
"Saya tidak melarang hubungan kalian apalagi memisahkan kalian, saya hanya takut kalau Aura hanya cinta sesaat sama kamu Vid, kamu tau sendiri kalau hubungan kalian terpaut jauh. Saya memohon sekarang kepada kamu sebagai yang lebih tua, untuk lebih mengerti Aura yang masih labil di usianya masih sangat dini untuk menjalan kasih, saya tidak mau kalau terjadi sesuatu dalam hubungan kalian, salah satu dari kalian saling dendam"
David mendengar semua apa yang di katakan Nisa, David yang duduk di samping Aura mantap Aura yang juga menatap nya, David menatap Aura dengan pandangan yang sulit di artikan, sedangkan Aura menatap David dengan pandangan yakin bawa dirinya mencintai David apa ada nya, cinta nya tulus tanpa melihat status dan usia. Aura menatap David untuk meyakinkan David atas cinta nya.
"Saya tahu Nona muda, saya juga sadar saya juga tidak bisa memaksa Nona kecil untuk terus bertahan di sisi saya, jika nanti Nona kecil mendapat laki laki yang lebih baik dari saya"
"Terima kasih Vid kamu mau mengerti, tapi saya berharap hubungan kalian langgeng sampai nanti kalian berumah tangga, saya tidak akan membahas ini dulu. Saya akan membahas nya nanti setelah Aura selesai ujian kelulusan"
"Iyah Nona muda, terima kasih sudah menerima saya"
"Aku hanya memberi apa yang diinginkan putri ku Vid, kamu juga jangan minder karena kita sama"
"Iyah Nona muda"
Dion dan Aura hanya mendengarkan Nisa dan David membahas hubungan Aura dengan David, Dion berharap cinta nya kepada David bukan sesaat karena Dion yakin kalau David bisa menjaga Aura yang terkadang emosi nya tidak terkendalikan.
Setelah mengatakan unek unek yang ada di dalam hati Nisa, Dion dan Nisa memutuskan pulang karena di Mansion ada Monica yang menunggu kepulangan nya ke Mansion, Aula juga ada di Mansion sedang demam. Entah apa yang terjadi dengan Aula tiba tiba demam.
"Saya pulang dulu Vid, Aula dan Monica menunggu kami di Mansion"
"Apa Nona kecil Aula sudah membaik Tuan Muda??"
"Sudah lebih baik, panas nya sudah tidak seperti kemarin"
"Semoga Nona kecil cepat sembuh Tuan muda"
"Iyah terima kasih Vid, saya pulang dulu jaga Aura dengan baik!!"
Nisa mendekat ke arah putrinya begitupun dengan Dion yang mendekat ke arah Aura, mereka menatap putri nya dengan sayang. "Mommy dan Daddy pulang dulu nak adik kamu tidak enak badan dan Monica sudah memberontak tidak ada Mommy dan Daddy, bukan Mommy tidak mau di sini menemani kamu sayang -"
Sebelum Nisa melanjutkan kata kata nya Aura sudah memotong perkataan Nisa. "Aura mengerti Mom, jangan khawatirkan Aura, Aura di sini ada kak David dia pasti menjaga Aura"
"Maafkan Mommy nak"
"Tidak Mom"
Nisa mencium kening Aura dengan sayang, begitupun dengan Dion yang mencium kening Aura, Nisa sebenarnya berat meninggalkan Aura di rumah sakit hanya dengan David tapi di Mansion sudah sangat kacau dengan Monica yang sedang marah.
Nisa dan Dion meninggalkan putri mereka dengan sangat berat, tapi mereka harus pulang sih kecil Monica mencari Mommy nya yang tidak ada di Mansion, itu lah yang membuat Nisa terkadang mengajak Monica pergi ke butik atau ke toko berlian nya. Mood Monica yang sulit di tebak menjadikan Nisa harus ada di samping Monica di saat tertentu.
Setelah kepergian Nisa dan Dion, David menatap kekasih hati nya yang tengah berbaring di ranjang di depan nya. "Sayang, aku tidak memaksa kamu mencintaiku sampai kapan!! jika sewaktu saat kamu menemukan cinta yang lain jangan paksakan hati kamu untuk aku"
"Kak, mungkin aku masih kecil yang belum tau apa arti cinta yang sesungguhnya, yang aku tau kalau aku dekat dengan kakak aku merasa sangat nyaman, aku takut kehilangan kakak, aku tidak mau melihat kakak terluka dan sakit"
"Sayang, jangan perna kamu lakukan lagi terluka karena ku"
__ADS_1
"Karena aku mencintai kakak yang tidak romantis" Aura mencoba mengalikan pembicaraan yang mungkin akan berujung pertengkaran karena ke salah pahaman. Aura mencoba membahas hal lain agar David tidak terlalu memikirkan perkataan Nisa.
