CEO DINGIN MILIKKU

CEO DINGIN MILIKKU
MAURA DAN MAULA


__ADS_3

Dion menatap Istrinya yang tertidur setelah melahirkan dua malaikat kecil. Nisa gadis kecil, Peri kecil yang dia tunggu bertahun tahun kini menjadi istrinya.


Melahirkan buah cinta mereka, Dion sangat bahagia penantian nya selama ini tidak sia sia, Dion menemukan Peri kecil yang dulu pergi tanpa meninggalkan pesan untuk nya.


Dion mendekat ke arah dua bayi cantik yang ada di box bayi, sangat cantik satu mirip Nisa satu lagi mirip Dion.


"Nak apa kamu sudah menyiapkan nama buat anak kamu???"


"Sudah mom"


"Siapa nama mereka sayang???"


"Yang mirip dengan Nisa Maura Alexander yang mirip dengan ku Maula Alexander"


"Nama yang cantik, semoga menjadi anak yang Sholehah"


"Amin"


Semua orang yang ada di sana mengucapakan Amin bersama saat Dyah mendoakan cucu nya. Dion mengambil gambar kedua anak cantik nya, Dion mengabadikan gambar di sosial media nya.


Nisa bangun dari tidurnya, Nisa merasa kalau tidur nya begitu sangat lama. "Mas"


Dion mendongak menatap Nisa yang sudah bangun dari tidurnya, Dion mendekat ke arah ranjang Nisa.


"Kenapa sayang??? Apa ada yang sakit???" Dion mengusap lembut pucuk kepala Nisa


"Aku ingin melihat twins Mas"


Dion melangkah mendekat ke arah box bayi, mendorong box bayi mendekat ke arah Nisa satu persatu.


"Apa kamu sudah memberi nama mas???"


"Sudah Sayang"


"Siapa???"


"Yang mirip dengan kamu Maura Alexander yang mirip dengan ku Maula Alexander"


"Siapa nama panggilan mereka Mas???"


"Terserah kamu sayang"


"Gimana kalau Aura dan Aula"


"Cantik sayang"


"Aura, Aula anak anak daddy yang cantik cantik"


"Mas pipi mereka sangat gembul, sangat menggemaskan"


"Kemana mommy dan Daddy mas???"


"Mereka membeli makan siang sayang"


"Kamu tidak makan Mas???"


"Makan menunggu Mommy dan Daddy yang akan membelikan ku makan"


Tidak berselang lama Dyah dan Erick datang membawa makanan dan juga buah buahan. "Kamu sudah bangun nak???"


"Iya mom"


"Apa ada yang sakit, apa yang kamu rasakan nak???"


"Aku sangat bahagia mom"


"Kamu sangat hebat nak bisa memberikan mommy langsung dua cucu perempuan"


"Karena mommy yang selalu memanjakan Nisa"

__ADS_1


Dyah tersenyum mendekat ke arah Nisa yang sedang duduk bersandar pada bantal yang disusun oleh Dion.


"Kamu ank mommy jelas mommy memanjakan kamu"


"Terima kasih mom, mommy sudah menganggap Nisa anak mommy"


"Tidak perlu berterima kasih sayang karena memang kamu anak mommy"


Nisa meneteskan buliran bening yang sudah membasahi ke dua pipi nya, Nisa memeluk Dyah yang tidak jauh dari nya.


"Apa kamu sudah tau nama twins nak??"


"Sudah mom, tapi aku mereka akan dipanggil Aura dan Aula"


"Sangat cantik"


Dyah memberikan kota sedang kepada Nisa, Nisa menerimanya, setelah itu Nisa menatap Dyah yang tersenyum kepada nya.


"Apa ini mom???"


"Buka aja sayang"


Nisa membuka kotak itu, di dalam kotak itu terdapat banyak kunci, Nisa lagi lagi menatap Dyah.


"Kunci mansion"


"Maksud mommy???"


"Hadia dari mommy Mansion yang akan kamu tinggali dengan Dion dan twins"


"Apa tidak terlalu berlebihan mom??"


"Tidak itu hadia buat kamu dan twins, Mansion nya dekat dengan Mansion mommy"


"Di sebelah mana mom?? Kan sebelah rumah kita kanan kiri ada Mansion orang mom???"


"Di sisi kanan sayang, sebelah mansion mommy dan daddy, rumah yang beberapa hari yang lalu selesai di renovasi"


"Yah sayang, apa mommy tidak salah mom???"


"Kenapa sayang???"


