
Setelah merasa aman Dion berserta istri dan adik adik nya keluar dari dalam mobil lalu masuk ke dalam rumah hanya satu diantara mereka setelah semua nya aman mereka kembali masuk ke dalam rumah mereka.
Mereka tidak mau ada keributan atau terjadi yang tidak di ingin kan di mansion apalagi ada twins yang belum tau menahu dengan apa yang tengah terjadi diantara kedua orang tua nya dan orang yang bukan keluarga nya.
Mereka kembali ke ruang makan dimana makanan yang sebelum nya sudah ada dimeja Dion menyuruh untuk membuang semua nya karena mereka takut Serly memasukan sesuatu kedalam makanan yang sudah tersaji menjadikan mereka memesan makanan untuk makan siang. Bukan makanan yang hanya di buang melainkan makanan untuk pekerja yang ada di mansion.
Dion memesan banyak makanan untuk keluarga nya dan juga pekerja yang ada di rumah nya, sebenar nya sayang makanan yang sudah dibuat harus dibuang. Buang buang makanan yang ada mereka sebenar nya tidak suka berhubung makanan nya sudah ada Serly didepan nya itu yang menjadikan mereka takut.
Bukan mereka suuzon dengan Serly mereka mencari aman saja dari pada harus terjadi sesuatu dengan mereka sendiri. Penjaga yang ada diluar mansion juga sudah diberi tahu Serly dilarang masuk ke dalam mansion Erick.
Vino sudah memberi tahu penjaga yang ada diluar maupun dibelakang mansion, Vino dan yang tidak ma kecolongan seperti tadi tiba tiba Serly sudah ada di mansion dan ada dimeja makan. Itu saja sudah membuat mereka sangat terkejut apalagi ada hal lain yang bisa mengejutkan mereka.
Meninggalkan pikiran mereka tentang Serly mereka tenga menunggu makanan yang mereka pesan sampai tapi makanan yang mereka pesan tak kunjung sampai di mansion apalagi jam maka siang sudah lewat. Mereka tidak hanya memikirkan diri sendiri melainkan para pekerja mungkin sudah lapar.
Setelah menunggu lama akhirnya makanan yang Dion pesan sampai di mansion, Vino mengambil makanan yang di antar oleh driver ke mansion. Makana itu juga dibagikan kepada pekerja agar mereka juga bisa makan siang.
Mereka semua menikmati makan siang dengan damai tidak ada drama lagi untuk makan siang berikut nya karena mereka akan lebih ketat di penjagaan mansion, mereka khawatir kalau mereka akan dikejutkan Serly kembali.
Mereka menyelesaikan makan siang mereka, setelah selesai mereka berkumpul di ruang keluarga, Dion, Fani dan Vino sedang membahas pekerjaan kantor sedangkan Kiya dan Nisa sedang bermain dengan Aura dan Aula. Aula dan Aura yang memang sudah bangun sejak jam makan siang dan sekarang belum tidur lagi.
"Kak apa kakak dulu susa saat mengandung twins???"
"Tidak, kakak merasa sangat bahagia!!! Kenapa???"
"Aku merasa kalau aneh aja kak"
"Kenapa???"
"Aku tidak suka dengan bau Fani"
"Itu ngidam, gpp. Akan hilang jika kamu sudah melahirkan atau bertambah usia kandungan kamu"
__ADS_1
Kiya dan Nisa saling mendukung satu sama lain, Nisa sebagai kakak juga membuat Kiya mengerti semua yang dialami oleh ibu hamil, dan Kiya benar benar mendengarkan apa yang Nisa katakan.
Jika di mansion sedang adem ayem berbeda dengan ke dua orang tau mereka yang ada di butik masih saja bertengkar dengan masalah yang sama. Tidak tau saja kalau Serly baru saja datang ke mansion mereka tanpa ada alasan yang jelas. Mungkin alasannya ingin membuat huru hara di mansion Erick.
Pertengkaran itu berlanjut sampa Dyah menyuruh karyawan nya pulang dan menutup Butik, karena Dyah tidak mau ada pelanggan yang mendengar keributan yang terjadi di antara dia dan Erick suami nya.
