CEO DINGIN MILIKKU

CEO DINGIN MILIKKU
END


__ADS_3

Hari semakin siang sorot cahaya matahari yang masuk lewat jendela kamar tidak mengusik perempuan cantik untuk bangun dari tidurnya. Aula yang tengah tertidur bagaikan kebo, sangat susah untuk di bangunkan padahal hari ini dia akan menjadi Ratu.


Yah hari ini hari pernikahan Aula dan Arion yang akan di adakan di hotel milik Van Alexander, Nisa yang sedari tadi menggedor gedor pintu kamar Aula tidak kunjung dapat membangunkan Aula.


"Astaga, bagaimana nanti dia akan pindah ke rumah keluarga suaminya" Lirih Nisa yang sudah sangat frustasi di luar kamar Aula


Dor dor dor


"Astaga... siapa yang mengetuk pintu sepagi ini" Lirih Aula yang terkejut mendengar gedoran pintu.


Aula bangun dari rebahan nya setelah mengumpulkan nyawanya, Aula turun dari atas ranjang dia berjalan dengan santai kearah pintu kamar nya, Aura membuka pintu kamar nya.


Ceklek..


"Astaga ..


"Mommy, kenapa Mommy ada sini sepagi ini sih" Aula bertanya dengan menatap Mommy nya heran, Aula juga menangkap kalau Mommy nya tengah mengeluarkan asap nya.


Nisa menatap putri nya dengan dada naik turun, hidung kembang kempis, telinga yang mengeluarkan asap. "Kamu bilang apa?? Pagi?? Iyah Pirang" Nisa memanggil Aula pirang berarti Nisa siap meledak.


"Astaga Mommy kenapa yah, tanda tanda ada gunung meletus ini" Batin Aula.


"Mommy yang cantik tiada dua!! Ada apakah Mommy di sini" Aula bertanya dengan sangat hati hati


"Kamu niat nikah engga?? Kalau enggak kamu balik tidur" Nisa menyahut dengan nada kesal nya.


"Nikah?? Siapa yang nikah Mom???" Aula belum mengingat kalau dirinya akan menikah sore nanti, Aula malah tampak santai di jam 1 siang.


"Oh okay, kalau enggak jadi nikah Mommy bubarkan saja semua nya" Nisa setelah mengatakan kekesalan nya dia berlalu dari hadapan Aula.


Aula menatap kepergian Mommy nya dengan sangat heran, Aula mengingat kata kata Nisa yang mengatakan nikah, Aula menyandarkan kepala nya di daun pintu. "Nikah, siapa yang Nikah" Lirih Aula.


"Nikah,...!! Anjir gue nikah anjir"


"Mommy"


Aula berlari bak kilat menyusul Nisa yang kini menunggu pintu lift terbuka, saat Nisa ingin masuk kedalam lift tangan Nisa di pegang Aula yang masih mengatur napas lelah. "Kenapa??" ketus Nisa dengan menatap Malas Aula yang ada di samping nya.

__ADS_1


"Ah, Mommy suka gitu sama Aula!! Mommy kan cantik, ratu dari segala ratu"


"Bodoh"


Aula ternganga mendengar jawaban Nisa yang seperti anak jaman now. "Mommy are you okay??"


"No"


"Ah Mommy, cus lah Mom ke hotel di mana anak Mommy yang cantik ini akan menikah" Aula menggandeng tangan Nisa masuk kedalam lift.


Sedangkan Nisa mendengus malas menatap putri nya yang kini sudah cengengesan di samping nya. "Ya Allah dosa apa aku punya anak kayak Aula, kerjaan nya Molor mulu!! Semoga Princess enggak stres melihat kelakuan putri ku" Batin Nisa.


Aula yang ada di samping Nisa menatap Mommy nya bingung, pasal nya Nisa kini sedang komat kamit dengan menatap pintu lift yang perlahan membuka.


"Mom, Mommy kenapa komat kamit??" Aula bertanya kepada Nisa, pasal nya Aula sangat kepo dengan apa yang Nisa lakukan.


"Mommy berdoa agar mertua kamu enggak stres terus metong punya menantu modelan kamu"


"Aula kenapa Mom???"


