CEO DINGIN MILIKKU

CEO DINGIN MILIKKU
TERTABRAK


__ADS_3

Seperti biasa Nisa akan pergi ke halte bus yang ada di depan gang rumah nya. Karena pagi ini Dion tidak datang menjemput karena dion kemarin malam perjalanan bisnis keluar kota.


Saat nisa menyebrang jalan tiba tiba ada trek melaju kan kendaraan nya dengan kecepatan di atas rata rata, bunyi klakson terdengar nyaring, Nisa terkejut saat melihat trek itu melaju kencang kearah nya.


...Nisa seakan terpaku ditempat tidak bisa menggerakkan badan nya . Air mata mulai turun membasahi pipi nya ." apa ini akhir dari hidup ku ." Nisa membatin dengan perasaan takut ,...


Tin ... Tin ... Tin..


Bunyi klakson trek


Duk... brak .. Ahhhh


Nisa pun pasrah saat tubuh nya dihantam oleh trek, tubuh nya terpental jauh dari tempat ke jadian nisa berguling guling ditengah jalan . Darah segar keluar dari kepala Nisa. warga yang melihat hanya bisa menyesal atas kejadian itu trek yang menabrak nisa melarikan diri, Warga mengelilingi Nisa yang sedang tak sadar kan diri di tenga jalan.


"Kasihan sekali dia " salah satu warga berucap


"Kamu telpon keluarga nya, ambulan akan segera sampai"


Tak berselang lama mobil ambulan datang, tubuh Nisa yang penuh dengan darah dimasukan mobil ambulan oleh petugas dan dibantu warga sekitar.


Dion merasa tidak tenang hati nya terasa nyeri Memikirkan kan Nisa. "Kenapa aku dari tadi memikirkan nya" Batin dion


Tak berselang lama ponsel Dion berdering. Dion mengambil dari saku celananya, Terlihat dilayar ponsel Nisa menelpon.


"Tumben dia menghubungi ku??" Dion berucap


Dion menerima telpon itu dan perlahan membawa nya ke dekat telinga. Bukan suara nisa yang dia dengar tapi suara laki laki yang tidak dia kenal.


"Hello, apa ini keluarga yang punya handphone???" Tanya orang di seberang sana


Dion yang merasa heran pun Mulai bertanya. "Iya saya calon suami nya" Dion menegas kan di sambungan telpon


"Kalau begitu calon istri anda dalam perjalanan ke rumah sakit ......... Karena tabrak lari mas"


"Apa kamu tidak membohongi saya kan" Dion memastikan


"Kalau mas tidak percaya datang saja langsung ke rumah sakit yang saya beri tahu tadi dan ponsel ini akan saya titip kan ke pihak berwajib yang menangani"


Dion tidak dapat berkata kata lagi yang hanya ada di pikiran nya sekarang hanya Nisa dan bagai mana kondisinya


Tanpa ada yang mengundang butiran bening jatuh membasahi pipi Dion. Dion lari dari kamar hotel menuju parkiran, tujuan pertama Dion rumah sakit dimana Nisa dirawat. Bak orang kesetanan Dion melajukan mobil nya.


Tidak memperdulikan makian dari orang yang hampir celaka karna nya. "Nisa apa yang terjadi sama kamu??"Apa yang terjadi peri kecil???" Dion disela ke panikan.


Dada nya yang terasa sakit sesak, Orang yang selama ini dia nantikan kembali sekarang harus berada di ranjang rumah sakit.


...****************...

__ADS_1


Dion sampai rumah sakit waktu sudah sore, Dion memarkir kan mobil ke sembarang arah, Dion tidak peduli teriakan security yang bertugas. Dion berlari ke arah resepsionis bertanya dimana ruangan nisa berada


"Mbak dikamar berapa korban tabrak lari tadi pagi" Dion bertanya


"Atas nama Annisa putri dion menyebut nama nisa"


"Atas nama annisa putri dikamar nomer 213 mas" kata resepsionis


"Pinda kan dia keruangan VIP"


"Baik mas nanti akan segera dipindah, mas nya tolong selesaikan pembayaran nya terlebih dahulu"


Dion tak banyak bicara langsung menyelesaikan administrasi. Setelah itu dion kelantai 4 kamar 213. menunggu sampai Nisa dipindah kan keruangan VIP buliran bening seakan tak ingin berhenti menetes dion benar benar kacau panggilan telpon dari asisten dan sekretaris nya dia abaikan.


Perjalanan bisnis yang akan berlangsung empat sampai lima hari dion batal kan demi bisa melihat peri kecil nya yang sekarang hanya tertidur di ruangan serba putih itu. kepala yang diperban, tangan yang di gips membuat dion semakin frustasi dibuat nya.


"Nisa aku janji akan menemukan pelaku sialan yang sudah buat peri kecil ku seperti ini" ucap dion menggenggam tangan nisa dan sesekali mengecup tangan nisa.


Jika Dion menangis seakan dunia nya runtu, berbeda dengan Serly yang sekarang tertawa senang dengan para teman teman nya.


Seakan kebahagian nya sangat besar dan tak dapat digambar kan sehingga Serly tidak melepas senyum itu.


