CEO DINGIN MILIKKU

CEO DINGIN MILIKKU
MENGORBANKAN


__ADS_3

Setiap hari Aura akan di antar jemput oleh David, sudah satu minggu Aura akan pulang dan berangkat dengan David. tapi hari ini Aura sudah menunggu lama tapi David tidak kunjung datang menjemput, Aura sangat kesal sudah menunggu nya dari setengah jam yang lalu tapi David tidak kunjung datang.


Aura menghubungi David tapi tidak ada jawaban dari David, sudah berulang kali Aura menghubungi David tapi hasil nya sama tidak ada jawaban, Aura yang kesal pun berjalan ke arah halte bus yang tidak jauh dari sana.


Aura menunggu bus yang lewat tapi sudah senja tidak kunjung ada satupun yang datang, Aura menghubungi pengawal yang selalu mengawal nya selama ini setelah David tidak lagi mengawal nya semenjak David banyak tugas yang di berikan oleh Dion Daddy nya.


Tidak ada yang jawaban dari pengawal nya, entah kemana semua orang hari ini, dia menghubungi Aula. "Hello"


.....


"Aku masih di sekolah, apa kamu sibuk??? Kalau tidak tolong jemput aku"


.......


"Iyah, terima kasih Aula".


Aura memutuskan sambungan telpon nya dengan Aula, dia duduk sendiri di halte bus tidak ada rasa takut yang menghampiri Aura, dia menatap jalan dengan sangat dingin. Tidak lama Aula datang, Aula menghentikan mobil nya di depan sang kakak.


"Ayo kak" Aula membuka kaca mobil nya


Aura dengan tidak semangat dia beranjak dari duduk nya, Aura membuka pintu mobil Aula dengan wajah yang sangat dingin, lalu masuk ke dalam mobil Aula. "Kenapa kak???"


"Tidak apa!! Aku hanya lelah Au"


"Baiklah kita pulang"


"Iyah"


Aula melajukan mobil nya membela jalan yang sudah mulai malam, tidak ada lagi cahaya matahari yang bersinar yang ada cahaya bulan yang terang, dengan bintang yang berkelap kelip di atas awan. Sungguh malam yang indah tapi tidak seindah hati Aura yang memikirkan David yang entah di mana.


"Aula"


"Iyah kak" Aula menyahut masih dengan fokus ke jalan karena memang jalan yang sedang macet.


"Apa kak David datang ke Mansion"


"Kak David pergi dengan Daddy"

__ADS_1


"Kenapa kak David enggak bilang sama aku Au??"


"Aku tidak tau kak, aku baru tau saat Mommy pulang dari butik sebentar lalu pergi lagi dengan buru-buru"


"Kamu tidak bertanya Mommy mau kemana???" Aura bertanya dengan sangat lesu tidak ada semangat yang ada di dalam dirinya


"Tidak kak, tapi seperti nya Mommy ingin pergi ke medan perang"


"Apa????"


"Iyah kak, karena Mommy memakai baju serba hitam"


"Kenapa kamu baru memberi tahu kakak Au"


"Mommy berpesan agar tidak memberi tahu kakak"


"Lalu kenapa kamu memberi tahu aku barusan????"


"Kakak bertanya kepada ku"


Aura yang merasa lelah, kesal bercampur dengan terkejut mendengar kalau Mommy nya ingin ke medan perang, Aura menyuruh sanga adik untuk melacak di mana keberadaan orang tua nya sekarang. Aula dengan patuh menuruti kemauan sang kakak, Aula menepikan mobil nya. Setelah itu dia mengambil laptop yang ada di kursi belakang.


Aula membuka laptop nya, setelah itu dia mengotak atik laptop nya. Aula Melacak di mana keberadaan orang tua nya sekarang, Aura ingin membantu sedangkan Aula tidak boleh turun karena luka yang ada di bahu nya belum benar benar sembuh. Luka yang dia dapat saat Mansion nya tiba tiba di serang, saat itu dia ingin menyelamatkan Monica dari orang yang ingin menembaknya. Menjadikan Aura tidak mau sang adik ikut dalam pertempuran termasuk ke Nisa dan Dion.


Aula sudah tau dimana ke dua orang tua nya berada sekarang, mereka sedang ada di gudang tempat senjata yang siap kirim. Aula segera menuju tempat dimana kedua orang tau nya berada, mungkin bukan hanya kedua orang tuanya melainkan David ada di sana bersama dengan ke dua orang tua nya.


