CEO DINGIN MILIKKU

CEO DINGIN MILIKKU
UNDANGAN MAKAN MALAM


__ADS_3

Setelah makan romantis Kiya dan Fani mereka langsung pulang ke mansion Erick, setelah Fani mengantar Kiya pulang Fani langsung pamit pulang, karena memang sudah malam.


"Salam buat daddy dan mommy" sebelum fani melajukan mobil nya


..."Yah nanti aku sampaikan sama meraka, Hati hati dijalan yah bang" Kiya melambaikan tangan nya...


Kiya masuk kedalam mansion saat ingin melangka kan kaki nya menuju ruang keluarga kiya melihat kakak tertua nya duduk di sofa ruang tamu, Kiya yang memiliki jiwa kepo pun mendekat, karena tak biasanya kakak tertua nya duduk sendiri diruang tamu di jam malam begini.


"Kak" Sapa kiya membuyar kan lamunan dion


"Kamu dari mana??" Dion bertanya kepada sang adik


"Aku habis jalan dengan bang fani kak"


Dion mengangkat satu alis nya heran dengan sang adik jalan dengan fani. "Tumben banget kamu jalan sama fani dek???" dion bertanya


"Emmmm aku tadi makan malam dengan bang fani kak, lebih tepat nya makan malam romantis dengan nya" Jujur kiya


"Kamu jadian sama fani tanya dion penasaran???"


" Iya kak" jawab jujur kiya dengan raut wajah malu malu Dion pun tersenyum melihat tingkah sang adik kecil nya.


"Ternyata kamu sudah besar yah, sudah mengerti apa itu cinta" goda dion


"Kakak apaan sih aku kan emang udah besar" Kiya menyahut dengan wajah cemberut nya yang membuat dion semakin gemas dengan sang adik.


"Oh, yah kak tumben banget kakak duduk disini sendirian??" tanya kiya


Dion hanya bisa tersenyum kecut. "Kakak hanya lagi pingin sesuatu yang berbeda saja"


"Sesuatu yang berbeda ulang kiya" kiya heran dengan kakak nya.


"Sudahlah kamu masuk ke kamar kamu mandi lalu istirahat, jangan tidur terlalu malam"


"Sebentar lagi kakak akan naik" Dion


"Yah, udah kakak kiya naik keatas dulu selamat melamun kak" Sebelum kiya benar benar berlari ke arah lift


Dion mengusap wajah nya kasar. "Apa dia besok akan masuk kerja???Apa dia marah sama aku?? atau apa kenapa??? Hah sulit dimengerti" Dion bangkit dari duduk nya berjalan menuju lift


Dikamar Kiya yang selesai bersih bersih sudah menjalan kan ritual nya sebelum tidur memakai skincare.


Kiya baru akan merebahkan tubuh nya keatas kasur empuk nya, Benda pipi yang sedari tadi di taru di atas meja bergetar Menandakan ada pesan masuk.


Set ...


Kiya mengambil benda pipi itu dan membuka siapa yang mengirim kan pesan malam malam begini.


"Hay cantik, udan bersih bersih belum??" fani


Kiya tersenyum melihat isi chat dari sang kekasih. Kiya mulai mengetik balasan untuk fani.


"Sudah bang, Baru aja aku mau rebahan kamu mengirim pesan". balas kiya


"Yah udah kamu tidur, hari sudah semakin malam. jangan sampai kamu sakit gara gara tidur terlalu malam" balas fani


Kiya hanya melihat tanpa membalas pesan dari fani. Kiya menaruh benda pipi di atas meja kecil sebelah tempat tidur nya.


...****************...


"Hufffff...

__ADS_1


" Apa aku tidak masuk kerja saja yah hari ini?? Apa aku alasan sedang keluar kota atau alasan aku lagi sakit??? Nisa menatap dirinya di pantulan cermin dengan memikir kan alasan apa untuk bisa tidak kerja hari ini


"Tapi kalau aku tidak kerja dipecat mampus aku, Kan cari kerja jaman sekarang susah hhuaa aku bingung" drama pagi Nisa


"Sudah lah toh juga selama ini aku merindukan nya buat apa aku memikirkan yang lain, Toh orang tua pangeran tampan sudah merestui juga" Nisa menyakinkan hati nya.


Nisa mengambil tas yang ada dimeja rias memasukan benda pipi nya kedalam tas nisa keluar kamar, menuju meja makan untuk mengambil bekal yang akan dia bawah kekantor, Nisa tidak sempat sarapan gara gara kegalauan nya, wah ada enggak pembaca yang lagi galau malas makan hahaha ada enggak yang sama. sama Nisa .. !!! Pembaca mah kayak nya enggak perna galau yah.hehehe


tok ... Tok ... Tok ...


"Siapa yang pagi pagi sudah datang bertamu, tidak tau apa penghuni rumah mau kerja, Yah mana dia tau yah kan aku tidak kasih tau hahaha sudah lah" Nisa beranjak membuka kan pintu rumah nya


Ceklek ...


Siap-


Kalimat Nisa terputus saat melihat dion didepan rumah nya, dengan setelan jas nya, Yang berarti dion akan kerja.


