
Pertengkaran di mall membuat Dyah sangat geram, ingin rasanya Dyah membuat Serly hilang dari muka bumi. Penghinaan yang dia lontarkan untuk sang cucu masih terngiang di kepala nya
Dyah masih memperlihatkan raut yang mengerikan, Nisa yang ada di samping mertua nya merasa ngeri. Karena baru kali ini Nisa melihat mertua nya sangat mengerikan.
"Mo-mommy"
Dyah menatap Nisa dan memaksa kan senyum agar sang menantu tidak merasakan takut dengan nya. Bagaimana pun Nisa adalah mantu kesayangan nya.
"Kenapa sayang???"
"Apa mommy masih ingin berbelanja lagi???"
"Tentu, ayo kita habiskan uang suami kamu"
"Baik lah mom, mommy mau beli apa???"
"Mommy mau beli daleman yang sexsoyyy"
"Apa tidak apa mom?"
"Siapa yang melarang kita membeli, malah bisa membuat para suami senang"
Dyah mengajak menantu nya untuk masuk ke dalam toko pakaian dalam dengan para pria ada dibelakang mereka. Dyah sudah menceritakan apa yang baru saja terjadi. Dan itu berhasil membuat Dion ingin murka, tapi dia tahan.
Dion dan Erick yang paham akan ke marahan Dyah, mereka berdua tidak bisa mengangkang apa yang akan Dyah lakukan untuk membalas perlakuan Serly.
"Dad, ayo kenapa kalian lama sekali seperti siput saja"
"Mom, ini daleman wanita. Kami malu"
"Oh, jadi kalian tidak mau masuk???"
Dyah menatap kedua pria yang ada didepan nya dengan tajam seakan ingin menerkam mereka berdua saat ini.
"Gemm, boy kamu masuk dulu"
"Daddy saja, kan yang ingin membeli daleman istri daddy"
"Dia mommy kamu boy"
"Mas"
Dion menatap Nisa yang ada disebelah Dyah yang menatap nya dengan sangat lembut, membuat Dion paham dengan tatapan itu.
"Sayang, bukan nya kamu baru beli online kemarin???"
"Kamu tidak mau membelikan lagi mas??"
"Gemm, Sayang"
"Mas"
__ADS_1
Dion dan Erick saling menatap dengan pandangan yang datar mereka, entah apa yang mereka bicarakan lewat tatapan mata.
"Kalian berdua masuk"
Dion dan Erick terlonjak saat mendengar suara dia yang sedikit meninggi, Dion dan Erick menatap Dyah dengan ngeri. Bagaimana tidak ngeri Dyah menatap dengan tajam.
"Mommy masuk dulu baru kami"
"Baiklah Dad"
Dyah dan Nisa masuk ke dalam toko setelah perdebatan mereka diluar toko, dan banyak pasang mata yang melihat dua pria itu masuk kedalam toko daleman wanita.
"Bagaimana kalau ada rekan kerja ku yang melihat dad"
"Sudah kamu diam saja boy, dan ikuti mommy sebelum mall ini dia ratakan dengan tanah"
"Kalau begini aku menyesal menyetujui mommy dan daddy ikut"
"Kurang ajar kamu"
"Aku niat awal ingin bersenang senang dad, tapi sekarang aku harus menutupi wajah ku ini dengan jaket yang aku pakai"
"Kalian berdua diam, kenapa malah ribut" Dyah yang geram mendengar perdebatan anak dan daddy nya memilih bersuara.
"Dad, lihat ini"
Dyah menunjukan satu setel daleman yang dia pegang kepada Erick yang semakin membuat Erick dan Dion menjadi pusat perhatian pengunjung lain.
"Kalau begitu aku mau yang ini dad"
"Mana keranjang belanja nya dad, Dion???"
"Gemm, Kami tidak mengambil mom"
Dyah menghela napas mendengar apa yang putra nya katakan, Dyah mencari cara agar ke rasa kesal nya terbalas.
"Kalau begitu bawa ini dad, dan kamu sayang berikan belanjaan kamu sama Dion"
Nisa sangat patu kepada Dyah yang menyuruh nya memberikan belanjaan nya kepada Dion. Dion pun kesal dengan mommy.
