
Setelah makan siang mereka pulang ke Mansion dengan David yang pulang ke Mansion orang tuanya sedangkan Aura pulang bersama dengan Dion dan Nisa, David dan Aura sempat ingin pulang bersama tapi Nisa melarang itu dan memaksa Aura pulang bersama nya, tanpa ada penolakan.
Kini keluarga besar sudah berkumpul di ruang keluarga Mansion Dion, Mereka membahas pernikahan yang akan di lakukan besok pagi dan berlanjut resepsi pernikahan.
"Kak, apa beneran mau nikah sama Uncle tua itu" Yasmin memastikan kalau kakak sepupunya mau menikahi David.
"Kenapa??" Aura bertanya dengan satu alis terangkat
"Aku hanya memastikan saja kak"
"Memastikan apa??" Aura semakin penasaran dengan apa yang ada di pikiran Yasmin.
Sedangkan para orang tua dan adik adik Aura hanya menyimak pembicaraan Aura dengan Yasmin sih biang resek.
"Dia kan tua kak, yah aku akui kalau di tampan dan menggoda!! Tapi apa dia kuat di atas ranjang??"
Thek ...
"Aish... Kak kenapa juga kening aku kakak sentil???".
" Masih bertanya??" dengan raut wajah yang kesal bagaimana bisa adik nya ini berbicara hal yang begitu meresahkan.
Vino dan Aurora menghela napas lelah melihat kelakuan putrinya yang terbilang sangat bar bar, mereka tidak menyangka bagaimana putri mereka malah bertanya yang sungguh enggak harus di tanyakan.
"Iyah, iyah kak begitu aja sewot nanti cepat tua baru tau rasa kakak"
"Sudah kamu juga kenapa bertanya yang tidak tidak" Dyah menghentikan pembicaraan yang Aura dan Yasmin yang tidak penting.
"Kok tidak tidak Oma, kan nanti kalau yang tua kuat Ma, aku cari suami yang seperti Uncle David saja" Yasmin mengatakan nya tanpa adanya beban
"Yasmin, kamu saja masih pipis di rok kamu. Sudah mau cari yang seperti Uncle" Maura mengejek Yasmin.
"Kakak, aku sudah besar"
"Besar, besar apanya yang besar??? Orang pendek gini bilang besar"
"Kakak saja yang seperti jerapah"
Akhirnya di Mansion Dion terjadinya perdebatan para Yasmin dan Aula yang tidak mau mengalah, terus saling ejek, para orang tua yang ada di sana merasa kepala mereka berdenyut melihat tingkah Yasmin dan Aula.
"Duk.. Pyar.."
Mendengar suara pukulan dan kaca yang pecah menghentikan perdebatan Yasmin dan Aula yang tengah berceloteh bak tawon. Mereka melihat meja yang terbuat dari kaca kini hancur berserakan di lantai.
Adik adik Aura menatap nya dengan ternganga melihat kaca yang setelah itu menatap tidak percaya kakak nya yang ada di depan mereka. "Kenapa berhenti???"
__ADS_1
"Kak, kamu keluarkan kekuatan kamu kak!!"
"Sungguh miris Mom, meja ini nasib nya"
"Ah sudah lah aku tidak ikut ikutan, hajar aja mereka kak" Febby mengompor kompori
"Diam kau sialan" dengan sangat kompaknya Yasmin dan Aula memaki Febby
"Yasmin, Aula" Suara dingin dan tegas menyapa indra pendengaran mereka berdua, suara yang selalu mampu membuat Aula dan yang lain diam seribu bahasa, Siapa lagi kalau bukan Erick.
Hari semakin sore mereka pulang ke Mansion masing masing untuk membersikan diri mereka sebelum nanti malam akan malam di Mansion kakak tertua mereka, Mereka pulang dengan jalan kaki karena Mansion mereka berjejer.
"Ah lelah sekali aku jalan kaki nanti aku bawa sepeda saja lah" Gerutu Yasmin di selah langkah nya, Vino dan Aurora sangat gemas dengan satu satunya putri mereka.
"Terserah mau saja, kalau perlu kamu bah jet sekalian ke Mansion Uncle kamu" Vino menjawab Putri nya menggerutu.
"Yah Daddy sangat benar sekali, kan sudah lama jet kita tidak dipergunakan" Vino dan Aurora ternganga mendengar Yasmin
...****************...
Waktu berlalu begitu sangat cepat, kini semua keluarga sudah berkumpul dimeja makan untuk melakukan makan malam bersama. dengan masih sama dengan celotehan anak anak di meja makan, yang selalu membuat para orang tua pusing tujuh keliling.
