CEO DINGIN MILIKKU

CEO DINGIN MILIKKU
HAMIL


__ADS_3

Hari Ke tiga di paris, Nisa meminta pulang ke indonesia. Entah apa yang terjadi dengan Nisa, mood nya berubah ubah.


Nisa ingin pulang karena Dion tidak memberi ijin Nisa membeli es cream, bukan tanpa alasan Dion tidak menuruti Nisa.


"sayang, ini itu masih pagi kamu tidak boleh makan es cream sebelum sarapan". Dion frustasi melihat istrinya yang sudah marah marah karena keinginan nya tidak terpenuhi


"kalau kamu tidak mau menuruti keinginan ku lebih baik kita pulang mas". Nisa dengan wajah yang memerah menahan kesal


"Sayang" Dion memanggil dengan nada lembutnya


"Apa???"


" Kenapa, are you okay". ucapan dion yang ambigu


"Aku kenapa???"


" Sudahlah mas kamu memang sudah enggak sayang sama aku". Nisa kesal bukan main entah apa yang terjadi dengan Nisa akhir akhir ini.


" Aku sayang sama kamu mana mungkin aku enggak sayang sama kamu sayang" Dion mengusap wajah nya kasar.


Setelah perdebatan panjang akhirnya Dion mau tidak mau menuruti keinginan nya yang ingin makan es cream. Dari pada Nisa ingin pulang terus, kini mereka berada di kedai es cream yang tidak jauh dari hotel tempat mereka menginap.


" Saya mau satu es cream vanilla" ucap Dion dengan bahasa prancis


" satu cup besar". ucap Nisa


" Baik, silahkan ditunggu pesanannya"


Tidak lama mereka menunggu es krim sudah diantar ke meja mereka, Dion menatap khawatir jika Nisa akan sakit perut. Karena kebanyakan makan es cream apa lagi belum sarapan.


" Sayang"


Nisa mendongak menatap Dion yang ada di seberang mejanya, tanpa minat untuk menyahut panggilan Dion.


" Habis ini kita makan yah, kamu belum sarapan lho sayang". Ucap dion dengan mengusap lembut rambut Nisa


" Hem"


Dion terlihat membuang nafas nya, terlihat begitu sangat frustasi.


Setelah makan es cream, mereka mencari sarapan untuk mengisi perut mereka. Apa lagi Nisa yang belum makan apa pun malah sudah makan es cream.


Dion dan Nisa kini sudah sampai di resto, Dion kembali dibuat bingung dengan Nisa. Karena banyak makanan yang dia pesan mungkin bisa dimakan tiga orang.


Dion menatap Nisa yang begitu sangat laham menikmati sarapan mereka. " sayang kamu yakin ingin makan satu piring ini lagi". Ucap dion


" Kenapa kamu tidak suka aku makan banyak??" ucap Nisa


"Bukan begitu sayang, kamu lanjut saja makannya aku akan menunggu kamu sampai selesai".


Selesai makan Nisa ingin kembali ke hotel, Dion dengan sabar mengikuti Nisa yang dalam mode sulit ditebak.


"Mas, aku ingin kamu peluk nanti saat sampai hotel. Aku ingin kamu manja seharian mas". Ucap Nisa tiba tiba manja dengan memeluk lengan kemar Dion.


"Sesuai keinginan kamu Peri kecil". Dion mengusap kepala Nisa

__ADS_1


Mereka tiba di hotel Dion membuka pintu kamar hotel, dengan Nisa yang masih memeluk lengan kekar Dion.


Entah apa yang membuat Nisa sekarang manja, marah nya seketika hilang entah kemana.


" Sayang, aku mau kelon sama kamu!!" Nisa dengan nakal nya mengusap rahang Dion


Dion yang memang tidak tahan dengan godaan Nisa langsung menyergap Nisa. Membawa tubuh Nisa yang mulai berisi karena porsi makan Nisa bertambah.


...****************...


"Kemana perginya perempuan sialan itu, kenapa handphone nya tidak bisa aku hubungi apa dia ganti nomor???" Serly di apartemen nya sedang mengamuk karena Nisa tidak dapat dihubungi.


Semenjak kejadian dimana Serly membuat ula di pesta pernikahan Dion dan Nisa, Serly tidak lagi pulang ke mansion orang tuanya.


Tok...tok...tok...


Dengan berat hati serly membuka pintu apartemen nya.


"Ser, are you okay??" heni


" Kepala ku ingin pecah, karena perempuan sialan itu tak bisa aku hubungi!!!" Serly mengajak heni dan Indah masuk kedalam apartemen.