Butik sudah di tutup setengah jam yang lalu oleh karyawan Dyah dan mereka sudah pulang dari Butik dimana mereka berkerja. Di lantai atas di kantor Dyah sudah seperti kapal pecah karena perkelahian suami istri.
Erick terus saja meminta maaf kepada Dyah tapi Dyah tidak menghiraukan nya, Dyah terus saja menyalahkan Erick yang sudah tidak mencintai keluarga nya dan membela orang yang sudah menghina keluarga nya keturunan nya.
Saat Dyah tengah mengamuk ponsel nya berdering berulang kali dia melihat siapa yang menghubungi nya ternyata orang kepercayaan nya yang ada di mansion. Dyah menerima telpon itu dan orang yang ada di seberang telpon menceritakan semua yang terjadi di mansion saat jam makan siang.
Dan juga menceritakan kalau Serly datang kembali ke mansion dan tidak diperbolehkan masuk oleh penjaga yang ada di depan gerbang mansion. Dan itu membuat Dyah semakin menjadi wajah nya menjadi semakin merah menatap Erick yang tengah duduk dilantai karena masih meminta maaf.
"Kamu dengar Erick Alexander???"
Erick semakin menundukkan dirinya mendengar apa yang terjadi di mansion saat jam makan siang, Dyah mengambil tas mahal nya dan memasukan ponsel nya ke dalam tas lalu melangka meninggalkan butik nya diikuti oleh Erick dari belakang.
Dyah keluar dari dalam butik masuk kedalam mobil nya begitupun dengan Erick mengajar mobil Dyah yang melaju dengan sangat kencang meninggalkan butik.
Dorr dorr pyar..
Kaca mobil Serly pecah karena tembakan yang dia arah kan kepada kaca mobil Erick keluar dari dalam mobil mendekat ke arah Dyah yang sedang ada didekat mobil Serly.
Serly yang mendengar suara tembakan dan kaca pecah menoleh ke arah sumber suara dan melihat kaca mobil nya yang sudah pecah. Serly menatap Dyah dengan nyalang karena Dyah yang memegang senjata.
"Kenapa tante menembak kaca mobil ku???"
"Karena kamu tidak tau diri"
"Hahaha"
__ADS_1
"Lihat nanti saat aku sudah mendapatkan Dion tante akan menangis darah"
"Perempuan gila, pergi atau aku lenyapkan kamu"
"Hahhaha, aku tidak takut tante"
Semua orang yang ada di ruang keluarga mendengar tembakan dari luar mension pun terkejut, awal nya mereka keluar bersama melihat Dyah yang memerah wajah nya membuat yang lain ngeri hanya Nisa yang berani mendekat.
Dion mencoba melarang Nisa tapi Nisa tetap ingin mendekat ke arah Dyah dan mencoba mereda amara Dyah. Nisa melihat Dyah menodongkan senjatanya kepada Nisa saat itu Nisa mendekat ke arah Dyah.
Saat Dyah ingin menarik pelatuk nya dan menembak Serly Nisa keluar dari dalam mansion melihat apa yang akan dilakukan mertua nya dia mendekat ke arah Dyah. "Mom ayo masuk biarkan dia pergi"
"Tapi nak"
"Nisa enggak mau Mommy menyakiti orang demi Nisa"
"Demi kamu dan hanya sekali saja"
"Terima kasih Mom"
"Ayo masuk biar mas Dion yang memasukan delman Mommy"
"Delma???"
"Lalu apa Mommy kalau bukan delman???"
"Lihat lah mobil Mommy lebih kece dari mobil suami kamu"
"Hehehehe"
"Nanti mas Dion aku suru ganti seperti delman Mommy"
__ADS_1
Nisa yang memang melihat raut wajah marah sanga mertua mencoba mengajak nya untuk bercanda, tidak semua yang bisa melakukan itu hanya Nisa dan Kiya yang bisa. Ketiga anak laki laki nya saja takut melihat kemarahan Dyah.
Nisa menggandeng tangan Dyah masuk kedalam mansion dan menyuruh Dion keluar untuk memasukan delma Dyah.