
Tiga hari sudah Nisa ada di rumah sakit, kini Nisa diperbolehkan pulang bersama kedua putri nya. Segala keperluan dua anak kembar sudah disiapkan.
Nisa dan Dino menggendong putri mereka keluar rumah sakit, hanya Dion dan Nisa yang ada di rumah sakit. Karena oma dan opa nya ada di mansion mempersiapkan kedatangan baby twins.
Dyah dan Erick tidak mempersiapkan hanya berdua melainkan dengan ke dua Uncle dan juga Aunty nya. Kiya sangat antusias saat tau kalau baby twins pulang hari ini.
Dari semua pakaian twins Kiya yang membelinya, berbeda dengan ke dua Uncle nya yang tidak mengerti tentang perempuan memilih untuk menyiapkan kamar yang akan digunakan twins.
Sebelum twins pinda ke mansion nya sendiri, Nisa dengan keluarga kecil nya akan tinggal di mansion Erick sampai twins umur satu tahun.
Setelah satu tahun Dion akan memboyong keluarga Kecilnya untuk pinda ke mansion yang diberi oleh Dyah.
Karena memang Dyah tidak mengijinkan Dion pinda sekarang, karena takut Nisa kesulitan menjaga twins.
Apa lagi twins yang baru lahir akan terbangun malam hari, dan tidur lagi menjelang subuh atau mungkin pagi baru tidur kembali.
Dyah tidak mau menantu ke sayangan nya kelelahan merawat twins sendirian, tidak hanya ada Dyah yang akan membatu mengurus twins melainkan ada dua baby sister yang Dyah pekerjakan.
Nisa sangat beruntung memiliki mertua yang sangat menyayangi nya seperti anak kandung nya sendiri.
Dyah memang selalu memanjakan Nisa dengan segala kemewahan, tapi Nisa tidak berubah serakah, karena kemewahan yang diberikan Dyah untuk nya.
Nisa tetap Nisa yang dulu tidak serakah dalam harta, Nisa tidak perna membuang uang nya untuk barang yang tidak berguna.
Sehingga sekarang Nisa memiliki tabungan yang tidak main main, begitulah Nisa yang tidak akan suka menghambur hamburkan yang untuk yang tidak penting.
Meninggalkan Mansion dan ceritanya, di rumah sakit dimana Nisa melahirkan sudah keluar dari rumah sakit, kini mereka berdua masuk kedalam mobil yang memang dikirim Dyah untuk menjemput Anak dan menantu nya.
Nisa didalam mobil selalu menatap malaikat kecil yang tertidur pulas di gendongan nya, Maura yah Nisa menggendong Maura. Sedangkan Maula bersama dengan Dion.
Maula seakan tidak akan bisa lepas dari Dion, berbeda dengan Maura yang bisa anteng dengan orang lain selain Daddy nya.
Maura akan menangis jika Daddy nya menggendong nya, Maura anteng dengan semua orang, tidak dengan Dion.
Maura jarang menangis berbeda dengan Maula yang sering menangis ingin di gendong Dion, kalau Maura ateng di box bayi.
Maura akan menangis jika perut kecil nya sedang lapar, Maura dan Maula anak kembar yang sangat berbeda sifat nya.
Mobil yang membawa Dion dan Nisa sudah memasuki gerbang mansion, dan berhenti di halaman luas mansion Erick.
Dion dan Nisa turun dari dalam mobil dengan menggendong sih kecil Maura dan Maula. Mereka diikuti oleh supir keluarga yang membawa baju kotor Nisa.
Dion membuka pintu utama Mansion yang langsung disambut oleh keluarga, Ruang tamu yang disulap menjadi sangat cantik demi kepulangan twins.
__ADS_1
Welcome Maura and Maula to the mansion, semua orang sangat bahagia melihat twins sudah boleh pulang dari rumah sakit.
Sambutan hangat dari para keluarga yang terlihat sangat bahagia melihat Maura dan Maula. Kiya mendekat ke arah twins.
Kiya mencium dua pipi gembul Maura dan Maula, Kiya sangat gemas dengan mereka berdua. Nisa meneteskan buliran bening.
