
Setelah makan siang Nisa mengajak keluarganya untuk duduk di ruang keluarga, Nisa dan Dion ingin menjelaskan semua tentang David dan juga Aura putri pertamanya. Nisa tidak mau menyembunyikan status Aura yang sudah menjalin kasih dengan David mantan anak buah Dion, yang kini sudah kembali ke keluarganya.
Nisa menatap keluarganya yang duduk di sofa ruang tamu untuk mendengarkan penjelasan yang akan Nisa sampaikan, apalagi kedua adik perempuannya yang seperti nya sangat penasaran dengan David dan Aura
"Ada yang ingin aku jelaskan di sini tentang Nisa dan David" Nisa mulai berbicara setelah semua keluarga nya sudah berkumpul dan menatapnya.
"Menjelaskan apa kak??" tanya Aurora yang sudah sangat penasaran dengan David yang tidak biasanya berpakaian kemeja dengan jas yang dia taruh di lengan nya.
"David putra Mahendra"
"Maksud kakak gimana yah???"
"David putra dari Indah Mahendra dan juga Doddy Mahendra" Nisa mengatakan dengan menatap David.
"Hah" Semua orang cengo dengan apa yang dikatakan oleh Nisa, mereka terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Nisa.
"Kok bisa???" Kiya semakin penasaran.
Nisa menjelaskan kepada semua keluarga nya tentang David, menceritakan kalau David meninggalkan Mansion keluarganya karena tidak mau dijodohkan dengan pilihan Indah dan Doddy. Indah dan Doddy terus mendesak David agar mau di jodohkan, dengan keyakinan yang David miliki dia pergi meninggalkan Mansion tanpa membawa apapun dari Mansion. Hanya membawa uang seratus ribu yang kebetulan ada di dompetnya.
Nisa juga mengatakan kalau David bukan lagi anggota Alexander, karena dia sudah kembali kepada orang tua nya dan melanjutkan bisnis keluarganya. David sudah bukan orang kepercayaan Dion dan akan menggantikan posisi David dengan orang yang cocok nantinya.
"Wah, aku enggak nyangka kalau kamu berani menjadi gembel karena menolak perjodohan yang di lakukan orang tua kamu" Kiya mengacungkan kedua jempol nya kepada David mengagumi keberaniannya.
"Iyah biasanya kalau anak orang kayak tidak akan mau hidup kere apa lagi tanpa membawa apapun dari Mansion saat meninggalkan Mansion" Aurora juga kamu dengan David
"Saya hanya tau kalau saya tidak mencintai nya" David mengatakan dengan sangat yakin.
"Lalu bagaimana kamu mencintai sih muka datar" Fani menggoda David yang kebetulan ada di seberangnya.
"Entahlah mungkin semuanya dari kebiasaan saya bersama Aura" Memang dulu David yang menyelamatkan Aura, dia juga sangat dekat sejak Aura kecil, dan David juga pertama kalinya mengajarkan Aura musik. Aura dan David begitu sangat dekat, Aura juga sangat manja dengan David.
"Kamu juga bersama Aula bukan hanya Aura???"
"Tapi saya lebih tertarik kepada Muka datar"
Plakk..
"Sayang..." David mengusap lengannya yang terasa panas karena mendapat pukulan sayang dari Aura. Pukulan sayang atau pukulan kesal Vid, wkwkwkwk.
"Kakak bilang apa???" Aura mantap David yang ada di samping nya dengan sangat tajam.
David yang di tatap Aura dengan tajam merasa sangat ngeri. "Bi-Bilang apa???"
"Barusan???"
"Yang mana sayang???" David pura pura tidak paham dengan apa yang di tanyakan oleh Aura kepadanya.
"Yang mana sayang, yang mana sayang jangan pura pura lupa kak???" Aura sangat kesal dengan David yang juga mengatai nya datar.
"Aku, A-ku lupa sayang" David gelagapan karana Aura semakin tajam menatapnya
"Kakak!!!"
__ADS_1
"Emm, bilang Aura cantik"
"Enggak gitu tadi"
"Emm, apa sayang??"
"Yang bilang aku muka datar"
"Enggak ada yang bilang kamu datar sayang"
"Elleh, badan aja kekar tapi takut sama perempuan" ejek Yasmin yang ingin membuat David kesal
"Gadis kecil" David yang kesal juga mengejek Yasmin.
"Aku tidak kecil yah Uncle" Yasmin tidak mau kalah.
"Diantara saudara kamu, kamu yang paing kecil bocah" David semakin menggebu membalas ejekan Yasmin.
Semua orang tertawa melihat David dan Yasmin yang tengah berdebat dan enggak ada yang mau mengalah satu dengan yang lain, saling menatap dengan tajam.
