
Sudah satu bulan sejak makan malam itu Aula dan Arion semakin dekat, Aula dan Arion juga sudah bertunangan bersama dengan Arion. Hubungan mereka sama sekali tidak di tutup tutupi, semua penghuni kampus di undang dalam pertunangan yang sangat mewah.
Aula dan Arion kini berjalan di lorong kampus, dengan Arion menggandeng tangan Aula dengan sayang. Sejak satu bulan Arion dan Aula menjadi pusat perhatian di kampus.
"Beb, kamu hari ini ada kelas sampai jam berapa??" tanya Arion kepada Aula yang ada di samping nya.
"Mungkin sampai Sore, tunggu tunggu Beb kan kita satu kelas yah jelas bareng dong gimana sih???" Aula bingung dengan tunangan nya.
"Kau kan hanya mau ada obrolan Beb di antara kita" Arion menjawab dengan sangat santai.
Aula mendengus malas menatap tunangan nya yang tenga senyum manis kepadanya, senyum yang biasanya membuat Aula terpanah kini menjadi senyum yang membuat Aula kesal.
"Kenapa Beb kok wajah nya kelihatan kesal???" Arion bertanya tanpa adanya rasa bersalah dengan Aula.
"Tau ah Beb di sini gelap, serasa pengen pukul orang aja aku" Aula memperagakan dengan tangan yang terkepal ingin menonjok seseorang.
Arion meringis ngeri melihat itu, ketua Mafia yang sangat kejam melebihi Van Papi nya juga takut sama tunangannya. Dia menyesal dulu selalu saja mengejek Papi nya, ternyata perempuan itu sangat mengerikan.
"Sayang bagaimana kalau nanti malam kita makan malam di warung makan kesukaan kamu???" Bujuk Arion kepada Aula sebelum tangan tunangannya benar benar melayang kepada wajah tampan nya.
Aula menoleh kearah Arion dengan pandangan memicing, setelah itu menatap Rion dengan sangat tajam. "Kamu lupa Beb???" dengan menekan suaranya.
"Lupa apa sayang, cinta???" Dengan senyum yang masih terukir di bibir tampan nya.
"Oh jadi kamu benar benar lupa sayang???"
Arion mencoba untuk mengingat ingat janji apa yang di maksud oleh Aula, Arion meringis saat dia mengingat janjinya nanti malam kepada Aula yang akan makan ayam bakar di langganan nya Aula.
"Hehehh.. kamu makin hari makin cantik sayang!!"
"Kalau aku enggak cantik kamu enggak akan mau sama aku, gondrong"
"Sayang aku duluan yah aku mau ke toilet sebentar" dengan lari untuk menghindari Aula yang sedang kesal kepada nya.
Hufff...
"Untung gue sayang kalau enggak gue tendang tuh anak ke sungai amazon" Celoteh Aula dengan berjalan kearah kelas nya.
__ADS_1
Jika Aula sedang kesal dengan Arion berbeda dengan David menghadapi Aura yang tengah hamil muda, Aura sangat manja, dia enggak mau jauh dari David setiap harinya Aura akan menyuruh David ikut ke kampus setelah ke kampus mereka akan ke kantor David, kalau ada meeting terpaksa David mengundur sampai kam kuliah Aura.
Sekarang Aura tengah merajuk karena David tidak mengijinkan Aura untuk makan bakso pedas yang tadi dia beli di depan kampus. "Kalau enggak boleh makan, maunya gimana???" kesal Aura yang kini sudah berkacak pinggang.
"Sayang nanti kamu sakit perut sayang" David masih membujuk Aura yang masih kesal dengan nya.
Indah dan Doddy yang melihat perdebatan putra dan menantu. "Nak ada apa sayang???" tanya lembut indah kepada Aura yang menatap tajam David.
"Ma, tolong bilangin anak Mama, Aura ingin makan bakso pedas yang tadi Aura beli. Hiks hiks hiks" jatuh sudah air mata yang di tahan nya sejak tadi.
