
"Gila tuh perempuan masak sama bos model kayak gitu kak" ucap Aula dengan menatap Aura yang ada di samping nya.
"Hemm, itu karyawan kak David!! Aku mah enggak peduli aku suru dia kemarin pakai pakaian bener malah semakin enggak benar kayak nya dia emang gila" ucap Aula yang tengah fokus dengan santai nya dengan menatap tajam David.
"Apa, mungkin kak David suka yang begituan??" Aula semakin membuat kompor di kekesalan Aura.
"Yah dia mantan kak David"
"Apa nanti ada kisah CLBK. Cinta Lama Bisa Kembali,, Heak heak"
David yang ada di kursi nya menatap adik ipar nya dengan sangat kesal, bagaimana dia malah kompor di hubungan nya dengan kakak nya. "Sialan kamu, malah manas manasin"
Aula tersenyum miring mendengar kata kata David, Aula semakin gencar menggoda sanga kakak ipar. "Kak, kakak mau kembali sama pepaya gantung??" Aura bertanya tanpa menoleh kearah David Aura masih sibuk melihat email di tablet nya.
"Jangan percaya dengan Aula sayang aku hanya mencintai kamu dalam hidup ini sayang"
"Benarkah kalau gitu pecat perempuan enggak sopan tadi kak" pinta Aura yang memang benar ada nya mana ada karyawan sangat berani kepada bos nya.
"Baik lah sayang aku akan memecat Kristin"
"Hemmm"
David langsung menghubungi pihak HRD untuk membuat surat pengunduran diri untuk Kristin, David enggak mau sampai kalau Aura mengira kalau dirinya masih mencintai Kristin.
"Hemmz, aku kira enggak berani kak"
"Iyah berani, orang aku cinta nya sama Aura saja"
"Heak heak"
"Sudah lah lelah aku dengan kamu Au, di mana Arion!! Kenapa lama sekali?? Aku sudah berjamur tau tidak"
"Dia masih ada di kantor, ada meeting"
"Emmm"
Aura dan Aula sibuk berbelanja makanan yang akan dia beli untuk di makan di ruangan David saat nanti membahas kejadian dia mana Aula di serang oleh seseorang yang mungkin Aula sendiri sudah tau.
Tidak lama suara pintu ruangan David di ketuk, David, Aura dan Aula menatap pintu yang terbuka. mereka berharap kalau yang datang Arion dan benar saja yang datang Arion.
"Selamat siang"
"Hemm"
"Siang"
"Kenapa lama sekali yank??? Apa dia sangat cantik menjadikan kamu berlama lama"
__ADS_1
"Hehehe... Dia hati aku cuma kamu yang paling cantik" Arion mencium kening Aula.
"Kamu baut bibir sih pirang diam bikin pusing aja sedari tadi"
"Kenapa??"
"Tanya aja sama tunangan kamu"
Arion menatap Aula yang cengengesan di sofa ruangan David, Aulan menjelaskan kalau dirinya habis menjuliti karyawan David, sampai Aura meminta David untuk memecat karyawan David.
Saat Aula tengah bercerita kepada Arion, Arion sendiri selalu mendengarkan Cerita Aula. Pintu ruangan David dibuka dengan sangat kasar dari luar ruangan.
Brakkk...
"Anjir"
"Sialan"
Hanya dua pria yang masih setia mempertahankan wajah datar nya, walau mereka sebenarnya terkejut oleh suara pintu yang bertabrakan dengan dinding.
Kristin masuk ke dalam ruangan David, Kristin mendekat kearah David dengan sangat kesal. "Vid kamu apa apaan sih main mecat aku, aku kan enggak salah apa apa" kesal Kristin yang tidak terima kalau dirinya di pecat David
"Kamu tanya apa salah kamu, kamu saja sudah berani di sini kepada istri saya" kesal David
"Tapi itu kan emang istri kamu saja yang terlalu ikut campur di sini, kamu kan bos nya Vid"
Kristin terus marah marah di ruangan David, setelah marah marah dengan David, Kristin mendekat kearah Aula dan Aura, Kristin memaki maki Aula dan Aura dengan kata kata enggak pantas di lontarkan.
Kristin tidak hanya **** Aula dan Aura, Kristin juga menghina Aura, mengatakan Aura menjual tubuh nya kepada David, Mengatakan kalau Aura Ja****ng yang menyamar.
