
Setelah acara akad nikah nisa dan Dion, berkumpul diruang keluarga, berbagi cerita membahas resepsi pernikahan yang akan di adakan besok siang.
"Gimana kalian tidak ingin menyusul kakak kalian" Tanya Erick kepada Fani dan Kiya
"Kalau aku mau mau aja dad, tau kalau Kiya nya Aku mah nurut Kiya dad" Fani
"Gak punya pendirian banget kamu bang" Ejek Iwan
"Heh boca, kamu mah playboy mana tau cinta sejati. Kamu mah tau nya gonta ganti pasangan" ucapan Fani yang menohok .
"Mana ada aku seperti itu bang, Enggak ada yah Aku gonta ganti karena belum ada yang cocok aja, kalau udah cocok aku kawini"
"Eh boca nikah kawin lagi" Saut Andre
"Hehehe yah itu maksudnya"
Para orang tua hanya bisa menggeleng melihat tingkah anak anak mereka, sedari kecil sampai besar ada aja yang dibuat debat.
"Kalian diem aja deh bikin daddy pusing aja, orang sama sama playboy juga saling ejek. Kayak daddy nih yang cinta nya hanya untuk mommy seorang"
Mereka yang ada menatap Erick dengan pandangan males. "Suka suka daddy saja yang penting daddy bahagia.
" Males dengar dramatis daddy"
Dyah menatap suaminya dengan senyum manisnya. "Nisa, Dion kalian besok kan ada resepsi di hotel. Apa setelah itu kalian tidak ada rencana honeymoon???" Tanya Dyah kepada pengantin baru yang sah berapa jam yang lalu.
"Aku terserah Nisa saja mom kalau Nisa mau dan tidak capek aku mau langsung ajak Nisa terbang ke paris. Karena kemarin Fani memberikan kami tiket liburan di paris.
"Lihat besok saja mas, kan belum terjadi resepsinya. Apa kamu juga tidak capek langsung mau berangkat???" Tanya Nisa
"Aku terserah kamu saja sayang. Kalau kamu mau menunda juga tidak apa apa"
"Bang nanti kalian malam pertama dong???" Tanya Iwan yang frontal
"Hus, kamu ini ngomong apa kecil kecil juga ngomong malam pertama" Saut Erick
"Apaan sih dad orang cuma nayak kok. Emang nya salah kalau aku tanya dad???" Iwan
"Yah enggak salah kamu tanya yang salah itu pertanyaan kamu" Erick
"Salah nya dimana dad???" Iwan
Iwan memang sengaja ingin membuat Erick kesal dengan selalu memancing Erick .
__ADS_1
"Daddy lelah bicara sama boca kayak kamu bikin naik darah saja, untung daddy tidak cepat tua selalu kamu bikin emosi" Erick yang kesal dengan Iwan
"Gemmm"
Dion berbatuk menetralkan jantung yang berkecamuk di dalam sana mendengar Iwan mengatakan malam pertama.
"Apa yang harus aku lakuin nanti, masak didalam kamar hanya saling diam kan tidak etis sekali!!!" Batin Dion
Berbeda dengan pemikiran Nisa. "Apa mas Dino nanti akan langsung meminta hak nya sebagai suami. Aku belum siap aku harus ngapain terus lakuin apa nanti sama mas Dion didalam" Batin nisa yang sekarang jantung nya semakin tidak karuan membayangkan Dion meminta hak nya.
Dyah sadar akan pipi Nisa yang bersemu merah karena ucapan Iwan. Dyah tersenyum melihat Nisa yang malu malu, Sama sepertinya dulu saat setelah menikah.
"Ayo makan siang dulu, nanti dilanjut ngobrol nya ini sudah sangat siang untuk jam makam siang. Mommy sampai lupa kalian belum makan siang. Dyah mengalikan pembicaraan yang ngelantur kemana mana" Dyah beranjak dari duduk nya berjalan menuju ruang makan yang tidak jauh dari ruang keluarga, di ikuti Erick dan yang lain dari belakang.
