CEO DINGIN MILIKKU

CEO DINGIN MILIKKU
SAYANG


__ADS_3

Jam pelajaran sudah berakhir para murid berhamburan keluar kelas untuk pulang ada yang melanjutkan kegiatan sekolah ada juga yang mau makan di kantin terlebih dahulu, seperti saat ini Aura dan Aula berjalan berdua turun ke lantai satu dengan Aula menyapa siapa saja yang dia kenal, sikap rama nya yang menuruni Nisa dan Aula menuruni sikap Dion cuek, dingin, datar.


Aula dan Aura berjalan ke luar gedung sekolah mereka melihat banyak murid yang berkumpul entah apa yang mereka kerumuni. Aula dan Aura semakin mendekat ke arah kerumunan murid, Aula yang kepo pun membelah para murid yang berkerumun. "Kakak"


"Nona kecil tolong lah saya, mereka tidak mau membiarkan saya pergi"


Aura yang berdiri di belakang kerumunan, mendengar Aula memanggil kakak tentu saja Aura tau siapa yang Aula panggil kakak selain diri nya, Aura juga mendengar suara pria yang dia sangat kenal, yang tadi pagi mengantar nya sekolah.


"Hey kalian semua bubar!!!!!"


Bubar bubar bubar..


"Aula apa kamu kenapa mengusir kami?? Kamu saja yang pergi"


"Kalina tidak tau nya kalau dia ini pawangnya sih kulkas"


Para murid mencerna apa yang di katakan oleh Aula. "Maksud kamu Aura???"


"Iyah, dia pawang Aura!! Kalian berani dengan sih dingin itu???"


Aula menunjuk kebelakang mereka, dengan serempak mereka menoleh bersama ke belakang. Mereka semua melihat Aura yang ada di belakang mereka dengan melipat ke dua tangan nya di dada, dengan melihat mereka semua dengan sangat dingin.


"Astaga, sejak kapan manusia es ini ada di sini???"


"Ya ampun, aku kayak nya harus pulang. Mami ku sudah menyuruh ku pulang"


"Eh anak konda kan nyokap bokap elo masih ada di luar negeri"


"Ghemm mereka baru pulang!!! aku duluan nya"


Masih banyak lagi murid murid yang beralasan ingin menghindar dari tatapan Aura yang seperti ingin menguliti mereka semua dengan hanya menatap nya saja. Setelah semua murid pergi dari hadapan Aura, Aura mendekat ke arah David yang tengah berdiri di samping Aula.


"Kalau mau tebar pesona jangan di sini"


"Au, jangan salah paham aku tadi ingin menjemput kamu"


"Mau menjemput kenapa juga harus keluar dari dalam mobil???"


"Aku, aku tadi hanya mau menunggu kamu saja, tidak tau kalau mereka akan berbondong bondong datang menghampiri ku"

__ADS_1


Aula melihat perdebatan antara kakak nya dengan pengawal dan juga guru musik nya, jika Aula yang berbicara Aula menatap Aura, jika David yang berbicara maka Aula menatap David begitu terus sejak 15 menit yang lalu melihat perdebatan kakak dan pengawal nya.


Aula yang kesal menjadi kambing congek di antara mereka memilih untuk meninggalkan mereka berdua, Aulan berjalan mendekat ke arah mobil nya yang sudah terparkir sendiri, di parkiran khusus mobil. Aura masuk ke dalam mobil nya setelah itu Aula meninggalkan perkiraan sekolah untuk pulang ke Mansion. Meninggalkan pasangan yang tengah bertengkar.


"Alasan saja kamu kak!! Menjemput di dalam mobil kan bisa"


"Iyah lain kali aku tidak akan keluar Au"


"Itu lebih baik dari pada harus keluar memamerkan wajah jelek kakak"


"Ghemm!!!"


"Kenapa tidak terima??? Itu kenyataan nya kalau kakak itu jelek"


David hanya bisa menghela napas lelah mendengar semua apa yang di katakan Aura, di bukan nya marah tapi malah membuat David gemas dan ingin mencubit gemas kedua pipi Aura, yang sedari tadi mengatai nya jelek.