"Hah .. Ngapain dia pagi pagi nongol disini???" Batin nisa


"Kamu ngapain pagi pagi ke rumah aku?? lagi tidak ada kerjaan yah???" Tanya Nisa yang menatap dion dengan heran


"Aku kan mau jemput calon istri aku buat berangkat bareng" Dion menyahut


"Apaan siapa yang mau jadi istri nya ke PD an banget ini orang" Batin nisa


"Aku mau berangkat sendiri saja aku, minggir aku mau lewat" Nisa


"Yah udah ayok kita berangkat bareng toh kantor kita sama" sambung dion


"Kantor kita kantor kamu kali yah" Nisa menjawab dengan males


"Kan sebentar lagi kamu menjadi bagian dari keluarga ku jadi kamu akan menjadi pemilik perusahaan Alex grup"


Nisa melangka kan kaki nya menuju ke gang depan rumah nya. "Hufff...sabar masih awal belum luluh peri kecil" dion membatin dengan mengejar langka Nisa.


Dion manarik tangan nisa yang mau berjalan ke halte bus. "Kenapa lagi?? tanya Nisa


Dion tidak menjawab tapi langsung menggendong nisa ala karung beras Nisa meronta minta diturun kan.


"Lepasin aku dion, lepas atau aku teriak nih" ancam nisa


Tapi tidak dihiraukan Dion. Dion membuka pintu mobil dan menurun kan nisa di kursi penumpang. Setelah menutup pintu dion berlari ke kursi pengemudi, Dion menjalan kan mobil dengan kecepatan santai pelan karena dion ingin berlama lama dengan nisa.


"Kamu mau aku telat masuk kantor yah" Tanya nisa dengan nada kesalnya, Dion tidak menyahut dia masih diam, Hanya sesekali melirik wajah kesal nisa.


"Pa, Ma apa nanti jadi kita undang keluarga dion Ma???" Tanya serly


"Jadi dong kita harus merayakan kesuksesan kamu sayang dan biar kamu juga semakin dekat dengan nak Dion" Halima menyahut


Serly sangat bahagia mendengar halima ingin mendekat kan nya dengan dio sang pujaan hati.


"Nanti siang mama akan telpon mbak dyah untuk makan malam disini, Kamu senang sayang??" Halima bertanya kepada serly


Serly hanya senyum malu malu, Serly akan selalu manis didepan kedua orang tua nya, tapi disaat diluar mansion seakan berbanding balik dengan sikap manis nya saat di dalam mansion.


"Ma Pa serly berangkat kerja dulu yah!!!". Serly mencium pipi Halima dan Eko bergantian lalu serly melangka kan kaki nya keluar mansion.


"Tingkah anak jaman sekarang kadang sulit ditebak yah ma" Eko


Kring .. Kring ... Kring ...

__ADS_1


Dyah yang asik menonton tv dengan suami nya diruang keluarga, teralihkan dengan deringan ponsel Dyah


Set ..


Dyah mengambil benda pipi itu dari meja depan nya. "Oh halima tumben sekali dad halima telpon" Dyah


"Angkat saja mom" Sahut Erick


Hello


"Hello mbak . apa aku mengganggu mbak ??" tanya halima


"Tidak hal, tumben banget kamu telpon aku, ada perlu apa??" Dyah menyahut dan bertanya


"Apa nanti malam mbak sibuk, kalau tidak sibuk aku mengundang mbak dengan keluarga makan malam di rumah" sambung halima


"Oh ada acara apa ini kok tumben banget kamu hal???" Tanya dyah


"Itu mbak aku mau merayakan keberhasilan serly mendapat tender besar mbak, Apa mbak bisa???" halima memastikan


"Wah selamat yah kalau begitu. Yah bisa nanti aku akan mengajak kedua calon mantu ku ke rumah kamu boleh biar saling kenal gitu???" Tanya dyah


"Boleh banget mbak biar makin rame, yah udah mbak kalau gitu aku tutup dulu telpon nya" halima


tut ... sambungan telpon dimatikan.


"Ada apa mom??" tanya Erick


"Nanti malam kita diundang makan malam di mansion halima dad" dyah


"Mommy sudah bilang akan mengajak kedua calon mantu mommy buat datang kesana dad" Dyah bersuara


"Mommy telpon dion dan sampaikan kalau nanti malam nisa sama fani suru datang ke mansion, nanti kita berangkat bareng mom" Erick memberi saran


Dyah mengambil benda pipi dari meja dan menghubungi putra nya


Tut .. Tut ... Tut ...


Dion menatap ponsel nya yang bergetar menandakan ada telpon masuk. "Mommy tumben banget" Dion mengangkat benda pipi itu dan membawanya ke telinga.


"Hello mom"


"Dion nanti kamu ajak fani dan nisa buat datang ke mansion sepulang kantor " dyah dari sebrang telpon.


"Kenapa mom apa ada masalah" tanya Dion memastikan


"Nanti keluarga kita diundang makan malam di mansion om eko jadi mommy memutuskan akan mengajak kedua calon mantu mommy" Dyah menyahut


"Baik lha mom nanti aku akan sampaikan, Dion tutup dulu yah mom"


"Baik lah nak" sambung dyah sebelum sambungan telpon benar benar terputus


"Nisa" panggil Dion


Nisa mendongak menatap dion yang sudah berdiri didepan meja nya


"Kenapa" tanya Nisa


"Nanti malam kamu disuruh mommy datang ke mansion sepulang dari kantor" Nisa menatap dion dengan bertanya


Seakan dion paham isi pikiran nisa dion menyahut. "Mommy mau ajak kamu ke suatu tempat untuk makan malam" Sambung dion

__ADS_1


"Yah baik lah nanti aku akan kesana" Nisa


Setelah itu dion kembali kemeja kerjanya dan duduk di kursi kebesaran nya dan mengirik chat untuk sang sahabat


__ADS_2