
Aura sudah sadar hasil pemeriksaa nya juga bagus, Aura juga sudah dipindah ke ruang rawat inap. Nisa sangat bersyukur keadaan putri nya sudah membaik, Nisa menatap putrinya yang ada di depan nya.
Aura juga menatap Nisa, Aura merasa bersalah membuat Mommy nya mengkhawatirkan nya karena dirinya menyelamatkan David orang yang mengisi hati nya saat ini. "Maaf" Aura memberanikan dirinya untuk meminta Maaf kepada Nisa.
"Untuk apa???"
"Membuat Mommy khawatir"
"Lalu???"
"Tidak hati hati"
Hufff...
"Kalian saling mencintai walau usia kalian terpaut jauh, Mommy tidak akan menghalangi cinta kalian"
"Aku tidak tau Mom, apa kak David benar benar suka sama Au. tapi yang Au tau kalau Au suka dengan kak David"
Mereka tidak tau saja David ada di balik pintu kamar Aura, dia niat hati ingin masuk melihat keadaan Aura karena dari dia sadar dia belum melihat nya, tapi saat ini David urungkan niat nya untuk masuk. dia ingin tau apa yang di pikirkan Aura tentang nya.
"Mungkin David juga mencintai kamu nak"
"Mommy tau dari mana???"
"Dia belum tidur sejak kamu tertembak, sampai tadi pagi. baru tadi pagi Mommy suru pulang, Mommy kasihan dengan nya nak"
"Apa Mommy yakin kak David mencintai Au???"
"Hemm, Mommy yakin nak"
Tok tok tok..
Saat Aura ingin bertanya kembali terdengar pintu di ketuk lalu pintu terbuka dari luar, Memperlihatkan David masuk ke dalam ruang rawat Aura. "Maaf Nona muda saya tidak tau anda di dalam"
"Tidak apa Vid, kamu temani Aura dulu saya mau makan siang"
"Baik Nona muda"
"Apa kamu sudah makan Vid???"
"Sudah Nona muda"
"Hemmm"
Nisa melangka kearah pintu, Nisa keluar dari dalam kamar Aura. Davida dan Aura menatap Nisa sampai Nisa tidak terlihat di telan pintu, David berjalan mendekat kearah Aura dia duduk di kursi yang Nisa duduki.
"Sayang"
Aura memalingkan wajah nya saat panggilan untuk Aura membaut kedua pipinya panas sampai telinga nya. "Apa??" ketus Aura untuk menyembunyikan kegugupan nya.
"Kamu sangat cantik"
"Sudah dari dulu"
"Iyah, itu yang membuat ku sulit untuk tidak terpesona dengan kecantikan kamu"
__ADS_1
"Gombal"
"Aku mengatakan yang sesungguhnya sayang"
"Jangan panggil aku sayang kak"
"Lalu apa kalau bukan sayang??? Honey, baby, cinta, atau sweety??"
Semua panggilan yang disebutkan David membuat wajah Aura memerah, dadanya juga semakin berdegup dengan sangat kencang. "Jangan memanggilku seperti itu kak"
"Lalu aku panggil apa???"
"Terserah"
"Baik lah Honey bani sweety"
"Brengsek"
"Tidak boleh mengumpat Honey bani sweety"
Aura yang kesal pun menutup seluruh wajah dengan selimut, menyembunyikan wajah nya yang mungkin saat ini seperti cabai merah bukan tomat lagi.
David terkekeh melihat kelakuan Aura yang kesal dengan nya, David sangat suka menggoda Aura dia sangat suka sikap malu malu nya. "Aura"
"Hemmm"
"Aku mencintai kamu"
"Tidak romantis"
"Apanya, kakak datang kesini dengan tangan kosong tidak ada bunga yang kakak bawa"
"Kamu mengharapkan bunga dari ku???"
"Tidak, aku hanya menjelaskan kakak tidak romantis"
David terkekeh kembali mendengar apa yang di katakan oleh Aura, Aura sendiri sudah merutuki dirinya sendiri karena sudah terpancing oleh David. "Kenapa gue mendadak jadi bodoh gini sih" Batin Aura dengan memukul mulut nya pelan.
"Sayang"
"Hemmm"
"Terima kasih"
"Untuk apa???"
