
Makan pagi ini terasa berbeda dengan biasannya jika biasanya ada Dion dan Nisa sekarang mereka berdua belum turun.
Dyah dan Erick tidak berminat untuk membangunkan mereka. Dyah yakin Dion sudah mencetak Gol malam tadi.
"Mom, tumben sekali kakak tidak turun yah apa mereka masih tidur??? " tanya Kiya
"Biar kan mereka tidur, biar mommy dan daddy cepat memiliki cucu" Dyah menyahut dengan mengoles selai coklat di roti yang dia pegang, Roti untuk Erick .
"Apa boleh tidak ikut sarapan mom, kalau gitu aku juga kapan kapan tidak iku sarapan??? " Kiya dengan polosnya
"Kamu tidak boleh, ini khusu yang sudah menikah seperti kakak kamu " kesal Dyah dengan putrinya yang ingin tidak ikut sarapan .
"Oh jadi nanti Kiya saat sudah menikah juga boleh mom??? " masih dengan celotehan polosnya
"Sudah makan jangan makan dengan mengunyah nanti tersedak dan iyah nanti ijinkan kalau kamu sudah menikah " Dyah
Pasangan pengantin baru itu masih belum bangun dari tidurnya. Mereka baru tidur menjelang pagi tadi, Dion menggempur Nisa sampai dini hari.
Di tempat lain Serly seperti orang gila minum minum tidak ingin keluar rumah, Serly berada di apartemen nya yang dia beli saat dirinya tidak pulang ke mansion. Bau menyengat , botol yang berserakan, teman teman Serly sangat perihatin dengan ke adakan Serly.
Sejak kemari dia hanya minum tak menyentuh makanan apa pun. Indah dan Heni hanya bisa melihat Serly tanpa membantu, karena mereka takut dengan Serly jika didekati akan mengamuk seperti orang kesurupan.
"Gimana nih Hen cari cara buat Serly berhenti minum bisa metong itu anak!!!! Indah menatap Heni dengan wajah bingung nya
"Aku juga kagak tau gimana bikin itu Serly berhenti minum" Heni dengan kebingungan nya
"Kenapa kamu memilihi perempuan miskin itu Dion, kenapa??? Apa kurang nya aku, aku cantik , modis , kurang apa coba"
"Aku cinta kamu Dion, sayang kamu sejak dulu dan kamu malah pergi dengan perempuan sialan itu" Rancu Serly dengan menangis
"Ser" Indah memanggil Serly
"Indah, liat Dion sih pangeran tampan dengan sih miskin jelek itu" Serly mengadukan seperti anak kecil yang berantem
"Yah kita tau tapi apa kami bisa mendekat, aku capek berdiri di sini Ser dari tadi " Indah mencoba pelan pelan agar serly mau didekati lalu membujuknya berhenti minum.
"Duduk saja kenapa kalian ada di sana???" Serly bertanya seakan tidak ingat bawah tadi mengamuk saat didekati. Tanpa menjawab mereka mendekat dan duduk di sofa.
__ADS_1
Mereka melihat keadaan Serly yang dibilang tidak dalam keadaan baik baik saja. Penampilan yang acak acakan, rambut mengembang bak seekor singa, baju lecet make up yang berantakan, terlihat seperti orang gila. Duduk selonjor di dingin nya lantai apartemen.
Kembali ke pasangan pengantin baru, Nisa yang bangun lebih dulu karena merasakan perutnya yang lapar , Ehemmm , Nisa menggeliat dengan meringis sakit , gimana tidak sakit coba kemarin gol.
" Emmm badan aku sakit semua malah itu aku sakit, mending aku mandi berendam pakai air hangat mumpung mas Dion masih mandi" Lirih Nisa
Nisa menyibak selimut yang menutupi tubuhnya yang polos, lalu bergerak pelan agar tidak membangunkan suaminya yang sedang tidur, dengan sangat pelan dan meringis sakit Nisa berjalan ke kamar mandi dengan tubuh polos nya dan jalan seperti orang yang habis sunat.
Didalam kamar mandi Nisa mengisi bak mandi dengan air hangat, setelah itu memberi sabun Nisa masuk dan mulai berendam. Nisa menikmati air hangat yang menjalar ditubuh nya sangat nyaman
" Hemm nyaman sekali " Lirih Nisa
Nisa memejam kan mata nya, sekilat gimana kejadian semalam melintas di kepalanya yang berhasil membuat kedua pipi nisa memerah seperti tomat.
Setelah menghabiskan puluhan menit dikamar mandi kini nisa sudah dengan setelan daster di rumah, menyisir rambut panjang nya didepan cermin rias dikamar Dion yang sekarang beralih menjadi kamar tidurnya juga .
