CEO DINGIN MILIKKU

CEO DINGIN MILIKKU
SERLY DATANG KE MANSION ERICK


__ADS_3

Setelah bertengkar dengan Erick, Dyah keluar dari kamar dia berjalan mendekat ke arah lift, Dyah ingin menenangkan dirinya dengan melihat cucu nya, Dyah masuk ke dalam lift dia naik ke lantai atas dimana kamar putra nya berada.


Dyah keluar dari dalam lift dia berjalan mendekat ke arah kamar putranya. Tok tok tok


Ceklek..


"Mommy"


"Cucu mommy bangun nak???"


Dyah berbicara dengan melangka masuk kedalam kamar Nisa dan Dion dengan digandeng oleh Nisa, Saat sampai di ranjang Dyah melihat Aura dan Aula sedang bermain sendiri sendiri satu nya mengangkat kaki kanan nya satu nya mengangkat ke dua kaki nya.


"Cucu cucu Oma sedang bermain"


"Iyah Oma" Nisa menirukan suara anak anak


Dyah mendekat ke arah cucu nya mencium ke dua pipi gembul cucu nya dengan sangat gemas, Dyah menggendong Aura dan kembali mencium pipi gembul Aura setelah puas dengan Aura, Dyah menidurkan kembali Aura dan mengambil Aula untuk digendong dan melakukan hal yang sama dengan Aula, setelah puas Dyah menidurkan Aula.


"Ha cucu Oma sangat gembul membuat gemas saja"


"Mom"


"Iya"


"Kenapa Daddy sangat lesu??? Bukan kah dia tadi pergi ke butik???"


"Itu karena ula nya sendiri sayang"


"Emmm"


" Yah sudah Mommy ke ruang kerja mommy dulu yah karena harus membuat desain"


"Iyah Mom"


Dyah keluar dari dalam kamar Dion dan Nisa, Dyah masuk kedalam lift untuk turun ke lantai dua, Dyah keluar dari dalam lift berjalan ke arah ruang kerja nya Dyah masuk ke dalam ruang kerja nya.


Dyah duduk di kursi dia memulai membaut Desain, Dyah yang masih belum membaik dengan Erick membuat nya tidak fokus membuat Desain.


Dyah melempar kertas yang sudah ada desain nya sembarangan sampai ruangan Dyah banyak kertas yang Dyah buang buang ke sembarang Arah, dengan sangat kesal Dyah membuang semua barang yang ada di meja kerja nya.


"Ahhhhh"


Memori yang dia pendam selama puluhan tahun kembali teringat dimana dia harus mengingat Erick dan Halima ada diruang dokter kandungan saat dia sendang berjuang hamil.


Ceklek..

__ADS_1


"Mom"


"Apa????"


"Ayo kita bicara ke salah pahaman diantara kita yang kamu simpan rapat"


"Apalagi semua sudah sangat jelas kamu berkhianat"


"Duduk lah Mom"


Dyah duduk jauh dari Erick, sedangkan Erick hanya bisa menghela napas melihat Dyah yang menjauh dari nya. Setelah Dyah duduk anteng Erick menceritakan semua nya kepada Dyah.


Dyah mendengarkan semua cerita Erick dengan tanpa menyela ucapan Erick, setelah Erick menceritakan semua nya kepada Dyah. Erick menatap Dyah dengan pandangan yang sulit diartikan.


"Mom!!! Apa mommy mendengarkan Daddy bicara"


"Aku mendengar semua nya tanpa ada yang terlewatkan"


"Apa mommy perlu bukti dari semua yang Daddy ucapkan tanpa ada nya kebohongan"


"Iyah"


Erick mendekat ke arah ke arah Dyah dan menyerahkan apa yang dia bawa. "Apa ini???"


"Kamu lihat dan kamu baca Mom!!! Aku tidak berkhianat dari kamu"


"Mom kita sudah menikah puluhan tahun selama ini apa parna aku membohongi kamu?? Apa perna aku keluar tanpa kamu???


" Lalu apa maksud kamu terus menerus melindungi Serly??"


"Kita sudah mengenal Serly dari lama sayang dan keluarga nya, aku mencoba memberi dia pengecualian untuk bertobat"


"Tapi apa nyata nya sekarang dia kembali meneror keluarga Dion dan Nisa!!!"


"Aku janji sayang kalau di berulah kembali aku yang akan melenyapkan dua!!"


