
Dyah melihat menantu nya yang begitu sangat kau, tidak tega. Dyah mendekat ke arah Nisa dan Dion yang ada di kuris taman belakang mansion.
Dion yang melihat ke hadiran ibu nya, Dion menatap ibu nya dengan mata yang berkaca kaca. Dada nya sangat sesak melihat Nisa yang tertekan.
"Cari tangkap dia Dion"
"Mom, aku tidak mau meninggalkan Nisa dengan ke adaan seperti ini"
"Nisa akan aman dengan mommy"
"Atau kamu suru anak buah kamu buat turun mencari wanita sialan itu"
"Mommy benar itu jalan yang terbaik"
"Mommy akan tunjukan bagaimana punya anak tanpa Ayah"
"Maksud mommy???
" Semua mommy yang akan urus"
"Terima kasih mom"
Dyah mendekat ke arah cucu nya anteng didalam box bayi, Aula yang bisanya cerewet kini dia anteng tertidur sangat pulas.
Sedangkan Aura bangun, mungkin dia masih terkejut mendengarkan mommy berteriak tadi, menjadikan Aura belum memejamkan mata nya. Meski begitu Aura tidak menangis untuk minta di gendong.
"Apa Aura sudah minum susu???"
"Sudah nyonya besar"
"Bawa mereka masuk"
"Baik nyo-"
"Tidak jangan dibawa anak ku"
Dyah menatap Nisa yang sedang memberontak diperlukan putra nya, Dion mencoba menenangkan Nisa dengan masih memeluk nya.
Dyah mendekat ke arah Dion dan Nisa. Dyah menatap manik Nisa yang terlihat jelas ketakutan dimata. "Sayang"
Nisa berhenti memberontak saat mendengar suara Dyah yang sangat lembut, Nisa menatap Dyah yang sedang berjalan mendekat ke arah nya dan Dion.
"Mommy" Dengan suara serak nya dan sanga lemah karena terlalu banyak menangis.
"Kamu percaya sama mommy nak???"
Nisa menganggukkan kepala nya menandakan Nisa percaya dengan Dyah mertua nya sekaligus ibu bagi nya.
Dyah memberi kode kepada umi, umi yang mengerti menganggukkan kepala nya. Setelah itu dia membawa twins masuk ke dalam mansion.
"Mommy, dia membawa twins mom. Pasti akan dia membawa kepada Serly mom"
__ADS_1
"Tidak akan sayang percaya dengan mommy, sampai dia berani membawa cucu mommy. Dia akan menanggung kemarahan mommy"
"Tenanglah nak" Dia membelai rambut Nisa dengan sayang, Kini Nisa sudah ada di dalam pelukan Dyah.
"Hiks hiks hiks"
"Aku, lelah mom"
"Mommy tau nak, jadi kamu istirahat yah sayang"
"Tidak mom, aku mau menjaga putri ku"
"Mommy yang akan menjaga nya sayang! Kamu mau yah nak istirahat???"
Nisa menganggukkan kepala nya, Dyah membantu Nisa bangun setelah itu Dyah mengajak Nisa untuk masuk ke dalam mansion. Setelah Nisa dengan Dyah masuk Dion menghubungi anak buah nya untuk mencari Serly.
Setelah memutus sambungan telpon Dion masuk ke dalam mansion, memasuki lift yang ada didekat dapur. Dion naik ke lantai tiga dimana kamar nya dan kamar ke dua anak nya.
Dion keluar dari dalam lift bejalan ke arah kamar nya yang tidak tertutup rapat, Dion masuk melihat Dyah yang mengusap lembut rambut Nisa. Sedangkan Nisa sendiri sudah tertidur.
Dyah yang menyadari Dion masuk ke dalam kamar pun beranjak dari duduk nya, berbalik menatap putra nya yang menatap Nisa yang sudah tertidur pulas.
"Apa aku akan kehilangan cerianya Nisa mom???"
"Tidak jika kamu melenyapkan wanita sialan itu"
"Aku akan melakukan nya mom, tapi bagaimana hubungan kalian dengan ke dua orang tua nya mom???"
