
Aula jalan diparkiran kampus tanpa adanya Aura atau Arion yang mendampinginya, Aula berjalan terlalu santai tapi tantu saja kepekaan sekitar masih sangat peka. Aula tau sedari dia keluar Mansion kalau ada yang menguntit di belakang nya, entah apa yang di inginkan oleh sih penguntit.
Syeet ... Jleb
Ahhhhh
Terdengar erangan dari belakang tubuh Aula, Aula berbalik dia melihat satu laki yang mengerang tidak jauh dari dirinya, Aula mendekat kearah pria itu. "Ngapain elo ngikutin gue???"
"Bukan urusan elo sialan" pekik orang yang terkena pisau kecil di bahu nya.
"Emm, itu jadi urusan gue, karena elo udah berani ngikutin gue?? Siapa yang nyuruh elo buat ikutin gue??" tanya Aula sekali lagi
"Hahaha, gue enggak akan beri tahu elo" Orang itu bangun dari duduk nya, dia menyerang Aula dengan senjata tajam yang dia sembunyikan di balik bajunya.
Perkelahian mereka menjadi pusat perhatian Mahasiswa yang baru datang maupun yang sudah datang sejak tadi, mereka melihat ngeri Aula yang di serang oleh orang bersenjata tajam..
Syuutt... Jleb..
Ahhhhh
Semua orang ternganga melihat pisau kecil menancap di kening pria yang menyerang Aula, kini orang itu sudah tak bernyawa. Aula menengok kanak kiri dia melihat tunangan nya jalan mendekat kearah nya.
"Sayang apa yang kamu lakukan hah?? Itu bisa membahayakan kamu!! Kenapa kamu tidak langsung bunuh saja???" Suara berat dan dingin menyapa telinga Mahasiswa yang berkumpul untuk melihat Aula yang di serang.
"Hon, kapan kamu pulang sayang??" Aula sengaja mengalikan pembicaraan mereka, agar Arion tidak terus berceloteh bak beo yang belum makan.
Arion akan banyak bicara jika sedang bersama Aula saja, tentu saja kalimat panjang di lontarkan Arion membuat Mahasiswa ternganga, karena mereka selama ini tau kalau Arion sangat irit bicara. Apa lagi membahas yang tidak penting, membahas penting saja sangat irit sekali.
"Selalu saja kamu mengalikan pembicaraan Sayang" kesal Arion menatap tunangan nya.
Aula cengengesan di depan Arion, dia memilih tidak menyahut sebelum mendengar ceramah dari sang tunangan, Apalagi Arion melihat Aula di serang pakai senjata tajam.
"Sudah lah Hon, kamu baru pulang lebih baik kita ke kelas sayang!! Lihat kita sekarang menjadi pusat perhatian" Aula mengatakan dengan nada yang di buat semanja mungkin dengan memeluk lengan Arion.
__ADS_1
Arion menatap sekeliling dan benar saja dia dan Aula menjadi pusat perhatian Mahasiswa yang lain, dengan gerakan cepat Aula melompat ke punggung tunangan nya.
"Yank aku lelah" Manja Aula
"Tidurlah sebentar sayang, nanti kalau sudah sampai kelas aku bangunkan" ucap Arion dengan sangat hangat.
Mahasiswa yang melihat interaksi Aula dengan Arion sangat terkejut, Arion saat berbicara dengan Aula begitu sangat hangat, raut wajah nya pun juga hangat tidak saat berbicara dengan orang lain akan sangat dingin dan sangat irit.
Tentu saja perlakuan Manis Arion menarik perhatian kaum hawa yang merasa iri kepada Aula yang selalu di berlakukan Arion dengan sangat manis, apalagi Arion terlihat sangat memanjakan Aula.
"Tunggu sayang" Aula mencegah Arion yang ingin meninggalkan parkiran.
"kenapa sayang??" tanya Arion dengan menoleh kesamping
"Dia bagaimana Sayang" Aula menunjuk orang yang sudah tidak bernyawa di bawa nya.
