
Setelah berdebat panjang di meja makan soal anak, kini berlanjut di ruang keluarga dan bertambah personil. Kiya, Vino yang sudah pulang dari kuliah ikut nimbrung di ruang keluarga membahas anak.
"Pokok nya aku ingin anak kembar 3 mom" Saut Dion yang tidak ingin kalah dengan sang mommy yang ingin Nisa melahirkan satu satu.
"Kamu mau enak nya saja, kamu tidak tau gimana rasanya orang hamil tau" kesal Dyah
"Yah kan Dion laki laki mom mana ada laki laki hamil" Dion dengan polosnya
"Mangkanya kamu jangan ingin Nisa hamil 3 anak kembar susa tau, belum lagi acara ngidam belum lagi yang lain" Dyah yang masih kesal dengan putra nya yang keras kepala, ingin meminta kembar tiga .
"Mom, sudah jangan ribut, Dadi pusing tau tidak lihat kalian berdebat" Erick menengahi
"Putra mu itu dad, lihat dia mau menyiksa mantu ku" aduh Dyah
Erick hanya bisa menghala nafas kasar melihat putra dan istrinya. Bagai mana tidak sejak dimeja makan mereka berdebat soal anak.
"Mom, bener kata kak Dion kalau kembar 3 itu sekalian sakit, sekalian pusing dan sekalian mengidam, sekalian membesarkan nya" Kiya menyahut dengan wajah polosnya.
"Huff aku harus banyak stok sabar menghadapi mereka Dad, bikin pusing saja mereka belum tau rasanya hamil" Ucap Dyah frustasi
"Kamu Kiya belum tau gimana susahnya hamil jadi diem, jangan ikut ikutan kakak kamu yang gila ini" Dyah menunjuk Dion dan mengatai putra nya gila
"Mommy bilang anak sendiri gila tega banget mom" ucap Dion
Kiya , Erik , dan Vino hanya menyimak ibu dan anak itu berdebat. Kiya yang awal nya anteng pun ikut bersuara dengan membenarkan ucapan Dion yang ingin kakak ipar nya mengandung anak kembar tiga.
"Mom, kalau menghidupi anak kembar tiga kak Dion tidak akan bangkrut, lalu kak Nisa juga akan awet muda. Nanti kalau aku menikah aku juga akan program hamil kembar kalau bisa kembar 4 atau 5 mungkin lebih seru saat anak anak besar aku masih awet muda dan cantik" ucap Kiya dengan mata berbinar penuh harap.
Mereka semua yang ada di ruang keluarga menatap Kiya dengan pandangan yang mata yang melotot, mulut ternganga. Ucapan Kiya yang sangat polos membuat mereka terheran heran dengan Kiya. Jika Dion hanya ingin anak kembar tiga lain hal dengan Kiya yang ingin 4 atau 5 anak kembar.
Kiya heran dengan kedua orang tua nya dan saudara nya yang melihat nya dengan aneh. Kiya masih tidak sadar akan apa yang mereka pikirkan dengan ucapan nya ingin ank kembar.
"Kenapa kalian menatap ku seperti itu???" Tanya Kiya dengan sangat polos
Mereka yang sadar pun langsung batuk ringan, menatap kiya kembali.
" Gem " mereka secara bersama
"Lihat dad putri mu tertular gilanya dengan sang kakak" Dyah mengatai Kiya
__ADS_1
Erick kembali menghela nafas kasar, tidak tau harus bagai mana menanggapi anak anak nya.
"Lho mom, kalau aku dan kak Dion gila mommy dan Daddy gila juga dong" Ucap Kiya
Mereka kembali dibuat melongo dengan ucapan Kiya bagai mana bisa putri mereka begitu sangat polos hari ini.
"Dad , ayo kita pergi keluar buat menghilangkan stres" Dyah mengucap kan dengan berdiri dari duduk nya.
"Ayo sayang kita keluar juga, kita jalan jalan ke mall " Dion berdiri dengan memegang tangan Nisa melaka meninggalkan ruang keluarga menuju ke kamar untuk bersiap siap
"Kakak juga mau jalan jalan seperti mereka???" tanya Kiya kepada Vino
"Iya aku pusing lihat kamu" Vino melangka keluar mansion. Kiya yang sendiri pun berlari mengejar Vino yang hampir sampai pintu utama.
"Kak. Kiya ikut dong jangan ditinggal " Kiya memanggil Vino dengan berlari mengejar Vino
Akhir nya Vino mengajak Kiya karena tidak tega meninggalkan nya sendiri di mansion. Vino memakaikan helm ke kepala Kiya setelah selesai Vino memasang helm nya sendiri. Mereka menaiki motor spot Vino yang terparkir rapi didepan garasi.
Sedangan pengantin baru itu baru turun dari kamar mereka, sekarang berjalan ke arah luar mansion. Dion ingin mengajak Nisa pergi ke Mall
...***************...