Mereka makan tanpa ada nya drama. Setelah makan mereka memilih untuk sendiri sendiri seperti sekarang, Dion, Nisa naik kelantai atas
Fani, Kiya menuju taman belakang. Vino, Andre, Iwan memilih ke teras rumah mabar. Erick, Dyah memilih balik ke ruang keluarga.
"Bang, andai kiya minta abang buat tunangan dulu gimana menurut abang???" Tanya Kiya
Fani menoleh menatap kiya dengan mata yang saling beradu. Fani mencari keseriusan dimata indah Kiya.
"Abang terserah kamu kalau kamu sudah siap menikah pun abang akan minta ijin ke daddy princess" Fani
Fani tersenyum. "Apa kamu tidak membohongi abang kan sayang, kamu mau kita tunangan???" Tanya fani memastikan
"Iya bang apa abang mau kita tunangan dulu setelah Kiya lulus baru kita menikah. Aku tidak mau banyak yang mengincar abang, kalau kita tunangan kita ada ikatan bang, Kiya jadi tidak takut abang akan berpaling" Sambung Kiya
Berbeda dengan pasangan yang merencanakan tunangan dua bulan lagi. pengantin baru malah terlihat saling diam, Nisa sibuk dengan telpon genggam nya Dion sibuk dengan laptop dipangkuan nya, hanya saling curi curi pandang
Dion yang duduk di sofa Kiya yang ada di atas tempat tidur. "Mas"
"Sayang" Ucap mereka bersamaan. Nisa dan dion hanya saling senyum
"Kamu duluan" Lagi lagi mereka mengucapakan secara bersamaan
"Kamu dulu saja mas" Nisa
"Kamu dulu saja aku laki laki harus mengala" Dion
"Tidak, kamu dulu saja" Nisa
"Kamu saja"Dion
__ADS_1
"Tidak jadi mas" Nisa
Dion mengernyitkan kening nya. "Kenapa ada yang ingin kamu tanyakan, tanyakan saja tidak apa apa.Jangan kamu pendam kalau ada yang ingin dibicarakan" Sambung Dion.
"Apa mas akan meminta hak mas" Tanya Nisa dengan wajah menunduk karena malu
"Gemmmm"
Dion batuk ringan. "Apa kamu belum siap aku meninta nya sayang???" Tanya Dion
"Aku takut mas, karena aku belum perna melakukan nya mas. Jadi jadi aku tidak tahu harus gimana" Sambung Nisa.
"Gemmm. Sayang aku juga belum perna melakukannya, kalau kamu sudah siap kita belajar bersama karena aku juga belum tau gimana caranya
Mana mungkin dion tidak tau caranya, orang udah matang
Hahaha...
"Aku mau lihat bagaimana perempuan miskin itu membela diri didepan orang banyak. Belum lagi acara besok akan langsung disorot oleh wartawan"
"Hahaha"
Serly tertawa bak kerasukan setan. "Setelah itu kamu akan di dempak dari hidup Dion, apalagi tante Dyah yang tidak menyukai kebohongan meskipun secuil"
Hahahaha
Serly tertawa menggema dikamar nya. Untung saja kamar Serly kedap suara. Meskipun Serly berteriak tidak akan terdengar dari luar.
...****************...
Siang berganti malam, pasangan pengantin muda saling diam dengan pikiran masing masing. Entah apa yang mereka lamun kan, sampai ketukan pintu membuyarkan lamunan mereka.
Tok .. Tok ... Tok ..
Nisa bangkit dari duduk nya berjalan menuju pintu kamar , Nisa ingin tau siap yang mengganggu nya
Ceklek .....
"Mom, ada apa?? atau perlu sesuatu mom??"
"Mommy hanya mau ngasih kamu ini" Dyah memberikan paper bag coklat kepada Nisa
Nisa menerima paper bag dari tangan Dyah. "Ini apa mom???"
__ADS_1
"Nanti kamu liat sendiri, pakai saat kamu mau tidur itu baju tidur untuk malam pertama kamu" Setelah mengatakan itu Dyah melangka pergi dari depan kamar Dion.