CEO DINGIN MILIKKU

CEO DINGIN MILIKKU
FEBBY


__ADS_3

Di lingkungan sekolah yang sama, di gedung yang sama, di lantai satu di mana kelas satu SMA tengah ribut karena ada adegan pernyataan cinta yang tidak terbalas, Gadis cantik tinggi 165 tengah menatap orang yang berlutut di kaki nya dengan membawah sebuket bunga.


Yuris Febian laki laki tampan yang sudah menyukai Fabby Alexander sejak mereka masih duduk di bangku sekolah menengah pertama, Yuris dengan sangat nekat menyatakan cinta nya kepada Febby.


"Febby Alexander!! Aku mencintai, menyayangi kamu Febb. aku bukan laki laki sempurna seperti yang kamu inginkan tapi aku akan tetap berusaha menjadi yang terbaik untuk kamu, apa kamu mau menerima cintaku???"


Terima, terima, terima


Terima, terima, terima


Terima, terima, terima


Febby melirik Clara yang ada di samping nya menatap sendu Yuris yang menyatakan cintanya kepda Febby, setelah itu di menoleh ke sisi lain yang ada Ciara dia gadis cantik kembaran Clara, Ciara menggelengkan kepala nya pertanda jangan menerima nya. Karena mereka berdua tau selama ini Clara memendam rasa untuk Yuris.


"Maafkan aku aku tidak bisa menerima kamu!!! Sebaiknya kamu mencari perempuan yang selama ini menyukai kamu tapi bukan aku"


Huuuuu


"Tapi kenapa Febb???"


"Ada cinta yang besar buat kamu, dia menunggu kamu tapi kamu enggak perna mau melihat nya"


"Siapa"


Febby melirik Clara tidak mengatakan langsung kepada Yuris yang ada di depan nya yang sudah bangun dari berlutut. "Tapi yang aku cinta kamu Febb, aku mohon jangan terlalu baik dengan orang, jangan terlalu memikirkan orang lain, pikirkan diri kamu"


"Yuris tolong mengerti"


"Aku tau kamu juga mencintai aku Febb" Febby memalingkan wajah nya untuk menghindari tatapan Yuris yang menatap nya dalam.


Sedangkan Ciara menatap sedih teman nya, mereka sudah berteman sangat lama dia juga tidak bisa membiarkan adik nya terluka karena melihat teman nya menjalin kasih dengan orang yang dia cinta.


Sedangkan Febby mencari cela agar bisa menghindari Yuris yang masih menatap nya, dan saat itu Autor lagi baik sama Febby, Febby melihat Noval yang sedang berjalan dengan dua teman teman nya, Noval kakak kelas yang selama ini juga mencintai nya.


"Sayang".


Semua perhatian tertuju kepada orang yang di panggil sayang, di sana hanya ada Noval dengan Leo dan Al mereka bingung siapa yang di panggil sayang oleh Febby, pasal nya selama ini Febby tidak terlihat dekat dengan laki laki di sekolah.


Noval, Leo, dan juga Al bingung siapa yang di panggil sayang oleh Febby, idola di kelas satu. Febby mendekat ke arah Mereka bertiga meninggalkan dua teman nya yang bingung dengan Febby.


"*Kak maaf bantu aku ya**h sekali saja*??? Untuk menjadi pacar pura-pura aku di depan Yuris!!! Kakak mau kan bantu aku"


Febby menatap Noval dengan puppy eyes nya agar Noval luluh dengan nya dan mau membantu nya untuk mengaku menjadi kekasih nya.


"Aku mau kalau kamu benar benar menerima kau jadi kekasih kamu, kalau untuk pura-pura aku enggak mau"


"Kak please lah bantu aku sekali aja"

__ADS_1


"Enggak kamu terlalu membohongi diri kamu sendiri, kamu suka dengan nya tapi kamu enggak mau mengakuinya"


"Maafkan aku kak!!! Yah udah kak aku mau jadi pacar kakak"


"Kamu yakin tidak menyesal???"


"Tidak kak"


Febby dengan tiba-tiba memeluk erat Noval yang ada di depan nya, dia melakukan ini demi Clara dia tidak mau kalau sampai Clara merasakan sakit karena nya, karena menurut nya persahabatan nya lebih penting dari pada cinta nya yang mungkin saja hanya sesaat.


Aura yang baru datang masuk ke dalam gedung itu melihat Noval teman satu kelas nya sedang memeluk erat Febby adik nya, Aura mendekat ke arah mereka berempat dan membubarkan kumpulan siswa siswi yang sedang melihat adegan mereka.


