
Setelah pesta Dion dibubarkan oleh Dyah kini wanita Cantik empat anak itu terlihat memasuki markas yang di Erick dirikan untuk menghukum musuh musuh nya. Dyah berjalan dengan menggandeng tangan suami nya yang masih terlihat kekar diusia nya yang tidak muda.
"Dimana laki laki itu???" Tanya Dyah saat sudah memasuki ruang bawah tanah tempat penjara di markas besar itu.
"Ada disebelah sana nyonya" pengawal yang berjaga mengantarkan Dyah dan Erick dimana Roy berada
Saat sudah sampai Dyah menyuruh pengawalnya mengambil cambuk. Setelah Dyah mendapatkan Cambuknya Dyah masuk kedalam penjara.
"Buka" . Dyah memerintahkan pengawal tadi membuka pintu jeruji besi itu, Erick bergidik ngeri melihat istri nya yang saat sedang marah
Karena selama ini Dyah tidak perna kasar, Dyah perempuan lemah lembut, penyayang. Ini kedua kalinya Dyah seperti kesetanan, yang pertama waktu Kiya bayi diculik oleh musuh Erick. Saat persaingan perbutan tender yang dimenangkan Erick. Dan ini yang kedua kalinya karena pernikahan anak nya yang gagal karena gara kekacauan yang Roy buat.
"Kamu bilang menantu ku tunangan kamu??? iya dan tangan mana tadi yang ada cincin pertunangan kalian???" Tanya Dyah sambil menarik jari, Roy yang dipegang oleh dua pengawal terus memberontak.
"Oh ini yang masih ada cincinnya???" Tanpa kata lagi dia mukul tangan Roy dengan rotan
Cetak ,,
Pukulan yang diberikan Dyah tidak main main langsung membuat tangan Roy memerah, mengeluarkan darah. Setelah itu Dyah menyuruh pengawalnya melepaskan nya Dyah memberi kan dua cambukan sekaligus setelah itu Dyah meninggalkan Roy yang meringkuk di dingin nya lantai. Dyah perempuan lemah lembut jika diusik ketenangan nya akan menjadi singa kelaparan.
Di mansion Nisa, Kiya berada di taman belakang mansion menikmati indah nya taman dan bercerita. Dyah yang baru sampai mansion melihat pemandangan yang sangat menyejukkan mata, melihat anak anak nya yang saling bercerita di taman.
"Sayang kamu mencuri waktu kakak kamu dengan mengajak Nisa kemari " Dyah melangka mendekat ke arah mereka
"Kalau gini gimana mommy dapat cepat menimang cucu sayang orang kak Nisa nya kamu ambil terus" Ucap Dyah dramatis
Hahaha ,,,
"Mommy menggelikan sekali " ucap Kiya
"Kalian sangat asik kalian bercerita apa ini??? apa mommy boleh nimbrung" Tanya Kiya
"Tidak mom, ini urusan para anak muda" Ucap Nisa
"Hay, mommy ini masih muda, siapa yang bilang mommy tua??? " Dyah
__ADS_1
"Yah yah mommy masih muda saking mudanya ada kerutan disekitar mata mommy " Canda Kiya
"Apa??? Apa kamu bilang sayang mama ada kerutan ini tidak bisa dibiarkan, mommy harus segera perawatan kalau kayak gini" heboh Dyah
Dyah meninggalkan kakak adik itu di taman belakang mansion. Dyah melangka masuk ke dalam mansion dengan memegang wajah nya. Erick, Vino, Dion heran melihat tingkah Dyah yang berjalan dengan menggerutu tidak jelas dengan memegang wajah sekitar mata nya.
"Mom.. Sayang " memanggil Dyah bersama Dyah menoleh kebelakang melihat anak dan suaminya berjalan mendekatinya
"Kamu kenapa dan mau kemana???" Tanya Erick yang masih bingung melihat tingkah Dyah
"Mommy mau ke salon sekarang tadi putri kamu dad bilang kalau aku ada keriput di sini " Dyah menunjuk kan sekitaran mata yang tadi Kiya katakan.
"Mommy selalu saja percaya apa yang Kiya katakan, dia itu mengerjai mommy mana ada mommy keriput " Saut Vino
"Benar Mommy tidak ada keriput kalian tidak lagi membohongi mommy kan???" Tanya Dyah memastikan
"Iyah mom" Saut mereka bertiga bersama seperti anak TK yang nurut sama ibu guru nya.
