
Setelah kegiatan panas yang dilakukan Nisa dan Dion mereka memandikan twins bersama. setelah mereka memandikan Aura dan Aula, Dion mendapat telpon dari Anak buah nya yang ditugaskan untuk mencari keberadaan Serly.
Anak buah Dion sudah menemukan Serly dan juga sudah menangkap nya, sekarang Serly sudah ada di markas. Serly yang ada dipenjara markas pun terus berteriak histeris ingin dibebaskan.
Serly tidak sendiri di tahan dia juga bersama Pria yang membantu nya selama ini, Serly ditangkap saat ingin keluar dari apartemen nya bersama Pria sewakan nya.
Serly yang tidak terima di terus berteriak sampai malam tiba dia terus berteriak, seakan stok bicara nya masih menumpuk banyak.
"Sialan lepasin aku berengsek!!"
"Siapa yang nyuruh kalian menangkap aku???"
"Lepas"
Dan masih banyak lagi teriakan teriakan Serly didalam jeruji besi yang ada di markas, Serly terus berteriak. Sampai akhirnya ada sepuluh penjaga yang datang mendekat.
Mereka membuka pintu besi yang mengurung Celina, mereka mendekat ke ara Celina. Celina yang merasa aneh pun mudur mudur sampai dia tidak bisa mundur karena ada yang dinding dibelakang nya.
Mereka membawa Celina keluar dari sana, Celina memberontak tidak ingin dibawa oleh mereka semua. Celina takut akan dibunuh oleh mereka.
"Lepasin aku sialan"
"Kalian mu bawa aku ke mana???"
"Bersenang senang" jawab salah satu anak buah Dion
Setelah mendengar jawaban salah satu teman nya anak buah Dion tertawa. Mereka memasukan Serly kedalam kamar yang minim penerangan.
Dua anak buah Dion mendorong Serly ke atas ranjang, ada yang membuka pakaian Serly secara paksa. tentu saja Serly memberontak.
"Kalian mau apa??"
"Bersenang senang"
"Bos kita keluar dulu, satu satu sajalah"
"Baik lha" mereka memanggil salah satu dari mereka bos, dia adalah pimpinan di setiap anak buah Dion
Serly digilir sepuluh orang sekaligus. " Cih ternyata benar apa yang dibilang bos dia sudah tidak segel, dan benar seperti nya banyak yang memakai dia"
"Kamu bilang nona kami murahan ternyata kamu yang murahan"
"Murahan teriak murahan"
"Dasar wanita sinting"
Banyak sekali cemoohan yang didapat dari para pengawal Dion saat tau kalau Serly tidak lagi segel.
Sedangkan Serly kelelahan di atas ranjang, bayangkan saja sepuluh orang yang menguasai serly. Tapi Serly masih bisa mendengar apa yang mereka ucapakan mereka menyebut nona.
"Si-a-pa no-na ka-li-an???" di sisa tenaga Serly dia menanyakan siapa nona mereka.
"Nona muda Alexander"
__ADS_1
Mendengar marga yang mereka katakan membuat Serly sangat marah, Serly bangun memunguti semua pakaian yang ada dilantai. Bangun lalu mencari apa saja yang bisa melawan mereka semua.
Serly menemukan katu balok yang ada di ujung kamar, Serly mengambil kayu itu siap untuk memukul semua anak buah Dion, tapi sepuluh orang itu yang menyadari akan adanya bahaya mereka berbalik dan benar saja Serly sudah mengangkat kayu siap untuk mengayunkan kepada mereka.
Dengan muda Serly dilumpuhkan, bagaimana tidak muda dilumpuhkan, Serly perempuan lemah dan lawan nya sepuluh orang berbadan kekar dan tegap. Orang terlatih apa lagi yang melati langsung ketua mereka Erick.
Meninggalkan Serly dan ank buah Dion, Di mansion Erick tengah heboh karena kepulangan Kiya dan dia laki laki berbeda usia dan mereka membawa kabar bahagia.
"Sayang kamu tidak membohongi mommy kan???"
"No mom"
"Kamu hamil???"