"Tidak, mana ada aku tidak terima"


"Lalu kenapa???"


David dengan gemas mencubit pelan pipi Aura, lalu membawa Aura untuk mendekat ke arah pintu mobil, David membuka pintu mobil dan mempersilakan Aura masuk ke dalam mobil nya. Aura dengan sangat kesal masuk ke dalam mobil David karena hari sudah semakin sore.


David bingung apa Aura masih marah dengan kejadian tadi di sekolah atau tidak pasal nya Aura sangat diam sedari tadi sejak keluar area sekolah. "Aura"


"Hemmm"


"Kamu masih marah sayang???"


Bluss....


Kedua pipi Aura memerah mendengar panggilan David untuk nya, pasal nya David tidak perna memanggil nya Sayang. Karena ini baru pertama kali nya David memanggil nya sayang, panggilan nama saja kalau bukan Aura yang memaksa David akan memanggil Nona kecil.


"Sayang"


Pipi Aura semakin panas mendengar panggilan David, kini bukan hanya pipi melainkan dengan telinga Aura yang juga memerah karena panggilan Manis dari David.


"Aku tidak Marah"


"Benar kah???"

__ADS_1


"Hemm"


"Baiklah sayang"


Aura semakin memaling kan wajah nya dengan menghadap keluar jendela, memalui kaca jendela pintu mobil, Sedangkan David kini tidak lagi bertanya karena dirinya mobil nya sudah memasuki gerbang Mansion Dion. David turun berlari ke sisi mobil, membuka pintu mobil untuk Aura, Aura keluar dari dalam mobil.


"Aura, aku kembali ke Markas dulu"


"Hemmm, hati-hati"


"Iyah, kamu masuk dulu nanti aku pergi dari sini setelah memastikan kamu masuk ke dalam dengan selamat"


"Hemmm"


Aura berbalik lalu berjalan ke arah pintu Mansion, Aura masuk ke dalam Mansion setelah Aura masuk David meninggalkan Mansion Dion kembali ke Markas.


Aura berjalan semakin masuk ke dalam Mansion dia masuk ke dalam lift menuju lantai dua di mana kamar nya dengan adik adik nya. Aura keluar dari dalam lift berjalan ke arah pintu kamar nya, saat ingin membuka pintu kamar Aura mendengar suara yang dia kenal memanggil nya, Aura urung kan membuka pintu kamar nya, dia berbalik melihat Dyah ada di belakang nya.


"Kenapa Oma???"


"Oma kesepian di Mansion mangkanya mencari cucu Oma"


"Aku akan menemani Oma setelah aku bersih-bersih Oma"


"Iyan sayang, Oma tidak melihat Mobil kamu atau Aula di depan nak????"


"Aku pulang dengan kak David Oma, kalau Aula, Aura tidak tau kemana dia" Aura berbicara dengan mengajak Omah nya masuk ke dalam kamar nya


"Apa ada perkembangan hubungan kamu dengan David Nak???"


"Apa maksud Oma???"


"Kamu yang tau!!"


"Aku mandi dulu Oma" Aura masuk ke dalam kamar mandi menghindari pertanyaan yang sulit untuk Aura jawab pasal nya Aura belum tau bagaimana hubungan nya dengan David.


Aura sudah menyelesaikan acara mandi nya, dia keluar dari dalam kamar mandi lalu masuk ke dalam ruangan yang ada di samping kamar mandi, setelah lima menit Aura keluar dari dalam Walk in closet menghampiri Dyah yang duduk di Sofa kamar nya.


Aura duduk di samping Dyah lalu merebahkan kepalanya di pangkuan Dyah, Dyah mengusap lembut kepala cucu nya dengan sangat sayang, Aura yang merasa nyaman akhir nya mencoba bercerita tentang dirinya dengan David, Sedangkan Dyan mendengarkan semua curhatan cucu nya, setelah itu Dyah memberi saran kepada sang cucu agar tidak salah jalan.

__ADS_1


__ADS_2