"Daddy, Uncle, sama opa sama aja sama kak David badan aja gede kekar tapi sama bini enggak berani" Yasmin yang kalah telak dengan David melampiaskan kekesalannya kepada Fani, Dion, Vino dan Erick.
"Kurang ajar" Vino, Dion, Fani san Erick dengan kompak nya mengatakan kekesalan nya kepada Yasmin.
"Astaga jantung ku berhenti" Yasmin dengan gaya lebay nya.
Semua orang menatap Yasmin dengan malas dan juga memutar bola mata mereka, sedangkan Yasmin dengan gaya yang sama memegang dadanya dengan mengusap nya.
"Kalian malah berdebat yang tidak penting" Dyah menghentikan mereka semua yang ingin lanjut berdebat.
Dyah menatap David yang tengah berusaha membujuk Aura yang tenga ngambek, tanpa memperdulikan perdebatan yang lain di sekitarnya. "Aura, David"
Dyah memanggil dua sepasang kekasih itu dengan sangat lembut, Aura dan David menoleh kearah Dyah yang tengah menatap nya dengan sayang. "Aura Oma boleh tanya nak???"
"Iyah Oma"
"Apa kamu yakin dengan hati kamu???"
"Memangnya dengan hati mau Oma???"
"Apa kamu benar mencintai David???"
"Iyah Oma"
"Nak, Oma tidak melarang kamu berhubungan dengan siapa, yang Oma takutkan kamu mencintai David hanya sesaat"
"Apa maksud Oma mengatakan itu???"
"Sayang, David sudah tidak muda seperti kamu yang ingin mencari kekasih untuk mengisi hati yang kosong. Melainkan untuk mencari istri yang mau hidup selamanya dengan nya nak"
"Aura paham Oma"
"Oma tanya sekali lagi sama kamu nak, apa kamu yakin?? Kalau kamu yakin apa mau kamu bertunangan dengan David??"
__ADS_1
"Iyah Aura mau Oma"
Semua orang menatap David yang ada di samping Aura yang tengah menggenggam tangan Aura, Aura juga menatap David dengan pandangan bertanya. "Apa kaka David siap bertunangan dengan ku, seperti aku yakin dengannya" Batin Aura yang dengan masih menatap David.
"Kamu bagaimana Vid???"
"Saya siap saja melamar Aura, karena memang saya mencintai Aura"
"Vid, kamu tau kan kalau Aura masih sangat dini untuk menjalin hubungan???"
"Saya tau Mom, saya juga akan mengerti Aura jika sewaktu saat nanti Aura menemukan cinta yang baru, yang lebih baik dari saya. Saya akan melepasnya"
"Apa kamu yakin Vid???"
"Saya yakin Mom"
"Kak, aku mau kita menikah saja"
Semua orang menatap Aura dengan pandangan tidak percaya, termasuk David yang ada di samping Aura. "Sayang apa kamu yakin???"
"Aku yakin kak, agar kamu yakin kalau aku tidak akan berpaling dari kakak"
"Sayang"
"Aku yakin kak, aku tidak mau kamu mengatakan akan melepaskan aku kalau ada laki laki lain yang datang"
Aura menatap Nisa, Dion, Erick dan Dyah secara bergantian, Aura menunggu reaksi kedua orang tuanya dengan Oma dan Opa nya. Sedangkan yang lain juga menunggu keputusan Nisa dan Dion selaku orang tua kandung Aura.
Dyah dan Erick juga menatap Dion dan Nisa yang saling pandang setelah itu menatap Aura dan David. "Baiklah kalian akan menikah setelah Aura selesai ujian"
"Iyah tuan"
"Tapi aku tidak mau kalau kamu melarang Aura untuk melanjutkan pendidikan nya Vit" Nisa
"Saya tidak masalah kalau Aura ingin menggapai cita cita nya, saya juga akan mendukung semua yang Aura lakukan"
Nisa dan Dion mengangguk anggukan kepalanya walau berat untuk melepas Aura yang masih sangat dini untuk menikah, Mereka juga takut kalau Aura belum bisa menjadi istri untuk David karena usia nya yang sangat muda.
"Selain kak Aura yanh sudah punya kekasih di sini juga ada sih kecil Febby yang punya kekasih teman ku satu kelas"
Fani dan Kiya menatap Putrinya yang ada disamping nya dengan pandangan bertanya, sedangkan Febby hanya tersenyum kecut.
"Benar begitu Febb??"
"Hehehe iyah Mom"
"Siapa???"
"Sih Nopal"
"Nopal siapa???"
"Nama nya Noval kak"
__ADS_1
"Iyah iyah itu lah" Aula dengan malasnya.
Akhirnya mereka membahas kekasih Febby yang satu kelas dengan Aura dan Aula, setelah semua sepakat kalau Aura dan Aula yang akan menikah setelah Aura ujian kelulusan.