
Setelah melakukan panggilan video call Aura, Nisa dan Dion masuk ke dalam ruang kerja Dion. Aura lebih tepat nya mengajak mereka berdua dan twins ke ruang kerja Dion.
Aura menatap Menantu nya dan Putra nya duduk di sebarang meja, Dion menatap Dyah dengan bingung begitu pun dengan Nisa menatap Dyah dengan bingung.
"Kenapa Mommy menatap kami seperti itu???"
"Ada banyak yang ingin Mommy bahas di sini"
"Apa Mom???"
Aura menjelaskan kalau mansion mereka tidak aman ada empat penyusup yang masuk, diantara salah satu dari mereka terluka. Setelah menjelaskan apa yang harus mereka lakukan, Dyah menyuruh Nisa mempelajari ilmu belah diri, dan bukan itu saja Dyah juga ingin Nisa belajar memakai senjata.
"Kenapa Mom???"
"Demi twins nak, kamu tidak bisa terus bergantung kepada Mommy dan Dion"
"Nisa paham Mom"
Banyak hal yang mereka bahas tentang twins mereka memperketat penjagaan untuk twins, mereka juga akan pinda ke mansion Erick untuk sementara waktu.
Dan Nisa akan Dyah ajarkan bagaimana hidup melawan orang orang yang ingin menyakitinya. Dulu Erick juga sama ingin Dyah membalas saat ada yang menyakiti nya.
Setelah membahas twins dan kepindahan mereka ke mansion Erick pun di lakukan malam ini, karena Dyah takut mata mata yang Serly tugaskan akan bergerak malam ini.
Nisa tanpa membawa apa apa keluar dari Mansion saat semua pelayan dan penjaga tengah tertidur pulas, karena makanan yang diberikan Dyah saat makan malam telah dikasih obat tidur.
Begitupun dengan Dion yang hanya membawa twins melewati jalan rahasia yang Dyah selama ini sembunyikan dari keluarga nya termasuk anak nya sendir, karena Dyah takut kalau banyak yang tau jalan rahasia digunakan untuk hal lain.
Hanya Dion dan Twins yang melewati jalan rahasia yang ditunjukan oleh Dyah, sedangkan Dyah sendiri melewati depan Mansion bersama dengan Nisa.
Setelah berjalan beberapa langka Dyah dan Nisa sampai di mansion mertua nya. Sedangkan Dion Sendiri kini ada di belakang Mansion. Dia baru saja keluar dari jalan rahasia yang dia lewati.
Dion segera masuk ke dalam mansion, karena udara malam yang sangat dingin Dion takut kalau anak nya kedinginan dan sakit. Dion masuk melewati pintu dapur pas sekali Nisa ada di meja makan bersama Dyah yang memang sengaja menunggu Dion dan twins.
__ADS_1
Dion mendorong stroller mendekat ke arah Nisa dan Dyah yang duduk di kursi meja makan. "Mom"
"Sayang"
"Kamu sudah sampai, kamu yakin tidak ada yang melihat kamu masuk kemari nak???"
"Tidak ada Mom"
"Yah sudah kalian istirahat, besok pagi Nisa harus memulai semua nya"
"Iya Mom"
Nisa dan Dion memasuki lift yang ada di dekat dapur, mereka ke lantai tiga dimana kamar nya dulu sebelum pinda ke mansion mereka sendiri.
Mereka keluar dari dalam lift berjalan ke arah pintu kamar mereka. Dion dengan mendorong twins masuk diikuti Nisa dari belakang.
Dion memindahkan twins dari stroller ke box bayi yang ada dikamar mereka, sedangkan Nisa masuk ke dalam kamar mandi untuk bersih bersih.
Setelah selesai keluar kamar mandi berjalan kearah ranjang yang ada dikamar. Nisa merebahkan diri nya disebelah Dion yang tengah berbaring di sisi lain nya.
