
Dyah dan keluarga nya bermain dengan twins sampai siang, mereka tidak menyadari kalau waktu mereka bermain dengan twins sudah sangat lama.
Erick yang merasa perutnya sudah terasa lapar melihat jam tangan mewah yang ada dipergelangan tangan nya.
"Mom ini sudah waktu nya makan siang, ayo kita makan dulu"
"Emm, benarkah sudah siang dong. Bermain dengan mereka berdua membuat ku lupa akan segalah hal"
"Kalau begitu kita pulang dulu mom"
"Kenapa kalian tidak makan disini???"
"Kami makan di mall saja mom"
"Kalian mau ke mall??? Mommy boleh ikut???"
"Tentu boleh mom"
"Yah sudah ayo, kaling pulang saja dulu mommy mau siap siap"
"Baik lah mom"
Erick dan Dyah bersiap siap untuk ke mall dengan anak, menantu dan cucu nya. Sedangkan Nisa dan Dion pulang ke mansion nya untuk mempersiapkan keperluan twins.
Setelah semua nya sudah bersiap, Erick dan Dyah pergi ke mansion Dion yang ada disamping mansion nya.
Mereka masuk ke dalam mansion anak nya, melangka masuk ke dalam menunggu anak dan menantu nya selesai bersiap.
Setelah satu jam bersiap karena harus menyiapkan twins dan keperluan twins, Dion, Nisa dan twins keluar dari lift. Melangka ke arah Dyah dan Erick yang sudah menunggu dari setengah jam yang lalu.
Dyah dan Erick beranjak dari duduk nya, setelah melihat anak dan menantu nya keluar dari dalam lift.
"Maaf mom kami sanga lama"
"Tidak apa mommy mengerti keribetan kamu mengurus dua bayi"
"Yah sudah ayo berangkat, daddy sudah sangat lapar"
Mereka semua melangka meninggalkan ruang keluarga, setelah sampai di depan mansion mereka masuk kedalam mobil yang sudah Dion siapkan di halaman depan Mansion.
Dion membuka pintu mobil untuk Nisa sedangkan Erick juga tidak mau kalah dengan Dion dan menantu nya. Erick juga membuka pintu mobil untuk Dyah.
Untuk twins Dyah dan Nisa yang menggendong nya, setelah sampai di mall twins akan di taruh di stroller yang Dion bawa.
Aura yang tidak mau tidur Nisa selalu mengajak nya berbicara berbeda dengan Aula yang anteng di gendongan Dyah.
Erick yang sibuk mengotak atik ponsel nya sedari masuk kedalam mobil hingga dipertengahan jalan.
__ADS_1
"Mom Besok daddy harus ke jawa timur"
Dyah menoleh ke arah Erick yang ada disebelah nya dengan pandangan bertanya, tumben sekali Erick pergi ke sana.
"Ada apa dad???"
"Cabang yang ada di sana bermasalah mom, apa mommy mau ikut???"
"Tidak, aku mau dengan cucu ku saja. Apa daddy lama???"
"Tidak tahu mom, kenapa???"
"Apa yang pergi tidak bisa hans dad"
"Hans akan ikut bersama dengan Daddy mom"
"Baik lah Dad, Semoga semua cepat selesai"
"Iyah sayang"
Dion memarkirkan mobil nya bersama dengan berakhirnya pembicaraan Erick dan Dyah. Dion yang mendengar apa yang dibicara kan Erick dan Dyah. Seakan ingin bertanya masalah apa sehingga Erick pergi ke jawa dengan Hans.
Sedangkan Dion tidak mendapat email atau laporan dari cabang yang ada di jawa. Dion sangat ingin bertanya, tapi dia urungkan karena Dyah selalu dekat dengan Erick.
Mereka berempat masuk ke dalam mall, dengan twins yang ada di stroller. Nisa yang mendorong stroller twins.
Mereka memilih untuk makan siang sebelum mereka akan berjalan jalan di mall dan membeli semua keperluan twins. Dan Nisa juga ingin membeli belanja bulanan nya.
