CEO DINGIN MILIKKU

CEO DINGIN MILIKKU
PEPAYA GANTUNG


__ADS_3

Aula memasuki area kantor milih kakak ipar nya, dia berjalan dengan sangat santai, dia sambil menyapa karyawan kakak iparnya, tidak ada yang berani untuk menghalangi jalan nya masuk. Karyawan David sudah sangat hapal dengan Aula, mereka juga tau kalau Aula adik dari istri CEO mereka.


Aula berjalan kearah lift, saat tengah menunggu lift yang seperti nya di gunakan Aula menatap sekitar dan dia melihat Kristin yang tengah berjalan kearah nya lebih tepat nya kearah lift karyawan.


Aula memiliki akses untuk memakai lift khusus, Aula lebih memilih untuk menggunakan lift karyawan, Aula menatap Kristin dari atas sampai bawa dan berhenti di bagian dada nya.


"Tan, tante" Aula memanggil Kristin yang ada di samping nya.


Kristin menoleh sekitar tidak melihat ada orang lain selain dirinya di depan lift, Kristin menatap Aula yang juga menatapnya. "Kamu manggil saya?? tanya Kristin dengan menunjuk dirinya sendiri.


"Iyah, tan"


"Kamu buta yah saya masih muda, kamu panggil tante!! Kurang ajar kamu yah" Kristin memanggil nya dengan sebutan tante.


"Lah Mbak nya marah, yah Maaf kalau salah sebut orang kelihatan nya Mbak nya udah tuwir, di bandingkan dengan Mommy saya mah jauh banget padahal Mommy saya udah punya tiga ank" Cicit Aula dengan mode julit nya.


"Yah mungkin ajakan Mommy kamu nikah nya muda mangkanya udah punya tiga anak masih Muda" Kristin menahan kesal, dia ingin mencari muka di kantor David, sehingga David bisa kembali sama dia dan ninggalin Istri muda nya.


Aula menatap Kristin yang menampil kan senyum, tapi terlihat aneh di mata Aula, Aula melihat lift terbuka dan Masuk kedalam lift bersama dengan Kristin. "Mbak, lebih baik besok itu pepaya di tutupi aja deh!! takut nya nanti jatuh" Ucapan Aula, tentu saja menyinggung perasan Kristin yang ada di samping nya.


"Lebih baik kamu diam yah, karena saya yang pakai buka kamu" bentak Kristin dengan melotot kearah Aula.


"Ya elah Mbak, di bilangin juga" Aula keluar dari dalam lift begitupun dengan Kristin yang berjalan di belakang Aula, Aula sendiri tengah berjalan kearah ruang David.


Brak...


David dan Aura yang ada di dalam ruangan terkejut dengan tingkah Aula yang selalu saja masuk tanpa mengetuk pintu.


"Kenapa wajah kalian pucat??? Sakit??"


"Kurang ajar, aku lempar juga jamu ke laut" kesal David yang mengusap dada nya.


"Aku, kenapa??"


"Kamu seperti jelangkung"


"Ak jelas pangeran"


"Dasar tua bangka enggak tau diri"


Huffff...

__ADS_1


David menghela napas mendengar apa yang di katakan oleh Aula adik ipar nya, sedangkan Aula tidak menghiraukan David yang kesal dengan nya dia mendekat kearah kakak nya yang tengah menikmati Ayam bakar madu yang akhir akhir ini menjadi favorit nya.


"Kak"


"Hemmm"


"Kakak jangan brojol dulu yah sebelum aku nikah"


"Nanti aku kasih tau dedek bayi nya"


David yang mendengar percakapan antara kakak dan adik itu merasa heran apa bisa bayi yang ada di dalam kandung di nego buat keluar setelah Aula menikah, sungguh adik dan kakak yang konyol.


"Sayang apa anak kita bisa kamu nego??" tanya David yang ikut nimbrung kakak beradik yang tengah asik mengobrol dan makan ayam bakar madu.


"Tidak tau kak" Aura menjawab dengan sangat santai,


David yang ada di kursi nya ternganga mendengar jawaban Aura yang kelewat santi. "Lalu kalau dia keluar pas Aula nikah bagaimana???" tanya David yang masih setia dengan wajah bingung nya.


