
"Senang nya dalam hati yeak yeak.."
Pengawal depan yang membuka pintu mobil untuk Aula pun bingung, jika biasanya hanya tersenyum menyapa mereka, kini Aula menyanyi lagu enggak jelas.
"Nona kecil sehat??" kang Asep dia bertanya kepada Aula saat Aula sudah keluar mobil.
"Kurang ajar, jelas sehat walafiat bapak asep" Aula mendengus mendengar pertanyaan kang Asep
"Hehe.. Apa Nona sudah punya pacar kok bahagia sekali???"
"Pacar..???"
"Belum, tapi besok aku akan coba tanya apa dia mau jadi pacar Aula yang cantik tiada obat ini"
"Jangan Non"
"Lah kenapa???"
"Nona harus jual mahal"
"Hah jual Mahal, kan Saya enggak jualan atuh akang tampan"
"Ah, gimana yah jelasin nya!! Akang bingung Non"
"Sudahlah aku nanti akan tanya sama Mommy!! Aku masuk dulu kang, Bay bay"
Aura masuk kedalam Mansion, dengan bernyanyi enggak jelas yang penting dia bernyanyi layaknya penyanyi papan Atas. "Lalalalala, aku jatuh cinta"
"Aku berdebar dengan nya, Lalalalala"
Pelayan yang mendengar pun merasa heran dengan Aula yang bernyanyi riang. "Ahh, lelah sudah aku, mulut ku terasa kebas" Aula merebahkan dirinya di sofa ruang tamu dengan memejamkan matanya.
"Ah, tampan sekali. Hidung mancung, mata yang indah, bibir yang menggoda, putih seperti susu, rambut hitam panjang dengan menguncir setengah rambutnya oh tampan"Batin Aula, Dia kembali mengingat bagaimana wajah tampan Arion
Nisa yang baru saja tiba di ruang keluarga menatap putrinya heran yang kini senyum senyum sendiri dengan mata yang terpejam. "Queen apa kamu baik baik saja??"
Aula masih tersenyum senyum tidak jelas dengan membayangkan wajah tampan Arion, Nisa mendekat kearah Aula yang masih terpejam. Nisa mengusap lembut kepala anak nya dengan sayang. "Sayang kamu baik baik kan nak??"
"Yah, aku mau kok"
Nisa mendengar jawaban putrinya yang tidak nyambung terbengong, Nisa menepuk pelan pipi Aula. "Sayang"
"Kamu panggil aku sayang so sweet"
Jawaban Aula masih tidak nyambung dengan kesal Nisa memukul lengan Aula pelan, Nisa takut kalau Aula kesambet.
Plak ...
"Anjir, siapa sih ganggu aja sama sih gondrong" ucap Aula kesal dengan mengusap lengan nya yang terasa panas, Nisa hanya memukul pelan, hanya saja sedikit menekan.
"Siapa sih gondrong Aula??"
Aula mendongak menatap Mommy nya dengan setelah baju kantor yang melekat di badan Nisa, Aula cengengesan dengan menggaruk kepala nya yang tidak gatal. "Itu Mom, kang Asep mau panjangin rambut"
"Aula"
"iyah Mommy yang cantik tida obat"
"Maura"
"Iyah Mommy"
"Maura Alexander"
"Arion Mom"
__ADS_1
"Arion??" Nisa mengulang Nama Arion, karena merasa tidak asing dengan nama Arion.
"Iyah Mom, sungguh tampan Mom" Aura kembali mengingat bagaimana tampan nya wajah Arion dengan rambut gondrong nya.
"Kenapa?? Kamu suka??"
"Enggak tau Mom, yang jelas tadi saat bertemu, Ah.. Jantung ini meronta Mom"
"Heheh, Anak Mommy jatuh cinta??"
"Jatuh cinta??? dengan siapa Mom??"
"Kamu jatuh cinta dengan Arion"
"Tidak Mom"
"Itu tadi kamu bilang saat bertemu dengan Arion dada kamu meronta??"
"Iyah Mom"
"Itu cinta nak"
Nisa menjelaskan bagaimana itu cinta kepada Aula, karena Nisa tidak mau kalau Aula tidak menyadari kalau dia mencintai.
Aula mendengarkan apa yang di katakan Nisa tanpa menyela, Aula sesekali bertanya setelah itu Nisa menjelaskan apa yang di tanyakan Aula sendiri menganggukkan kepalanya saat sudan paham dengan penjelasan dari Nisa. Aula juga bertanya kenapa perempuan harus jual mahal seperti kata kang Asep, Nisa juga menjelaskan kalau pemikiran laki laki tidak menganggap murah meria.