"Kami dengar mereka Liburan di paris". Ucap Indah


"Kenapa kalian baru bilang!!!" pekik Serly murka


"Kurang ajar berani beraninya dia liburan dengan Dion, tak akan aku biarkan mereka tenang di sana!!!!" murka Serly


"Dah pesan tiket, kita berangkat sekarang juga. Sekalian kita liburan di sana, bermain main dengan perempuan miskin sialan itu". Serly dengan semangat.


"Dad, telpon Dion!!" Dyah


" Ini sudah malam mom, besok saja kita telpon". Lirih Erick


Dengan berat hati Dyah menurut apa yang suaminya bilang. Dyah pun akhirnya tidur dengan memeluk Erick, meskipun mereka tak lagi muda tapi masih Romantis.


Kembali ke Dion dan Nisa yang sekarang Dion sudah bingung melihat istrinya tiba tiba saja pingsan saat selesai bermanja ria.


Dion membawa Nisa ke rumah sakit karena Nisa tak kunjung bangun meski sudah dikasih minyak angin.


"Sayang, kamu kenapa" Dion mondar mandir di depan pintu ruang IGD


Tidak berselang lama doker keluar dari ruang IGD yang memberi tahu Dion agar Nisa dibawa keruang OBGYN.


"Kenapa dok dengan istri saya??" ucap dion dengan basa prancis.


"Nanti akan di jelaskan oleh dokternya pak" ucap dokter yang ada di IGD.


Nisa dibawa keruangan OBGYN, Dion masih harap harap cemas saat istrinya belum sadarkan diri.


Dion dengan setia mendampingi istrinya yang belum sadar menggenggam tangan nya, seakan memberi kekuatan untuk Nisa.


"Sus, tolong buka baju Nyonya Nisa, lalu kasih gel".


"Baik dok".

__ADS_1


"Kenapa harus diperutnya??? Istri saya pingsan dok!!!" kesal Dion yang masih dalam mode tidak mengerti


"Bapak lihat saja dimonitor, saya akan jelaskan kenapa istri bapak pingsan!!"


Dion tidak lagi membantah dan fokus melihat monitor yang ada didepan nya. Dion dengan kecemasan nya khawatir Nisa sakit serius.


"Liat, ini pak ada dua titik. yang artinya istri anda sedang hamil muda.


"Kenapa ada dua titik dok??"


"Karena bayi nya kembar pak, perkiraan masih dua minggu" Jelas dokter


"Kenapa, istri saya pingsan??"


"Mungkin istri bapak bisa kelelahan, stres, atau mungkin memang pembawaan bayi. Saya akan memberi resep vit buat istri bapak"


"Emm..


Nisa yang baru sadar, membuka pelan matanya. Dion yang sadar Nisa bangun langsung mendekat.


"Terima kasih sayang". Dion mengecup kening Nisa dengan sayang


Nisa memandang bingung suami nya." Terima kasih buat apa mas???" Nisa yang masih menatap Dion dengan bingung.


Dion mengusap pelan perut rata Nisa."Disini ada anak kita sayang, kamu hamil". ucap Dion


"Hah, aku hamil???"


"Iyah sayang, kembar sesuai keinginan ku walau tidak kembar tiga!!"


"Kamu tidak lagi bercanda kan mas, aku beneran akan menjadi ibu???"


"Iyah sayang, kita akan pulang sekarang. Memberi kejutan orang rumah"


Nisa memeluk Dion sangat erat, menyalurkan rasa senang yang Nisa rasakan. Menjadi seorang ibu impian semua pasangan yang sudah menikah.


"Iyah, kita pulang sekarang mas"Nisa yang masih memeluk Dion.


Dion menggendong Nisa ala bridal style keluar ruangan, Dion tidak menghiraukan tatapan kagum para kaum hawa. Dion tidak ingin sampai Nisa kecapekan karena berjalan.


Dion sampai dikamar hotel yang dia pesan, Dion berkemas. dan tidak membiarkan Nisa ikut beres beres, Dion menyuruh Nisa duduk anteng ditepi ranjang.


"Mas, aku bantu yah??"


"Tidak sayang kamu enggak boleh kecapekan"


"Kamu bahagia mas??"


Dion berhenti berkemas, lalu menatap Nisa dengan senyum lalu Dion mendekat kearah Nisa. Dion mencium seluruh wajah Nisa tanpa ada celah.


"Sangat bahagia sayang" Dion kembali mencium kening Nisa


Setelah itu Dion melanjutkan beberes. Dion begitu sangat bahagia dengan kabar yang dia dengar tadi.


"Meskipun kamu tidak hamil kembar aku sangat bahagia sayang" batin Dion dengan mata yang berkaca kaca.

__ADS_1


__ADS_2