"Mansion yang baru selesai kemarin yang Nisa lihat lebih besar dari mansion Mommy"


"Memang benar sayang, karena mommy mau cucu mommy merasa nyaman"


"Terima kasih mom"


"Sama sama sayang"


Mereka bercanda tawa diruang rawat inap Nisa dengan memperhatikan Aura dan Aula menyusu bergantian.


Aura sangat tenang pembawaan nya, berbeda dengan Aula yang manja. Aula terkesan sangat manja dengan Dion.


Aula akan tidur jika Dion yang menggendong nya jika Nisa atau oma dan opa nya dia tidak mau memejamkan mata nya.


Jika Aura lebih dekat dengan Nisa dia akan tenang saat Nisa menggendong nya. Jika Dion yang menggendong pasti Aura menangis


"Dion lihat Aula tertidur di gendongan kamu tapi tidak di gendongan mommy, sangat manja dengan kamu nak"


"Dengan aku juga tidak mau tidur mom"


"Kalian lihat cucu ku yang satu ini, anteng di gendongan ku"


"Aura akan anteng selain dengan daddy nya"


"Sepertinya Aura memiliki denda tersendiri dengan daddy nya"


Semua orang terkekeh mendengar apa yang Nisa katakan. Aura tidak mau di gendong dengan Dion, tidak dengan Aula yang manja dengan Daddy nya.

__ADS_1


Meninggalkan ruang rawat Nisa, di taman rumah sakit ada pasangan yang sedang mencari angin diluar, atau lebih tepat nya ingin menghabiskan waktu berdua, karena mereka jarang bertemu.


Kiya dan Fani saling bercanda di taman rumah sakit, Fani yang mendengar Nisa melahirkan langsung datang setelah pekerjaan nya selesai.


"Bang, anak kak Nisa twins M perempuan"


"Siapa nama twins???"


"Maura dan Maula Alexander"


"Nama yang cantik, seperti kedua bayi itu yang terlihat menggemaskan"


"Nanti kalau kita menikah kita program hamil kembar bang"


"Kenapa harua begitu???"


"Aku juga ingin anak kembar bang"


"Kalau tidak dikasih kembar gimana???"


"Tidak gimana gimana kan tetap ank kita bang"


"Sesuai keinginan kamu sayang"


Mereka bercanda tawa di taman, dengan banyak cerita yang mereka saling ceritakan. Mulai anak samapi hal yang lain.


Ditempat lain jauh dari indonesia Serly dengan kedua teman nya yang masih ada di Paris, terlihat mereka sedang ada di klub.


Mereka tidak kembali ke indonesia setelah pencarian nya gagal, Serly dengan kedua teman nya asik di paris.


"Ser"


Serly menatap Indah yang ada didepan nya. "Kanapa???"


"Nisa sudah melahirkan dua anak kembar"


"Biarkan saja, dua hari lagi kita kembali ke indonesia"


"Aku sudah kangen masakan mama ku"


"Kau memang anak mama hen"


"Kita sudah bersenang senang disini terlalu lama, sampai melupakan Nisa"


"Kamu sangat menikmati saat berada disini bergonta ganti pria sesuka mu"


"Karena mereka bisa memuaskan ku, Aku kecanduan setelah merasakan sekali waktu pertama datang kemari"


"Yah aku juga" Heni dan Serly ke canduang bermain dengan Pria asing di negara orang.


Sedangkan Indah sama sekali tidak tertarik dengan mereka sih hidung belang, karena Indah sudah memiliki kekasih.


Meskipun Indah keluar masuk klub tapi Indah masih menjaga tubuh nya, berbeda dengan Serly dan heni yang sudah mencoba nya. Dan akhirnya kecanduan.


"Kamu tau dari mana kalau Nisa sialan itu melahirkan???"


"Dari kekasih ku yang berkerjasama dengan perusahaan Dion, kekasih ku menyuruh ku pulang untuk menemani nya datang menjenguk Nisa dengan kedua anak kembar nya"


"Kamu tau siapa nama anak nya???"


"Maura Alexander dan Maula Alexander"


"Seharusnya anak ku yang memiliki marga Alexander bukan anak perempuan sialan itu Indah"


Serly yang setengah mabuk itu pun menangis dan mengumpat tidak jelas, dengan menyebut nama Nisa.


"Hay cantik, dari pada kamu menangis mending bersenang senang denganku"


Serly menatap pria tampan bertubuh kekar yang ada didepan nya. Serly mengalungkan kedua tangan nya ke leher pria itu.

__ADS_1


Mendapat kesempatan Pria itu menggendong Serly ala bridal Style. Meninggalkan Indah dan Heni mereka memilih pulang ke hotel.


__ADS_2