintu kamar yang bertulisan Queen Maura, David menarik napas saat sudah ada di depan kamar Aura. Dengan dada yang bergemuruh, David mengetuk pintu kamar Aura.
Sedangkan Aura yang ada di dalam kamar mendengar pintu kamar nya di ketuk, Dia berjalan ke arah pintu melihat siapa yang datang sepagi ini. Aura membuka pintu kamar nya, Aura merasa heran kenapa David ada didepan kamar nya apa dia salah kamar.
Aura menatap dingin David yang ada didepan nya, Aura juga tidak berniat untuk bertanya kenapa dia ada di depan pintu kamar nya sepagi ini, sedangkan Aura saja baru saja bangun dari tidur nya.
"Nona kecil, Maafkan Saya"
"Untuk Apa???"
"Untuk segala nya belakangan ini"
"Hemmm"
"Saya ingin mengantar anda pagi ini ke sekolah"
"Tidak perlu"
Aura ingin menutup pintu kamar nya, tapi David menahan agar pintu kamar Aura tidak tertutup, David memohon agar Aura mau dia antar ke sekolah. "Aura" David dengan keberanian yang cukup kuat dia memanggil Aura nama nya saja tanpa embel embel Nona kecil.
"Maafkan aku Aura!! Aku memang bodoh selama ini, tapi beri aku kesempatan yang ke dua, aku tidak akan menyia-nyiakan kamu"
"Untuk apa??? Kesempatan apa??? Bukankan kakak yang ingin menghindari aku??"
"Maaf aku takut!! untuk sekali saja aku mohon sama kamu mau beri aku kesempatan dekat dengan kamu"
Aura menutup pintu kamar nya dengan cara paksa karena memang kekuatan mereka hampir sama. Di balik pintu Aura memegang dada nya yang kembali sesak mengingat bagaimana David menjauhi nya belakangan ini.
David yang ada di depan pintu kamar Aura mengetuk berulang kali berharap Aura akan membuka pintu nya untuk memberi jawaban yang di mau, David tidak menyerah dia menunggu Aura keluar dari dalam kamar.
David berdiri di depan pintu berharap pintu nya terbuka karena dia sudah menunggu hampir 45 menit didepan pintu kamar, Sedangkan Aura yang sudah selesai bersiap ke sekolah berjalan ke arah pintu kamar, Aura membuka kamar nya.
__ADS_1
Ahh past past past bhuk
Aura sangat terkejut saat melihat David ada di depan pintu nya dengan spontan Aura menyerang David dengan menutup mata, saking terkejut nya. "Aura ini aku David"
Aura yang mendengar nama David seketika langsung menghentikan serangan nya, dia membuka mata nya perlahan dan benar saja David ada di depan nya sedang menahan pukulan nya yang hampir mengenai wajah tampan nya.
Aura menarik tangan nya kasar, dengan menatap tajam David dari jarak yang sangat dekat. Membuat Aura seketika terpesona dengan ketampanan David, walau David sudah berumur 35 tahun tapi tidak terlihat seperti usia 25 tahun.
Begitupun dengan David yang juga terpesona dengan wajah Aura yang sangat cantik, di usia nya yang sudah 17 tahun tapi dia masih tidak terlihat seperti anak usia 17 tahun. Apa karena ada Cinta menjadikan usia terlibat lebih muda????
"Ghemm"
Aura dan David saling memalingkan wajah nya saat mendengar suara gadis dari belakang mereka, dengan serempak Aura dan David menoleh ke belakang setelah saling memalingkan wajah karena ketahuan sedang saling tatap.
"Kakak sama kak David tolong jangan di sini kalau mau sayang sayangan mending di luar!! Masih pagi mata suci ku sudah kalian nodai"
Aula setelah menggoda sang kakak berlalu dari belakang Aura dia berjalan ke arah Lift, dengan bernyanyi riang. Sedangkan Aura dan David kini saling canggung, Aura berbalik ingin meninggalkan David tapi David menahan pegerakan Aura, dia memegang pergelangan tangan Aura.
"Tunggu Ra, kamu boleh benci sama aku, kamu boleh marah sama aku, tapi tolong beri aku kesempatan"
Aura berbalik menatap tajam David dengan raut wajah yang sangat dingin. "Kesempatan apa???"
"Aku mencintai kamu"
Deg....
Aura menarik tangan nya dengan kasar setelah itu dia menghadap David, David yang di tatap seperti itu merasa ngeri secara tidak langsung David memundurkan langka nya dan Aura terus maju dengan sangat perlahan. Saat David sudan tidak dapat mundur lagi karena ada dinding di belakang nya, Aura tersenyum miring senyum yang biasa di tunjukan kepada Musuh nya.
David dalam situasi yang mengerikan menurut David, Aura merogoh saku rok nya di mengambil sesuatu di dalam rok nya, dia memutar memutar pisau kecil yang dia ambil dari saku rok nya.
syet... Thek.
Aura mengayunkan pisau kecil nya di samping wajah David, David secara spontan memiringkan kepala nya dengan memejamkan mata nya. Aura tersenyum mengejek ke arah David sedangkan David yang tidak merasa sakit di wajah nya perlahan membuka mata nya. Dia melihat Aura tersenyum mengejek nya.
Dengan sangat kesal David mencium ke dua pipi Aura, Aura yang merasa kan benda kenyal milik David menempel di pipi nya merasa wajah nya panas seketika langsung memerah.
__ADS_1
"Aku mencintai kamu Aura Alexander!!! Aku mau kamu menjadi pendamping hidup ku"
Aura melangka meninggalkan David dengan memegang ke dua pipi nya yang baru saja di cium David, dia berjalan dengan wajah semakin memerah karena ini ciuman pertaman nya dan di Ambil oleh David, sedangkan David mengikuti Aura dari belakang dan merutuki diri nya sendiri kenapa dia mencium Aura.