"Ah besok akan aku ajak kak Nopel buat datang ke pesta pernikahan kak Aura" celoteh Febby dengan mengunyah makanan nya.
"Yah kan memang semua anak lulusan tahun sekarang diundang semua sama kak Aura, anak konda"
Parang orang tua geleng geleng melihat tingkah anak anaknya, yang selalu saja ada saja topik yang mereka bahas. kalau bertemu selalu saja membuat keributan, perdebatan kalau tidak ada saja bahan yang di buat ocehan.
"Febb, kalau cari pacar yang tampan jangan yang jelek" ucap Kiya
"Pacar Febby mah jelek Aunty"
"Jangan dengarkan kak Aula Mom, kak Nopel mah tampan, hidung nya mancung, apa lagi dia pintar"
"Besok kenalkan kepada Mommy, Mommy akan menilai dia"
"Ah iyah iyah Mom"
Mereka makan malam dengan canda tawa anak anak, setelah makan malam mereka berkumpul di ruang keluarga saling bercerita satu dengan yang lain.
...****************...
Waktu bahagia yang sudah di tunggu tunggu sejak kemari malam, kini dimana hari pernikahan Aura dengan David, dua mempelai sedang dalam kamar hotel. David yang tidak boleh bertemu dengan Aura setelah makan siang bersama kemarin malam membuat David tidak tenang.
David bisa menemui Aura setelah Aura sudah sah menjadi istrinya, David tidak tenang di dalam kamar hotel dengan sahabat sekaligus tangan kanannya. David mondar mandir di depan sahabat nya sampai dia merasakan pening melihat David.
__ADS_1
"Vid, kamu diam lah aku pusing melihat kamu mondar mandir"
"Aku sangat gugup dan rindu dengan Aura"
"Aku jadi penasaran dengan wanita yang bisa membuat kamu gelisah seperti ini"
"Kamu jangan memandang istriku"
"Lalu kalau tidak di pandang di apakan tuan David"
"Tutup mata kamu, karena dia sangat cantik"
David berceloteh dengan menatap sahabatnya yang selalu bisa dia andalkan. Setelah cukup lama dia dengan Rezza ada didalam kamar hotel Doddy dengan Indah masuk kedalam kamar hotel putra nya untuk turun ke lantai bawa dimana akan di langsungkan akad nikah.
Sedangkan Aura kini tengah gugup di kamar hotel bersama dengan Aula dan Nisa. Nisa menatap Aura dengan sayang, dia merasa kalau waktu begitu sangat cepat, Nisa merasa kalau dia baru saja melahirkan Aura dan Aula. Kini malah sudah menikah.
Sedangkan David di sudah mengucapkan ijab qobul dan di nyatakan sah menjadi suami sah Aura, Aura yang tau kalau dirinya sudah sah menjadi Istri David.
Nisa dan Aula menggandeng Aura keluar kamar hotel, untuk menemui David yang di depan Dion. Dion menatap ketiga perempuan cantik yang tengah berjalan kearahnya.
"Kamu jagan menoleh kebelakang"
"Kenapa memangnya Da-ddy??"
"Dasar menantu sialan"
Adik adik Dion dan kedua orang tuanya tersenyum melihat Dion dan David selalu saja berdebat, tidak saat menjadi bawahan tidak menjadi menantu sama saja selalu berdebat.
Aula dan Nisa membantu Aula duduk di samping David, yang kini menatap Aura tampa berkedip. "Air liur kamu menetes Vid"
"Mengganggu saja kau Dad"
"Maafkan putra kami tuan Alexander" Indah meminta Maaf karena putra nya yang selalu berdebat dengan Dion.
"Tidak apa Nyonya"
"Kenapa Mama minta Maaf sama orang tua ini Ma"
"Shutt David"
"Menantu kurang ajar"
Nisa dan Aura kembali melihat perdebatan Dion dan David. "Dad, Vid kalau kalian masih berdebat Mommy akan usir kalian dari sini"
David dan Dion ternganga mendengar perkataan Nisa yang akan mengusir mereka berdua, sedangkan keluarga besar sudah ingin tertawa ngakak melihat ekspresi Dion dan David.
__ADS_1
Setelah perdebatan Aura dan David bertukar cincin, dan di lanjut resepsi pernikahan mereka berdua. Banyak teman sekolah dan kerabat kalau Aura akan menikah dengan pria yang lebih tua dari nya.