"Aku pegang kata kata kamu Erick, jika kamu berbohong aku yang akan melenyapkan kamu. Aku tidak lagi ingat bawah kamu suami dan ayah dari anak anak"


"Iyah sayang!!! Tolong maafkan aku sekarang"


Akhir nya Dyah memaafkan Erick tapi dengan banyak petimbangan dia tidak mau kalau sampai dia mengambil resiko dan resiko nya keluarga anak anak nya.


Setelah Erick mendapatkan maaf dari Dyah, Erick keluar dari dalam ruang kerja nya dia berjalan ke arah ruang kerja nya. Dia menghabiskan waktu nya ada diluar kerja nya dengan tumpukan berkas yang kembali di ambil, sedangkan Dion hanya fokus terhadap Keluarga nya.


Jika Erick sudah mendapatkan maaf dari Dyah, ditempat Lain di mansion Eko, Serly baru turun dari taksi yang dia tumpangi, setelah membayar cargo Serly masuk dari ke dalam gerbang mansion Eko.

__ADS_1


Eko yang ada di taman depan mansion melihat Serly masuk tanpa membawa mobil nya. "Ser di mana mobil kamu???"


"Ada di depan Mansion Om Erick"


"Kenapa biasa ada di sana??? Kamu pergi ke sama???"


"Iyah dan Tante Dyah menembak kaca mobil ku"


"Apa yang kamu lakukan sampai membuat Dyah marah???"


"Aku berteriak di depan gerbang Mansion nya"


"Kamu jangan membuat ulah dengan keluarga mereka atau kita semua akan hancur" Peringat Eko yang sekarang sudah di ancam oleh Erick sendiri dan bukan Dyah lagi.


"Tapi aku dulu yang akan menghancurkan Keluarga mereka Pa"


Eko yang lelah menghadapi Serly memilih diam tidak lagi memberi peringatan kepada Serly, Eko benar benar pasrah dengan kehidupan Putri nya. Putri yang tidak tau kebenaran nya kalau Serly bukan anak kandung nya.


Serly masuk ke dalam Mansion tanpa memperdulikan Eko yang ada di taman, Serly sudah bosan mendengar semua celotehan Eko yang menurut nya sangat tidak penting. Karena tujuan nya belum tercapai.


Serly menaiki tangga untuk naik ke lantai atas di mana kamar nya berada, Serly membuka pintu dan masuk ke dalam kamar nya. Dia merebahkan diri nya di ranjang king size nya, dia menatap langit langit kamar nya memikirkan cara bagaimana cara nya menyingkirkan Nisa dari hidup Dion.


Saat tenga memikirkan cara agar Nisa lenyap dari hidup Dion, terdengar suara ketukan pintu yang mengganggu Serly. "Siapa yang ganggu sih"


Serly mendekat ke arah Pintu lalu membuka siapa yang mengganggu nya di saat diri nya tengah sibuk merencanakan menyingkirkan Nisa.


"Nak!!!"


"Kenapa???"


"Mama mau bicara dengan kamu!!!"


"Apa???"


"Hentikan semua nya nak jangan membuat kesalahan lagi"


"Kenapa Mama takut dengan keluarga mereka???"


"Keluarga kita tidak ada apa apa nya nak, apalagi perusahaan milik Papa ada dibawah naungan perusahaan Om Erick"


Serly masuk ke dalam kamar nya menutup pintu kamar nya dengan sangat kasar menimbulkan suara yang begitu dangat nyaring. Halima yang ada didepan pintu pun terkejut dengan apa yang dilakukan Serly, Halima tidak menyangka Serly sangat berubah.


"Nak apa yang membuat kamu menjadi seperti ini"


Halima meninggalkan kamar Serly dengan sesak di dadanya, Halima sangat menyayangi Serly tapi kalau Serly membuat onar terus menerus keluarga yang selama ini dia jaga semua akan kacau.

__ADS_1


Halima masuk ke dalam kamar melihat Eko yang tengah bersandar di sandaran ranjang kamar nya dengan menatap tablet di tangan nya. Halima mendekat ke arah Eko duduk di tepi ranjang ujung kaki Eko. Eko menatap Halima dengan pandangan yang sulit di artikan. Setelah itu Eko menarik napas dalam sebelum menyuruh Halima duduk disamping nya.


__ADS_2