CEO DINGIN MILIKKU

CEO DINGIN MILIKKU
DUA BAYI PEREMPUAN


__ADS_3

Pagi ini mansion kembali dibuat hedo dengan yang Nisa lakukan. Nisa yang masuk ke dalam kandang Singa milik mommy nya.


Di mansion ada empat kandang dua milik Dyah dan dua lagi milik Nisa. Nisa masuk tanpa ada nya pawang yang ikut.


Apalagi Singa milik Dyah hanya akan menurut dengan Dyah tidak dengan penghuni mansion lain, tapi kali ini menantu kesayangan nya masuk kedalam kandang dengan membawa ayam seger di tangan nya.


Singa yang ada didalam kandang menatap Nisa yang yang ada didepan nya. Nisa menatap manik singa nya sudah berdiri dari duduknya.


"Duduk"


Dengan patuh singa itu duduk ditempat nya tadi saat sebelum Nisa masuk kedalam kandang. Nisa memberinya ayam yang dia bawa kepada singa yang ada didepan nya.


"Kenapa ngidam Istriku sangat aneh sekali mom"


"Mommy tidak tahu sayang, tanyakan sama daddy apa mommy dulu seekstrim ini"


Dyah mendekat ke arah kandang yang di sana sudah ada Nisa dan Leon. Dyah memberi nama Singa nya leon. Dan nama serigalanya Rhus.


Dyah masuk kedalam kandang Leon dia memperhatikan Singa nya duduk anteng dengan memakan Ayam yang Nisa bawa.


Dyah menatap manik Leon dengan dalam saat Singanya menatap nya. Dyah merasa heran dengan Leon yang anteng saat Nisa masuk ke kandang nya.


"Leon"


Singa yang mendengar pemilik nya memanggil nya bangkit lalu mendekat ke arah Dyah yang ada dibelakang Nisa.


"Kamu sudah selesai makan nya??? Duduk disini dan temani aku"


Leon seakan mengerti dengan apa yang Dyah katakan Singa jantan itu duduk di dekat Dyah yang berdiri.


"Mommy kenapa Leon mommy suru dia pinda kesana???"


"Kamu jangan terlalu dekat dengan dia sayang mommy takut kamu di gigit dia"


"Mommy, Ayo kita keluar sayang sebelum suami kamu taringnya keluar"


"Tapi mom"


"Sayang kamu tidak mau membuat Suami kamu marah kan sayang???"


"No mom, ayo kalau begitu"


Nisa mengikuti Dyah keluar kandang sedangkan Leon sudah kembali ketempat semula setelah Dyah dan Nisa pergi.


"Mommy aku ingin melihat Melodi"


"Baiklah hanya melihat tidak masuk ke dalam kandang"


"Baik mom"


Nisa melihat singa nya yang sedang makan dari luar, setelah melihat melodi makan Nisa berjalan ke arah samping ada Nada serigala Nisa.


Jika dua peliharaan Dyah jantan berbeda dengan peliharaan Nisa yang betina. Nisa melihat Nada yang sedang bermain dikandang nya.


Setelah melihat peliharaan Nisa kembali mendekat ke arah Dyah yang sudah menunggu nya.


"Sudah mom"


"Ayo masuk kedalam sebelum itu cuci tangan dan kaki kamu nak"


Nisa dengan sangat patu mengikuti apa yang Dyah katakan, Nisa mencuci tangan dan kaki nya di kran air yang ada di taman belakang.

__ADS_1


Setelah selesai Nisa masuk kedalam mansion dimana Suaminya sudah berada dimeja makan bersama dengan Dyah, Erick dan kedua adik nya.


"Selamat pagi semua" Nisa berjalan mendekat ke arah mereka dengan memegang perut besar nya dan juga punggung nya.


Perut Nisa sudah sangat besar, karena memang Nisa tinggal menunggu hari saja. Untuk lahiran, Nisa tidak mau SC


"Selamat pagi kak"


"Pagi sayang"


"Pagi nak"


Suara mereka bersamaan yang membuat Nisa sangat seneng, karena memang Nisa akhir akhir ini mood nya lagi baik.


Nisa duduk di dekat Dion yang sendang meminum susu nya. Dion yang setip pagi selalu meminum susu. Karena Dion tidak menyukai kopi seperti Erick.


"Mas"


"Kenapa???"


