
Satu bulan sudah usia pernikahan Kiya dengan Fani. Mereka baru pulang dari honeymoon, Fani menuruti Kiya yang ingin berkeliling dunia berdua.
Setelah tiga minggu mereka keliling dunia sekarang mereka pulang dengan banyak membawa oleh oleh untuk keluarganya.
Kiya paling banyak berbelanja baju bayi perempuan untuk kedua keponakan nya, Kiya juga tidak menunda hamil.
Karena ingin segera memiliki anak seperti kakak mereka, Kiya benar benar melakukan program bayi kembar.
Kiya dan Fani berjalan memasuki mobil jemputan yang dikirim Dyah untuk menjemput anak anak yang baru pulang honeymoon.
"Bang semoga usaha kita untuk punya anak kembar berhasil"
"Amin"
Dalam perjalanan pulang dihabiskan Kiya dengan tidur dalam mobil, Kiya yang sangat sulit untuk tidur didalam pesawat.
Membuat nya kini tidak bisa membuka mata saat perjalanan pulang ke mansion. Fani pindah ke mansion Erick sejak menikah
Setelah mereka punya anak juga akan pinda seperti Nisa dan Dion. Pasangan orang tua baru itu ternyata mempercepat kepindahan nya ke mansion merek tepat disamping Mansion Erick.
Mobil memasuki gerbang yang menjulang tinggi, gerbang besar dan kok. Setelah mobil berhenti dihalaman luar mansion. Fani keluar sebelum menggendong tubuh sang istri.
"Pak tolong bawa ke dalam"
"Baik tuan muda"
Fani membawa Kiya dalam gendongan nya masuk kedalam mansion, Fani terus melangka masuk kedalam mansion.
Saking fokus nya menatap wajah cantik sang istri Fani tidak menyadari jika diruang keluarga ada Aura dan Erick.
"Anak itu masak kita yang sangat besar ini tidak terlihat"
"Kita tidak menarik dad, yang menarik wajah nya Kiya yang tertidur"
"Mommy tau dari mana kalau tidur???"
"Hanya menebak saja"
Fani melangka masuk kedalam lift yang ada di ruang keluarga. Sampai didalam lift Fani baru mendongakkan kepala nya.
Fani keluar dari dalam lift melangka ke kamar nya, setelah membuka pintu Fani masuk ke dalam kamar nya.
Dia menidurkan sang istri sangat pelan, takut jika Kiya terbangun dari tidur nyenyak nya, setelah menidurkan Kiya Fani menyelimuti Kiya.
Setelah selesai dengan Kiya Fani masuk ke dalam kamar mandi, sebelum nanti dia mencari kedua orang tua nya.
Dulu menjadi orang tua angkat sekarang menjadi mertua, kehidupan Fani hanya berputar di keluarga Erick.
Setelah selesai mandi Fani melangka keluar kamar, untuk mencari keberadaan Erick dan Dyah. Fani mendatangi kamar nya tidak terdengar suara dari dalam.
Fani memasuk lift untuk turun kelantai bawah, Fani mencari di dapur, taman belakang dan terakhir ruang keluarga.
__ADS_1
Dan benar saja Erick dan Dyah ada diruang keluarga sedang melihat acar tv kesukaan para emak, apa lagi buka gosip.
"Mom, Dad"
Dyah ingin memeluk putra yang baru pulang saat Dyah berdiri tiba tiba. "Brukk"
Dyah terduduk dipangkuan Erick. Fani yang melihat Daddy nya sangat pencemburu memilih untuk semakin membuat Erick kesal dengan mencium pipi Dyah.
"Kamu sudah punya Kiya"
"Lalu kenapa dad???"
"Yah sudah cium Kiya saja jangan istri daddy"
Dyah menghela napas melihat Erick yang cemburu kepada ketiga putra nya, kalau bukan Dion, Vino, gak ada kedua nya Fani.
"Kamu juga Dad, sama anak juga"
"Dia kan sudah punya Mom"
"Lalu kenapa???"
