CEO DINGIN MILIKKU

CEO DINGIN MILIKKU
PARIS


__ADS_3

Dua hari berlalu , Nisa di bantu oleh Dyah paking baju buat honeymoon ke paris sesuai keinginan Nisa sekaligus hadia dari calon adik ipar .


"Sayang, apa kamu yakin ingin berangkat apa kamu sudah baikan, mommy sangat khawatir jika kamu belum sepenuh nya sehat " Dyah melihat raut pucat menantu nya


"Nisa baik baik saja mom, mommy tidak perlu khawatir " Nisa menatap dyah dengan senyum. Tidak ingin mertua nya khawatir dengan dirinya.


"Baik lah nak, kamu baik baik di sana jaga kesehatan yah sayang" Dyah


"Ini kan sudah selesa, kamu mau istirahat atau mau turu dengan mommy, mommy mau lihat acara kesukaan mommy dibawah" ucap Dyah


"Nisa mau langsung istirahat saja mom, karena nanti sore Nisa juga mau berangkat" Lirih Nisa


Setelah itu Dyah melangka keluar kamar Nisa tidak mau mengganggu waktu menantu nya istirahat karena jam penerbangan nanti sore.


Dion menyelesaikan semua pekerjaan nya sebelum satu minggu berlibur, pekerjaan yang menurut Dion tidak ada habis nya. Selalu ada saja tumpukan berkas dalam sehari, seakan waktu bergulir sanga cepat. Belum selesai Dion mengerjakan.


"Udah siang tapi masih banyak, kalau belum selesai biar daddy yang selesain" Lirih Dion. Dion kembali fokus ke laptop yang ada didepan nya, dengan membolak balik berkas yang ada disisi nya.


Fani, melihat Dion dengan raut bertanya. Tapi dia urungkan karena mungkin memang ini keinginan Nisa buat berlibur .


"Biarlah mungkin ini membuat Nisa akan lebih baik, tidak memikir kan teror yang selalu dia terima" batin Fani .


Fani tau sedangkan Dion tidak tahu, jelas Fani tau. Karena tidak sengaja mendengar Nisa mengangkat telpon dari serly di taman belakang Mansion. Saat Fani mencari kekasih hatinya


Setelah Nisa memutuskan sambungan telpon Fani mendekat ke arah Nisa, bertanya siap yang menelpon. Tapi Nisa tidak ingin jujur hingga sedikit paksaan dari Fani baru lah Nisa jujur. Semua yang terjadi satu bulan lebih. Fani tau segalanya, Nisa meminta Fani untuk tidak memberi tahu Dion. Karena tidak ingin membuat Dion khawatir.


Waktu cepat berlalu pagi menjadi siang, siang berganti sore. Pasangan pengantin baru dalam perjalanan menuju bandara ditemani dengan keluarga


Kini pasangan pengantin baru itu sudah ada di bandara, diantar oleh keluarga mereka. Dyah susa melepas menantu nya karena Nisa sangat pucat. Entah grogi entah memang belum sembuh dari sakit nya


"Dion jaga mantu mommy baik baik, jangan sampai lecet, kalau lecet itu di jojon mommy sunat lagi " Dyah mewanti wanti putra nya


"Yang anak itu aku atau Nisa sih" Dion pura pura merajuk

__ADS_1


semua yang ada di sana dibuat tertawa oleh kelakuan Dion


"Baik baik kamu di sana kalau suami kamu nakal di sana bilang mommy yah nak" dyah memeluk Nisa dengan sayang. Setelah itu memeluk Dion


"Kalian berdua hati hati, bawa oleh oleh buat mommy" ucap Dyah dengan senyum


Setelah berpamitan Dion dan Nisa chek in, setelah chek in selesain mereka, proses imigrasi, setelah selesai mereka menunggu diruang tunggu. Tidak lama dari itu panggilan penumpang sudah terdengar, Dion dan Nisa melangka ke pesawat yang akan mereka tumpangi, Dion tidak menggunakan jet pribadi karena nisa ingin menaiki pesawat umum.


...****************...


Welcome Paris ....


Nisa merentangkan kedua tangan nya seakan bisa memeluk nya, Nisa sangat bahagia. Dion yang ada dibelakang nya tersenyum melihat tingkah sang istri.