"Hahahaha, Nanti kalau kakak sudah kaya, kakak akan bersikap romantis" David yang paham juga mengikuti alur yang di buat Aura kekasih kecil nya.
"Kapan kakak kaya??? Apa sekarang kakak kurang kaya???"
"Tunggu kakak menjadi bos besar"
"Wah kalau kakak menjadi bos besar aku akan minta pergi jalan jalan dengan jet pribadi"
"Yah kalau aku punya jet kalau hanya punya sepeda bagaimana???"
"Aku akan menghias nya menjadi seperti jet"
"Hahahaha"
Mereka tertawa bersama dengan candaan yang mereka buat sendiri, untuk mencairkan suasana yang tegang. Aura tidak ingin David merasa rendah dari nya, karena Nisa selalu mengajarkan nya semua orang itu sama tidak ada yang berbeda mau kaya atau miskin semua sama.
"Au, apa kamu mau jalan jalan???"
"Mau kak"
"Baik lah tuan putri aku akan mengambilkan kursi roda dulu buat kamu"
"Iyah jangan kangen"
"No, No, No"
David mencubit pelan pipi Aura, David sangat gemas dengan kekasih hati nya. David beranjak dari duduk nya berjalan ke arah pintu, David keluar untuk mengambilkan Aura kursi roda.
David kembali membawa kursi roda yang dia dorong, David membantu Aura untuk duduk di kursi roda yang dia bawa, Aura sangat bahagia melihat David sangat perhatian dengan nya.
"Kamu siap sayang"
"Siap kemana???"
"ke pelaminan"
Blusss...
Wajah Aura memerah mendengar godaan David yang ada di belakang nya yang tengah mendorong kursi rodanya. David membawa Aura ketaman rumah sakit untuk mencari udara agar Aura tidak bosan di ruangan nya.
"David"
Saat ingin masuk ke taman yang ada di rumah sakit, ada yang memanggil David dengan suara serak menahan tangis. David menghentikan pergerakan nya, Aura dan David menoleh ke arah sumber suara.
__ADS_1
Mata David berkaca kaca menatap perempuan setengah baya yang ada di depan nya, sedangkan Aura dengan pandangan bingung menatap perempuan yang sedang mendekat ke arah nya dan David, Aura menatap David yang sudah meneteskan air matanya.
"David, anak Mama"
David berdiam di pelukan Indah Mama David, David membalas pelukan Mamanya yang kini sudah menangis di dada bidang putra nya yang sudah belasan tahun meninggalkan dirinya karena perjodohan yang dia lakukan dengan Doddy suaminya.
"Maafkan Mama nak"
David mengusap punggung Mama nya dengan sayang dan rindu, David juga menangis di pelukan Mama nya. "Maafkan David Ma"
"Ini salah Mama nak bukan salah kamu, Maafkan Mama nak pulang lah sayang"
"Maaf Maa, aku sudah punya kehidupan sendiri dengan orang yang aku cinta saat ini"
Indah melepaskan pelukannya dari David menatap Putra nya dengan bingung dan bahagia, karena putra nya tidak mau pulang karena sudah menemukan cinta nya.
"Siapa nak, siapa perempuan itu??"
"Aura Ma" David menatap Aura yang ada di depan nya duduk di kursi roda.
Indah menatap perempuan cantik yang ada di di ada di kursi roda, dia menatap dengan pandangan yang sulit di artikan. "Siapa kamu nak???".
" Aura tante"
"Kamu kekasih David???"
"Iyah tan!!"
"Seperti nya kamu masih sangat muda nak, apa kamu masih sekolah???"
"Iyah tan, saya masih kelas tiga SMA"
"A-Apa nak???"
"Aura Alexander, ke dua orang tuanya yang menolong aku dari kemiskinan setelah David meninggalkan Mansion"
"Kak Apa maksud nya???"
David mengajak Indah dengan Aura untuk ketaman untuk menceritakan semua yang terjadi dan dia sembunyikan selama belasan tahun ini dari Aura, dan menceritakan kepada Indah bagaimana hidup nya setelah pergi dari Mansion.
Aura, Indah dan David sudah ada di bangku taman dengan Aura yang masih duduk di kursi roda. David mulai menceritakan kepada Aura siapa dirinya yang sebenarnya, setelah Aura tau David menjelaskan bagaimana dirinya bisa bertemu dengan keluarga Aura dan menceritakan bagaimana kehidupan nya selama ini.
David juga menceritakan kepada Indah kalau dia dan Aura sudah menjalin kasih dengan Aura dan sudah mendapatkan restu dari keluarga Aura, perempuan cantik yang ada duduk di kursi roda.
Setelah Indah tau semua nya dia memutuskan untuk pulang karena sudah malam dan besok akan kembali ke rumah sakit untuk meminta penjelasan yang lebih dari ini. Dan David setuju begitupun dengan Aura yang ingin bersikap dewasa menghadapi semua yang di sembunyikan David.
__ADS_1