CEO DINGIN MILIKKU

CEO DINGIN MILIKKU
MEMBUJUK ANNISA


__ADS_3

Di mansion dua orang tua menatap Nisa dengan pandangan yang sulit diartikan. Nisa yang merasa ditatap pun merasa salah tingkah


"Nak Nisa apa Mommy boleh tanya sesuatu nak???". Dyah memulai percakapan


Nisa yang diajak bicara pun mendongak menatap ibu dari bos nya, yang entah apa yang akan ditanyakan.


"Boleh Mom".Nisa menyahut dengan pandangan lurus ke Dyah


" Apa kamu mempunyai kekasih nak???" Dyah bertanya dengan raut was was


"Tidak Mom Nisa tidak mempunyai kekasih atau teman dekat laki laki". jawab Nisa jujur


"Benar kah sayang kalau begitu Mommy boleh meminta sesuatu dari kamu". tanya Dyah lagi


"Boleh Mom kalau bisa Nisa akan beri kan apa yang Mommy ingin kan". Nisa mengatakan dengan wajah polosnya


"Jadilah menantu Mommy nak???". Dyah mengatakan tanpa ada nya beban


Dion dan Nisa pun terkejut dengan perkataan Dyah yang secara gamblang nya ingin menjadikan Annisa menantu nya. Dion tidak habis pikir dengan sang Mommy, yang langsung ingin menjadikan Nisa menantu nya.


"Mom apa Mommy sedang bercanda???" Dion bertanya dengan menghadap sang Mommy tapi sekali melirik Nisa yang didekat nya dengan raut terkejutnya


"Mommy sudah putus kan mau menjadikan Nisa menantu Mommy karena kalau nunggu kamu yang bertindak kelamaan, keburu peri kecil kamu diambil orang". Dyah menyahut dengan nada santai nya


Hufff ... Dion membuang nafas kasar


Nisa tidak dapat berkata kata dan tidak bisa mencerna apa yang Dyah katakan mulai ingin menjadikan menantu dan peri kecil apa maksud nya.


"Maaf, maksud Mommy apa yah Nisa benar benar tidak mengerti??" Nisa bertanya dan menatap Dyah , Erick , dan Dion bergantian


"kamu ingat masa kecil kamu dulur sering bermain dengan seorang anak laki laki???" tanya Erick yang mulai mengingatkan Nisa dimasa kecilnya yang selalu bermain dengan anak laki laki yang beda usia beberapa tahun dari nya.


Nisa menatap Erick dengan raut terkejut, Nisa bertanya tanya dari mana Erick tau masa kecil nya, padahal dia tidak mengenal Erick.


"Yah, Dad bagai mana Daddy tau kalau aku sering bermain dengan anak laki laki???" Nisa bertanya


"Karena anak Daddy anak kecil yang selalu bermain dengan kamu didekat danau"


Nisa terbengong dengan apa yang Erick katakan


"Maksud Daddy pak Dion pangeran tampan yang selalu memanggil Nisa peri kecil saat masih anak anak dulu???"


Sekarang giliran Dyah dan Erick yang terbengong dengan kata kata Annisa yang memangil putra mereka pangeran tampan.


Erick dan Dyah tertawa kecil melihat ekspresi Nisa yang terbilang lucu saat mengatakan pangeran tampan.


Dion dan Nisa saling tatap sama sama senyum kikuk, "Ternyata bos nya yang menyebalkan adalah orang yang selalu mengajak aku bermain saat masih anak anak, tapi dari mana dia tau kalau aku teman masa kecil nya yah???apa dia seorang cenayang??? terus kanapa dia tidak langsung memberi tahu aku yah" Nisa membatin

__ADS_1


"Nisa" panggil Dion


"Hem iya pak". Nisa menyahut dengan menatap Dion lebih dalam, ada raut senang dan kesal dimata Nisa, senang karena bisa bertemu kembali dengan pangeran tampan nya kesal karena Dion tak langsung memberi tahu nya. Malah tau dari kedua orang tua nya yang ingin menjadikan nya menantu.


"Jangan panggil saya bapak,saya bukan bapak kamu" Dion menyahut


" Kan bapak atasan saya kan wajar saya memanggil pak Dion bapak". Nisa menyahut dengan polosnya


Dyah dan Erick hanya tersenyum menatap mereka berdua, Erick dan Dyah yakin sebentar lagi mereka akan mempunyai menantu dan cucu.


"Kamu itu calon istri saya jadi kamu jangan memanggil saya dengan embel embel pak lagi" Dion menyahut


Nisa , Dyah , dan Erick menatap Dion dengan wajah bengong mereka.