"Leon king yang akan mengurus mereka sayang" Lirih Arion.
"Iyah yank".
Ditempat lain seseorang tengah mengeram marah karena usaha nya untuk menyakiti orang kesayangan Arion malah gagal. Dia memandang anak buah nya satu satu. " Kenapa kalian tidak membantu teman kalian sialan, kenapa kalian tidak membunuh nya tadi???"
"Maaf tuan tapi keberadaan kami sudah di ketahui oleh anggota Leon king, jadi tadi yang mengikuti gadis itu salah satu dari kami yang kini sudah terbunuh oleh ketua baru mereka" Lirih anak buah seseorang yang tengah marah di ruang kantor nya.
"Maaf tuan sebaik nya kita jangan mengusik keturunan Alexander, karena selama ini kita berkerja sama dengan tuan Dion"
Wakil Master yang baru datang membawa sebuah berkas ditangannya, yang kini sudah di taruh diatas meja kerja Master. "Maksud kamu apa???"
"Perempuan yang kita incar nyatanya Sih pirang tuan, anak dari taun Dion dan nona Nisa???" jelas wakil Master.
"Apa???" Master sangat terkejut, karena dia baru tau kalau gadis yang dia incar nyatanya bukan gadis sembarangan melainkan sih pirang anak dari Dion.
Master memutar otak agar dia tidak sampai menyakiti anak dari rekan bisnis nya kalau tidak dia akan berurusan dengan dua Mafia yang sangat kejam. "Kita cari jalan lain, jangan sampai kita berurusan dengan Dion. Kita bisa di luluh lantahkan dalam waktu sekejap karena dia punya kartu As kita" Terang Master
__ADS_1
Yah orang yang menyerang Aula adalah musuh dari Leon king, mereka menargetkan kekasih Arion ketua baru dari Leon king. Anak tertua dari Van dengan Princess yang sudah menggantikan Van menjadi ketua Leon king.
Meninggalkan Master yang tengah menyusun rencana di ruang kerja nya, kini di kampus ada enam orang yang tengah makan di kantin kampus. Tripel, Felisa, Aula, dan Yoga menjadi pusat semua orang yang ada di kantin.
Tiga pria berwajah datar, dingin, dan kaku tengah bersikap sangat lembut kepada perempuan yang ada di hadapan mereka. Tidak tau saja kalau mereka tengah membahas hal yang terjadi tadi pagi di parkiran kampus.
"Kakak, kemarin juga ada yang membuntuti kami saat pulang kuliah" Ella memberi tahu kakak nya saat pulang bersama dengan Aula.
"Seperti nya bukan kak Ella yang jadi target kak" Arvin ikut menyahut.
"Apa mungkin kak Aula yang menjadi target" ucap Arvin.
Arion menatap adik perempuan nya, lalu menatap Aula yang masih sangat santai dengan seblak yang ada di depan nya. "Sayang"
"Hemmm"
"Ini kamu lho yang jadi target kenapa kamu sangat santai??"
"Iyah masak aku harus jingkrak jingkrak abang" Aula menatap Arion yang menatap nya dengan kesal.
Huuuufffff
"Kamu selalu saja bersikap santai dan membuat aku ketar ketir" Gerutu Arion menatap calon istrinya.
"Sudah lah yank kan kita mau menikah minggu depan buat slow saja" Ucap Aula kelewat santui.
Lima orang menatap Aula dengan bingung pasal nya Aula seakan tau apa yang akan terjadi selanjut nya. "Apa kamu tau sesuatu sayang???"
"Tidak, yang aku tau seblak yang ada di depan ku" terang Aula yang kembali makan Seblak yang ada di depan nya.
Lima orang itu mendengus menatap Aula yang kembali makan, Ella memberi tau dengan kode kalau sebenarnya Aula tau sesuatu, siapa yang berusaha menyerang nya.
Aura sendiri tengah tersenyum sinis menatap seseorang yang tidak jauh dari meja nya makan. "Gue bakal babat habis anggota elo, karena sudah berani mengusik ketenangan gue" Batin Aula.
__ADS_1