Aula menghentikan mobil nya di tempat perkumpulan mobil-mobil keluarga Alexander berada, mereka melihat peperangan yang tidak jauh dari tempat Aula menghentikan mobil nya. Aula segera menggambil senjata yang selalu dia simpan di tas nya, tas yang Aura pakai banyak tempat Rahasia di dalam nya.


Terlihat dari luar memang seperti tas sekolah pada umum nya tapi tidak dengan di dalam nya, banyak ruang rahasia di dalam tas Aura dan Aula. Aura mengganti seragam yang dia pakai dengan baju yang muda dia gunakan untuk membantu keluarga nya.


"Aula dengarkan kakak, jangan keluar jika ada yang mendekat bersembunyi mengerti kamu"


"Iyah kak"


"Kalau kamu melanggar kakak tidak akan segan segan menghukum kamu"


"Iyah kak, hati hati"

__ADS_1


Aura keluar dari dalam mobil dia mendekat ke arah pertempuran yang terjadi, Aura semakin berjalan mendekat kearah sang Mommy yang di kepung oleh Musuh, Nisa yang di kepung bukan nya takut malah semakin menjadi, Nisa seperti nya tidak ada lagi rasa takut pada dirinya, Malam yang indah tapi tak seindah malam keluarga Alexander, mereka mempertahankan diri masing masing dari serangan yang datang tanpa henti, suara pukulan tendangan terdengar di malam yang gelap, suara binantang malam sudah tidak lagi terdengar yang terdengar hanya suara tembakan, ledakan, dan juga pukulan.


Aura mencari dimana David berada tapi tak kunjung menemukannya, Aura menembak, memukul dengan mengawasi sekitar untuk mencari di mana keberadaan David. Aura melihat David bersama dengan Dion, seperti nya Dion melawan ketua dari Mafia yang menyerang gudang senjata siap kirim, Aura ingin memastikan kalau yang dia lihat benar benar David dia mendekat ke arah mereka berdua, tapi saat dia ingin mendekat Aura melihat musuh yang tengah membidik David dari belakangnya, Aura yang melihat itu berlari ke arah David tanpa memikirkan bahaya yang ada di depan nya.


"Kakak awas"


Dor ..


Aura melompat ke arah David saat terdengar suara tembakan, dia memeluk David dari samping lalu berputar dengan masih memeluk David dari samping menghindari peluru, peluru yang di tembakan lebih cepat saat Aura melompat memeluk David, menjadikan lengan Aura tertembak. "Aura"


"Tenang saja aku baik-baik saja kak" Dengan Aura yang sudah lemas di pelukan David


"Tenang apa kamu gila Au!! Kamu kenapa mengorbankan diri kamu" tanpa David sadari buliran bening menetes.


"Sudahlah aku tidak apa apa".


Bukan hanya Aura melainkan Ketua Mafia juga tertembak, Aura memutar tubuh nya bersama David di saat itu juga Aura menembak kepala Johanes ketua Mafia yang memimpin peperangan.


Wakil Johanes yang melihat ketuanya tertembak di keningnya membuat Jack meradang, dia tidak terima dengan kematian ketuanya. Jack ingin menembak Dion, Jack mengira kalau Dion yang menembak ketua nya, tapi Aura lebih dulu menembak Jack, jack terjatuh tepat di samping sang ketua.


Setelah itu Aura juga tak sadarkan diri di pelukan David. "Aura, bangun sayang"


David menggendong Aura ala bridal style menjauh dari tempat pertempuran yang sudah selesai, David membawa Aura ke mobil nya tanpa memikirkan Nisa dan Dion sebagai orang tua Aura.


"Dad putri ku!!!" Nisa menangis di pelukan Dion


"Kamu percaya saja putri kita akan baik baik saja"


"Tapi Dad???"


"Sayang, kamu lihat kan dia mengorbankan dirinya demi David, dia juga akan baik baik saja demi David"


"Ayo kita susul mereka Mom"


"Iyah Dad"


Dion mengajak Nisa untuk mengikuti David ke rumah sakit, dimana rumah sakit milik keluarga Alexander. dengan Nisa yang masih menangis, sedangkan Aula sudah mengikuti David mobil David yang membawa Aura ke rumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2