
Pagi dimana para orang tua akan sibuk dengan buah hati mereka, begitu pun dengan Dion dan Nisa, mereka sibuk dengan Aura dan Aula.
Bagaimana tidak sibuk jika Aula sekarang sedang menangis kencang, karena Dion tak kunjung datang untuk menggendong nya.
Dion sedang dikamar mandi menyelesaikan panggilan alam yang sedari tadi dia tahan karena Aula tidak mau turun dari gendongan nya.
Nisa yang sedang memberi Asi Aura juga kelimpungan mendengar anak kedua nya menangis tiada henti.
"Masssss"
"Cepat Aula menangis"
"Sebentar sayang"
Dion yang ada di dalam kamar mandi, buru buru menyelesaikan panggilan alam nya, Dia segara keluar dari kamar mandi.
"Anak Daddy sabar daddy sedang menabung"
Aula yang mendengar suara Dion langsung menghentikan tangis nya, Dion mengambil Aula dari box bayi.
"Sayang, kenapa kamu menangis sayang???"
"Kamu anak daddy yang baik, cantik, Sholehah, jangan menangis yah"
Dion menimang nimang Aula yang dalam mode manja dengan Dion. Dion yang hari ini ada meeting harus dia batalkan karena keributan Aula.
Annisa baru saja menaruh Aura ke dalam box bayi, karena baru saja tertidur. kini Nisa mendekat ke arah Dion yang sedang menimang nimang Aula.
"Kemarin Kan mas biar aku beri Asi"
Dion memberikan Aula kepada Nisa untuk disusui Aula meminum susu dengan anteng tapi tidak memejamkan mata nya seperti saat Aura menyusu.
"Kamu kenapa ingin dengan daddy saja?? Apa Aula tidak ingin dekat dengan Mommy???"
Nisa mengajak Aula untuk berbicara, Aula melihat Nisa yang mengajak nya bicara. Seakan dia mengerti dengan ucapan Nisa, Aura memejamkan mata nya.
"Anak pintar"
"Apa dia tertidur sayang???"
"Iya lebih baik kamu mandi lalu pergi ke kantor"
"Iya sayang, nanti aku akan panggil kan mommy untuk datang ke sini"
"Iya mas"
Dion melangka meninggalkan Nisa dengan kedua anak nya tertidur. Nisa sendiri sekarang menyiapkan baju untuk suami nya.
Setelah selesai dengan baju baju Dion, Nisa menyisir rambut nya yang belum kering karena setelah mandi Nisa langsung memberi Asi untuk ke dua anak nya.
Dion yang baru selesai mandi bukan nya masuk ke dalam walk in closet malah dia berjalan mendekat ke arah Nisa.
Dion memeluk Nisa dari belakang, menyembunyikan kepala nya di leher Nisa, Nisa mengusap lembut kepala Dion.
"Ayo mas kamu sudah sangat telat"
"Nanti kita ke mall yah???"
"Terserah kamu saja mas"
__ADS_1
Dion mencium bibir Nisa, saat Nisa menoleh ke arah nya, Nisa yang mendapat serangan mendadak. Memukul lengan kekar Dion.
"Mas"
"Iyah sayang"
"Ih kesel deh"
"Cantik deh"
"Massssss"
"Iya sayang"
Nisa melepaskan pelukan Dion diperut rata nya, setelah itu Nisa menghadap Dion setelah itu...
"Aahh"
"Sayang"
"Iyah mas"
"Sakit"
"Ganteng deh"
Dion sangat gemas dengan Nisa yang sangat muda membalikan kendali, kalau tadi Dion yang membuat Nisa kesal sekarang Nisa yang membuat Dion kesal.
"Kamu mau ke kantor atau di mansion???"
"Di mansion"
"Sayang, bukan gitu maksud aku"
"Aku hari ini saja di mansion"
"Kemarin kamu sudah tidak masuk dan sekarang lagi???"
"Aku tidak masuk seumur hidup tidak akaan bangkrut sayang"
Nisa lelah menghadapi Dion yang akhir akhir ini tidak mau meninggal kan twins. Dengan alasan yang sama tidak mau jauh dari twins.
Nisa benar benar mengala dengan Dion, Dion lagi lagi tidak masuk kantor, jelas semua pekerjaan nya akan dilimpah kan kepada sang asisten Fani.
