
Nisa dan dion berjalan meninggal kan taman karena waktu yang ingin berganti malam, Nisa sangat senang dia bisa menghabiskan sore nya di taman. Nisa bisa mengenang saat diri nya bersama ayah dan bunda nya. Bambang dan Fitri selalu mengajak Nisa kecil main di taman saat sore hari.Nisa kecil selalu minta ditemani jajanan yang dijual di taman
Tidak terasa kini mereka sudah ada di mansion Bersamaan dengan si curut Iwan dan Andre. Mereka baru turun dari atas motor spot mereka. "Lho ada sih cantik" Iwan mulai menggoda Nisa
Sebenar nya Iwan hanya ingin membuat jengkel Dion. "Apa cantik cantik masuk sana enggak baik bayi diluar mau magrib" Dion menyahut dengan kesalnya
"Apakan orang aku udah gede gini juga, Abang aja yang sensi atau jangan jangan takut kak Annisa berpaling dari abang ke aku??? Iwan semakin gencar menggoda Dion
Dion benar benar ingin memakan Iwan seandainya dia doyan makan daging manusia. " Sayang masuk jangan hiraukan bayi ini" Dion mengajak Nisa masuk kedalam meninggalkan dua curut
"Kok kak annisa ada disini yah bukan nya kemari Vino cerita kalau kak annisa ada di rumah sakit???" tanya Andre
"Enggak tau juga ayo lah masuk mau magrib kita nih. Takut ada yang lewat hii kan ngeri tau,Kamu aja yang penakut" Andre
Mereka berdua masuk kedalam rumah tidak menemukan Vino atau Kiya, mereka mendekat kearah ruang keluarga tapi mereka juga tidak menemukan Dyah dan Erick.
"Kemana penghuni rumah ini, Apa kita salah masuk rumah, ini rumah terbengkalai dan hantu nya merubah jadi rumah Vino yah" Iwan
"Kamu jangan mengada ngada yah Wan, orang kita habis ketemu bang Dion didepan juga" Andre menyahut.
Ketika Andre dan Iwan memikir kan dimana penghuni rumah, mereka dikagetkan suara seseorang yang mereka kenali . Kiya dan Fani datang bersama karena memang mereka dari kantor
"Ngapain kalian berdiri disitu apa pantat kalian bisulan??" Tanya Kiya yang berjalan mendekat
"Astaga, kamu ngagetin aja tau enggak, tiba tiba muncul kayak jelangkung, Datang tak dijemput pulang tak diantar.
"Eh setan mana ada kayak begitu yang ada itu, datang tak dijemput pulang diantar" Saut Andre
"Iyah kah masak apa sudah berganti???"
"Sudah sudah kalian malah bahas jelangkung didatengin baru tau rasa" Saut Fani
"Lho kalian ngapain pada ngumpul disitu, ayo duduk sini. Kamu juga baru pulang bukan nya mandi malah ngobrol di sana" Dyah datang dari arah dapur
Dyah membantu para maid untuk memasak Kiya, Iwan, Andre dan Fani mendekat kearah Dyah. Mereka mencium tangan Dyah
"Sayang kamu bersih bersih dulu sana bau tau" Dyah menyuruh kedua anak nya bersih bersih
"Baik mom" Fani dan Kiya menyahut bersama
"Kenapa kalian tidak langsung naik seperti biasa nya???" Tanya Dyah
"Aku takut mom salah masuk rumah mom, sepi banget tadi aku kira ini rumah terbengkalai" Kelu Iwan
Dyah tertawa mendengar cerita Iwan. "Aneh aneh saja kamu itu"
"Vino mana mom kok enggak kelihatan mom???" Tanya andre
"Dia dikamar nya lagi main games. Yah udah kami keatas dulu yah mom pamit mereka berdua" Iwan dan Andre meninggal kan Dyah diruang keluarga
Saat menunggu lift terbuka, saat terbuka melihat Vino didalam. "Lho kita mau naik kamu turun"
"Gimana enggak turun aku kesepian di atas, kalian mau ke atas ayo lah kita mabar dikamar"
"Kyui "
Mereka masuk lift lagi naik ke atas ke kamar Vino .Saat pintu lift terbuka mereka melihat Dion yang ingin turu
"Mau kemana kak???" Tanya vino
"Mau keruang kerja daddy ada yang mau diomongin. Kalian jangan lama lama main nya keburu makam malam
" Yah kak"
__ADS_1
"Yah bang"
Dion masuk kedalam lift, sedangkan Vino kawan kawan masuk kedalam kamar Vino.
"Oh yah Vin tadi dibawah aku lihat kak nisa ada di sini ,. Bukan nya kamu bilang dia lagi ada di rumah sakit . " siang tadi pulang , di suru mommy buat tinggal di sini . Oh iwan , andre hanya ber oh ria . Mereka memulai mabar dikamar vino
berbeda dengan dion yang sekarang menemui erick daddy nya .
Tok ... Tok ... Tok ...
Ceklek ..
Dion membuka pintu dan memperlihatkan Erick sedang membaca di sofa. "Dad" Panggil Dion
"Hemm" Erick
"Aku mau bilang sesuatu dad" Dion lagi
'Duduk lah dulu boy saat ingin bicara"
"Terus aku harus duduk dimana dad kan sofa nya hanya tunggal!!"
"Oh daddy lupa" Saut Erick yang membuat Dion memutar bola mata nya males.