" Ha ... kapan saya bilang mau menjadi istri kamu???" Nisa berkata dengan nada kesal karena dengan gampang nya Dion bilang Nisa calon istrinya


"Ya Tuhan ada manusia macam ini orang". Batin Nisa


" Tingkat ke PD.an nya tinggi sekali" Nisa melanjut kan membatin


"Nisa kamu mau kan jadi menantu Mommy???Mommy berharap kamu mau menjadi bagian dari kami nak!!" Dyah mulai membujuk Nisa


"Kamu tidak perlu mengatakan sekarang kamu pikir pikir dulu dengan apa yang kami ingin kan nak, tapi Mommy berharap mau kamu menyetujui nya. karena putra Mommy menjadi seperti kulkas berjalan semenjak kamu pergi tanpa meninggal kan pesan".


"Mom, apaan sih bilang anak nya seperti kulkas". Dion tidak terima


"Kamu itu harus nya seneng Mommy bantuin kamu bujuk Nisa agar mau jadi istri kulkas kayak kamu". Dyah melanjutkan, Erick hanya tersenyum melihat tingkah anak dan istrinya.


"Sudah lah Mom Dad, ini sudah sore aku akan mengantar Nisa pulang sebelum langit menjadi gelap". Setelah mengatakan Dion menarik lembut tangan Nisa


Tidak lupa Nisa mendekat ke Dyah dan Erick mencium telapak tangan mereka begitu pun Dion dan tidak lupa Dion mencium pipi Dyah.


"Dion antar Nisa pulang dulu Mom , Dad". Pamit Dion.


"Nisa pulang dulu Mom, Dad". Nisa berpamitan lalu mengikuti langka Dion


Didepan mansion para remaja itu sejak tadi berkumpul untuk bermain catur, melihat Dion dan Nisa keluar dari mansion menuju mobil Dion yang sudah terparkir rapi didepan mansion.


"Kakak cantik mau pulang yah???" goda Iwan


Dion yang ingin masuk mobil dia urung kan dan menatap Iwan dengan kesal, lagi lagi itu boca godain peri kecil, Iwan yang merasa ditatap pun menoleh dengan senyum mengejek Dion. Yah Dion dan Iwan kalau bertemu seperti kucing dan tikus


"Eh boca berani kamu godain calon kakak ipar!!!" Dion bilang dengan gamblang nya


Iwan menatap Dion dengan senyum."Masih calon kak belum jadi kakak ipar".Iwan menyahut


"Hahahaha...

__ADS_1


Kumpulan remaja itu tertawa melihat raut kesal Dion


" Aku bisa cepat tau kalau ladenin itu boca". Dion mengelus dadanya dengan sabar


"Nisa ayo masuk mobil aku antar kamu pulang, ini sudah makin sore dan jangan dengar kan boca playboy itu" Dion


Tanpa banyak kata Nisa membuka pintu mobil lalu masuk kedalam mobil Dion.


Klep ...


Suara pintu mobil tertutup.


Dion menyalah kan mobil, dan mulai meninggal kan mansion Erick.


...****************...


Ditempat berbeda Serly terlihat sedang mengamuk di mansion, kamar yang semula bersih tertata rapi sekarang semua barang tidak pada tempat nya lagi.


"Ahhhhh sialan, Dia sudah berani mengambil Dion dari aku. Aku tidak akan biarkan dia memilik Dion, aku akan ambil Dion kembali". murka Serly


Disaat Serly sedang mengamuk, suara ketukan pintu terdengar dari luar kamar Serly.


Tok ... tok ... tok ...


"Ser ini mama". Halima memanggil Serly


Halima mama Serly, Halima wanita yang kalem lemah lembut dan penyabar berbeda dengan Serly yang memiliki sifat keras kepala yang semua dia ingin kan harus dia miliki termasuk Dion.


"Mama. mama tidak boleh lihat aku kacau kayak gini malah jadi beban pikir mama" Serly memang sangat sayang dengan Halima


Serly tidak bisa membuat sang mama sedih dengan ula nya. "Ser " panggil Halima kembali tak kunjung ada jawaban Serly


Halima membuka pintu kamar putri semata wayang nya, sebelum Halima sempat mendorong pintu kamar Serly. Serly membuka pintu lalu keluar dari kamar nya dan menutup pintu kamar nya.


"Mama memanggil Serly tadi???" tanya Serly


"Yah, sayang mama mau ajak kamu makan malam, karena kamu tumben belum turun juga sayang Mama takut kamu sakit" Halima yang mengkhawatir Serly yang tak kunjung turun makan malam padahal Halima dan Eko sudah menunggu dimeja makan.


"Oh ayo Ma kita makan Serly tadi tertidur sebelum Mama memanggil Serly tadi" Elak Serly


"Apa kamu sakit nak" Halima melihat anak nya dari atas hinga bawah


"No Mam Serly sehat Mama tidak perlu khawatir seperti itu tadi Serly hanya ngantuk dan ingin tidur Mam"


"Syukur lah Mama khawatir apa lagi akhir akhir ini Papa kamu sudah mempercayakan perusahan kepada kamu mama sempat khawatir akan kesehatan kamu Ser" Halima memeluk putri nya


"Ayo Mam, pasti Papa sudah menunggu kita dimeja maka".

__ADS_1


__ADS_2