
David membawa Aura ke hotel dimana nantinya akan digunakan untuk pernikahan mereka berdua, David dengan Aura masuk kedalam hotel dan langsung di sambut bunga Mawar merah dan juga Mawar putih.
"Kak, apa ini semua kakak yang merencanakan?? Kakak membuat dekor dengan mawar putih dan Mawar merah??"
"Semua untuk kamu Queen"
Aura memeluk David dengan sangat erat sampai suara berat mengganggu waktu mereka berdua, Aura melepas pelukannya dari David lalu membalikkan badannya, Aura melihat Mommy dan Daddy nya tengah berada didepannya.
"Belum waktunya sayang"
"Waktu apa Dad???"
"Berpelukan"
"Kami hanya pelukan tidak lebih Dad!! tidak mungkin Daddy tidak melakukan nya dengan Mommy dulu"
"Tidak, kami sangat jaga jarak!! Yah kan Mom???"
"Tidak, Daddy kamu menempel bak cicak di dinding"
David dan Aura tertawa mendengar penuturan Nisa yang memang Dion tidak bisa jauh dari Nisa, begitupun sekarang, Dion akan mengikuti kemana saja Nisa pergi.
"Tunggu tunggu!! Mommy dan Daddy ada di sini???"
Aura menghentikan tawanya karena dia merasa yang aneh, Nisa dan Dion berada di hotel. Aura merasa kalau Daddy dan Mommy nya tau semua ini hanya saja menyembunyikan dari dirinya.
"Kenapa sayang???" David menatap Aura dengan bingung
"Mommy dan Daddy kok bisa ada di sini???"
"Mommy dan Daddy melihat dekornya, karena penasaran"
"Jadi Mommy dan Daddy tau kalau kak David menyiapkan ini semua???"
"Tentu saja tau sayang"
"Dan Mommy dan Daddy tidak memberi tau Aura??"
"Ini surprise yang David buat untuk kamu sayang sebelum dia melakukan perjalanan bisnis"
Aura tersenyum bahagia mendengar penuturan Nisa, Aura menatap David dengan pandangan sayang, cinta menjadi satu. Aura kembali memeluk David, David membalas pelukan Aura tidak kalah erat, David juga mencium pucuk kepala Aura.
Setalah saling peluk memeluk, Nisa, Dion, Aura dan David melihat lihat yang sudan jadi 90℅, Aura tampak berbinar melihat dekor yang sesuai dengan keinginan nya. "Sungguh sangat cantik"
"Kamu suka sayang??"
"Sangat suka kak"
"Setelah dari sini kita ke butik sayang, di sana sudah ada Mama dan Papa"
"Iyah kak"
Mereka mengelilingi tempat yang akan menjadi pernikahan Aura dan David, Aura terkadang menyuruh memindahkan bunga yang tidak sesuai dengan yang dia inginkan. Dan merasa kurang cocok untuk dirinya.
__ADS_1
"Kak, apa kau tidak apa apa menyuruh memindahkan barang yeng menurutku tidak cocok???"
"Tentu saja tidak sayang"
"Kamu mau memindah apapun sesuai keinginan kamu"
"Sok sweet kamu Vid"
"Apa Daddy mertua iri dengan ke uwuan kami???" David menggoda Dion calon mertuanya dengan menaik turunkan alisnya.
"Buat apa aku iri dengan pria tua kayak kamu" Dion senyum mengejek David.
"Aku tua tapi mendapatkan remaja"
"Dia, putri ku" Dion tidak mau kalah dengan David.
Mereka berdebat dengan tidak ada yang mau kalah satu dengan yang lain, sehingga membuat Nisa dan Aura kesal dan pusing, Aura menggandeng tangan Nisa mengajak sang Mommy untuk pergi dari sana.
Mereka membawa mobil Dion untuk ke butik dimana kedua orang tua Dion berada, Mereka tidak peduli dengan pria dewasa yang masih tidak sadar umur berdebat di tempat umum tidak ada yang mau mengalah.
"Akhirnya Mom"
"Iyah, kita bisa lepas dari mereka berdua"
"Kenapa mereka suka sekali berdebat Mom"
"Entah lah Mommy tidak tau"
Aura melajukan mobil nya di padatnya jalan dengan pengendara lain, jalanan yang macet membuat Nisa dan Aura sangat bosan, sampai Nisa dan Aura menyalahkan radio yang ada di dalam mobil.