"Kenapa kamu mengganggu waktu daddy boy???" tanya Erick
"Dion mau ingin daddy melamar kan Nisa buat Dion" Saut dion
"Baik, nanti setelah makan malam daddy akan mengumpulkan keluarga diruang keluarga" Erick
"Terima kasih dad" Dion
Setelah mengatakan itu Dion keluar dari ruang kerja Erick. Setelah kepergian Dion. Erick menatap pintu itu dengan perasaan senang sedih bercampur Senang, ternyata putra nya sudah besar, sudah ingin menikah. Putra yang dia besar kan dengan tangan nya sendiri sekarang sudah besar.
Dion kecil yang selalu mengikutinya kemana pun Erick pergi sekarang dia akan memiliki pendamping hidup nya.
"Anak anak sudah besar besar, Kiya dan Fani juga mungkin sebentar lagi meminta restu ku" Sambung Erick
Ke empat anak yang aku besar kan sendiri. meskipun Fani bukan darah daging ku dengan Dyah tapi Fani sudah aku anggap sama dengan Dion dan adik adik nya. Aku dengan mommy nya tidak perna tidak adil
Saat Erick sedang dengan pikiran nya sendiri pintu terbuka memperlihat kan Dyah masuk keruang kerja Erick.
"Dad" Dyah memanggil Erick
"Kamu sayang, kenapa???"
"Anak anak sudah besar "
"Yah mom, mungkin sebentar lagi Kiya dan Fani akan meminta restu kita"
"Yah dad kita sebagai orang tau hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk anak anak" Dyah
"Ayo kita turun dad mungkin anak anak sudah turun kebawah untuk makan kasihan jika kita terlalu lama disini dad" Dyah
Erick beranjak dari duduk nya. Melangka mendekati Dyah lalu menarik pelan tangan Dyah keluar dari ruang kerja nya
Erick Dyah turun lalu langsung keruang makan, kedua orang tua itu melihat anak anak sudah duduk di kursi mereka
"Hanya kita yang belum ada di sana dad" Dyah
"Malam anak anak daddy yang cantik dan tampan" Erick
"Malem dad" mereka semua serentak menyahut
__ADS_1
"Kenapa lama sekali dad kami sudah sangat lapar" Andre
..."Kamu itu masak tidak tau kalau daddy saat dengan mommy daddy bisa tidak makan malam" Erick...
Mereka semua menatap Erick dengan malas. "Ayo makan daddy sudang sangat lapar habis makan kalian kumpul diruang keluarga"
"Karena daddy ingin berceramah" Erick
Mereka semua memulai makan dengan canda tawa, Erick yang selalu jahil sama anak anak nya meski usia nya sudah tak muda lagi
Tapi Dyah dan Erick seakan seumuran dengan mereka. Setelah makan malam mereka sudah sepakat akan berkumpul diruang keluarga, mereka menunggu Erick dengan penasaran apa yang ingin Erick sampai kan.
"Kenapa kalian menatap daddy seperti itu nungguin yah???" Tanya Erick
"Kami sudah bosen dad nungguin daddy disini, Kami ingin mabar dad" Iwan dengan kesal nya
"Sabar boy, kamu itu masih muda tapi gampang marah cepat tua baru tau rasa kamu" Erick
"Kami tinggal juga nih dad" Vino
Erick menatap Nisa. Nisa yang ditatap pun bingung apa dia melakukan kesalahan sehingga dikumpulkan semua disini
"Apa aku melakukan kesalahan yah" Batin Nisa
"Nisa" Erick memanggil Nisa dengan nada kebapakan lembut seperti bicara dengan anaknya sendiri
Nisa mendongak menatap Erick. "Apa kamu mencintai Dion nak??" Erick
"Nisa, sayang sama Dion dad" Jawab Nisa
"Baik lah mungkin sekarang kamu masih merasa malu mengakui didepan daddy mommy atau para adik adik kamu" Erick
"Daddy ngumpulin kalian disini karena daddy mau melamar Nisa buat kakak kalian Dion"
"Nis apa kamu mau menerima lamaran daddy buat menjadi menantu daddy dan mommy untuk bersanding dengan anak daddy Dion alexander???"
Nisa sangat terkejut dengan apa yang Erick ucapakan. "Mas Dion tidak main main dengan ucapan nya tadi siang, Aku harus bagai mana ini" Batin Nisa
"Apa kamu mau nak???" Tanya Dyah
"Nisa terserah mas Dion saja mom. Nisa dengan malu malu"
"Gimana kamu boy apa kamu bersedia???" tanya Erick
"Mau lah dad orang aku yang minta tadi"
'Yah sudah kamu mau tunangan apa langsung nikah" tanya Erick
"Nikah aja lah dad kelamaan kalau tunangan dulu"
"Kalau gitu kalian nikah dua minggu lagi, daddy sama mommy akan siap kan semua nya mulai besok" Erick
Setelah semua nya dibicarakan mereka membubarkan diri ada yang ke kamar ada yang ke dapur ada yang masih ada di sana. Yang tinggal ditempat hanya ada Nisa, Dion, Erick dan Dyah
Dyah memberikan sebuah kotak beludru panjang untuk Nisa. "Nak kamu pakai ini mulai hari ini dan seterusnya yah" Dyah menyodorkan kotak merah didepan Nisa
"Buka saja nak " Nisa membuka kota merah itu
"Ini untuk apa mom???" tanya Nisa
"Itu kalung buat kamu nak, tanda bawah kamu keluarga Alexander. Lihat kalung nya sama seperti yang mommy pakai" Nisa mendongak menatap leher putih Dyah.
"Ingat pakai yah nak jangan dilepas" Ingat Dyah
__ADS_1
"Baik mom" Dion mengambil dan memakaikan nya dileher Nisa
"Cantik" Ungkap dion setelah memakaikan nya.