"Kamu senang kita ada di sini " Tanya Dion


"Aku sangat senang mas sangat sangat senang" ucap Nisa memeluk Dion sangat erat.


Mereka melangka kan kaki meninggalkan bandara menuju hotel yang sudah mereka pesan. Hotel yang terkenal indah dengan pelayanan sangat rama.


Setelah mendapat kan akses kamar mereka berjalan menuju kamar. Nisa terus berceloteh hingga didepan kamar hotel mereka. Dion senang istrinya terus berceloteh riang, Dion tidak merasa bosan dengan celotehan Nisa.


Dion menempelkan cardlock , setelah berbunyi klik dion membawa Nisa masuk kedalam kamar hotel . Nisa yang melihat hamparan empuk itu berlari kecil lalu merebahkan dirinya di sana.


"Apa kamu sangat capek, mau berendam di air hangat" Tanya dion


"Tidak mas aku mau tidur saja karena sangat lelah dan jalan jalanya ditunda sampai besok saja" Lirih Nisa. dengan mata yang sudah terpejam. Dion mendekat lalu mencium kening Nisa lalu beranjak ke kamar mandi.


...****************...


Dion, Nisa sudah ada di Disneyland paris. Nisa penasaran dengan karakter Disney. Nisa ingin be foto dengan diberbagai tempat yang ada di sana.


Nisa mengajak Dion memasuki Walt Disney studio, Nisa ingin berfoto dengan mickey Mouse, Cinderella .

__ADS_1


Setelah puas Nisa mengajak Dion bermain wahana yang ada di sana. Berbagai jenis wahana yang ada di sana ingin Nisa coba. Hanya berapa wahana yang bisa Nisa coba karena waktu makan siang sangat terlambat, Dion mengajak Nisa makan siang terlebih dulu sebelum kembali mencoba wahana.


Nisa dan Dion memasuki resto yang ada didekat Disneyland. Nisa pesan berbagai makan entah kenapa akhir akhir ini Nisa selalu menambah porsi makan, selama di mansion juga makan Niss bertambah. Sehingga membuat tubuh Nisa agak berisi. Dion yang gemas melihat Nisa memesan banyak makan pun mencubit gemas pipi Nisa.


"Sayang apa kamu akan menghabiskan semua ini ???" Tanya Dion memastikan


"Tenang saja mas aku akan menghabiskan nya" Nisa menyahut dengan menyantap hidangan yang ada dimeja mereka .


Satu jam Nisa baru menghabiskan semua makanan yang dia pesan, sesuai dengan apa yang dia katakan akan habis.


"Haduh, perut ku " Lirih Nisa


"Kenapa sayang apa sakit karena kebanyakan makan???" Tanya Dion dengan khawatir sekarang Dion sudah ada disamping Nisa


"Tidak mas, aku ingin makan es cream" saut Nisa dengan wajah polos


"Hah apa kamu yakin sayang???" Dion memastikan . Makanan yang Nisa makan tidak main main malah sekarang dia ingin makan es cream .


"Kenapa kamu tidak mau memberikan apa yang aku mau mas" tanya Nisa yang sudah berkaca kaca ingin menangis


Dion heran melihat tingkah sang istri, tiba tiba menangis, kandang tertawa, kadang juga marah marah karena hal sepele sudah satu minggu ini.


"Apa yang terjadi dengan nya apa uang bulanan nya kurang tapi 3 digit satu bulan menurut ku sudah banyak Malah itu tidak digunakan nya" Batin Dion


"Baik lah peri kecil kita beli es cream" Dion menggandeng tangan Nisa.


Tidak jauh dari tempat makan ada kedai es cream. Nisa dengan semangat langsung berlari kecil menuju kedai es cream.


" je veux une grande tasse de glace a la vanille " ucap Nisa .


Dion yang mendengar Nisa memesan es cream hanya ternganga ditempatnya .


"Sayang apa kamu benar mau membeli satu cup besar" tanya Dion

__ADS_1


"Iyah mas , aku malah mau dua tapi kalau kelamaan makan nanti meleleh mending satu aja" Ucap Nisa dengan polosnya


Setelah Nisa mendapatkan es cream nya dan memakan nya ditempat, setelah habis Nisa mengajak Dion pulang ke hotel karena sangat lelah.


__ADS_2