"Ayo kita makan malam ini sudah telat kita makam malam. Vin panggil Kakak dan Adik kamu buat makam malam"
Kini Vino sudah sampai di taman belakang, mereka berdua saking asik bercerita tidak menyadari kalau Vino datang.
"Kak, Dek ayo makan malam ini sudah sangat telat untuk makan malam cepat masuk"
Mereka berdua menganggu bersama lalu mengikuti langka Vino yang berjalan memasuki ruang makan, di sana sudah ada Erick, Dyah, Dion, Fani.
Fani yang baru datang setelah Vino meninggalkan mereka bertiga. Mereka bertiga duduk di kursi masing masing, Disela makan nya Erick bertanya bagai mane bisa Dion, Vino mendapatkan Video saat Serly menyuruh seseorang buat berantakan acara Dion .
"Kalian dari mana video itu??? apa itu asli??? " Erick mulai menanyakan prihal tadi sore .
"Itu benar dad. Karena aku tidak sengaja mendengar rencana mereka saat di club malam, saat aku menjemput teman ku yang sudah teler di sana"
"Setelah aku mendengar itu aku menyuruh pengawal kita mulai membuntuti Serly dan aku juga bilang sama kak Dion apa yang aku lakuin dan aku dengar"
Erick dan semua yang ada dimeja makan mendengar apa yang Vino ceritakan. Erick masih tidak percaya anak yang dulu selalu main dengan anak anak nya tumbu menjadi perempuan egois, menghalalkan segala cara buat mendapat apa yang diinginkan.
__ADS_1
Serly marah marah dikamar nya bagai mana bisa ketahuan secepat itu yang serly pikirkan membuat nya semakin tambah kesal, malah semua orang melihat dengan jelas apa yang aku katakan dan laki laki brengsek itu .
"Ah kurang ajar siapa yang berani bermain main dengan ku, aku akan membalas semuanya hingga mereka hancur sehancur nya telah berani membuat aku malu" Serly semakin tidak tau diri malah merasa yang paling tersakiti
Berbeda Dion yang sekarang berusaha untuk membobol gawang, sedangkan Nisa masih berada dalam walk in closet berganti baju. Dion menunggu Nisa akan melancarkan aksinya untuk membujuk Nisa. Tidak lama Dion melihat Nisa keluar menggunakan lingerie mulut Dion ternganga mata melihat tampa berkedip.
"Bidadari dari mana itu???" Lirih Dion
Nisa yang terus berjalan mendekat ke arah Dion. "Mas kenapa kamu belum tidur???" Tanya Nisa
Dion sadar dari lamunan nya . "Apa??? Kenapa kamu kenapa??? " Pertanyaan bodoh yang Dion lontarkan
"Nisa, andai malam ini aku meninta hak ku apa boleh???" Tanya Dion hati hati
Nisa malu, Nisa hanya mampu menganggukkan kepalanya. "Gemmm"
"Apa benar itu sayang kamu tidak lagi mengerjai ku kan???" Tanya Dion memastikan
Lagi lagi Nisa hanya mampu menggelengkan kepala nya.
Dengan semangat empat lima, Dion menggendong Nisa ala bridal style. Lalu menurunkan pelan Nisa di atas hamparan empuk nan luas itu. Kita beralih tempat saja pasti Dion akan mencetak GOL dimalam ke dua mereka menikah hihihi
Tanpa disangka, diluar kamar ada Dyah dan Erick yang menguping diluar kamar. "Dad apa mereka akan melakukan nya???" Tanya Dyah
"Mana daddy tau mom kan Daddy ada disini sama mommy jelas daddy tidak tau mom???" Erick berbisik .
"Lebih baik kita melakukan sendiri dari pada menguping anak dan menantu kita???" ajak Erick .
"Yah sudah aku sudah capek munggu tidak ada tanda tanda akan GOL malam ini. Gagal lagi aku menimang cucu"
"Kamu pikir sekali tembak jadi, kita dulu baru 1 tahun baru memiliki Dion mom" Erick
"Benar juga apa yang daddy bilang, yah sudah ayo kita ke kamar kita buat juga biar dapat satu lagi jadi lima" Bisik Dyah
Mereka meninggal kamar Dion dan pergi ke kamar mereka.
__ADS_1