"Biar mencium Kiya saja mom"
"Asal daddy tau Mommy itu Mommy aku dad"
"Dan asal kamu tau juga Mommy istri Daddy"
Dyah menghela napas perdebatan mereka berlanjut, mereka sampai tidak menyadari Dion, Nisa dan Twins masuk kedalam mansion.
"Kenapa daddy dan Fani????"
"Entah lah aku juga tidak tau sayang"
Dion dan Nisa mendekat ke arah mereka, tetap saja mereka tidak menyadari ada nya orang yang datang. Dion sampai heran dengan mereka bertiga.
"Apa yang kalian ributkan sebenarnya????"
Mereka menoleh ke arah sumber suara di sana ada Dion, Nisa, dan ada twins di stroller. Mereka bertiga menatap mereka.
"Bisa lah daddy kamu selalu saja cemburu"
"Kepada anak sendiri" Dion melanjutkan kata kata Dion.
"Hemmm, mommy sampai pusing melihat mereka. Untung ada twins datang kalau tidak mommy mau ke mansion kamu tadi"
Dyah mendekat ke arah twins yang ada di stroller melihat kedua cucu nya yang anteng didalam nya, mereka berdua yang baru bangun mendengar perdebatan uncle dan opa nya.
Meninggalkan ruang keluarga yang banyak drama, beralih ke kamar Fani yang ternyata Kiya sudah bangun dari tidur nya. Dan juga sudah mandi.
Kiya keluar kamar mencari keberadaan Fani yang tidak ada di dalam kamar, Kiya turun menggunakan tangga dari lantai tiga. Kiya menuruni satu persatu anak tangga sampai dia melihat Fani ada diruang keluarga.
__ADS_1
Kiya mendekat ke arah mereka semua, Kiya melihat Erick dan Fani saling tatap, dan Dyah yang melihat cucu nya yang ada di stroller.
"Kenapa kalian???"
"Kiya suami kamu mencuri mommy!!!"
"Kan mommy ada di sini dad???"
"Tadi dia mencuri ciuman dari istri daddy"
"Dan Daddy marah???"
"Jelas daddy kesal dengan Dia" Erick menunjuk Fani yang ada didepan nya.
Kiya menghela napas dengan apa yang dia dengar dari Erick daddy nya. Sungguh selalu saja perdebatan mereka sangat tidak masuk akal.
"Suka suka daddy aku sangat lelah dad"
"Keponakan Aunty, Aunty banyak membelikan kalian banyak baju dan banyak model sayang"
Kiya mengambil salah satu dari stroller, dia mengambil Aura karena lebih anteng jika bersama orang lain.
Berbeda dengan Aula yang selalu tidak mau disentuh orang lain selain Daddy nya dan mommy nya.
Aula bertambah besar bertambah tidak mau digendong orang lain selain Nisa dan Dion. Entah kenapa Aula begitu sangat susah didekati.
"Abang dimana koper oleh oleh nya???"
"Ada di atas sayang"
"Nanti saja yah Aunty antarkan ke mansion kalian, sekarang Aunty malas mengambil karena sudah turun" Kiya mengajak bicara Aura. Seakan Aura mengerti dia mengedipkan mata nya.
Dyah meminta Aura kepada Kiya, karena ingin juga menggendong cucu nya. punya dua cucu tapi tidak mau digendong yang satu.
"Bagaimana liburan kamu nak???"
"Sangat menyenangkan mom!!
" Apa sebentar lagi mommy akan mendapatkan cucu lagi???"
"Kami masih program bayi kembar mom"
"Kamu beneran sayang, apa tidak kamu pikirkan ulang???"
"No mom"
Akhir nya mereka bersantai di ruang keluarga tanpa bersama dengan Vino yang memang belum pulang dari kuliah nya.
Dyah dan Erick yang bermain dengan ke dua cucu nya dan Nisa dan Kiya bercerita banyak hal, berbeda dengan Dion dan Fani yang sudah membicarakan pasal kantor.
Tidak lama Vino dan kedua teman nya pulang dari kampus, Vino yang melihat keluarga nya berkumpul ikutan nimbrung bersama dengan kedua teman nya juga ikut nimbrung bersama.
__ADS_1