"Lepas"


Suara dingin perempuan yang dia tau kalau itu suara kakak nya Aura, Noval yang belum tau kalau selama ini Aura adik sepupu dari Aura. "Febby"


Febby segera melepaskan pelukannya lalu berbalik menatap kakak nya yang sudah menatap nya sangat dingin, dan itu mampu membuat Febby menjadi salah tingkah sekaligus takut.


"Ka-ka-kakak!! Bukan kan kah kakak tadi berangkat lebih dulu dari ku???"


"Kenapa???"


"Tidak apa-apa kak"


"Kenapa pagi-pagi sudah pelukan???"


Noval dengan ke dua teman nya bingung dengan interaksi Febby dengan teman sekelas mereka yang selalu dingin dengan siapa aja. Noval yang penasaran pun akhir nya bertanya kenapa Aura menatap sangat dingin Febby dan Febby juga takut dengan Aura.


"Aura kanapa kamu seperti itu kepada adik kelas"


"Masuk!!"


"Ah iya aku masuk kak!! Ini seperti nya bel akan berbunyi. Ayo twins kita ke kelas sebelum di terkam kak Aura"


"Febby"


"Ah-ah baik lah kak" mereka bertiga cengengesan menatap Aura yang tau kalau Aura kakak Febby.


"Maaf kak Noval kami pergi dulu nanti kita bertemu di kantin"


"Ah baik lah"


Aura melihat adik nya yang sudah masuk ke dalam kelas lalu melangkah meninggalkan ketiga laki-laki yang kini menatap nya bingung, dia dengan sangat muda mengendalikan Febby yang terkenal sangat dingin selain kepada twin.


Dengan rasa bingung nya Noval dengan yang lain mengikuti Aura untuk masuk ke kelas mereka karena bel sudah berbunyi menandakan jam sudah waktu nya masuk kelas, terdengar bel kembali menandakan jam pertama akan segera di mulai.


Aura duduk di samping adik nya yang tengah ngobrol dengan siswi lain yang ada di belakang nya, Aula yang tau kakak nya sudah datang pun langsung bertanya kenapa baru sampai. "Aku sudah sampai sejak tadi hanya saja aku melihat Noval sedang pulukan dengan Febby"

__ADS_1


"Wah jangan-jangan sih Nopel modusin Febby kak???"


"Jangan mengarang, Febby tidak akan tertipu dengan wajah Noval"


"Emm nanti kita tanya sama dia kak"


"Iyah, sudah jangan berisik bu Lulu sudah masuk kelas"


Jam pertama dan ke dua sudah berakhir begitu sangat cepat, siswa dan siswi saling berhamburan keluar kelas tapi tidak dengan Aura dan Aula yang kini sudah membuka kotak makan mereka, mereka makan dengan lahap. twins memang sangat menyukai masakan Mommy mereka. Twins sudah menghabiskan bekal dan sudah memasukan kembali kotak makan mereka di paper bag mereka setelah selesai twins keluar kelas.


Mereka berjalan ke arah perpustakaan untuk menghabiskan jam istirahat mereka di sana, saat ingin berbelok ke perpustakaan twins melihat Noval dengan Febby sedang berbicara entah apa yang mereka bicarakan. Twins mendekat ke arah mereka berdua.


"Eh bayi ngapain kamu ada di sini dua-duan sama dia???"


Noval dengan Febby menoleh ke arah sumber suara mereka melihat Aura dan Aula yang sedang menatap mereka. Jika Febby kembali salah tingkah berbeda dengan Noval yang menatap twins biasa saja.


"Eh kak twins ada di sini mau ke perpus yah kak"


"Enggak usah yah kamu mengalikan pembicaraan"


"Apa, enggak kak!!"


"Sayang kenapa kamu takut sama mereka??" Noval bertanya kepada Febby dan tidak menghiraukan twins yang ada di depan nya.


"Diam kamu kak"


"Sayang!!"


"Diam"


Novel diam saat sudah mendapat plototan dari Febby, Febby sendiri menatap twins cengengesan dan menggaruk kepala yang tidak gatal. "Sayang apa maksud nya???"


"Dia pacar aku" yang menjawab pertanyaan lembut Aura bukan Febby melainkan Noval.


"Pacar???"


"Kamu pacar dia bayi??"


"Kakak pirang jangan panggil aku bayi"


"Lalu apa???"


"Princess" Febby menjawab dengan mengibaskan rambut nya ke belakang.


"Sudah jawab saja dia pacar kamu!!" Aula bertanya dengan penasaran


"Heheh iya kak"

__ADS_1


Setelah mendapat jawaban dari Febby twin menatap tajam dan dingin Noval yang ada di samping Febby, setelah itu twins pergi dari hadapan mereka, twins berjalan ke arah perpus untuk menghabiskan jam istirahat.


__ADS_2