CEO DINGIN MILIKKU

CEO DINGIN MILIKKU
MAAF


__ADS_3

Aura keluar dari dalam lift berjalan kearah meja makan yang di sana sudah ada Mommy, Daddy, dan kedua adik nya. David masih mengikuti Aura dari belakang, saat Aura sudah duduk di meja makan David berjalan keluar tidak ikut duduk di meja makan.


Nisa yang melihat itu pun memanggil David untuk ikut makan, tapi David mengatakan kalau dirinya sudah makan di Markas sebelum datang ke Mansion. David hanya sungkan untuk ikut sarapan dengan majikan nya.


"Saya keluar dulu Tuan dan Nona muda"


"Jangan keluar Vid, hujan sangat lebat kamu tunggu di ruang keluarga saja"


"Iyah Nona muda, saya permisi dulu"


Keluarga Dion sarapan bersama seperti biasa nya tanpa ada nya obrol di meja makan. Setelah semua nya selsai sarapan, Dion menatap Putrinya yang memang ada di samping kirinya. "Jika ada rasa jangan di pendam, itu tidak baik"


"Daddy bicara dengan ku???"


"Iyah"


"Apa maksud Daddy mengatakan itu Aura tidak mengerti Dad"


"Jangan berpura pura bodoh nak!! Mommy dan Daddy tau segalanya"


"Apa yang kalian ketahui???"


"Hati kamu yang kamu tutup dengan rasa kecewa!!"


"Apa itu salah Dad???"


"Salah dan tidak"


"Apa maksud Daddy"


"Hati kamu yang tau nak"


"Berangkat lah sudah siang, jangan sampai terlambat dan bekal kamu jangan sampai ketinggalan" Ucap Nisa tidak ingin memperpanjang pembicaraan ayah dan anak nya, Nisa rasa agar Aura dan David sendiri nya menyelesaikan urusan mereka.


Aura dan Aula pamit kepada ke dua orang tua nya setelah itu seperti biasa mereka berdua akan mencium Nisa dan Dion, setelah itu Monica yang ada di kursi nya sedang menghabiskan susu nya.


Aura dan Aula meninggalkan meja makan, twins berjalan keluar Mansion saat sampai ruang tamu twins tidak melihat keberadaan David di sana, tapi Aura dan Aula tidak memusingkan itu mereka tetap berjalan ke arah pintu utama Mansion. Saat mereka keluar ternyata David ada di luar bersama dengan penjaga Mansion sedang mengobrol.

__ADS_1


David melihat twins keluar dari dalam Mansion dia membuka pintu untuk Aula setelah itu David mengambil payung yang ada di mobil nya untuk Aura, Aura berjalan berdampingan dengan David dengan satu payung. Jika saja hubungan mereka baik mungkin saat ini Aura dan David terlihat romatis, di bawa satu payung di deras nya hujan.


David membuka pintu mobil nya untuk Aura, Aura masuk ke dalam mobil David, setelah Aura masuk David menutup pintu mobil nya dan berjalan ke sisi mobil.


David masuk kedalam mobil dia menatap Aura yang fokus menatap halaman luas Mansion. David melajukan Mobil nya tanpa ingin bertanya apapun kepada Aura, atau mengajak nya bicara, tapi rasa ingin bicara kepada Aura lebih mendominasi dari pada Gengsi nya David, David menarik napas sebelum mengajak Aura berbicara, Aura hanya melirik nya saja tanpa minat untuk bertanya. Saat David sudah mengumpulkan keberanian dan membuang jauh Gengsi nya David mengajak Aura berbicara tentang mereka. "Au"


"Aura!!! Maafkan aku"


Aura hanya diam dia tidak menyahut apalagi menatap David yang ada di samping nya, dia lebih tertarik kepada jalan yang sudah mulai ramai pengendara.


"Jangan diam saja Au"


"kamu mau kan memaafkan aku???"


"Hemmm"


David menarik napas sebelum mengatakan isi hati nya kepada Aura yang ada di samping nya. "Aku sudah tidak muda lagi Au, tapi aku terlalu bodoh dalam perasaan!! Maafkan aku yang dari kemarin menjauhi kamu, aku takut Au kalau cinta ku tak terbalas, walau terbalas aku takut tidak mendapat restu. Aku bukan orang kaya Aura, aku bukan orang kaya"


Aura diam mendengar semua apa yang di katakan David tampa terkecuali, dia merasa bersalah karena sudah menilai David yang ingin mempermainkan nya.


"Hemmm" Aura hanya berhadem untuk menjawab semua yang David ungkapkan dengan setulus hati nya.