Serly mentraktir teman teman nya. "Apa yang membuat mu begitu senang Ser???" tanya indah


Teman serly sejak kuliah. "Yah benar apa yang membuat kamu terus tersenyum sedari tadi" Sambung Heni


"Maksud kamu sih nisa nisa itu" tanya Heni memastikan


Serly hanya mengangguk dan tersenyum. "Apa kamu tidak takut akan ketahuan oleh dion Ser?? Aku lihat dari apa yang kamu ceritakan Dion sangat mencintainya" Sambung Indah


"Tidak akan ada yang tau karena dijalan itu tidak ada cctv ." Serly


Dyah dan erick sampai di rumah sakit, Dyah mendekat ke Dion mengusap pundak sang putra


"Sabar nak Nisa akan baik baik saja" Dyah menenangkan Dion


"Tapi Mom aku baru bertemu dengan nya sekarang aku harus melihat dia terbaring di sana belum sadar kan diri" Dion menunjuk Nisa yang masih belum sadar.


"Kamu sudah cari tahu ion siapa pelaku nya, ini memang sengaja atau tidak sengaja maksud daddy apa ada orang lain yang sengaja ingin mencelakai nisa??" tanya Erick


Dion mengusap wajah nya kasar, Dion menunjukan wajah frustasi nya, Merasa gagal untuk menjaga peri kecil yang selama ini dia tunggu kedatangan nya kembali.


"Belum ada dad di sana tidak ada cctv jadi sulit untuk mencari bukti ini sengaja atau tidak ,Yang pasti jika memang ada orang yang ingin bermain main aku akan tunjuk kan gimana bermain yang sesungguh nya" mata Dion menyorot tajam saat mengucapakan itu, mata yang memerah entah karena marah atau menangis yang tiada henti.


Serly sangat sangat senang di kamar nya dia selalu bersenandung. "Sebentar lagi aku akan menjadi satu satu nya perempuan yang selalu ada buat kamu yang selalu mencintai kamu" Serly menatap foto dion ditangan nya


Berdiri di balkon kamar menikmati dingin nya malam. Hembusan angin mengenai wajah cantik nya dan rambut hitam yang tergerai indah, Angin yang mampu menggerakkan pelan rambut cantik Serly.

__ADS_1


Jika ada yang melihat pasti mengira Serly perempuan baik, anggun dan menarik tapi tidak disangka di wajah cantik nya tersimpan banyak wajah.


Serly hanya baik jika di mansion akan berubah menjadi perempuan ular diluar mansion. Yang pasti ke dua orang tua Serly tidak mengetahui sifat asli anak nya.


Orang tua Serly hanya tau jika anak mereka anak yang baik, berbakti kepada orang tua atau orang lain.


"Sayang bangun, kamu sampai kapan akan tertidur seperti ini apa kamu tidak capek" Dion mencium tangan Nisa, Menyalurkan rasa rindu nya, membelai pipi putih Nisa yang sekarang sedikit merah karena bengkak.


Penampilan Dion yang berantakan kancing atas kemeja yang sudah terbuka, lengan kemeja yang sudah tergulung sampai siku dan entah kemana dasi nya.


"Bangun sayang aku tidak sanggup melihat kamu kayak gini aku sudah terbiasa mendengar omelan kamu celotehan kamu, Kalau kamu sadar nanti aku akan terus membuat kamu mengomel setiap hari tidak apa apa gendang telinga aku sakit yang penting kamu sekarang bangun" Dion mengajak nisa berbicara.


Seakan Nisa mendengar kata kata Dion jari Nisa mulai bergerak. Dion yang melihat itu tidak percaya dengan apa yang dia lihat tapi tetap saja Dion menekan tombol yang ada di sana untuk memanggil dokter dan perawat.


"Dok jarinya tadi bergerak dok" ucap dion memberi tahu


Sebelum dokter menjawab suara nisa terdengar. Ehm..air.


Nisa meminta air. Dion yang awal nya terkejut antara senang dan tidak percaya Nisa membuka mata nya.


Air lagi dan lagi Nisa meminta air dengan segera Dion mengambil air di atas meja dan memberikan kepada Nisa


"Mbak apa yang sekarang di rasakan???"


Nisa menatap dokter. "Kepala ku sangat pusing dok" Sambung Nisa


"Itu hal wajar karena tadi kepala mbak robek dan harus dijahit. Ada lagi ini tangan kenapa kok dikasih buntelan dok"


"Hahaha ini bukan buntelan mbak tapi ini Gips tangan mbak nya tadi patah jadi dikasih gips buat penyangga tulang nya agar tidak bergerak diproses penyembuhan, Apa ada lagi tidak" Tanya dokter


"Tidak ada lagi dok!! Baik kalau begitu saya tinggal dulu dan selamat istirahat. Tuan muda saya permisi"Dion


" Hemm


"Kenapa kamu ada disini" tanya Nisa


"Karena kamu"Jawab dion singkat


"Oh bukan nya kamu ada perjalanan bisnis kenapa ada disini" Tanya nisa lagi


"Karena kamu" Lagi dan lagi dion mengulang jawab nya .


"Oh kamu kapan sampai disini apa kamu tidak"


"Nisa lebih baik kamu istirahat seperti yang dokter katakan. Aku akan menjaga kamu disini" Dion memotong kata kata Nisa


Nisa hanya memanyunkan bibir nya tanpa ada drama lagi Nisa melakukan apa yang Dion perintahkan untuk istirahat. Annisa mulai memejam kan mata nya. good night princess" Dion mencium kening Nisa

__ADS_1


__ADS_2