"Terima kasih Mom"
"Jangan menangis, kan ini hari ini kan hari bahagia dimana twin pulang dari rumah sakit sayang"
"Ini air mata kebahagian mom"
Dyah memeluk Nisa dari samping karena Nisa sedang menggendong Maura. Kebahagian meliputi Dyah yang sudah sangat menginginkan cucu.
Dyah yang dulu disambut hangat di keluarga Erick dan kini Dyah yang menyambut Nisa di keluarga nya.
"Ayo sayang kamu lihat kado yang diberikan adik adik kamu untuk twins"
"Baik lah mom, Apa mommy yang menyiapkan ini semua, dekor ini semua???"
"Bukan hanya mommy tapi daddy dan juga adik adik kamu"
"Mommy ingin menggendong Maura, boleh sayang???"
Nisa memberikan Maura untuk digendong Dyah. "Dad, coba kamu menggendong Maula"
Erick mendekat ke arah Dion yang tidak jauh dari Nisa. "Sini biar opa tampan nya yang menggendong Maula"
Dion memutar bola mata nya malas, dengan memberi kan Maula kepada Erick. Setelah berpindah tangan Maula membuka mata nya bulat.
Maula memliki bulu mata Lentik dan mata bundar, bola mata coklat, bibir yang tipis, rambut pirang lebat, hidung mungil yang mancung. Bola mata dan rambut Maula tidak sama dengan Dion.
Sedangkan Maura memiliki bulu mata lentik, mata Sipit, bola mata hitam pekat, bibir tipis, rambut hitam lebat, dan hidung mungil yang mancung.
Maula membuka mata hanya membuka mata tidak menangis. Erick yang melihat cucu nya membuka mata merasa sangat gemas dengan nya.
"Lihat oma, baru saja berpindah tangan Aula sudah membuka mata nya"
"Karena gendongan daddy tidak nyaman"
"Enak saja kamu bilang, dulu kamu itu selalu tidur di gendongan daddy"
"Buktinya sekarang Aula bangun saat di gendong Daddy"
__ADS_1
"Anak kamu aja yang ingin melihat ketampanan Opa nya"
"Alasan aja"
"Vino nak tolong kamu ambil gambar mommy dan Daddy"
Dyah sudah bosan mendengar perdebatan anak dan Daddy nya, tidak akan selesai kalau tidak segera dihentikan.
Vino beranjak dari duduknya melangka ke arah Dyah yang sedang menggendong Aura. Vino mengambil kamera yang sudah di siap kan di meja yang ada diruang tamu.
"Dad, tidak malu dengan cucu masih saja bertengkar dengan anak"
"Anak mommy yang memulai dulu"
"Sudah lah cepat kemari, biar Vino mengambil gambar kita. Aku mau pajang di ruang keluarga"
"Siap ibu negara"
Erick mendekat ke arah Dyah yang sudah siap didepan Vino yang siap mengambil gambar mereka.
"Sayang kita juga ambil gambar kita buat di letakan di mansion kita"
"Iya mas sekalian dengan semua keluarga, nanti minta salah satu pengawal yang ada di mansion"
"Iya mumpung ada semua keluarga kita, Ayo kita buka kado yang buat twins saja"
"Iya"
Dion dan Nisa mendekat ke arah meja yang banyak tumpukan kado untuk baby twins, Dion dan Nisa mulai membuka satu persatu yang ada dimeja.
"Sayang, lihat ini sangat lucu"
"Ah iya mas baju, kalau baju perempuan mah lucu lucu mas beda sama laki gitu gitu aja"
"Kamu bisa membuat mereka semakin cantik nanti saat sudah besar"
"Sekarang saja aku bisa mendandani mereka mas"
Dion sibuk dengan kado kado nya twins begitupun dengan Nisa, sedangkan Opa dan Oma nya sibuk dengan pengambilan gambar.
Kiya dan Fani ikut juga ingin menggendong twins dan diambil gambar nya, Vino masih setia menjadi fotografer dadakan.
Kini giliran Nisa dan Dion yang mengambil gambar dengan ke dua anak mereka, yang terakhir Vino sendiri karena belum ada yang menemani.
__ADS_1
Setelah sesi photo selesai mereka menidurkan Aura dan Aula di box bayi yang sudah Opa dan Oma sediahkan.