"Aku pipi di sini"


"Hah"


Semua orang melotot mendengar apa yang Nisa katakan, Dion menatap Istrinya yang masih duduk di kursi meja makan.


Dion perlahan melihat kebawa dan benar saja ada cairan yang menetes dari kaki Istrinya. "Mas"


"Iya kanapa sayang"


"pipis nya enggak mau berhenti"


"Apa????"


"Bawa istri kamu ke rumah sakit"


Dion menatap mommy nya dengan linglung, lalu tidak lama Dion menggendong Nisa yang terus mengeluarkan Air ketuban.


Dion memasukan Nisa kedalam mobil, Dion berlari ke sisi mobil setelah itu masuk ke dalam mobil diikuti Dyah masuk kedalam mobil.


"Sayang apa tidak terasa sakit???"


"Tidak mom"


"Kalau sudah merasa perut nya sakit kamu bilang sama mommy yah nak???"


"Iya mom"


"Mom"


"Kalau Nisa tidak merasakan sakit, Nisa diSc saja nak karena kasian jika bayinya kehabisan cairan didalam"


"Gimana sayang???"


"Apa Nisa nurut saja sama mommy"


"Kasihan bayinya nak kalau air ketuban nya habis, apalagi kamu tidak merasakan sakit"


Dion berhenti di depan rumah sakit, Nisa keluar dari mobil dibantu Dyah dan Dion, Dyah merasa kasihan dengan Nisa yang perut nya sangat besar.


"Dokter tolong"

__ADS_1


Dion berteriak, tidak lama perawat datang membawa kursi roda untuk Nisa. Nisa melihat Suami dan Mertuanya sangat terlihat sangat cemas.


"Aku tidak apa apa mom, mas"


"Dia mau melahirkan, air ketubannya sudah pecah"


"Bawah keruang operasi" Dokter yang melihat nya pun menyuruh perawat membawa Nisa.


Erick dan kedua anak nya baru sampai saat Nisa sudah masuk keruang operasi. Erick terlihat sangat cemas seperti saat Dion dulu lahir.


Dyah harus operasi, karena cairan ketuban yang kurang. Sekarang menantu kesayangan nya air ketuban nya keluar.


"Mom"


"Dia akan baik baik saja dad"


"Aku ingat saat kamu melahirkan Dion"


"Kita doakan saja menantu dan cucu kita selamat"


Erick, Dyah dan kedua anak nya menunggu di luar ruangan operasi Nisa. Sedangkan Dion ikut masuk kedalam ruang operasi.


Dion menatap Istrinya yang terbaring, dengan keringat yang membasahi. "Sayang jangan lagi cukup ini saja" Dion mencium kening Istrinya.


"Ini sudah sangat lama mom kenapa belum ada tanda tanda dari bayinya keluar"


"Daddy yang sabar jangan cemas, menantu kita kuat. Daddy lupa kalau Nisa mengandung anak kembar"


oek oek


Suara tangis terdengar dari dalam ruang operasi, Dyah dan Erick merasa sedikit lega mendengar suara bayi dari dalam.


Oek oek


Tidak lama suara tangis bayi kembali terdengar dan suaranya sangat keras. Lebih keras dari yang pertama.


Tidak lama perawat keluar menggendong dua bayi. Dyah dan Erick melihat itu pun langsung mendekat ke arah dua perawat yang membawa bayi.


"Sus, boleh saya melihat nya??"


"Boleh nyonya"


"Apa jenis kelamin nya sus"


"Dua Putri nyonya"


Dyah tersenyum mendengar apa yang perawat katakan. Dyah melihat kedua cucunya lalu mengambil foto kedua cucu nya.


"Saya akan membawa keruang bayi nyonya"


Dyah hanya menganggukkan kepala nya, Erick sangat senang dan bahagia melihat kedua cucu nya sehat.


Tidak berselang lama Nisa keluar dari ruang operasi dengan Dion yang masih setia ada disamping Nisa.


"Terima kasih sayang"


Dyah mencium kening Nisa dengan sayang, Nisa hanya tersenyum mendengar ucapan Dyah. Setalah itu Nisa dibawa keruang rawat


"Mom, Dad aku ingin kedua anak ku dipindah satu ruangan dengan Nisa mom"


"Baik lah nak nanti Daddy yang akan mengurus nya"

__ADS_1


Setelah mengatakan apa yang Dion mau, Dion melangka mengikuti Nisa yang di dorong untuk pinda keruang rawat


__ADS_2