Setelah Satu jam berlalu mereka menyelesaikan makan mereka, setelah dari resto untuk mengenyangkan perut. Keluarga itu berjalan jalan lihat toko baju bayi
Setelah selesai dengan baju bayi mereka melanjutkan dengan mainan bayi, mereka membeli semua keperluan twins.
Berakhir Nisa yang ingin membeli belanja bulanan nya, karena sekalian mereka ada di mall. Nisa memilih berbagai sayur, buah, dan berbagi bumbu, ikan, cemilan, dan lain lain
Selesai dengan belanja bulanan, Dyah mengajak Nisa dan dan para pria untuk masuk kedalam toko pakaian wanita.
"Sayang ayo ke sebelah sana, di banyak baju haram"
"Mommy jangan terlalu keras nanti banyak yang tau"
"Kenapa sayang kalau banyak yang tau???"
"Tidak apa apa mom, malu aja gitu"
Nisa dan Dyah berjalan ke arah baju baju haram, sedangkan Dion dan Erick memilih untuk duduk di kursi yang ada di dalam toko.
"Sayang ini bagus buat kamu" Dyah menunjukan baju haram yang tidak bisa disebut baju lagi.
__ADS_1
"Mom kalau pakai ini lebih baik tidak memakai baju saja mom"
"hahaha, kamu benar. Dan mommy mau beli yang ini buat Anniversary mommy satu minggu lagi"
Setelah Dyah menunjukan baju haram yang akan di beli nya Nisa dan Dyah berjalan ke sisi yang berbeda. Nisa ingin baju tidur yang bisa menutup tubuh nya.
Sedangkan Dyah ingin membeli berbagai model baju haram, dan tempat nya berbeda menjadikan kedua wanita cantik itu berpisah.
"Brukk"
Nisa yang sedang memilih baju tidur tidak sengaja menabrak seseorang yang juga membeli baju tidur.
"Maaf saya tidak sengaja"
Serly yang geram ditabrak sampai ingin terjungkal kebelakang pun memaki Nisa, sampai menarik perhatian pengunjung lain.
Serly menatap perempuan yang menabrak nya. Serly memicing kan mata nya saat melihat Nisa yang masih menunduk karena baju yang Serly bawa jatuh dan Nisa mengambil nya.
"Kamu wanita murahan!!!" Pekik Serly kembali membuat menjadi perhatian orang.
Nisa mendongak menatap Serly yang ada didepan nya. Nisa mengembalikan baju yang dia ambil kepada Serly, Serly malah membuang baju itu ke muka Nisa.
Nisa memejam kan mata saat baju itu mendarat ke wajah nya. "Apa apaan kamu Ser???"
"Kamu wanita murahan jangan sebut nama aku, menjijikan"
"Ah ini anak kembar kamu yah, anak haram yah???'
"Plakkkk"
"Jaga bicara kamu Ser"
Bukan Nisa yang menampar Serly melainkan Dyah yang mendengar apa yang Serly katakan kepada ke dua cucu nya.
Niat awal ingin menunjukan Nisa baju haram yang di pilihkan untuk menantu nya malah Dyah mendengar Nisa yang dihina lebih lagi Menghina ke dua cucu kesayangan nya.
"Tante"
"Jangan panggil aku tante lagi, perempuan kurang ajar berani kamu menghina cucu ku"
"Tante bukan begitu maksud aku tan"
"Kamu itu yah tidak sadar diri, sudah dimaafkan masih berulah kamu. Sekali lagi kamu membuat keributan dengan menantu dan cucuku. Aku akan menghantarkan kamu ke neraka"
Semua orang yang menyaksikan pertengkaran itu merinding, Siapa yang tidak mengenal Dyah Maharani Alexander.
Perempuan lemah lembut tapi jika diusik ketenangan nya akan berubah menjadi wanita tak kenal ampun.
__ADS_1
"Ayo nak kita tinggalkan wanita sialan ini"
Nisa dan Dyah meninggalkan Serly yang menahan amarah nya, wajah yang memerah dada naik turun dan menatap tajam kepergian dua wanita cantik beda usia itu.