"Iyah Mom"


"Sudah lah Aula Mommy sangat lelah dengan kamu"


"Tapi aku enggak Mom"


Aula dan Nisa masuk kedalam mobil yang sudah di siapkan di teras Mansion, Supir melajukan mobil nya meninggalkan halaman Mansion.


Setelah tiga puluh menit Aula sampai di hotel dimana acara resepsi pernikahan akan dilakukan, Aula dan Arion sudah menikah dua hari yang lalu, karena ada penyerangan dari musuh keluarga Alexander akhirnya resepsi di undur satu minggu kemudian.


Aula dan Nisa berjalan masuk kedalam hotel dimana kamar hotel yang di sediakan untuk Aula yang akan di rias, Arion juga masih pulang ke Mansion Alexander sebelum resepsi di langsungkan semua keluarga sepakat kalau Mereka akan pulang ke Mansion masing masing.


Dan kini acara resepsi Aula dan Arion di selenggarakan, terlihat Arion yang tengah menunggu Aula yang belum selesai di rias karena keterlambatan nya datang k hotel. Arion bersama dengan dua saudaranya ada di kursi pelaminan.


"Lama sekali kak Aula yah??" Ella bertanya kepada dua kakaknya


"Yah karena tadi dia datang terlambat ke hotel dek" Arion menjawab pertanyaan Ella

__ADS_1


Setelah tiga puluh menit tripel menunggu, Aula berjalan mendekat kearah tripel, dengan Dion dan Nisa yang menggandeng Aula. "Mom, Dad, terima kasih untuk semua nya" Lirih Aula


"Karena kam putri kami nak"


Dion memberikan tangan Aula kepada Arion, Arion menerima tangan Aula dengan sangat bahagia, binar sayang terlihat di mata nya. "Jaga dia, sayangi dan Cinta Aula nak" Lirih Nisa menatap menantunya.


"Iyah Mom"


Nisa dan Dion Meninggalkan Aula dengan Arion yang akan menyambut para undangan yang akan memberikan selamat kepada mereka.


Banyak teman teman Aula dan Arion akan menikah dengan menggelar acara pernikahan yang sangat mewah, apalagi langsung di siarkan di acara tv secara live.


Di tempat lain di gedung yang lain Aula menatap adiknya dengan balutan gaun yang begitu mewah di layar lebar yang ada di ruangannya, Yah Aula tidak dapat menghadiri resepsi pernikahan Aula, karena dia tengah proses pemulihan setelah Melahirkan.


"Dia sudah dewasa kak"


"Iyah sayang, dia sudah menemukan laki laki yang tepat untuk dirinya"


"Kamu benar"


Aura menitihkan Air matanya melihat adiknya, rasa kebahagian menyelimuti hati Aura, Aula yang selama ini membuat nya kesal kini sudah menikah dengan laki laki yang tepat, yang nanti nya akan memberikan cinta yang begitu besar.


...****************...


Lima tahun kemudian....


"Melissa jangan lari lari nak" Suara lembut memanggil gadis kecil yang cantik, berambut panjang hitam lebat, apalagi badan yang berisi membuat siapa saja akan gemas dengan nya.


Melissa Alexander Mahendra anak dari Maura dan juga David, keluarga kecil itu tengah bermain di halaman belakang Mansion Dion, dimana keluarganya tengah berkumpul setelah acara pertunangan Febby dengan Noval.


Sedangkan Yasmin gadis bar bar itu memilih melanjutkan sekolah nya di Eropa, dia ingin mencari suasana baru di Eropa. Sedangkan Monica tengah ada di pondok pesantren, Nisa dan Dion sepakat memasukan Monica ke pesantren.


Aula dengan Arion juga sudah di karuniai anak kembar tiga yang kini masih berusia tiga tahun. Aula dan Arion berserta anak nya juga ikut berkumpul di kediaman Dion.


Venesia Alexander, Veronica Alexander, Vonny Alexander ketiga putra putri Aula dan Arion, mereka sangat bahagia.


Kehidupan mereka bahagia setelah semua musuh di babat habis termasuk Master yang perna menyukai Aula, kebahagian bersama dengan putra, cucu dan juga cicit.

__ADS_1


__ADS_2