Mereka kini sudah ada di pertengahan jalan, David melirik Aura yang ada di samping nya. "Aura apa kamu mua memaafkan aku dan menerima aku???"


"Menerima apa???"


"Segala kekurangan ku yang hanya seorang pengawal kamu dan Aula"


"Hemm"


"Tolong Au, jangan membuat aku bingung dengan jawaban kamu"


"Kak!!! Apa lagi aku juga menyukai kamu, kamu puas kak???" teriak Aura yang sudah tidak tahan memendam semua rasa nya kepada David, benar kata Dion semua nya harus dia ungkapkan.


Ciit..


Duk

__ADS_1


"Kak, kamu ingin membunuh aku???" teriak Aura lagi dengan menatap nyalang David.


David memeluk Aura yang ada di samping nya dengan sangat erat. "Aku sangat puas Au aku puas"


Aura membalas pelukan David, David mencium kening Aura dengan sayang dia berjanji untuk tidak meninggalkan Aura sampai napas terakhir nya, dia akan mencintai Aura sampai dia tidak bernapas lagi.


Setelah pengakuan nya kepada Aura dan David tau kalau Aura juga mencintai nya David melajukan kembali mobil nya menuju sekolahan Aura dan Aula.


David memasukkan mobil nya ke dalam gerbang sekolah Aura dan Aula, Aula menatap David yang ada di samping nya. "Aku belum menerima Kakak menjadi kekasih mu"


"Aku enggak peduli dengan status Aura, yang aku tau kamu setelah lulus kuliah akan aku jadikan istri"


"Dan itu pun kalau aku mau dengan kakak yang sudah tua"


"Aku tua tapi aku masih kuat Au, dalam segala hal termasuk melindungi kamu"


"Hemmm, aku sekolah dulu!! Bay Uncle tua"


David tidak marah Aura memanggilnya Uncle tua karena memang kenyataannya, usia nya yang memang sudah tidak muda lagi tapi bersikap seperti anak muda. David meninggalkan sekolah Aura, dia kembali ke Markas karena banyak pekerjaan yang menanti nya.


David melajukan mobil nya dengan perasaan senang, bahagia, karena Aura mau memaafkan diri nya dia juga mau memberi kesempatan kedua untuk nya, David bernyanyi layaknya ABG yang baru jatuh cinta.


Tapi saat ada di lampu merah dia tidak sengaja melihat Mama nya yang ada di dalam mobil samping nya, David menatap rindu dengan Mama nya yang sudah melahirkan dan membesarkan nya penuh cinta. "Maafkan David Ma, David sudah menemukan orang yang David cinta"


Sedangkan Mama David di dalam Mobil juga tengah memikirkan Putra nya yang sudah pergi belasan tahun tidak ada kabar, Indah mantap jalan yang begitu ramai dengan pengendara, tapi pikiran nya berkelana entah kemana.


Indah dan Doddy menyesal karena telah memaksa menjodohkan nya dengan orang yang David tidak dia cintai, sudah belasan tahun Doddy dan Indah mencari Putra semata wayang nya, tapi sampai saat ini mereka belum bertemu dengan David.


David menatap sang Mama sampai lampu merah berganti dengan lampu hijau, baru lah David melihat jalan yang ramai pengendara, David melupakan bawa dirinya anak orang kaya dan bukan itu saja David sebenar nya memiliki perusahaan sendiri yang dia bangun saat kuliah.


Sering kali Indah dan Doddy mencari putra nya di kantor nya tapi sayang David tidak datang ke kantor sampai belasan tahun lama nya, dia juga tidak tau bagaimana kondisi perusahaan yang dia dirikan kini sudah sangat besar, berkat orang kepercayaan nya yang sampai sekarang masih mencari David, sampai keluar negeri.


Tapi tetep sama mereka belum juga mendapat kabar tentang David, Rezza tangan kanan David sekaligus sahabat David tidak menyerah sampai sekarang mencari David. Karena tidak lama ini anak buah nya melihat orang yang mirip dengan David ada di wilayah barat daerah kekuasaan Alexander.


David kini memasuki Markas dengan perasaan antara senang, sedih dan merasa bersalah kepada Mama nya. David masuk ke dalam lift naik ke lantai tiga di mana kamar nya selama ini. Davi keluar dari lift berjalan ke arah pintu kamar nya.


David masuk ke dalam kamar nya setelah mengunci pintu kamar nya, David duduk di tepi ranjang terlihat sangat frustasi setelah melihat Mama nya.

__ADS_1


__ADS_2