Dion meraba raba sebelah nya yang tidak menemukan Nisa, Dion bangun dari tidurnya lalu memanggil nama Nisa dengan mata yang masih belum terbuka lebar.
"Nisa , kamu dimana sayang???" Dion memanggil dengan suara serak khas Dion
" Iyah mas kenapa???" tanya Nisa
Dion membuka matanya, menatap Nisa yang sedang duduk di kursi meja rias. Yang sudah mandi sekarang menyisir rambutnya, Dion mendekat ke arah nisa dengan tubuh polos nya , Dion lupa kalau dirinya tidak memakai apa pun .
Nisa yang masih duduk di kursi meja rias pun terkejut saat Dion berada dibelakang nya tidak menggunakan apa pun, apa lagi sih jojon berdiri tegak. Nisa mengingat kejadian semalam karena kaget melihat sih jojon yang sangat besar dan panjang. Membuat kedua pipi Nisa memerah bukan hanya pipi panas nya menjalar sampai ke telinga.
Dion yang masih belum sadar pun terus mendekat ke arah Nisa lalu mencium pucuk kepala Nisa .
" Pagi sayang " dion dengan mengecup kening Nisa lalu bibir Nisa .
" Gemmm , mas " Nisa berbatuk singkat ingin mengatakan pun sangat malu.
"Kenapa sayang???" tanya Dion yang belum sadar
" Itu , apa yah em itu kamu mas " Nisa bingung
" Apa sih sayang??? kamu yang jelas biar aku paham sayang, terus kenapa pipi sama telinga kamu merah gitu, kamu sakit ??? Dion menempelkan telapak tangan nya di kening Nisa
__ADS_1
" Kamu tidak panas sayang " Dion
" Gem , aku tidak sakit mas . Tapi itu " Nisa menunjuk kebawa, Dion mengikuti apa yang Nisa tunjuk dibawah sana. Dion baru sadar kalau dirinya telanjang bulat. Mata Dion melotot melihat penampilannya dan sih jojon pun sedang tegang, Aneh aneh saja Dion ini masak tidak berasa sih jojon lagi tegang
" Gem , tidak apa apa kamu kan sudah melihat nya kemarin malam sayang, sekarang melihat lagi kan tidak apa apa " Dion menetral rasa malu dengan mengingatkan Nisa kalau kemarin malam sudah melihat semua .
" Sudah lah mas lebih baik kamu mandi sekarang " Nisa menyuruh Dion dengan degup jantung yang tidak baik baik saja. Nisa kan perempuan polos yang baru tau kemarin melihat semua itu .
Dion terkekeh melihat tingkah Nisa saat melihat sih jojon , Dion mencium kening nisa kembali sebelum melangka meninggalkan Nisa dimeja Rias.
Dion masuk ke kamar mandi, sedang kan Nisa beranjak dari duduk nya masuk kedalam walk in closet, mengambil baju untuk Dion pakai, setelah itu Nisa duduk di tepian ranjang memainkan ponsel nya terbilang sangat biasa, Membuka sosial medianya.
Dion keluar kamar mandi melihat istrinya bermain ponsel ditangannya . Fokus Dion di benda pipi yang jauh dari kata bagus , Dion baru sadar kalau ponsel istrinya tidak sama dengan yang dia pakai .
Setelah puas melihat Nisa ralat ponsel Nisa dion masuk ke dalam walk in closet .
Setelah Dion berganti baju, Dion mengajak sarapan karena Nisa belum sarapan, Nisa juga sengaja menunggu suaminya mandi.
"Sayang, ayo makan siang kamu kan tadi pagi tidak sarapan" Dyah dengan suaminya yang kebetulan sedang makan siang.
"Iyah mom , maaf Nisa bangun nya sangat telat " Nisa dengan menunduk takut Dyah marah
"Mommy perna muda sayang jadi mengerti " jawab Dyah
" Nisa , emm apa mommy boleh bertanya??? " tanya Dyah
" Apa mom??? " Nisa
" Kamu ingin punya anak berapa??? " tanya Dyah
" Em dikasih nya mom " tanya Nisa seadanya dikasih nya berapa udah ada yang ngatur yah itu autor hehehe
"Kalau aku ingin 3 anak kembar Mom " saut dion yang sedang menyuapkan nasi ke mulut nya
Semua mata menoleh ke dion yang . Yang di tatap tidak merasa bersalah sama sekali .
Makan siang harini dengan membahas anak yang ingin mereka miliki
__ADS_1