"Iya mom, cuma satu saja"
"Tidak apa apa sayang berarti kamu dipercaya hanya satu dulu, karena kegiatan kamu banyak mulai dari kuliah dan usaha kamu yang semakin berkembang"
"Apa ada apa kalian terlihat bahagia sekali???" Suara Dion yang baru saja keluar dari dalam lift bersama Nisa dan twins.
"Adik kamu hamil nak"
"Siapa Fani hamil?? yang benar saja mom" Dion sengaja menggoda Fani yang tengah berdebat dengan Erick karena Fani mencium dan memeluk Dyah sebelum Erick.
"Sialan, bukan gue tapi Kiya sialan"
"Oh aku kira kamu adik ku yang tampan"
Nisa memeluk Kiya mencium Kiya dengan sayang, Nisa sangat senang sebentar lagi dia akan memiliki keponakan.
"Kamu jaga baik baik yah, aku kan bantu apa pun yang kamu butuhkan"
"Kakak jangan khawatir di sini bukan hanya ada kakak ada mommy, kakak fokus sama twins saja"
Nisa mengusap lembut rambut Nisa, setelah itu Nisa duduk di sofa melihat Erick dan Fani berdebat. Mereka selalu saja membuat mansion heboh.
"Kamu mencuri istri daddy"
"Dan daddy tadi mencuri istri ku"
"Istri kamu yang mau dekat dengan daddy"
"Aku enggak mau dad"
"Kamu"
"Daddy"
"boy"
"Daddy"
"Stop!!!!!!!!" pekik Dyah berhasil membuat kedua laki laki yang sendang berdebat diam, menutup mulut mereka dengan saling pandang dengan tatapan tajam.
__ADS_1
"Kenapa mata nya???"
Tidak ada yang menjawab pertanyaan Dyah mereka berdua diam, menatap Dyah yang sudah berkacak pinggang di samping didepan mereka.
"Oh enggak ada yang mau menjawab baik, Nisa ambilkan mommy pisau. Biar mama congkel mata daddy kan Fani"
"Mom"
"Akhir nya bicara kalian berdua, kalian selalu berdebat yang tidak penting bikin pusing saja kalian ini"
"Putra mommy yang memulai"
"Daddy yang memulai mom"
"kamu"
"Daddy"
"Diam"
Dyah duduk di sofa yang ada di ruang keluarga, dengan memijat pangkal hidung nya yang terasa pusing melihat anak dan Daddy nya.
Dyah menatap dua laki laki yang ada di depan nya dengan sangat tajam, bagaikan ingin menerkam kedua laki laki itu.
"Baikan"
"Dia dulu lah mom kan daddy yang lebih tua"
"Mana ada dad sama saja"
"Baikan" dengan suara yang di tekan.
"Maafkan Fani, maafkan Daddy" ucap mereka dengan sangat kompak.
Nisa dan Kiya terkekeh melihat tingkah Fani dan Erick, mereka selalu berdebat tapi saling menyayangi.
Dyah akhir nya mendengar mereka saling baikan, sungguh kepalanya ingin meledak saat anak dan daddy yang berdebat. Bukan dengan Fani saja Erick cemburu tapi kepada dua anak kandung nya. Malah Erick semakin posesif saat Dion yang ada di dekat Dyah.
"Mom lupakan mereka berdua, apa kita tidak merayakan kebahagian kita"
"Kamu benar nak, gimana kalau besok kita makan malam di luar buat merayakan kebahagian yang baru saja datang ke keluarga kita"
"Siap ibu negara" Semua oreng yang ada diruang tamu hormat kepada Dyah termasuk Vino yang baru pulang. Dengan mendekat ke arah mereka.
"Kamu tau nak???"
"Tau karena Kiya memberi tahu ku sebelum pulang"
"Ah jadi kita hanya perlu merayakan kebahagian ini, karena sebentar lagi keluarga kita bertambah"
"Yah sudah kita makan malam dulu sebelum menceritakan akhir akhir ini"
Mereka semua meninggalkan ruang keluarga dan berjalan ke ruang makan, yang dimeja sudah banyak sekali makanan yang sudah disediakan dia untuk menyambut anak dan suami nya pulang.
__ADS_1