"Dad, apa daddy tidak ingin menambah hewan disini???" ucap Dyah yang sedang memberi makan kucing besar. Yah Dyah memberi makan harimau.
"Tidak sayang. ini saja sudah cukup. Apa kamu ingin menambah jika iya buat kadang di mansion saja???" Saut Erick
"Baik lah dad, carikan mommy anak singa dan serigala" ucap Dyah
"Sesuai keinginan anda tuan putri " Erick memang selalu memanjakan Dyah apapun yang Dyah minta akan Erick kabulkan.
Di Mall Dion dan Nisa memasuki toko pakaian wanita, Nisa melihat lihat baju tidur yang tidak memperlihatkan tubuh nya seperti di mansion. Sedangkan Dion memilih lingerie buat nisa padahal di mansion tersedia sangat banyak.
tiba tiba Nisa didorong sampai jatuh tersungkur disaat sedang memilih baju tidur.
Nisa meringis melihat telapak tangan nye memerah. Nisa bangun menatap Serly di yang ada dibelakang nya.
"Perempuan murahan yang udah merebut tunangan orang!!!!" Pekik Serly yang mengundang banyak pasang mata yang melihat
Nisa tidak menyahut dia hanya menatap serly dengan mata nyalang tatapan tajam, yang siap menerkam mangsa nya
__ADS_1
"Kenapa kamu diam perempuan ular. Kamu jangan sok polos" Ucap Serly. Dan banyak pengunjung yang menghina Nisa, bisik bisikan terdengar
"Cantik cantik murahan"
"Mana lagi sok polos"
Dan masih banyak lagi yang terdengar dari para pengunjung lain nya.
Nisa hanya menampilkan wajah polos nya dengan senyum mengejek.
"Kamu manusia yang tidak tau diri, bilang aku murahan perebut tunangan orang. Apa kamu tidak sadar orang yang berkoar koar tanpa bukti itu pencemaran nama baik, selain itu mencerminkan diri sendiri " ucap Nisa dengan nada santai nya.
"Kamu perempuan miskin, tidak tau diri kamu sudah merebut tunangan ku sekarang kamu bilang seolah kamu yang paling teraniaya disini" Pekik Serly
"Kamu murahan tak tau diri, kalian yang ada disini jaga suami, pacar, tunangan kalian sebelum di tikung perempuan murahan ini " Pekik Serly murka.
Dion yang mendengar ribut ribut dari sebelah pun penasaran dengan tangan yang membawa lingerie ditangan nya melihat ribut ribut apa sebenar nya. Dion melihat Serly yang marah marah di sana, melihat Istrinya yang terlihat tenang dan santai menghadapi Serly. Dion melihat Serly mendekat ke arah Nisa, Serly ingin menampar Nisa tapi ditahan oleh Nisa. Setelah itu tangan Serly di gerakan Nisa menampar dirinya sendiri. Pipi yang awalanya putih mulus lalat pun terpleset saking Licinnya nya wajah Serly, menandakan Serly orang kaya yang selalu rutin merawat wajah nya kini sudah memerah bak tomat. Indah nya yang tidak Terima ingin membalas tapi tiba tiba tangan nya dipegang seseorang. Indah menoleh siapa yang berani memegang tangan nya. Indah terkejut saat melihat Dion yang memegang tangan nya.
"Tangan kotor mu ini ingin menyentuh pipi suci Istri ku " Pekik Dion yang tertahan sorot mata yang tajam, raut datar, suara yang dingin membuat Indah, Heni , Serly takut.
"Istri kamu yang nampar aku dulu Dion, dia wanita ini menampar aku bukan salah indah ingin membalasnya " Bela Serly
"Tutup mulut mu yang penuh dengan ke bohongan, kalau tidak bersiap aku robek mulut sialan mu itu " Dion menahan marah, Dion masih menghargai Serly karena dari kecil bersama
Nisa mengelus lengan Dion yang sedang dalam mode menahan marah.
"Mas, sudah ayo kita pulang malu dilihat orang" Nisa
Dion menatap istrinya yang tersenyum melihat itu hati Dion menghangat lenyap sudah rasa kesal dan marah Dion hanya dengan melihat manik sang istri dan senyumnya.
"Baik lah ayo kita pulang" Dion menggandeng tangan Nisa lalu melangka pergi.
"Kak, aku ingin makan sate yang ada diujung" ucap Kiya dengan menunjuk warung sate yang ada di pojokan taman.
"Baik lah ayo kita kesana. Apa kamu tidak kenyang sedari tadi kamu beli jajan???" Tanya Vino
"Tidak, ayo" Kiya mengandeng tangan Vino.
Mereka menghabiskan waktu sore dengan jalan jalan di taman komplek yang tidak jauh dari mansion.
__ADS_1