"Aku tau Mom, siapa yang menghubungi kita"
"Tentu saja kedua pria tua itu"
Aura membelokan mobilnya ke parkiran butik milik Dyah, karena Indah sudah sangat berlangganan dengan butik Dyah, yang sekarang berpindah tangan kepada Nisa.
Nisa dan Aura yang kesal karena sedari tadi ponsel mereka terus berdering, Aura dan Nisa sama sama mengangkat telpon dari Dion dan David.
Setelah menjawab mereka langsung mengatakan kalau mereka sudah ada di butik untuk feeting kebaya dan juga Gaun yang akan di gunakan besok. Dua pria itu masuk kedalam mobil David untuk menyusul Nisa dan Aura.
Didalam mobil mereka masih saja berdebat, tidak ada yang mau mengalah. David dan Dion saling menatap sengit satu dengan yang lain. "Kamu menantu durakah"
"Daddy yang durhaka??"
"Kamu"
"Daddy"
"Aku sunggu geli kamu memanggilku Daddy"
"Begitunpun dengan ku!!"
"Kamu jangan memanggil ku Daddy???"
__ADS_1
"Lalu memanggil apa tuan Alex???"
"Itu saja lebih enak di dengar"
"Tapi saya lebih suka memanggil anda Da-ddy"
Mereka terus berdebat sampai mereka sampai di butik Dyah, mereka bedua kekuar saja masih dengan berdebat. Sampai berjalan masuk kedalam butik, David dan Dion terus saja berdebat, seakan mulut mereka bagai mesin yang tidak ada lelahnya.
Nisa, Aura, Indah, Doddy dan Dyah yang melihat mereka berdebat, memandang dengan pandang yang berbeda beda. Indah dan Doddy memandang heran David dan Dion yang terkenal dingin, Nisa dan Aura memandang David dengan Dion sangat kesal, sedangkan Dyah memandang lelah dua putranya. Dyah sudah menganggap David putra nya sendiri karena sangat dekat dengan dia.
Wah semua di anggap anak oleh Dyah, bagaimana kalau ada orang yang pura pura jahat apa masih dianggap anak oleh Dyah wkwkwkwk.
"Apa kalian berdua tidak capek??"
Dua pria matang yang tengah berdebat itu menoleh kearah sumber suara, mereka berdua melihat banyak yang memandang mereka. "Ghemm". Mereka berdua berdahem.
"Mommy" Dion menatap Nisa dengan nyengir kuda
"Sayang" begitupun dengan David yang menatap Aura dengan cengengesan.
Aura dan Nisa menghela napas melihat mereka berdua ingin rasanya mereka di tenggelamkan di laut oleh Nisa dan Aura. "Kak, cepat coba baju kakak" Aura menyuruh David dengan sana lelah.
"Kok hanya aku sayang, kamu tidak??"
"Aku sudah selesai kak sedari tadi"
"Apa, mana bisa sayang"
"Hah!!!"
"Baik lah sayang aku akan mencoba sekarang"
Indah dan Doddy terkekeh melihat kelakuan putar satu satu nya, Mereka tidak menyangka kalau putra mereka bisa bersikap seperti anak kecil kepada calon mantu mereka.
"Mom, mana bajunya???"
David mendekat kearah Dyah yang tengah duduk di sofa yang ada di ruang tunggu, Indah dan Doddy sangat terkejut David memanggil Dyah dengan panggilan Mommy.
"Anak nakal, selalu saja membuat Mommy kesal"
"Itu semua karena Daddy Mom"
"Jangan panggil aku seperti itu geli"
"Da-ddy"
"Kam-"
"Stop!!!"
Nisa menghentikan perdebatan yang akan berujung panjang, David yang melihat Calon mertuanya akan mengeluarkan tanduknya David segera masuk kedalam ruang ganti yang tidak jauh dari sana.
Setelah feeting gaun pengantin, semua keluarga memutuskan untuk makan malam bersama. Nisa menghubungi adik adiknya dan juga menyuruh mereka membawa anak anak untuk makan siang, tentu saja mereka tidak melupakan Erick dengan Aula yang tengah ada di kantor bersama.
__ADS_1
Mereka makan siang dengan kedua keluarga, mereka saling bercerita, tertawa, bersama. Apalagi kehebohan Yasmin dan Maula.