"Sayang dengarkan aku, aku tidak bisa selalu dekat menjaga kalian bertiga, ada kalah nya aku tidak bisa menjaga kalian. Jadi kamu belajar yang serius yah???"
"Kenapa kamu bicara seakan kamu mau ninggalin aku???"
"Bukan begitu sayang, aku akan selalu ada di dekat kamu, takdir tidak ada yang tau sayang"
"Mas jangan bicara yang tidak penting, kamu akan selalu ada buat aku dan kamu tidak akan kemana mana dan satu lagi mas aku akan serius belajar. Sudah jangan bicara yang tidak penting, kita istirahat saja sekarang"
"Baik lah peri kecil, ayo kita tidur"
Dion memeluk pinggang Nisa, sedangkan Nisa bersembunyi di dada bidang Dion. Mereka mulai terlelap dalam tidur mereka.
Meninggalkan Mansion Erick kita pindah ke sebelah Mansion Dion dan Nisa, para penjaga dan pelayan bangun dari tidurnya. Mereka semua bingung kenapa bisa tertidur di jam berjaga.
__ADS_1
Mereka bangun dari tidur nya setelah itu kembali ketempat mereka masing masing, dan para pelayan kini kembali ke kamar mereka.
Tapi tidak dengan dua pelayan dan dua penjaga yang memang penyusup di mansion, mereka berkeliling mansion memastikan kalau target masih ada didalam mansion.
Karena malam ini ke empat orang itu akan menjalankan aksi mereka untuk melenyapkan Nisa dan mengambil dua bayi kembar.
"Kita pergi kemar nya dan habisi mereka"
"Tapi bos ingin hanya Nisa nya saja yang kita bunuh"
"Sudah lah bilang aja enggak sengaja"
"Baik lah kalau begitu"
Mereka membuka pintu kamar Dion yang tidak dikunci sedangkan dua pelayan masuk kedalam kamar twin.
Karena semenjak Nisa emosinya tidak terkontrol twins tidur di kamarnya, karena Dion takut Nisa dengan tidak sengaja melukai twins.
Joh dan Jeck penyusup di mansion Dion sudah berada didalam kamar Dion dan Nisa tapi mereka tidak menemukan pasangan suami istri itu begitupun dengan ami dan lufi dua pelayan itu tidak menemukan twins didalam kamar nya.
Mereka keluar kamar saat ada di pintu mereka saling pandang. "Jangan bergerak"
Suara laki laki yang tegas terdengar ditelinga mereka, mereka berempat menatap adan lima polis yang sedang menodongkan senjata api kepada mereka.
Tapi saat mereka ingin diringkus para polisi, joh dan jeck melawan begitupun dengan ami dan lufi dengan sangat menyesal salah satu polisi menembak betis joh, jeck, ami dan lufi.
Saat mereka terjatuh baru empat polisi itu meringkus ke empat penyusup itu. Para pengawal dan pelayan hanya melihat mereka ditangkap tanpa tau alasan nya.
Polisi datang bersama Dyah ke mansion, jadi tidak ada yang berani bertanya kepada para polisi datang ke mansion. Dyah memang sudah memangil polisi sejak ke dua anak nya masuk lift.
Dyah bergerak saat melihat layar tablet nya memperlihatkan empat penyusup itu masuk kedalam kamar.
Polisi dan penyusup sudah turun dari lantai tiga mereka mendekat ke arah Dyah yang sedang duduk manis di sofa ruang tamu.
__ADS_1
Dyah mendekat ke arah polisi dan siapa sangka Dyah menampar keempat orang itu didepan polisi. "Kalian masih memiliki keluarga jadi saya menyerahkan kalian ke polisi, andai kalian tidak punya keluarga aku sudah melenyapkan kalian dengan tangan ku sendiri"
Setelah mengatakan semua kesalahannya Dyah menyuruh kelima polisi itu membawa mereka berempat. Setelah Dyah berterima kasih kepada polisi yang sudah membantu nya.