"Menyesal sudah aku mengajak mommy ke mall"
"Apa kamu mengatakan sesuatu sayang????"
"Tidak mom"
"Benar kah sayang, tapi mommy mendengar nya"
"Kami mau berkeliling mall lebih lama lagi"
Ucap Nisa membuat Erick dan Dion melotot, mendengar apa yang dikatakan Nisa. Bagaimana menantu nya ingin berlama lama di mall.
__ADS_1
Mereka terus menyusuri toko daleman wanita sampai ditangan Erick dan Dion kewalahan untuk membawa nya.
Sedangkan dua perempuan beda usia itu masih terus berjalan kesana kemari melihat semua tempat yang ada di toko. Yang belum mereka lihat.
"Mom, nak ini sangat banyak"
Dyah menoleh ke belakang dan benar belanjaan mereka sangat banyak. Dan kedua pria itu tidak bisa membawa nya. Dyah akhirnya menyuruh mereka berdua membayar nya.
Setelah selesai di toko daleman, kini mereka memasuki toko tas branded. Nisa dan Dyah melihat berbagai macam bentuk dan warna sampai keluaran terbaru.
Dyah belum puas dengan tas yang sudah dia dapat kini Dyah mengajak menantu nya pergi ke toko kue yang ada di mall.
Dyah dan Nisa membeli berbagai macam kue dan ada yang mereka makan di toko karena memang menyediakan tempat untuk makan ditempat.
Setelah dari toko kue mereka melanjutkan lagi masuk kedalam toko aksesoris, jelas di sana mereka akan membelikan berbagai aksesoris untuk Aura dan Aula.
Belum puas dengan itu mereka kembali berkeliling mall, Nisa melihat antrian yang sangat panjang. Dan Nisa mengajak Dyah untuk ikut mengantri.
Dyah sangat semangat mengikuti Nisa mengantri tapi tidak dengan para pria yang sudah sangat lemas mengikuti dua wanita cantik yang ada didepan mereka.
Mereka mengantri minuman yang lagi viral, Dyah dan Nisa menunggu dengan sabar sedangkan Dion dan Erick sudah mengumpat istri mereka masing masing.
Tapi mereka jelas tidak bisa langsung mengumpat karena takut jika istri mereka akan menguarkan tanduknya.
Dua jam berlalu Dyah dan Nisa menunggu minuman nya akhirnya mereka berdua mendapatkan apa yang mereka mau. dan mereka dengan tega nya tidak membelikan para suami mereka.
Dyah dan Nisa mendekat ke arah Dion dan Erick yang sedang menunggu mereka di kursi pengunjung yang sudah mendapatkan minum.
"Mom, mana untuk ku???"
"Daddy tidak minta. Jadi mommy beli cuma Satu dad"
"Sayang, kamu beli untuk aku kan???"
"Tidak mas, aku hanya membeli satu juga"
Dion dan Erick saling tatap dan menghela napas lela menghadapi para wanita yang selalu benar tidak akan perna salah.
Setelah minuman Dyah dan Nisa habis mereka mengajak Erick dan Dion untuk pulang ke mansion karena hari hampir malam. Takut jika Kiya dan Fani mencari mereka.
Erick dan Dion berjalan dibelakang mereka berdua yang saling bergandengan tangan Dion yang sedang mendorong stroller Aura dan Aula.
Sesampai nya di mobil Nisa dan Dyah duduk dibangku belakang, Erick dan Dion tidak berani untuk protes. Karena mood Dyah yang baru saja membaik.
Dion melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang. Aura dan Aura ada di gendongan Dyah dan Nisa.
Setelah 45 menit mereka sampai di mansion Dion, Dion memarkirkan mobil nya dihalaman luas mansion nya. Erick dan yang lain keluar dari dalam mobil.
Erick langsung masuk ke dalam mansion diikuti yang lain, Erick langsung terduduk lemas di sofa ruang tamu mansion Dion begitupun dengan Dion.
Para perempuan masuk ke dalam lift untuk menidurkan Aura dan Aula ke dalam kamar Nisa.
__ADS_1