Dion masuk kedalam walk in closet mengganti baju dengan baju rumahan, Nisa yang melihat Dion ingin sekali memaki Dion
Nisa beranjak dari duduk nya lalu mendekat ke arah Dion, mengajak sang suami sarapan. Dengan Nisa yang sudah ingin mendorong box bayi milik twins.
Dion mengambil ahli box bayi dari tangan Nisa, Nisa berjalan lebih untuk membuka pintu untuk Dion yang mendorong box bayi.
Dion dan Nisa keluar dari dalam kamar menuju lift, yang akan mambawa mereka ke lantai bawa dimana ruang makan berada.
Dion dan Nisa keluar dari dalam lift, melangka masuk kedalam ruang makan yang tidak jauh dari lift.
Seperti biasa Nisa akan mengambilkan makan untuk Dion setelah itu baru Nisa mengambil untuk Diri nya sendiri.
Setelah sarapan pasangan orang tua muda itu melangka meninggalkan mansion dengan twins yang sudah dipindah ke stroller.
Mereka berempat melangka keluar mansion, tujuan mereka adalah mansion Erick, Dimana Nisa ingin melihat peliharaan nya, dan juga menunjukan nya kepada twins.
__ADS_1
"Sayang, apa bener kamu mau nunjukin Aura dan Aula dengan peliharaan kamu???"
"Kenapa Sih mas, orang dulu yang minta Aula dan Aula"
Dion tidak lagi bersuara takut istrinya akan meledak saat terus di kengkang, karena mood ibu menyusui juga bisa berubah ubah.
Dion dan Nisa tidak masuk lewat pintu depan seperti biasanya, mereka sekarang langsung menuju taman belakang, dimana kandang serigala dan singa Nisa.
"Kenapa istri ku ekstrim banget" Batin Dion
Di Taman belakang ternyata ada mommy nya yang ada di dalam kandang Singa dan yang jelas masih di dampingi oleh pawang nya.
Nisa dan Dion melihat mommy nya sedang memberi makan singa kesayangan nya. Terlihat Dyah mengusap kepala Singa nya.
"Mommy"
"Sayang, kamu ngapain kesini bawa twins???"
"Aku mau tunjukkin hewan yang mereka minta dulu mom!!!!"
"Dia kam masih bayi nak belum mengerti"
"Tapi aku ingin mom, kandang dipindahkan saja ke mansion kami"
"Sudah jangan aneh aneh nak, ayo kita masuk. mommy ingin bermain dengan cucu mommy"
Nisa yang tidak bisa menolak ucapan Dyah pun akhir nya Nisa masuk ke dalam mansion. Nisa lebih dulu masuk kedalam mansion, karena Dyah harus membersihkan tangan dan juga kaki nya.
Nisa masuk ke mansion yang terhubung dengan dapur mansion, terlihat Erick yang sedang mengaduk aduk jus yang ada di gelas nya.
"Dad???"
"Hemmm"
"Daddy membuat apa????"
"Jus tomat, agar daddy makin muda"
"Mana ada Dad makin muda, sama saja mungkin terlihat segar saja"
Erick mendongak menatap siapa yang mengajak nya berbicara sedari tadi, karena setahu nya Dyah ada dikandang Singa, Fani dan Kiya pergi kekantor, Sedangkan Vino sudah pergi kuliah.
"Boy kenapa kamu masih bersantai disini????"
"Nisa kenapa suami kamu masih sangat santai di sini???"
"Dia tidak mau ke kantor dad"
"Kamu mau sama suami tidak bekerja seperti dia nak????" Dyah ikut nimbrung pembicaraan Nisa dan Erick.
"Mas Dion selalu banyak alasan mom"
"Yah sudah ayo masuk kedalam mommy mau main dengan twin"
Dion, Nisa dan ke dua orang tua nya masuk kedalam mansion, mereka menuju ruang keluarga yang selama ini menjadi tempat berkumpulnya keluarga.
Nisa dan kedua pria beda usia itu duduk di sofa ruang tamu, tidak dengan Dyah yang sekarang mengendong Aula yang terbangun dari tidur nya.
Sedangkan Aula masih nyenyak dengan tidurnya, dia tidak akan terusik dengan keributan yang ada dia lebih tenang dari pada Aula.
__ADS_1