"Vid kamu ini, istri hamil bukan nya di turuti kemauan nya, bukan melarang nya" kesal indah menatap putra nya yang selalu.
"Ma, Aura setiap hari sudah makan" David memberi tau Mamanya.
"Biarkan saja itu anak kamu yang minta!! Kamu seneng lihat istri kamu menangis???" Indah berusaha membujuk David karena dia tidak tega melihat menantunya menangis.
David menghela napas mendengar apa yang di katakan oleh Indah, selalu membela menantu nya yang tengah hamil, jangankan hamil tidak hamil saja Indah selalu membela Aura.
"Menantu dan Mertua yang sangat kompak bikin pusing" keluh David
Doddy yang ada duduk di sofa memperhatikan putra nya yang tengah Frustasi menghadapi dua wanita beda Usai yang kini berdiri di depan nya.
"Ayo nak kamu makan apa mau di temani Mama???"
"Iyah Ma" Aura sangat manja dengan Indah sejak menikah karena Indah selalu menganggap Aura sebagai putrinya.
David menatap Istrinya dengan Mama nya yang pergi kearah meja makan. "Di sini yang putra nya itu aku atau Aura" gerutu David.
"Kamu jangan menggerutu, Mama dulu saat hamil kamu dia juga seperti Aura yang semua nya harus di turuti tidak mau di tinggal kemana mana" Doddy bersuara saat David menggerutu.
"Jangan jangan mirip aku Pa"
Doddy mendengus malas menatap putranya, jelas saja dia anak nya mana mungkin mirip tetangga ada ada saja gaes David. "Kayak nya mirip tetangga" Doddy menyahut setelah menyeruput kopi nya yang ada di atas meja.
"Mana bisa seperti itu Pa, orang Aura buat nya sama aku"
"Yah mana tau buat nya sama kamu anak nya mirip tetangga??" Doddy menyahut dengan sangat santai, dengan membaca koran yang sudah ada di tangan nya.
__ADS_1
"Memangnya bisa seperti itu Pa??" dan dengan bodoh nya David bertanya seperti itu wkwkw, barang kali besok ada yang mirip Mamak hahaha.
"Mana Papa tau"
"Ck, Papa sok tau ternyata!! Aku kira benar bisa"
"Kamu nya saja yang bodoh bertambah tua"
"Sudah lah lebih baik aku melihat Istri ku dengan Mama yang jelas sekarang pasti sudah sangat memanjakan menantu nya"
David meninggalkan Doddy yang ada di ruang keluarga, berjalan mendekat kearah istrinya bersama dengan Mama nya, terlihat Mama tengah mengipas kipas wajahnya yang memerah.
David bingung dengan Mama nya kenapa wajah nya sangat memerah. "Ma, kenapa??"
"Tidak, kamu mau tidak bantu Aura menghabiskan baksonya"
"Kenapa sayang???"
"Ayo kak, coba ini sanga nikmat"
"Benarkah???"
Aura menyuapi David yang sudah duduk di samping nya, David mengunyah bakso yang di berikan oleh Aura.David sangat terkejut rasanya tidak bisa di gambar kan dengan kata kata.
"Rasanya Meledak sayang"
"Iyah Meletus kan sayang?? Lahar nya keluar tidak??".
"Keluar banyak sayang".
"Seperti nya kakak suka ayo kita makan berdua"
Indah menatap putra nya dengan menantu nya bergantian, Indah sangat heran Aura sama sekali tidak merasa kepedesan makan bakso sedari tadi. "Sungguh jiplakan David saat aku mengandung David" Batin Indah.
"Ah.. Kayak nya aku sebentar lagi aku berangkat ke alam lain setelah makan bakso setan itu" Batin David"
"Ah tidak sayang kamu makan aja sendiri, aku sudah kenyang kan tadi sudah makan" Elak David, dengan berharap kalau Aura mau berubah pikiran.
__ADS_1
Tapi semua kenyataan pait pagi ini harus dia terima dengan lapang dada, karena Aura sangat memaksa. Mau tidak mau Aura dan David makan bakso Setan yang Aura beli di depan kampus.