"Sudah menyelamatkanku"
"Hanya kebetulan lihat saja"
"Sayang, aku tau kamu sengaja mengorbankan diri kamu sendiri, tapi aku mohon jangan ulangi lagi. Aku enggak bisa Au melihat kamu merasakan sakit"
"Ini tidak sakit, lebih sakit kakak melukaiku"
"Maafkan aku sayang"
__ADS_1
"Hemm"
"Aku serius sayang"
Aura membuka selimut nya dengan kasar dia lelah, Aura menatap tajam David yang ada disamping nya. David menatap dalam cintanya yang ada di depan nya, dia selalu ingin melihat senyum menghiasi wajah nya.
"Aura aku bukan laki laki yang tau bagaimana itu romantis, tapi walau aku tidak romantis aku sangat serius dengan cinta ku untuk kamu Aura!! Aku sangat mencintai kamu, aku tau aku tidak tau diri karena mencintai seorang putri sedangkan aku bawahan yang tak punya apa apa. Apalagi usia ku yang sudah tidak muda lagi, seharusnya aku pantas menjadi ayah atau uncle kamu Aura. Aku tidak malu dengan itu Aura aku mencintai kamu, maukah kamu menerima laki laki tua ini Aura???"
Kata kata panjang kali lebar David, Aura dengarkan tanpa menyela Aura ingin tau kejelasan hubungan mereka yang tak pasti ini. Aura tertegun mendengar pernyataan David untuk nya. "Iyah aku menerima kakak"
David mendongak menatap Aura yang baru saja bersuara dia menatap Aura dengan mata yang sudah berkaca kaca mendengar apa yang di katakan Aura untuk nya. "Aura apa kamu sungguh mau menerima laki laki tua ini?"
"Iyah kak"
"Terima kasih Aura, terima kasih" David mencium tangan Aura dengan sayang, Air mata yang ada di pelupuk mata kini sudah jatuh membasahi kedua pipi David
David bangun dari duduk nya mendekat kearah Aura dia mencium kening Aura dengan sayang, dia sangat bahagia Aura menerima cintanya. Cinta yang di pendam selama ini terbalaskan.
Ceklek..
Saat David ingin duduk di kursi yang ada di samping ranjang Aura terdengar suara pintu di buka, Aura dan David menatap pintu, melihat siapa yang datang. ternyata Dion dan Nisa yang baru selesai makan siang di kantin rumah sakit.
"Kenapa??"
Dion dan Nisa heran melihat Aura dan David menatap nya dengan pandangan nya aneh, menurut Nisa dan Dion. "Tidak ada"
"Apa kalian baru saja melakukan hal aneh di sini???" tanya Dion menelisik David dan Aura
"Daddy jangan menuduh tanpa bukti???"
"Daddy tidak menuduh hanya bertanya!!"
"Tapi pertanyaan Daddy lebih ke menuduh"
"Lalu kalia kenapa menatap Mommy dan Daddy seperti itu"
Nisa menatap David dengan Aura bergantian, tapi setelah itu fokus Nisa di tangan Aura dan David yang saling menggenggam. "Kalian berdua mau menyebrang jalan??".
Pertanyaan ambigu Nisa membuat ketiga orang yang ada di sana bingung, siapa yang ingin menyebrang jalan, Apalagi ini diruang rawat. Kalau di jalan masih masuk akal. Begitulah kira kira apa yang di pikirkan Aura, David dan Dion.
" Maksud Mommy apa sih???"
"Lihat putri mu sedang bergandengan tangan dengan David"
David dan Aura saling tatap setelah itu menatap tangan mereka berdua, seketika mereka menarik tangan masing masing dengan menatap Dion dan Nisa yang ada di depan mereka berdua.
"Maaf Nona dan Tuan muda"
David menunduk saat ketahuan memegang tangan Aura, Sedangkan Aura hanya menatap datar Mommy dan Daddy nya. "Apa kalian sudah jadian???"
"Maaf tuan iya sudah"
"Jaga putri ku baik baik Vid kalau kamu membuat nya menangis kamu akan aku lempar ke kandang singa ku"
"Saya janji tuan muda, akan menjaga Nona kecil"
__ADS_1
Dion dengan Nisa lalu melangka mendekat sofa yang ada di sana lalu duduk di sana dengan menatap Aura dan David yang sedang saling tatap.