"Wah, Mommy pakar Cinta ternyata"
"Ahahah tidak sayang"
"Lalu, kenapa Mommy tau semuanya"
"Hah lelah Mommy menjelaskan sayang"
"Jangan dong Mom"
Setelah cukup Aula pamit untuk naik kelantai atas untuk mandi dan berganti baju, sedangkan Nisa menatap kepergian putrinya dengan senyum yang mengembang. "Sepertinya Aula juga akan meninggalkan Mansion, seperti Aula"
Nisa mengambil ponsel nya yang sedari tadi bergetar, Nisa melihat banyak panggilan tidak terjawab dari Dion. Nisa chat Dion menanyakan kenapa Dion kenapa berulang kali menghubungi nya. Tidak lama Dion membalas Chat Nisa mengatakan kalau nanti di undang makan malam di Resto oleh teman bisnis Dion.
Dion mengatakan kalau anak anak juga akan ikut, Nisa menghubungi putrinya untuk memberi tahu kalau teman bisnis Daddy nya mengundang makan malam di Resto.
...****************...
Di Resto bintang Lima Keluarga Van sudah menunggu di Ruang Vip khusus yang dia pesan untuk mengundang Keluarga Dion berserta anak anaknya.
"Kamu jangan kena serangan jantung ringan lagi Boy" Van mengejek putra nya yang ada di seberangnya bersama dengan kakak dan adiknya.
"Diam lah Pi, atau gigi Papi kering"
Mereka berdebat tidak ada yang mau mengalah, tapi saat Princess ingin melerai anak dan suami nya pintu terbuka, pelayan datang dengan Keluarga Dion.
Keluarga Dion masuk kedalam ruangan Vip, mereka duduk di tempat sudah di siapkan. "Selamat Malam tuan Van"
"Selamat Malam tuan Dion"
"Perkenalkan ini Nisa istri saya, yang di samping istri saya twin Maura dan Aula, dan dia menantu saya David. Yang kecil ini Monica"
"Wah senang nya keluarga bisa ikut semua" ucap Princess
"Iyah Nona Princess"
"Jangan panggil Nona, Princess saja"
"Baik lah ini tripel anak anak saya tuan Dion, Arion, Arvin, dan yang paling cantik Arella"
__ADS_1
"Hay Gondrong"
Kedua pria tampan itu menatap Aula yang ada di samping Nisa, Aula sendiri menatap Arion yang juga menatapnya. Arion tau siapa yang di panggil gondrong oleh Aula.
"Hay La" Senyum mengembang terukir di bibir Arion
"Apa kalian saling kenal??" tanya Dion penasaran
"Yah kenal Dad"
"Sungguh mengejutkan"
"Itulah maksud saya mengundang anda makan malam tuan Dion, karena ingin membahas anak saya yang tiba tiba kena serangan jantung ringan"
Plak...
Princess memukul lengan suaminya di saat seperti ini dia masih saja ingin mengejek putranya. "Maaf bukan begitu tuan Dion jangan salah paham, kami mengundang anda kemari karena putra kami Arion menyukai Aula"
"Saya" Aula menunju dirinya sendiri dengan pandangan tidak percaya.
"Iyah"
"Kamu menyukai aku drong" panggilan Aula membuat semua yang ada di sana meringis termasuk Arion sendiri.
"Iyah La"
"Sejak kapan???"
"Sejak bertemu kamu"
"Ah.." Aula ternganga mendengar jawaban Arion yang ada di samping Van.
"Kenapa???"
"Kamu cantik"
"Sudah dari dulu" Aula mengucapkan dengan percaya diri.
"Jadi bagaimana taun Van???"
"Bagaimana kalau kita nikahkan saja"
"Saya tergantung anak anak saja"
Van dan Dion menatap Aula yang kini senyum senyum menatap Arion, Arion sendiri curi curi pandang kepada Aula. "Nak bagaimana kamu mau nikah sama Arion???"
"Mau Dad, tapi kata Kang Asep mah harus jual mahal, kata Mommy juga"
"Aku pura pura menolak saja dulu Dad"
Semua orang yang ada di sana ternganga mendengar jawaban Aula yang ambigu, sungguh membuat gemas Aula. "Sayang Mommy kan bilang saat mau pacaran, buka di ajak nikah sayang"
"Apa tidak sama Mom???"
"Jelas tidak sayang" Nisa meringis melihat Aula ingin rasanya Nisa menjitak anak nya yang polos ini, kemana otak pintar Aula selama ini. Begitulah keluh Nisa di dalam hati.
"Kalau gitu aku mau Dad nikah sama sih gondrong"
"Sayang namanya Arion, bukan gondrong"
"Ah tidak apa Tan, senyaman nya"
"Tapi nak"
"Tidak apa apa Tan"
__ADS_1
Setelah Aula menerima Arion menjadi suaminya, mereka melanjutkan dengan makan malam dengan pembahasan bisnis yang akhir akhir ini semakin meningkat. Setelah itu mereka membahas pernikahan Aula yang langsung akan digelar tanpa tunangan terlebih dahulu.