"Jika daddy tau bagaimana???"
"Itu urusan mommy, cari buat dia jera sudah main main dengan keluarga kita"
Setelah mengatakan itu Dyah pergi dari kamar Anak anak nya, lalu dia masuk ke dalam kamar twins, Dyah ingin tau apa yang dilalukan baby sister dengan cucu nya.
Dyah mendekat ke arah baby sister yang sedang mengajak bicara Aura dalam gendongan nya, Umi dan Susi tidak tau jika ada Dyah yang masuk kedalam kamar twins.
Dyah memperhatikan ke dua pengasuh twins yang sedang membicarakan twins. Dyah tersenyum mendengar mereka yang gemas dengan cucu nya.
Sedangkan Susi memberi susu kepada Aula di gendongan nya. Susi yang menatap majikan kecil yang sedang meminum susu dengan rasa sedih.
"Um bagaimana mungkin bayi cantik dan imut seperti ini akan disakiti"
"Mungkin dia gila Sus. Aku saja gemas dengan twins ingin sekali aku mencium dan menggigit pipi nya yang cabi tapi sayang aku tidak berani wkwkwk"
"Hahaha"
"Apa dia sudah tidur???" kedua baby sister itu menoleh ke belakang ada Dyah yang sedang mendekat ke arah mereka.
"Maaf nyonya besar, kami tidak bermaksud un-"
"Tidak apa apa, saya malah senang banyak yang sayang dengan twins"
__ADS_1
"Kenapa kalian tidak berani mencium bayi ini kan tidak ada yang tau saat bersama kalian???"
"Tidak nyonya, kami berkerja bukan untuk seenaknya"
"Yah sudah kalau begitu, kalian tinggalkan kami"
"Baik nyonya besar"
Setelah ke dua baby sister itu pergi Dyah mengunci pintu kamar twins menutup jendela kamar lalu menghidupkan lampu kamar.
Dyah duduk menatap ke dua cucu yang satu tertidur satu lagi masih bangun. Dyah mengambil kotak kecil yang ada disaku celana nya, Dyah membuka nya setelah iyu memasangkan nya di telinga twins.
Anting twins yang lama diganti oleh Dyah dengan yang dia bawah, dengan model warna yang sama. Jadi tidak ada yang curiga dengan anting yang dipakai twins.
Dia menatap ke dua cucu nya dengan pandangan yang sulit diartikan, entah apa yang ada dipikiran Dyah. "Kalian akan menjadi orang yang kuat, ganas, dan tak kenal ampun"
Setelah mengatakan itu Dyah kembali membuka jendela kamar twins, Dyah menatap pria asing yang ada di depan gerbang mansion nya.
Pria yang sedari tadi ada di sana belum juga pergi, entah apa yang akan dia lakukan setelah lama ada didepan mansion Erick.
Tok tok tok
Dyah berbalik untuk membuka pintu siapa melihat siapa yang datang ke kamar twins. Dyah membuka pintu, ternyata orang kepercayaan yang datang.
"Maaf nyonya besar"
"Hemmm"
"Dia sudah memulai aksinya"
"Laki laki itu"
"Dia bukan orang yang dia suruh, dia menyuruh seorang yang berkerja menjadi gigolo"
"Dia???"
"Dia menunggu seseorang dari pagi dan orang yang dia tunggu tak kunjung datang"
"Kamu boleh pergi"
Setelah kepergian Jack, Dyah menghubungi baby sister yang menjaga Aura dan Aula. tidak lama kedua baby sister Aula dan Aura datang.
"Kamu jaga mereka"
"Baik nyonya besar"
Dyah melangka pergi dari kamar cucu nya, dia melangka masuk kedalam lift yang ada dilantai tiga. meninggalkan mansion Anak nya pulang ke mansion nya untuk menghubungi Erick yang ada di jawa timur.
Setelah kepergian Dyah, Nisa bangun dengan wajah fresh, Nisa membangunkan Dion yang ada disamping nya.
Dion bangun dari tidur nya menatap Nisa dengan senyum, Nisa meminta Dion mengambil ke dua anak nya yang ada dikamar nya sendiri.
__ADS_1