"Iyah di keluarin kak masak di tahan, nanti dia di dalam meronta ronta"


"Bagaimana dia meronta sayang???"


"Mimi aku mau keluar, aku dobrak juga nih pintu keluar"


Jangan di tanya bagaimana David kini menatap Aura yang malah asik makan Ayam bakar madu setelah mengatakan hal yang enggak masuk akal. "Apa di balam sana ada pintu???"


"Dasar CEO bodoh, bagaimana bisa bayi dalam perut bicara, apa lagi mendobrak pintu"


David mencerna apa yang di katakan oleh Aula, dia mengetuk ngetuk jarinya di atas meja kerja nya. "Iyah juga yah sejak kapan aku menjadi bodoh" Batin David yang merutuki dirinya sendiri.


"Kenapa diem aja udah mulai merasa yah kalau di kau bodoh??" Suara membuyarkan lamunan David.


"Ghemmm"


"Siapa yang bodoh, aku sangat pintar yah" Elak David yang membuat Aula tersenyum sinis kearah David.


"Eh kakak tua, mana ada orang pintar mangku pintar???" ejek Aula


Aura yang melihat perdebatan antara adik dan Suaminya malah enggak peduli sama sekali, Aula malah tetap makan ayam nya yang hanya tinggal satu lagi.


"Sudah lah perempuan itu tempat nya benar dan enggak akan ada salah di perempuan" David sangat kesal sedari tadi kalah terus dengan Aula.

__ADS_1


Setelah perdebatan Aula dengan David selesai, kini mereka membahas orang yang menyerang Aula tempo hari, Aula menceritakan kalau dia mencuriga satu orang yang ada di sekitar mereka.


Saat pembahasan mulai serius terdengar ketukan pintu ruangan David, tidak lama Kristin masuk membawa berkas di tangan nya. "Maaf pak ini berkas yang bapak minta" Kristin mengatakan dengan nada manja.


Aula menatap Kristin tidak suka, begitu pun dengan Aura yang menatap Kristin tidak suka. "Kak, apa di kantor mu ini penyedia lontong???"


"Hah???" David bingung dengan pertanyaan adik nya, yang terkesan ambigu.


"Eh, Mbak pepaya ada di sini, ketemu lagi Mbak" sindiran Aula mampu membuat Kristin mengepalkan tangan nya karena marah.


"Ah, adik kecil anda di sini" Kristin menampilkan senyum manis nya.


"Tentu saja aku di sini karena aku adik CEO di sini"


"Emm, apa anda adik nona Aura???"


"Hemm, aku kembaranya"


"Kristin pepaya kamu mau jatuh, saat kamu membungkuk tadi" kini yang menyindir bukan Aula melainkan Aura yang menatap Kristin tidak suka.


"Emm, maksud ibu apa yah??"


"Dada kamu itu lho menyembul keluar!! Apa kamu tidak malu??"


"Dia kayak nya mau menggoda sih tua Bangka kak!! Lempar saja ke kandang buaya kakak"


Kristin sangat kesal dengan apa yang di katakan Aula, dadanya naik turun, hidung nya kembang kempis, Kristin menatap nyalang Aula dan Aura. "Kalian perempuan yang enggak ada sopan santun sama sekali, tidak bermoral, tidak perna makan bangku sekolah"


"Eh pepaya gantung, kalau meja sekolah gue makan yang ada emak gue bingung kenapa anak nya jadi kuda lumping"


"Kalau enggak dikira kesurupan setan kelaparan sampai meja di makan"


"Terlihat dari omongan kalian orang enggak berpendidikan" Kristin sangat kesal sedari tadi dia di ganggu dengan Aula.


David hanya menyaksikan perdebatan ketiga perempuan berbeda usia ini, dia tidak mau ikut campur karena lawannya sih julit. David menikmati setiap ejekan, kekesalan, kemarahan dari Kristin.


"Udah tebel muka, pepaya di lihat lihatin".


"Dasar Sarina ke pasar"


"Dasar orang gila"

__ADS_1


Kristin yang sudah sangat kesal berjalan kearah pintu lalu keluar dengan membanting pintu ruangan David, tentu saja sekretaris dan Asisten nya yang ada di depan ruangan David terkejut.


"Orang gila mana itu" ucap Rezza dengan mengusap dadanya.


__ADS_2