David yang mendengar perkataan Kristin sangat geram, Aula memberi kode agar David menyimak nya. Mendengarkan kemarahan Kristin dengan sangat setia.
Dengan tanpa aba aba Aura melempar pisau kecil yang ada di atas meja, pisau yang Aura keluarkan saat Kristin tengah marah marah dengan David.
Syeet Srettt....
Ahhhh
Pisau kecil itu menggores pipi kiri Kristin, Darah segar membasahi pipi kiri Kristin begitupun dengan tangan nya. "Kamu akan aku laporkan polisi"
"Hahahahaha.... Kamu mau panggil polisi hahahh, Sebelum kamu keluar dari sini kamu sudah aku kirim ke neraka hahahah" Aura mengatakan dengan Aura yang sangat berbeda dari sebelum saat hamil, Aura nya sangat dingin. David dengan Arion saja merinding mendengar nya.
"Dasar perempuan gila, enggak waras" pekik Kristin.
"Hahahah, kalau kamu tau gila kenapa kamu berani sama aku"
Syeeet shrekkk.
__ADS_1
Pisau kecil kembali mengukir pipi kanan Kristin, kedua pipi nya berdarah, Kristin mulai histeris seperti orang gila. Aura yang mendekat kearah Kristin, Aura mencengkram ke dua pipi Kristin dengan sangat erat, Darah segar mengalir ke tangan Aura.
"Gue beri tahu elo siapa gue sebelum elo gue kirim ke neraka tante, nama gue Maura Alexander"
Kristin terkejut mendengar nama Aura, Kristin mencoba melepaskan tangan Aura dari kedua pipi nya. "Ampuni saya"
"Yah aku akan akan mengampuni kamu dan akan memberi kamu kenikmatan dunia" Lirih Aura dengan menatap sinis Kristin.
"Kak, suru orang buat antar dia ke dokter dan bawa ke markas"
Satu jam sudah dari kepergian Kristin kini Aula, Aura dan dua pria membahas orang yang telah menyerangnya kemarin saat ada di kampus. "Aku curiga dia, sih gila kurang ajar itu"
Arion menatap tunangan nya dengan satu alis terangkat. "Siapa maksud kamu sayang???"
"Master gila, teman bisnis Daddy"
"Maksud kamu Wahyu???" Aura memastikan
"Siapa lagi??"
"Dia kan suka sama kamu tapi kenapa nyerang kamu???"
"Dia memusuhi Leon king"
Aula menjelaskan kalau dia anak buah nya tidak tau kalau aku yang menjadi target, kalau dia tau mana mungkin akan menyerang nya, dia bisa di babat habis oleh Dion karena kartu As nya ada di Dion.
Mendengar apa yang di katakan oleh Aula, Arion sangat kesal pasal nya Aula ada yang menyukai nya selain dirinya. Arion enggak mau kalau samapi Aula di sukai pria lain selain dirinya.
"Udah pembahasan nya sampai sini saja, ada yang ingin meledak di sini"
"Hah, apa ada bom kak di sini??" tanya Aula kepada Aura yang ada di samping nya.
"Yah ada bom yang akan membabat habis Master"
"Hah????" Aula mencerna kata kata kakak nya lalu dia menatap Arion yang kini wajah nya sudah memerah menahan marah.
"Kamu kenapa yank, wajah kamu memerah kamu sakit, perlu aku bantu menyembuhkan??" Aula bertanya dengan raut khawatir
"Iyah, panggilkan dia dokter saja" ucap David
"Aku kan juga dokter kak"
Tanpa aba aba Aula mencium bibir Arion bukan hanya mencium nya tapi juga memakan bibir Arion, Arion melotot saat mendapat serangan dadakan dari Aula.
"Siala, pergi kalian dari sini" David kesal menatap adik ipar nya yang tidak tau tempat
Aula melepas tautan bibir nya, dia menatap David yang masih duduk di kursi nya. "Kakak mengusir ku??"
__ADS_1
"Iyah, sana pergi"
Sedangkan Arion masih memegang bibirnya yang baru saja di cium oleh Aula, Arion tidak menyangka ciuman pertamanya di ambil tiba tiba oleh Aula tunangannya.